← Kembali ke beranda

Saw

Dua orang asing dirantai di kamar mandi terbengkalai: alur lengkap film Saw tentang Adam dan Lawrence yang memecahkan permainan maut, menyelidiki identitas Jigsaw, dan menghadapi pengungkapan terakhir

Judul

Saw

Tahun / Durasi

2004 · 103 menit

Genre

Misteri / Thriller / Horor

Sutradara

James Wan

Penulis

Leigh Whannell, James Wan

Rating

Pemeran

Cary Elwes (sebagai Lawrence Gordon), Leigh Whannell (sebagai Adam), Danny Glover (sebagai David Tapp), Monica Potter (sebagai Alison Gordon), Tobin Bell (sebagai John Kramer)

Saw
Seorang pria berdiri di tengah kamar mandi usang dalam cahaya biru dan putih Seorang pria berbaju putih menunduk sambil memegang gergaji tangan hitam Boneka bertopeng muncul di layar televisi yang remang-remang Seorang perempuan berambut panjang mengenakan perangkap logam di kepalanya Dua pria berjas duduk dan berbicara di dekat meja kantor Dua pria bersenjata berjaga di depan pagar kawat besi
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Saw adalah film misteri horor Amerika Serikat yang disutradarai James Wan. Skenarionya ditulis oleh Leigh Whannell, yang juga mengembangkan ceritanya bersama James Wan, dengan Cary Elwes, Leigh Whannell, Danny Glover, Monica Potter, dan Tobin Bell sebagai pemeran utama. Film ini tayang perdana di Sundance Film Festival pada Januari 2004, lalu dirilis di Amerika Serikat pada 29 Oktober tahun yang sama dengan durasi 103 menit.

Per 7 November 2026, film ini mendapat rating 7,6 di IMDb dari 520.023 suara. Rotten Tomatoes menghimpun 193 ulasan kritikus dengan skor 50% serta skor penonton 84%. Hanya separuh ulasan kritikus yang bernada positif, sedangkan skor penontonnya jauh lebih tinggi, sehingga tanggapan secara keseluruhan terbelah.

Tiga Orang di Kamar Mandi

Fotografer bernama Adam terbangun di bak mandi yang penuh air. Saat berusaha bangkit, ia mencabut sumbat bak dan sebuah benda kecil yang memancarkan cahaya biru terseret air ke lubang pembuangan. Setelah lampu menyala, ia menyadari bahwa dirinya berada di kamar mandi industri yang terbengkalai, dengan pergelangan kaki dirantai ke pipa. Di ujung ruangan, seorang dokter onkologi bernama Lawrence Gordon juga terikat dengan cara yang sama. Keduanya tidak ingat bagaimana mereka bisa berada di sana.

Seorang pria berdiri di tengah kamar mandi usang dalam cahaya biru dan putih

Di antara mereka tergeletak mayat seorang pria dengan kepala berdarah. Sebelah tangannya menggenggam revolver, sedangkan tangan lainnya memegang perekam kaset mini. Adam dan Lawrence menemukan amplop berisi kaset di saku masing-masing. Lawrence juga mendapatkan sebutir peluru dan sebuah kunci yang tidak bisa membuka belenggu kaki mereka. Dengan pakaian, mereka berhasil menarik perekam itu mendekat lalu mulai mendengarkan aturan yang ditinggalkan penculik.

Kaset, Gergaji, dan Tenggat Pukul Enam

Kaset Adam memerintahkannya untuk mencari cara agar tetap hidup. Sementara itu, kaset Lawrence menetapkan bahwa ia harus membunuh Adam sebelum pukul enam sore. Jika gagal, istrinya, Alison, dan putrinya, Diana, akan dibunuh, sedangkan ia sendiri akan ditinggalkan di kamar mandi itu selamanya. Petunjuk di dinding mengarahkan mereka ke tangki kloset, tempat mereka menemukan dua gergaji tangan.

Seorang pria berbaju putih menunduk sambil memegang gergaji tangan hitam

Gergaji itu tidak mampu memotong rantai, bahkan salah satu gergaji Adam patah ketika dipaksa. Lawrence pun menyadari bahwa sasaran sebenarnya bukanlah rantai, melainkan kaki mereka. Ia juga mengenali kaitan aturan ini dengan sosok “Jigsaw” yang sedang diburu polisi. Orang itu menempatkan para korban dalam perangkap yang mengharuskan mereka melukai diri sendiri untuk meloloskan diri, lalu menyebut kematian mereka sebagai akibat dari kegagalan menghargai kehidupan.

