← Kembali ke beranda

Lights Out

Diana yang muncul dari kegelapan mengubah trauma bertahun-tahun sebuah keluarga menjadi ancaman mematikan: rangkuman lengkap alur cerita Lights Out, saat Rebecca dan adiknya, Martin, mengungkap kebenaran, mempertahankan sumber cahaya, dan berusaha menyelamatkan ibu mereka.

Judul

Lights Out

Tahun / Durasi

2016 · 81 menit

Genre

Horor

Sutradara

David F. Sandberg

Penulis

Eric Heisserer

Rating

Pemeran

Teresa Palmer (sebagai Rebecca), Gabriel Bateman (sebagai Martin), Maria Bello (sebagai Sophie), Alexander DiPersia (sebagai Bret), Billy Burke (sebagai Paul), Alicia Vela-Bailey (sebagai Diana)

Karya asli

Diadaptasi dari film pendek berjudul sama karya David F. Sandberg

Lights Out
Esther berdiri waspada di dekat rambu alat pemadam kebakaran di pabrik tekstil sambil menatap ke depan Paul berdiri sendirian di dalam pabrik yang temaram Martin bersembunyi di tempat tidur sambil menatap ketakutan ke luar kamar Rebecca berbicara dengan Sophie di depan pintu, sementara Martin berdiri di samping mereka berdua Rebecca bertumpu di ambang pintu sambil menatap ketakutan ke dalam ruangan yang gelap Ukiran tulisan DIANA dan gambar sosok manusia di lantai kayu
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Lights Out adalah film horor supernatural Amerika Serikat yang disutradarai oleh David F. Sandberg, ditulis oleh Eric Heisserer, dan diadaptasi dari film pendek berjudul sama karya Sandberg tahun 2013. Film ini dibintangi oleh Teresa Palmer, Gabriel Bateman, Maria Bello, Alexander DiPersia, dan Billy Burke. Lights Out tayang perdana di Festival Film Los Angeles pada Juni 2016, kemudian dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 22 Juli di tahun yang sama, dengan durasi 81 menit.

Hingga artikel ini ditulis, IMDb mencatat rating 6,3. Halaman langsung Rotten Tomatoes saat itu sedang dalam pemeliharaan sehingga tidak bisa diverifikasi secara andal, sehingga persentase pastinya tidak dicantumkan di sini. Ulasan publik umumnya memuji penggunaan pergantian gelap-terang, tempo yang padat, dan penampilan para pemeran, meski ada juga yang menilai latar belakang karakter Diana tergolong sederhana dibandingkan konvensi film horor pada umumnya.

Bagian berikut ini mengandung alur cerita lengkap dan ending.

Sosok yang Menghilang Bersama Lampu di Pabrik Tekstil

Saat lembur di pabrik tekstil, Paul mengobrol lewat panggilan video dengan putranya, Martin. Martin bercerita bahwa ibunya, Sophie, mulai berperilaku aneh lagi akhir-akhir ini, dan Paul berjanji akan mengurusnya. Sebelum pulang kerja, asistennya, Esther, melihat sosok perempuan di gudang: sosok itu berdiri dalam gelap saat lampu mati, lalu langsung menghilang begitu lampu menyala kembali. Esther menceritakan hal ini kepada Paul sebelum pergi lebih dulu.

Esther berdiri waspada di dekat rambu alat pemadam kebakaran di pabrik tekstil sambil menatap ke depan

Tak lama kemudian, Paul juga melihat sosok itu. Dia menyadari sosok tersebut tidak bisa memasuki area yang terang, sehingga dia berlari menuju kantor saat lampu sensor di gudang terus mati satu per satu. Sosok itu mencakar kakinya dalam gelap, lalu setelah listrik di kantor padam, ia menyeret Paul dari belakang dan membunuhnya.

