← Kembali ke beranda

Hostel

Perjalanan backpacking berubah menjadi perangkap maut tempat manusia diperjualbelikan: Uraian lengkap tentang tiga wisatawan dalam Hostel yang masuk ke sebuah hostel di Slovakia, menemukan transaksi bawah tanah, dan berusaha meloloskan diri

Judul

Hostel

Tahun / Durasi

2005 · 94 menit

Genre

Horor

Sutradara

Eli Roth

Penulis

Eli Roth

Rating

Pemeran

Jay Hernandez (sebagai Paxton), Derek Richardson (sebagai Josh), Eythor Gudjonsson (sebagai Oli), Barbara Nedeljakova (sebagai Natalya), Jan Vlasák (sebagai pengusaha Belanda), Jennifer Lim (sebagai Kana)

Hostel
Tiga pria berjaket berjalan berdampingan di jalanan kota Seorang pria paruh baya berkacamata duduk di gerbong dengan tangan kanan di dekat mulut Beberapa pemuda membawa barang bawaan memasuki lobi yang dilengkapi sofa dan lampu meja Seorang perempuan berambut gelap duduk tersenyum di ruangan kayu, dengan lengan orang lain terlihat di sampingnya Dua perempuan berambut hitam saling tersenyum di tengah lantai dansa yang ramai Seorang pria berambut pendek tersenyum di dalam ruangan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Hostel adalah film horor produksi bersama Amerika Serikat dan Ceko yang ditulis dan disutradarai oleh Eli Roth. Film ini dibintangi oleh Jay Hernandez, Derek Richardson, Eythor Gudjonsson, Barbara Nedeljakova, Jan Vlasák, Jennifer Lim, dan pemeran lainnya. Film ini diputar di Toronto International Film Festival pada September 2005, lalu tayang di Amerika Serikat pada Januari 2006, dengan durasi sekitar 94 menit.

Per 5 Oktober 2026, film ini memiliki rating 5,9 di IMDb dari 206.812 suara. Dari 110 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes, 60% memberikan penilaian positif, sedangkan skor Popcornmeter dari penonton mencapai 53%. Penilaian kritikus hanya sedikit di atas separuh, dan tanggapan penonton pun cukup terbelah.

Paruh pertama film mengikuti tiga wisatawan yang mencari kesenangan di Eropa, sedangkan paruh keduanya beralih ke sebuah pabrik yang dilindungi bersama-sama oleh warga setempat. Ceritanya perlahan mengungkap hubungan antara hostel, para pemikat, dan transaksi pembunuhan berbayar, lalu ditutup dengan pembalasan satu-satunya orang yang berhasil lolos.

Dari Amsterdam ke Slovakia

Paxton dan Josh, dua mahasiswa asal Amerika, bepergian keliling Eropa bersama Oli, seorang wisatawan asal Islandia. Mereka bertiga mengunjungi kelab malam dan rumah bordil di Amsterdam, lalu diusir setelah terlibat konflik di kelab malam dan terlambat kembali sebelum hostel ditutup. Alexei, seorang pria Rusia, mengizinkan mereka bermalam di tempat tinggalnya. Ia bercerita tentang sebuah hostel di dekat Bratislava, Slovakia, yang menurutnya dipenuhi perempuan yang bersedia mendekati wisatawan asing. Karena itu, ketiganya membatalkan rencana awal untuk pergi ke Barcelona dan naik kereta menuju Slovakia.

Tiga pria berjaket berjalan berdampingan di jalanan kota

Di kereta, seorang pengusaha Belanda mengajak mereka bertiga berbicara dan bertindak tidak sopan terhadap Josh. Josh dengan marah menyuruhnya pergi. Setelah tiba di kota kecil itu, mereka menginap di hostel yang disebutkan Alexei. Malam itu, Josh dikerumuni sekelompok anak yang meminta permen dan uang di luar kelab malam. Pengusaha Belanda tersebut mengusir anak-anak itu, dan Josh pun meminta maaf atas reaksinya di kereta.