Kasus Lama Jigsaw dan Korban yang Selamat

Lawrence mengingat kembali berkas kasus yang pernah ditunjukkan polisi. Korban sebelumnya, Paul, terjebak di ruang yang dipenuhi kawat berduri tajam, sedangkan Mark tewas dalam perangkap lain. Polisi menemukan potongan kulit berbentuk kepingan puzzle pada mayat para korban, sehingga menjuluki perancang permainan itu “Jigsaw”. Dalam rekaman yang tertinggal di lokasi kejadian, sebuah boneka yang mengendarai sepeda kecil muncul di layar untuk mengumumkan aturan.

Boneka bertopeng muncul di layar televisi yang remang-remang

Amanda, seorang pecandu heroin, adalah satu-satunya peserta yang saat itu dipastikan selamat. Ketika terbangun, kepalanya terpasang dalam perangkap logam yang akan merobek rahangnya saat hitung mundur berakhir, dan ia harus menemukan kunci dalam batas waktu. Ia memenuhi tuntutan permainan dan melepaskan alat itu. Setelahnya, ia memberi tahu polisi bahwa ujian tersebut membuatnya kembali menyadari bahwa ia masih ingin hidup.

Seorang perempuan berambut panjang mengenakan perangkap logam di kepalanya

Gordon Berubah dari Dokter Menjadi Tersangka

Lima bulan sebelumnya, Lawrence menjelaskan kondisi pasien kanker otak stadium akhir bernama John Kramer kepada para dokter magang. Setelah itu, Detektif David Tapp dan Steven Sing membawanya untuk diperiksa karena polisi menemukan lampu penanya di lokasi salah satu permainan Jigsaw. Lawrence membuktikan keberadaannya pada malam itu dan terbebas dari kecurigaan langsung, tetapi sejak saat itu ia mengetahui kasus Jigsaw serta kesaksian Amanda.

Dua pria berjas duduk dan berbicara di dekat meja kantor

Tapp tidak sepenuhnya berhenti mencurigai Lawrence. Sing kemudian tewas dan Tapp meninggalkan kepolisian, tetapi ia masih menganggap Lawrence sebagai arah penyelidikannya dan terus mengawasi rumah keluarga Gordon dari seberang jalan.

Tapp dan Sing Menerobos Gudang

Tapp dan Sing menemukan sebuah gudang dari rekaman permainan Amanda. Ketika masuk dengan senjata terhunus, mereka melihat seorang pria terikat di kursi, sementara bor di kedua sisi bergerak mendekati kepalanya. Para detektif berusaha mengendalikan situasi dan mencari kunci untuk membebaskannya, tetapi kotak tempat kunci disimpan ternyata penuh dengan kunci yang tidak bisa mereka pilah dengan cepat.

Dua pria bersenjata berjaga di depan pagar kawat besi

Seorang pria bersenjata berdiri di samping orang yang terikat pada alat mekanis

Sing menembak bor hingga rusak, sedangkan Tapp bergulat dengan sosok bertopeng. Sosok itu menggorok leher Tapp lalu melarikan diri. Saat mengejarnya, Sing memicu kawat jebakan dan tewas ditembak senapan tersembunyi. Tapp selamat, tetapi tindakan ilegal itu dan obsesinya yang berkelanjutan membuatnya diberhentikan dari kepolisian.

Seorang perempuan berambut pendek berdiri di ruangan gelap yang dipenuhi proyeksi angka

Kamera Tersembunyi dan Tugas Adam Membuntuti Lawrence

Kembali di kamar mandi, Adam dan Lawrence menemukan kamera tersembunyi di balik dinding, yang menandakan bahwa seseorang terus mengawasi mereka. Lawrence menemukan sebuah kotak berisi rokok, korek api, dan ponsel yang hanya bisa menerima panggilan. Sebuah catatan menyiratkan bahwa ia dapat mencelupkan rokok ke darah beracun di dekat mayat di lantai, lalu menyuruh Adam mengisapnya.

Mereka tidak mengikuti petunjuk itu. Sebagai gantinya, mereka mencoba berpura-pura bahwa Adam sudah mati dengan menggunakan rokok yang tidak terkena darah. Pengawas mereka langsung mengalirkan listrik melalui belenggu kaki, sehingga penyamaran Adam terbongkar. Lawrence kemudian menerima telepon dari Alison, yang memperingatkannya agar tidak memercayai Adam.

Adam mengaku bahwa Tapp mempekerjakannya untuk memotret gerak-gerik Lawrence. Sebelum diculik, ia membuntuti Lawrence ke sebuah hotel dan mendapati dokter itu hendak menemui mahasiswinya, Carla. Lawrence menjelaskan bahwa pada akhirnya ia tidak melewati batas. Adam juga mengungkapkan bahwa kamar gelapnya menyimpan banyak foto hasil pengintaian dan penculiknya menaklukkannya di sana sambil mengenakan topeng babi.

