← Kembali ke beranda

My Dear Enemy

Mantan kekasih meminjam uang ke sana kemari sepanjang hari untuk melunasi utang lama: uraian lengkap perjalanan Hee-soo dan Byeong-woon melintasi Seoul, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, menghitung ulang sisanya, serta setelah berpisah melihat keadaan satu sama lain dengan lebih jernih.

Judul

My Dear Enemy

멋진 하루

Tahun / Durasi

2008 · 123 menit

Genre

Drama / Komedi / Romantis

Sutradara

Yoon-ki Lee

Penulis

Yoon-ki Lee, Park Eun-yeong

Rating

Pemeran

Jeon Do-yeon (sebagai Kim Hee-soo), Ha Jung-woo (sebagai Jo Byeong-woon), Kim Hye-Ok (sebagai Mrs Han), Oh Ji-eun (sebagai Park Se-mi), Kim Young-min (sebagai Dae-hee)

Karya asli

cerpen Jepang 素敵な一日 karya Asuko Taira

Penghargaan

Baeksang Arts Awards ke-45: Sutradara Terbaik kategori film; Ha Jung-woo meraih Aktor Terbaik pada Buil Film Awards ke-18 dan Busan Film Critics Awards ke-10

My Dear Enemy
Seorang perempuan berambut pendek berdiri di aula arena pacuan kuda dan menoleh untuk mencari seseorang Seorang pria dan dua perempuan duduk berbincang di meja makan teras Seorang pria dan perempuan duduk berhadapan sambil makan di restoran cepat saji Seorang pria dan dua perempuan duduk mengelilingi meja sambil berbincang Sekelompok orang menyiapkan makanan di sekitar pemanggang luar ruangan Seorang perempuan berambut pendek dan seorang pria berdiri berbincang di luar sebuah bangunan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

My Dear Enemy disutradarai dan turut ditulis oleh Yoon-ki Lee, serta diadaptasi dari cerpen karya penulis Jepang Asuko Taira. Jeon Do-yeon dan Ha Jung-woo masing-masing memerankan Kim Hee-soo dan Jo Byeong-woon, mantan kekasih yang sudah berpisah, sedangkan Kim Hye-Ok, Oh Ji-eun, dan Kim Young-min memerankan kenalan lama yang mereka kunjungi pada hari itu. Film ini tayang di Korea Selatan pada 25 September 2008 dan berdurasi 123 menit.

Per 21 Oktober 2026, film ini memiliki rating 7,0 di IMDb berdasarkan 982 penilaian. Rotten Tomatoes memuat 4 ulasan kritikus, sedangkan Popcornmeter dari penonton berada di angka 85% berdasarkan lebih dari 250 penilaian. Jumlah sampelnya tidak besar, tetapi penilaian penonton yang ada secara keseluruhan cenderung positif.

Penagihan Utang di Arena Pacuan Kuda dan Pinjaman Pertama dari Mrs Han

Hee-soo, seorang perempuan berusia tiga puluhan, sangat membutuhkan uang setelah kehilangan pekerjaan. Suatu hari, ia datang ke arena pacuan kuda untuk mencari mantan kekasihnya, Byeong-woon, yang sudah setahun tidak berhubungan dengannya. Byeong-woon pernah meminjam 3,5 juta won darinya dan belum juga mengembalikannya. Setelah menemukan Byeong-woon, Hee-soo melewatkan basa-basi dan langsung menuntut agar utang itu dilunasi pada hari yang sama.

Seorang perempuan berambut pendek berdiri di aula arena pacuan kuda dan menoleh untuk mencari seseorang

Byeong-woon tidak punya tabungan, tetapi menjamin bahwa ia bisa meminjam uang dari kenalan. Hee-soo tidak mau membiarkannya lepas dari pandangan, jadi ia mengantar Byeong-woon berkeliling Seoul dengan mobil. Dalam perjalanan, Byeong-woon terus menelepon dan juga menanyakan pernikahan yang sedang Hee-soo persiapkan setahun sebelumnya. Hee-soo tidak menjawab dan hanya mendesaknya agar terus mencari uang.