Seorang pria paruh baya berkacamata duduk di gerbong dengan tangan kanan di dekat mulut

Umpan di Hostel

Setelah tiba di hostel, Paxton, Josh, dan Oli mendapati Natalya dan Svetlana tinggal di kamar mereka. Kedua perempuan itu lebih dahulu mengajak mereka ke tempat spa, lalu membawa mereka ke kelab malam pada malam harinya. Mulai dari penginapan dan hiburan hingga hubungan intim, semua yang ditawarkan hostel itu tampak persis seperti gambaran Alexei. Ketiga wisatawan itu pun segera lengah.

Beberapa pemuda membawa barang bawaan memasuki lobi yang dilengkapi sofa dan lampu meja

Paxton dan Josh kembali ke kamar masing-masing bersama Natalya dan Svetlana, sedangkan Oli pergi bersama Vala, petugas meja depan hostel. Josh baru saja mengakhiri sebuah hubungan dan tidak sepenuhnya nyaman dengan upaya mencari kesenangan selama perjalanan ini. Sementara itu, Paxton terus mendorong teman-temannya untuk tetap tinggal.

Seorang perempuan berambut gelap duduk tersenyum di ruangan kayu, dengan lengan orang lain terlihat di sampingnya

Oli dan Yuki Menghilang

Keesokan paginya, Oli belum kembali. Kana, seorang wisatawan Jepang, juga sedang mencari Yuki, teman seperjalanannya. Ia menerima foto yang dikirim dari ponsel Yuki. Foto itu memperlihatkan Oli dan Yuki berdiri di bawah sebuah cerobong asap serta disertai pesan perpisahan. Paxton dan Josh sempat menganggapnya sebagai bukti bahwa Oli pergi atas kemauannya sendiri. Namun, mereka tidak tahu bahwa Oli sudah dibunuh dan Yuki juga ditahan di pabrik.

Dua perempuan berambut hitam saling tersenyum di tengah lantai dansa yang ramai

Paxton dan Josh melihat seseorang mengenakan jaket Oli di jalan, lalu mengikutinya hingga ke sebuah museum yang memamerkan alat-alat penyiksaan. Setelah itu, Paxton menyadari adanya tanda-tanda pemalsuan pada foto dari ponsel tersebut. Josh ingin segera pergi, tetapi Paxton tetap membujuknya untuk menginap satu malam lagi dan bertemu Natalya serta Svetlana.

Seorang pria berambut pendek tersenyum di dalam ruangan

Josh Terjebak di Ruang Bawah Tanah

Di kelab malam, Natalya dan Svetlana memasukkan obat ke dalam minuman mereka berdua. Josh berhasil kembali ke hostel dengan susah payah lalu jatuh di tempat tidur. Sementara itu, Paxton tanpa sengaja masuk ke ruang penyimpanan kelab malam, terkunci di dalam, lalu kehilangan kesadaran. Seseorang kemudian memasuki kamar Josh dan membawanya pergi.

Seorang pria berambut pirang memandang ke samping di dalam ruangan remang-remang

Saat terbangun, Josh sudah diikat di sebuah ruang bawah tanah yang dipenuhi peralatan. Pengusaha Belanda yang sebelumnya mereka temui di kereta muncul dengan pakaian pelindung dan mengaku telah membayar untuk mendapat kesempatan menyiksanya. Ia lebih dahulu melukai Josh dengan bor listrik, kemudian memutus tendon Achilles-nya. Josh mengira dirinya diizinkan pergi, tetapi langsung terjatuh ketika mencoba berdiri. Pada akhirnya, pengusaha itu membunuhnya dengan menggorok lehernya.

Seorang pria bertelanjang dada merangkak di lantai sambil menjulurkan tangan ke depan

Pabrik di Balik “Pameran Seni”

Setelah terbangun di ruang penyimpanan, Paxton kembali ke hostel, tetapi petugas meja depan mengklaim bahwa ia dan teman-temannya sudah check-out. Polisi setempat menolak menanggapi laporan orang hilang itu dengan serius. Paxton menemukan Natalya dan Svetlana, lalu meminta mereka membawanya ke “pameran seni” yang mungkin didatangi Oli. Natalya membawanya ke sebuah pabrik terbengkalai di luar kota, dan sikapnya pun berubah dari akrab menjadi dingin.