Paul berdiri sendirian di dalam pabrik yang temaram

Martin Tak Bisa Tidur, Rebecca Pulang ke Rumah

Setelah kematian Paul, pada suatu malam Martin mendengar Sophie berbicara dengan seseorang yang tak terlihat di kamarnya. Dia melihat sebuah tangan di bayangan di belakang Sophie, lalu langsung lari kembali ke kamarnya dan mengunci pintu. Setelah beberapa malam tak bisa tidur, Martin terus-menerus tertidur di sekolah; pihak sekolah tidak berhasil menghubungi Sophie, sehingga mereka menghubungi kakak tirinya, Rebecca.

Martin bersembunyi di tempat tidur sambil menatap ketakutan ke luar kamar

Rebecca dan kekasihnya, Bret, datang ke sekolah dan mengantar Martin pulang. Martin bercerita bahwa Sophie terus berbicara dengan seseorang bernama Diana, dan nama itu mengingatkan Rebecca pada pengalaman masa kecilnya sendiri. Dia mendapati Sophie tidak minum obat sesuai jadwal, sehingga memutuskan untuk membawa Martin tinggal bersamanya lebih dulu. Sophie menolak dengan alasan Rebecca pernah pergi meninggalkan rumah, tetapi Martin sudah mengemas barang-barangnya dan akhirnya tetap pergi bersama kakaknya.

Rebecca berbicara dengan Sophie di depan pintu, sementara Martin berdiri di samping mereka berdua

Diana Mengikuti hingga ke Apartemen Rebecca

Malam itu, Rebecca terbangun karena suara goresan. Lampu neon toko tato di bawah apartemennya berkedip secara berkala, dan dia melihat sebuah sosok merunduk di lantai kamarnya: sosok itu muncul saat lampu neon mati, lalu menghilang saat lampu menyala. Sosok itu kemudian menerjang ke arah Rebecca, tetapi dia berhasil menghindari serangan itu dengan segera menyalakan lampu ruangan, lalu menemukan Martin tertidur di bak mandi sambil memeluk senter.

Rebecca bertumpu di ambang pintu sambil menatap ketakutan ke dalam ruangan yang gelap

Setelah hari terang, Rebecca menemukan ukiran tulisan “DIANA” dan gambar sosok manusia di lantai. Dia pernah melihat nama dan gambar yang sama saat masih kecil, sehingga dia yakin apa yang diceritakan Martin bukan sekadar khayalan.

Ukiran tulisan DIANA dan gambar sosok manusia di lantai kayu

Rekam Medis Mengungkap Masa Lalu Sophie dan Diana

Rebecca dan Bret kembali ke rumah lama saat Sophie sedang keluar, lalu menemukan catatan rawat inap masa kecil Sophie di antara arsip peninggalan Paul. Semasa dirawat, Sophie berkenalan dengan pasien seusianya bernama Diana; catatan itu menunjukkan bahwa Diana mengidap penyakit kulit yang membuatnya tidak tahan cahaya terang, dan dia meninggal akibat terapi eksperimental menggunakan cahaya terang yang dilakukan pihak rumah sakit. Arsip itu juga mencatat bahwa pihak rumah sakit pernah menduga Diana dapat memengaruhi kondisi mental orang lain.

Sophie duduk di sofa sambil berbicara dengan Martin

Saat masih mencari di kamar lamanya, Rebecca diserang oleh Diana, dan baru selamat setelah Bret membuka pintu sehingga cahaya dari lorong masuk ke dalam. Pada waktu yang sama, seorang pekerja sosial mengantarkan Martin kembali ke Sophie. Sophie mematikan lampu dan mencoba mengenalkan Martin pada “temannya”, lalu Diana pun mendekat dalam gelap. Martin panik dan melarikan diri, kembali lagi ke apartemen Rebecca; namun Diana tetap mengejarnya sampai ke sana dan mencengkeram kaki Martin, sebelum Rebecca berhasil menariknya kembali tepat pada waktunya.