Sepasang tangan memegang foto instan bertuliskan kata dalam bahasa Inggris

Seorang pria mengoperasikan peralatan fotografi di ruangan remang-remang

Saat memeriksa ulang foto-foto itu, mereka melihat salah satunya menampilkan Zep Hindle, petugas rumah sakit tempat Gordon bekerja, sedang berdiri di luar jendela. Karena itu, Lawrence mengira Zep adalah perancang permainan, sementara jam di dinding sudah mendekati pukul enam.

Istri dan Anak Disandera, Pukul Enam Tiba

Pada saat yang sama, Zep menodong Alison dan Diana sambil mengawasi kamar mandi melalui monitor. Setelah berhasil melepaskan diri dari ikatan, Alison merebut senjata dan bergulat dengan Zep. Tapp, yang mengawasi rumah keluarga Gordon dari seberang jalan, mendengar suara tembakan dan datang menyelamatkan ibu serta anak itu. Zep kabur dari rumah dan Tapp langsung mengejarnya.

Seorang pria bersenjata membungkuk mendekati perempuan berambut pirang yang duduk di sofa

Seorang anak perempuan dengan mulut disumpal kain menatap ke depan sambil menangis

Di kamar mandi, Lawrence hanya bisa mendengar kekacauan dan suara tembakan melalui ponsel, tanpa mengetahui apakah istri dan putrinya selamat. Ia gagal menyelesaikan tugas sebelum pukul enam dan juga tidak mampu meraih ponsel yang terjatuh di lantai. Rasa takut serta putus asa perlahan mengalahkan akal sehatnya.

Pengejaran Setelah Tembakan

Tapp mengejar Zep ke lorong bawah tanah. Setelah keduanya bergulat singkat, Zep menembak Tapp lalu terus menuju kamar mandi tempat Adam dan Lawrence ditahan.

Untuk melepaskan diri dari belenggu, Lawrence menggergaji kakinya sendiri hingga putus. Ia merangkak ke tengah ruangan, mengambil revolver dari tangan mayat, memasukkan peluru dari amplop, lalu menembak Adam. Setelah melakukannya, ia roboh karena kehilangan banyak darah dan masih belum tahu bahwa keluarganya sudah selamat.

Seorang pria berambut pirang berbaring tengkurap sambil mengulurkan tangan ke depan

Penyusup Setelah Kaki Digergaji

Zep memasuki kamar mandi dan mengatakan bahwa Lawrence sudah melewati tenggat, lalu bersiap membunuhnya sesuai aturan. Adam, yang tergeletak setelah ditembak, tiba-tiba bangkit karena peluru Lawrence tidak membunuhnya. Ia menerjang Zep dan memukulnya berulang kali dengan tutup tangki kloset hingga tewas.

Seorang pria berlumuran darah bersandar di dinding kamar mandi sambil menatap benda di tangannya

Lawrence berjanji akan mencari bantuan, lalu merangkak keluar dari kamar mandi sambil menyeret kakinya yang terluka. Adam mencari kunci belenggu pada tubuh Zep, tetapi hanya menemukan kaset lain. Rekaman itu mengungkapkan bahwa Zep juga seorang peserta permainan. Racun yang bekerja perlahan disuntikkan ke tubuhnya, dan ia hanya bisa mendapatkan penawar dengan menaati perintah. Karena itu, ia bukan Jigsaw yang sebenarnya.

Dua pria berlumuran darah saling menopang di lantai kamar mandi

Ending

Setelah Adam selesai mendengarkan kaset, pria di tengah ruangan yang selama ini dianggap sebagai mayat tiba-tiba bernapas dan bangkit dari lantai. Ia adalah John Kramer, pasien kanker otak yang sebelumnya disebut Lawrence, sekaligus perancang sebenarnya dari seluruh permainan itu. Selama ini ia berbaring di antara mereka dan mengamati sendiri pilihan keduanya.

John memberi tahu Adam bahwa kunci untuk membuka belenggunya sudah berada di dalam bak mandi sejak awal. Saat Adam terbangun dan mencabut sumbatnya, kunci itu sudah terseret air ke lubang pembuangan. Adam meraih pistol Zep dan mencoba menghentikannya, tetapi John memakai pengendali jarak jauh untuk mengalirkan listrik melalui belenggu dan melumpuhkan Adam.

Seorang pria dengan punggung berlumuran darah berdiri di tengah kamar mandi bercahaya biru

John mematikan lampu kamar mandi, berjalan keluar, lalu mengunci pintunya. Adam masih terantai di dalam kegelapan dan hanya bisa mendengar pintu menutup di hadapannya. Film pun berakhir.