Mereka lebih dahulu mendatangi tempat kerja Mrs Han. Byeong-woon menemani Mrs Han berlatih golf di teras dan memperkenalkan Hee-soo kepadanya. Setelah mengetahui situasinya, Mrs Han meminjamkan 1 juta won. Byeong-woon menulis surat pengakuan utang dan juga memberikan hadiah kecil yang dibawanya sebagai ucapan terima kasih. Hee-soo menerima uang pertama pada hari itu, tetapi tidak setuju ketika Byeong-woon menggambarkan mereka berdua sebagai pihak yang sama-sama mendapat manfaat.

Seorang pria dan dua perempuan duduk berbincang di meja makan teras

Restoran Cepat Saji dan 700.000 Won dari Se-mi

Byeong-woon kemudian mengunjungi seorang teman lama yang membesarkan putrinya seorang diri. Setelah melihat bahwa hidup temannya juga serba kekurangan, ia tidak jadi meminta pinjaman. Saat menunggu kenalan lama berikutnya, mereka pergi ke restoran cepat saji. Hee-soo bersikeras agar mereka membayar sendiri-sendiri, sedangkan Byeong-woon terus mengajaknya bicara dengan mengungkit berbagai detail dari masa kebersamaan mereka.

Seorang pria dan perempuan duduk berhadapan sambil makan di restoran cepat saji

Byeong-woon kembali meminjam 100.000 won dari seorang mantan murid yang pernah ia ajari bermain ski, lalu membawa Hee-soo menemui Se-mi yang bekerja di sebuah bar. Dengan nada menantang, Se-mi lebih dahulu bertanya mengapa Hee-soo terus mengejar Byeong-woon untuk menagih utang. Hee-soo membalas dengan menyinggung pekerjaan Se-mi. Setelah Byeong-woon meminta maaf sebagai penengah, kedua perempuan itu berhenti bertengkar. Se-mi akhirnya memberikan 700.000 won, dan Hee-soo kembali mencatat jumlah uang yang sudah diterimanya.

Seorang pria dan dua perempuan duduk mengelilingi meja sambil berbincang

Hong-joo, Dae-hee, dan Pertemuan Keluarga serta Teman

Mereka kebetulan bertemu Hong-joo, kenalan lama Byeong-woon dari universitas, beserta suaminya, Dae-hee. Dae-hee mendesak Byeong-woon menjelaskan hubungannya dengan Hong-joo di masa lalu, lalu Hong-joo menerangkan bahwa mereka pernah mengikuti klub berkuda bersama. Byeong-woon minum bersama mereka dan juga berhasil mengumpulkan 300.000 won dari pertemuan itu. Baru setelah mereka pergi, Hee-soo mengetahui dari tas besar yang dibawa Byeong-woon bahwa ia sudah menjual tempat tinggalnya dan baru saja keluar dari rumah teman yang selama ini ia tumpangi.

Saat membeli hadiah di toko bunga, Byeong-woon bercerita tentang rencananya membuka bar makgeolli di Madrid. Setelah itu, mereka datang ke pesta ulang tahun sepupu Byeong-woon. Keluarga dan teman-temannya berkumpul di sekitar pemanggang sambil minum dan makan. Mereka juga memarahi Byeong-woon karena menghancurkan bisnis keluarga dan membuat ayahnya khawatir. Byeong-woon tidak membantah dan hanya terus membantu melayani semua orang; saat pertemuan berakhir, ia kembali memperoleh 500.000 won.

Sekelompok orang menyiapkan makanan di sekitar pemanggang luar ruangan

Pertemuan itu membuat Hee-soo lebih memahami bagaimana bisnis Byeong-woon gagal, pernikahannya berakhir, dan ia kehilangan tempat tinggal. Byeong-woon tetap membicarakan semua perubahan tersebut dengan nada santai. Setelah pergi, mereka melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya dan kini sudah hampir mencapai target 3,5 juta won.