Rebecca dan Bret duduk di meja makan sambil menatap ke arah yang sama

Lampu Menyala di Seluruh Rumah Tak Mampu Menahan Pemadaman Listrik

Rebecca, Bret, dan Martin kembali ke rumah lama, mendesak Sophie untuk mengakui bahaya yang dibawa Diana. Di permukaan, Sophie menolak membahasnya, tetapi diam-diam dia menyelipkan secarik kertas berisi permintaan tolong kepada Rebecca. Ketiganya memutuskan untuk menginap, menyalakan semua lampu di rumah, dan berencana membawa Sophie berobat keesokan harinya.

Martin dan Rebecca saling menatap di ruang sempit yang gelap

Diana memutus aliran listrik di seluruh blok. Bret keluar untuk memeriksa, sementara Rebecca membawa lampu engkol turun ke ruang bawah tanah untuk mencari kotak sekring. Martin yang terbangun mencari kakaknya sambil membawa lilin, hampir diseret Diana di tengah jalan, dan akhirnya juga melarikan diri ke ruang bawah tanah. Diana mengunci pintunya, mengurung kakak-beradik itu di dalam. Mereka menemukan lampu ultraviolet yang cahayanya bisa menampakkan tubuh Diana, tetapi tidak cukup untuk mencegahnya mendekat.

Rebecca memegang senter sambil bersembunyi di dekat lampu ultraviolet

Bret Mencari Bantuan, Polisi Diserang

Bret kembali ke dalam rumah untuk mencoba menyelamatkan Rebecca dan Martin, tetapi Diana berturut-turut menjatuhkan senter dan ponselnya. Saat Bret lari ke garasi mobil, dia diangkat ke udara; dalam keadaan genting dia menekan kunci mobil hingga lampu mobil menyala, memaksa Diana melepaskannya. Bret pun langsung pergi mengendarai mobil dan kembali bersama dua orang polisi.

Bret duduk di dalam mobil sambil menoleh ke arah luar rumah

Polisi membuka ruang bawah tanah dan membebaskan Rebecca serta Martin, tetapi tidak sepenuhnya mengindahkan peringatan mereka untuk tetap menyalakan cahaya. Diana muncul dan menghilang berulang kali di antara kilatan tembakan, lalu membunuh kedua polisi itu satu per satu. Saat Rebecca dan Martin bersiap pergi, Martin bersikeras tidak mau meninggalkan Sophie sendirian di dalam rumah. Rebecca akhirnya menitipkan adiknya kepada Bret dan kembali naik ke atas untuk mencari ibunya.

Di bawah cahaya ultraviolet, tampak sebuah wajah yang dipenuhi bekas luka

Ending

Setelah naik ke atas, Rebecca diserang oleh Diana. Diana memberi tahu Rebecca bahwa ayah kandungnya dulu tidak pergi begitu saja, melainkan dibunuh karena mencoba membantu Sophie melepaskan diri darinya; Paul pun menjadi sasaran karena alasan yang sama. Diana melemparkan Rebecca dari lantai dua, lalu turun untuk melanjutkan serangannya.

Sophie berdiri di lorong gelap sambil memegang lilin

Sophie yang telah sadar kembali datang sambil membawa pistol milik polisi yang tewas. Peluru tidak dapat melukai Diana, dan Sophie menyadari bahwa Diana hanya bisa terus ada karena melekat pada dirinya. Untuk mencegah Diana menyakiti kedua anaknya, Sophie mengarahkan pistol itu ke dirinya sendiri dan menembak. Setelah Sophie meninggal, Diana langsung lenyap, dan Rebecca beserta Martin pun selamat.

Rebecca memeluk Martin, keduanya menatap ke depan bersama

Setelahnya, Rebecca dan Martin duduk di dalam ambulans dengan Bret tetap berada di sisi mereka. Lampu di dalam ambulans berkedip sesaat, dan Bret menenangkan kakak-beradik itu sambil memastikan Diana sudah benar-benar menghilang.