Patriots Day
Dari dua ledakan di garis finis maraton hingga pengejaran di jalanan Watertown: uraian lengkap tentang cara polisi dan FBI dalam Patriots Day merekonstruksi rute dari rekaman kamera pengawas, mengidentifikasi tersangka, dan melancarkan perburuan saat kota ditutup
Judul
Patriots Day
Tahun / Durasi
2016 · 133 menit
Genre
Drama / Thriller / Sejarah
Sutradara
Peter Berg
Penulis
Peter Berg, Matt Cook, Joshua Zetumer
Rating
Pemeran
Mark Wahlberg (sebagai Tommy Saunders), Kevin Bacon (sebagai Richard DesLauriers), John Goodman (sebagai Ed Davis), J.K. Simmons (sebagai Jeffrey Pugliese), Michelle Monaghan (sebagai Carol Saunders), Jimmy O. Yang (sebagai Dun Meng), Alex Wolff (sebagai Dzhokhar Tsarnaev), Themo Melikidze (sebagai Tamerlan Tsarnaev)
Karya asli
Boston Strong, karya nonfiksi oleh Casey Sherman dan Dave Wedge
Penghargaan
National Board of Review 2016: Sepuluh Film Terbaik; Peter Berg dan Mark Wahlberg meraih Spotlight Award
Patriots Day adalah film drama thriller Amerika Serikat yang disutradarai dan turut ditulis oleh Peter Berg, serta dibintangi antara lain oleh Mark Wahlberg, Kevin Bacon, John Goodman, J.K. Simmons, Michelle Monaghan, dan Jimmy O. Yang. Film ini diangkat dari pengeboman Maraton Boston 2013 dan perburuan pelaku setelahnya, dengan tokoh gabungan fiktif Tommy Saunders yang merangkai pengalaman sejumlah petugas penegak hukum dan korban nyata. Film berdurasi sekitar 133 menit ini tayang perdana di Festival American Film Institute pada November 2016.
Per 5 Oktober 2026, film ini memperoleh nilai 7,3 di IMDb dari 123.604 penilaian. Dari 237 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes, 80% memberikan ulasan positif, sementara skor penontonnya mencapai 86%. Tanggapan kritikus dan penonton secara keseluruhan cenderung positif.
Alur cerita dimulai sehari sebelum maraton, lalu secara berurutan menampilkan ledakan di garis finis, penanganan korban, pemeriksaan rekaman kamera pengawas, publikasi foto tersangka, pembunuhan polisi kampus, pelarian dari pembajakan mobil, baku tembak di Watertown, dan perburuan saat kota ditutup, sebelum akhirnya beralih ke kesaksian nyata para penyintas dan petugas penegak hukum.
Pagi Maraton pada Patriots’ Day
Pada 14 April 2013, setelah menjalankan operasi penangkapan, Sersan Polisi Boston Tommy Saunders meminta Komisaris Polisi Ed Davis membebaskannya dari tugas di garis finis maraton keesokan harinya, tetapi permintaan itu ditolak. Lutut Tommy masih cedera, dan sesampainya di rumah ia menyiapkan seragam serta perlengkapan pelindung; istrinya, Carol, yang bekerja sebagai perawat, juga harus bertugas selama perlombaan. Sementara itu, polisi kampus Massachusetts Institute of Technology, Sean Collier, berjanji bertemu dengan mahasiswi bernama Li, pengusaha Dun Meng baru membeli mobil, sedangkan pasangan pengantin baru Patrick Downes dan Jessica Kensky bersiap menonton perlombaan di lokasi.

Pada 15 April, perlombaan dimulai dari Hopkinton, sementara pusat kota Boston dipadati peserta dan penonton. Tommy ditugaskan menjaga ketertiban di dekat garis finis, sedangkan polisi, tenaga medis, dan relawan berjajar di kedua sisi jalan. Tamerlan dan Dzhokhar bersaudara memasuki kerumunan sambil membawa ransel berisi bom panci bertekanan, lalu berhenti secara terpisah di dekat garis finis.

Dua Ledakan di Garis Finis
Setelah bom pertama meledak di tengah kerumunan, Tommy dan para polisi di dekatnya segera melompati pagar pembatas untuk mencari korban luka. Belasan detik kemudian, bom kedua meledak di lokasi yang sedikit lebih jauh, menyelimuti jalan dengan asap, puing, dan orang-orang yang bergelimpangan. Polisi menutup lintasan dan tenaga medis membawa para korban ke rumah sakit secara bertahap. Patrick dan Jessica sama-sama mengalami cedera kaki parah lalu dibawa ke rumah sakit yang berbeda untuk menjalani amputasi; di tengah kekacauan, Steve Woolfenden terpisah dari putranya yang masih kecil, Leo, sehingga polisi membawa anak itu ke tempat aman sambil menunggu keluarganya memastikan identitasnya.

Tommy mula-mula membuka jalur bagi ambulans, lalu mencari serpihan ransel, pecahan logam, dan perangkat yang mungkin merekam keadaan sebelum ledakan. Setelah tiba, pejabat FBI yang memimpin penyelidikan, Richard DesLauriers, memastikan bahwa kedua ledakan saling berkaitan. Para penyelidik menetapkan kawasan garis finis sebagai tempat kejadian perkara dan mendirikan pusat komando gabungan di sebuah gudang di Black Falcon Pier.
Pusat Komando di Gudang Merangkai Rute dari Rekaman Kamera Pengawas
FBI mengumpulkan banyak rekaman dari toko-toko di sepanjang jalan, stasiun televisi, ponsel warga, dan kamera pengawas umum. Para analis lebih dahulu mencari gerakan mencurigakan dalam rekaman sebelum dan sesudah ledakan pertama, lalu menelusuri rute para pembawa ransel sedikit demi sedikit melalui kamera yang berbeda. Dengan pengetahuannya tentang kawasan tersebut dan letak pertokoan, Tommy membantu para penyelidik menentukan titik penghubung antarekaman.