Dua orang berdiri berhadapan di antara puing-puing di dalam bangunan pabrik yang terbengkalai

Setelah memasuki pabrik, Paxton melihat pengusaha Belanda itu sedang menangani jasad Josh. Ia kemudian ditangkap para penjaga dan diseret melewati deretan ruangan yang menahan korban-korban lain. Pabrik tersebut dimiliki sebuah organisasi bernama “Elite Hunting”: para klien kaya membayar berdasarkan kewarganegaraan korban, lalu menyiksa dan membunuh para wisatawan yang dipikat dari hostel di dalam ruangan tertutup. Paxton diserahkan kepada seorang klien Jerman bernama Johan.

Seorang pria berkacamata pelindung dan bermasker menunduk sambil memegang alat logam

Paxton Lolos dan Menyelamatkan Kana

Johan memotong dua jari Paxton dengan gergaji mesin, lalu menginjak jari yang terputus dan terpeleset sehingga mesin itu melukai dirinya sendiri. Karena kedua jarinya terputus, Paxton dapat menarik tangannya keluar dari borgol. Ia merebut pistol dan membunuh Johan serta penjaga yang datang, lalu mengenakan celemek dan topeng untuk keluar dari ruangan. Agar terhindar dari penjaga lain, ia bersembunyi di troli pengangkut jasad, kemudian membunuh tukang jagal yang menangani mayat dan mencapai area pabrik di permukaan tanah. Setelah itu, ia menyelinap ke ruang ganti, mengenakan pakaian klien, dan menemukan kartu nama “Elite Hunting”.

Seorang pria berbaju hijau tergeletak di lantai dengan tubuh berlumuran darah

Seorang klien Amerika mengira Paxton yang sedang menyamar sebagai sesama klien, lalu membicarakan cara ia akan membunuh perempuan yang dipilihnya. Setelah mendengar teriakan minta tolong dari sebuah ruangan, Paxton berbalik dan mendapati bahwa orang yang disiksa adalah Kana. Ia membunuh klien itu, memotong mata kanan Kana yang sudah terlepas dari rongganya, lalu membawanya keluar dari pabrik dan mencuri mobil untuk melarikan diri menuju stasiun kereta.

Seorang perempuan berambut hitam menatap ke atas dengan tegang di dalam ruangan remang-remang

Ending

Dalam pelarian, Paxton melihat Alexei, Natalya, dan Svetlana berdiri bersama, lalu menabrakkan mobilnya ke arah mereka bertiga. Alexei dan Svetlana tewas seketika, sedangkan Natalya tergeletak di jalan dan kemudian terlindas kendaraan yang sedang mengejar Paxton. Ketika para pengejar terus mendekat, Paxton memberikan permen di dalam mobil kepada sekelompok anak yang ditemuinya sebelumnya. Anak-anak itu lalu menyerang para pengejar sehingga Paxton dan Kana dapat mencapai stasiun.

Sekelompok anak bertopi berkumpul di depan dinding batu sambil memandang ke depan

Stasiun tersebut diawasi anggota organisasi dan polisi yang menerima suap. Kana melihat wajahnya yang rusak dari pantulan kaca, lalu tiba-tiba bunuh diri dengan melompat ke depan kereta yang sedang melaju. Kekacauan itu menarik perhatian para penjaga sehingga Paxton dapat naik ke kereta lain. Dalam perjalanan, ia mendengar suara pengusaha Belanda tersebut, lalu turun di Wina dan mengikutinya ke toilet umum. Paxton lebih dahulu memotong jari tangan pengusaha itu agar ia mengenalinya, kemudian menggorok lehernya. Setelah itu, Paxton kembali ke kereta dan pergi seorang diri.

Gambar Lain

Adegan Lain

Seorang pria berjas mengenakan sarung tangan hitam sambil memeriksa sebuah kartu