Seorang perempuan berambut pendek dan seorang pria berdiri berbincang di luar sebuah bangunan

Sekolah, Mobil yang Diderek, dan Pernikahan Hee-soo yang Batal

Byeong-woon menerima permintaan untuk menjemput seorang anak perempuan bernama So-yeon di sekolah. Mula-mula mereka diberi tahu bahwa anak itu tidak berada di kelas, lalu mereka menemukan bahwa ia sedang dihukum membersihkan bekas permen karet karena membolos. Ketika mereka bertiga meninggalkan sekolah, mobil Hee-soo yang diparkir di luar sudah diderek.

Seorang perempuan berambut pendek memegang kemudi di dalam mobil

Mereka beralih naik bus dan kereta bawah tanah menuju tempat penyimpanan mobil derek. Pergelangan kaki Byeong-woon terkilir di dalam kereta yang penuh sesak, tetapi Hee-soo tetap pergi bersamanya untuk mengambil kembali mobil itu. Saat menunggu proses administrasi, Hee-soo akhirnya mengungkapkan bahwa ia tidak jadi menikah. Tunangannya kehilangan pekerjaan sebelum pernikahan lalu mengajaknya berpisah, dan Hee-soo langsung menyetujuinya. Sejak itu, ia sendiri juga tidak kunjung menemukan pekerjaan yang cocok.

Seorang perempuan berambut pendek duduk sendirian di dekat jendela bus

400.000 Won dari Eun-jeong dan Penghitungan Ulang Sisa Utang

Setelah hari gelap, mereka terus berkendara melintasi Seoul. Byeong-woon mengakui bahwa ketika Hee-soo mengajaknya berpisah dahulu, ia tampak lebih lega daripada saat masih bersamanya, dan ekspresi itu terus melekat dalam ingatannya. Hee-soo juga mengatakan bahwa sebelum datang mencarinya, ia semula hanya berniat melampiaskan kemarahan setelah memastikan Byeong-woon memang tidak punya uang. Sambil memeriksa jumlah uang, mereka menunggu satu kenalan lama terakhir yang bersedia membantu.

Pada malam hari, seorang pria dan perempuan duduk berdampingan dan berbincang di dalam mobil

Eun-jeong membawa 400.000 won dan menjelaskan bahwa Byeong-woon pernah membantunya ketika ia sedang kesulitan. Setelah mendengarnya, Hee-soo mengembalikan 200.000 won kepada Eun-jeong dan mengatakan bahwa bagian itu dianggap sudah ia terima. Dengan demikian, Byeong-woon masih kekurangan 200.000 won. Hee-soo menyuruhnya menulis ulang surat pengakuan utang, menambahkan biaya derek serta biaya pembelian bunga dan bensin, lalu mengurangi ongkos bus serta kereta bawah tanah yang dibayar Byeong-woon.

Dalam gelap malam, seorang perempuan berambut pendek memandang seseorang di luar mobil

Ending

Setelah menghitung ulang, Byeong-woon menulis surat pengakuan utang baru senilai 340.100 won. Hee-soo bertanya di mana ia ingin turun, dan Byeong-woon hanya menjawab bahwa stasiun kereta bawah tanah mana pun tidak masalah. Ia menyerahkan sebungkus ekstrak bawang putih kepada Hee-soo dan mengajaknya makan malam bersama. Setelah Hee-soo menolak, mereka saling berpamitan.

Hee-soo pergi seorang diri dengan mobil. Tak lama kemudian, ia melihat Byeong-woon sedang mengajak bicara seorang perempuan yang menawarkan sampel sangria. Begitu mendengar minuman itu berasal dari Spanyol, Byeong-woon langsung menunjukkan minat. Hee-soo tidak memanggilnya, dan kamera memperlihatkan ia tersenyum di dalam mobil.

Seorang perempuan berambut pendek mengemudi pada malam hari dengan cahaya di luar jendela tampak kabur

Saat kredit penutup, muncul kembali cuplikan pertemuan pertama mereka. Byeong-woon menghampiri Hee-soo yang sedang sendirian, mula-mula bertanya apakah ia seorang diri, lalu mengatakan bahwa ia sudah lama ingin berbicara dengannya. Surat pengakuan utang baru yang muncul di akhir mencantumkan nilai 340.100 won dan tanggal 16 Februari 2008.

Dalam gelap malam, seorang perempuan berambut pendek menoleh ke arah pria di sebelahnya