Tim penyelidik akhirnya mengidentifikasi Tamerlan dan Dzhokhar dalam rekaman yang lebih jelas. Karena mencemaskan kurangnya bukti dan risiko salah identifikasi oleh publik, DesLauriers untuk sementara tidak bersedia merilis foto mereka; sebaliknya, Davis dan Tommy menilai bahwa publikasi rekaman akan mengerahkan seluruh kota untuk mencari para tersangka. Setelah media bersiap menayangkan foto-foto itu lebih dahulu, FBI secara resmi merilis gambar keduanya dan cakupan perburuan pun segera meluas.

Rangkaian Aksi setelah Foto Dirilis
Teman-teman kuliah Dzhokhar mengenalinya dari foto yang dirilis, tetapi tidak segera melapor kepada polisi. Mereka mendatangi tempat tinggal Dzhokhar untuk membereskan barang-barang dan menemukan bahan pembuat bom di kamarnya. Pada saat yang sama, kedua bersaudara itu mencoba meninggalkan Boston. Mereka menyerang polisi kampus Sean di lingkungan Massachusetts Institute of Technology dan berusaha merebut pistolnya; pengunci pada sarung pistol membuat mereka gagal mengambil senjata tersebut, sedangkan Sean meninggal akibat luka tembak.

Kedua bersaudara itu kemudian membajak Dun Meng beserta mobilnya. Tamerlan mengaku kepada Dun Meng bahwa mereka melakukan pengeboman maraton dan membunuh polisi, serta berencana menuju New York untuk kembali melancarkan serangan. Ketika mobil berhenti di sebuah pom bensin, Dzhokhar masuk ke minimarket dan Dun Meng memanfaatkan kelengahan Tamerlan untuk melarikan diri dari mobil, lalu berlari ke toko di seberang jalan guna meminta bantuan. Polisi melacak mobil yang dibajak melalui informasi lokasi kendaraan yang diberikan Dun Meng.

GPS Mengarahkan Pengejaran ke Watertown
Sinyal pelacak mengarahkan polisi ke kawasan permukiman Watertown. Setelah polisi yang pertama tiba menemukan kendaraan tersebut, Tamerlan melepaskan tembakan, sementara Dzhokhar melemparkan bahan peledak ke jalan. Tanpa perlengkapan berat, polisi setempat membalas tembakan dengan berlindung di balik mobil polisi dan rumah. Pasukan tambahan kemudian tiba dan baku tembak berkepanjangan melanda kawasan itu.

Sersan Polisi Watertown Jeffrey Pugliese mendekati Tamerlan dari samping dan melumpuhkannya setelah baku tembak jarak dekat. Dzhokhar mengarahkan mobil ke para polisi yang sedang menahan Tamerlan, melindas kakaknya sendiri, lalu melarikan diri dari lokasi. Tamerlan kemudian meninggal akibat luka parah, sedangkan Dzhokhar meninggalkan mobil dan bersembunyi di tengah kekacauan.

Penutupan Kota, Perburuan, dan Interogasi
Polisi menutup Watertown dan kawasan sekitarnya, menghentikan transportasi umum, serta meminta warga tetap berada di dalam rumah. Pada saat yang sama, para penyelidik federal menahan istri Tamerlan, Katherine Russell, dan beberapa teman kuliah Dzhokhar. Katherine menyangkal mengetahui rencana serangan suaminya; teman-teman kuliah itu juga mengaku tidak mengetahui tindakan Dzhokhar, sementara para penyelidik terus menanyai mereka tentang tindakan mereka terhadap barang-barang di kamar asrama.

Pencarian besar-besaran sempat gagal menemukan Dzhokhar. Setelah perintah penutupan dicabut, warga Watertown bernama David Henneberry memasuki halaman belakang rumahnya dan melihat kejanggalan pada penutup perahunya. Saat memeriksanya, ia menemukan seseorang di dalam perahu, lalu segera kembali ke rumah dan menelepon polisi. Banyak polisi kembali mengepung kawasan permukiman itu dan memastikan keberadaan seseorang di dalam perahu menggunakan pencitraan termal.

Ending
Polisi melemparkan granat kejut ke arah perahu dan meminta Dzhokhar menyerah. Dzhokhar yang terluka akhirnya keluar dari perahu, ditangkap petugas penegak hukum, dan dibawa ke rumah sakit. Setelah mengetahui tersangka telah tertangkap, warga keluar dari rumah untuk memberi penghormatan kepada para polisi, mengakhiri perburuan yang berlangsung selama beberapa hari.

Film kemudian menjelaskan bahwa Dzhokhar dijatuhi hukuman mati, sedangkan teman-teman kuliahnya diproses karena menghalangi penyelidikan dan menangani barang bukti. Boston Red Sox berterima kasih kepada orang-orang yang terlibat dalam penyelamatan dan perburuan di Fenway Park; bagian akhir film beralih ke kesaksian para penyintas, tenaga medis, dan petugas penegak hukum yang sebenarnya, serta menampilkan Patrick kembali menuntaskan Maraton Boston. Dengan demikian, kisah pengejaran yang dirangkai melalui tokoh fiktif kembali pada pengalaman nyata orang-orang yang mengalaminya.
Foto Adegan Lainnya
Foto Adegan Lain
