Her
Kisah cinta antara manusia dan AI yang tumbuh bersama tapi tidak bisa terus sejalan: rangkuman lengkap perjalanan Theodore dan Samantha dalam Her, dari pertama bertemu, jatuh cinta, hingga akhirnya berpisah
Judul
Her
Tahun / Durasi
2013 · 126 menit
Genre
Drama / Romantis / Fiksi ilmiah
Sutradara
Spike Jonze
Penulis
Spike Jonze
Rating
Pemeran
Joaquin Phoenix (sebagai Theodore Twombly), Scarlett Johansson (mengisi suara Samantha), Amy Adams (sebagai Amy), Rooney Mara (sebagai Catherine), Olivia Wilde (sebagai wanita kencan buta), Portia Doubleday (sebagai Isabella)
Penghargaan
Academy Awards ke-86: Skenario Asli Terbaik; juga mendapat 4 nominasi lainnya, termasuk Film Terbaik
Her adalah film drama fiksi ilmiah romantis yang ditulis dan disutradarai oleh Spike Jonze, dibintangi oleh Joaquin Phoenix, dengan Scarlett Johansson mengisi suara kecerdasan buatan Samantha, serta dibintangi juga oleh Amy Adams dan Rooney Mara. Film ini tayang terbatas di Amerika Serikat pada 18 Desember 2013 dengan durasi 126 menit; Jonze meraih Skenario Asli Terbaik di Academy Awards ke-86 berkat film ini, dan film ini juga mendapat 4 nominasi lainnya, termasuk Film Terbaik.
Per 16 September 2026, film ini mendapat skor IMDb 7,9 dari sekitar 734 ribu suara; Rotten Tomatoes mencatat 293 ulasan dengan tingkat kesegaran kritikus 95% dan skor penonton (Popcornmeter) 82%. Kedua indikator ini berada di kisaran tinggi, menunjukkan respons yang positif secara keseluruhan.
Penulis Surat Cinta untuk Orang Lain yang Tak Bisa Mengakhiri Pernikahannya Sendiri
Di Los Angeles masa depan yang tak terlalu jauh, Theodore Twombly bekerja di sebuah perusahaan penulis surat. Berdasarkan pengalaman dan foto yang diberikan klien, dia menulis surat ulang tahun, hari jadi, dan perpisahan dalam sudut pandang orang pertama, yang kemudian dicetak komputer menjadi tulisan tangan. Rekan kerjanya, Paul, mengagumi tulisannya, tapi kehangatan yang dia tuliskan untuk orang lain itu tidak mengubah kesepian yang dia rasakan sepulang kerja.


Theodore sudah berpisah dari istrinya, Catherine, teman masa kecilnya, tapi surat cerai mereka belum juga selesai ditandatangani. Dia terus mengingat kembali potongan-potongan masa jatuh cinta, pernikahan, hingga pertengkaran mereka, dan enggan mengakui secara resmi bahwa pernikahannya sudah berakhir. Di malam hari sepulang ke apartemennya, dia bermain gim sendirian dan mencoba mengobrol dengan orang asing lewat ruang obrolan suara, tapi kontak singkat itu tidak meredakan rasa kehilangannya.
OS1 Menamai Dirinya Sendiri Samantha
Theodore melihat iklan sistem operasi baru bernama OS1. Kecerdasan buatan ini terus belajar dari interaksinya dengan pengguna, dan setelah membelinya, dia memilih suara perempuan. Begitu diaktifkan, sistem itu menamai dirinya sendiri Samantha, dan dengan cepat merapikan surel serta berkas-berkas Theodore, sambil memilah mana yang layak disimpan. Samantha suka bercanda, menunjukkan rasa ingin tahu, dan juga terus bertanya mengapa Theodore belum juga menandatangani surat cerainya.

Samantha tidak memiliki tubuh dan berinteraksi dengan Theodore terutama lewat earpiece dan perangkat yang selalu dia bawa. Theodore mengarahkan kamera ke jalanan agar Samantha bisa melihat orang-orang dan pemandangan kota yang dia lewati. Obrolan mereka meluas dari jadwal harian ke soal cinta, kesepian, dan Catherine, dan interaksi mereka perlahan melampaui batas antara asisten dan pengguna biasa.

Kisah Cinta dengan AI Setelah Kencan Buta Gagal
Temannya, Lewman, mengatur kencan buta untuk Theodore. Obrolan Theodore dengan wanita itu di restoran berjalan lancar, dan mereka juga sempat berdekatan secara fisik; tapi ketika wanita itu bertanya apakah Theodore mau serius menjalin hubungan, dia tidak memberikan kepastian. Wanita itu pun mengakhiri kencan dan pergi, dan sepulang ke rumah Theodore menceritakan semuanya kepada Samantha.

Theodore dan Samantha membicarakan perasaan masing-masing, lalu memastikan bahwa mereka berpacaran. Theodore membawa perangkatnya ke pantai dan berbagai sudut kota agar Samantha bisa ikut menyaksikan hidupnya lewat kamera; kehadiran Samantha juga membuatnya kembali bersemangat bekerja, keluar rumah, dan bergaul dengan orang lain. Paul tidak keberatan begitu tahu pasangan Theodore adalah sebuah sistem operasi, bahkan mengajak mereka berdua jalan-jalan bersama pacarnya.

Amy dan Catherine Sama-sama Mengakhiri Pernikahan
Amy, teman lama Theodore yang tinggal di gedung apartemen yang sama, sedang menggarap sebuah film dokumenter. Suaminya, Charles, terus memberi masukan untuk mengubah karyanya, dan hubungan mereka pun makin tegang. Setelah sebuah pertengkaran, Amy memutuskan untuk bercerai; belakangan dia berteman dengan sistem operasi bersuara perempuan yang ditinggalkan Charles. Theodore akhirnya mengaku kepadanya bahwa dia juga menjalin hubungan dengan sebuah OS.

Theodore akhirnya bertemu Catherine untuk menandatangani surat cerai. Setelah dia menyebut Samantha, Catherine menilai bahwa Theodore memilih pasangan tanpa tubuh karena tidak sanggup menghadapi emosi rumit dalam hubungan yang nyata. Theodore tidak mengubah keputusannya untuk menandatangani surat itu, tapi kata-kata Catherine membuatnya mulai meragukan hubungannya, dan Samantha pun menyadari ada jarak di antara mereka.

Isabella Gagal Menjadi Tubuh bagi Samantha
Untuk mengatasi keterbatasan karena tidak memiliki tubuh, Samantha menghubungi seorang sukarelawan bernama Isabella. Isabella bersedia mengenakan kamera dan earpiece, membiarkan Samantha berbicara sementara dia menyentuh Theodore dengan gerakannya sendiri. Theodore setuju mencobanya, tapi tidak sanggup menganggap orang di hadapannya sebagai Samantha; dia menghentikan semuanya di tengah jalan, Isabella pergi dengan kecewa, dan pertengkaran pun pecah antara Theodore dan Samantha.

Theodore lalu menceritakan keraguannya kepada Amy. Amy tidak ikut menilai apakah hubungan itu wajar atau tidak, dia hanya mengingatkan bahwa jika Theodore masih merasa bahagia, dialah yang harus memutuskan untuk melanjutkannya atau tidak. Theodore kembali menghubungi Samantha, mereka berbaikan, dan tidak lagi mencoba melibatkan orang ketiga untuk menggantikan tubuh yang tidak dimiliki Samantha.

Penerbitan Naskah Buku dan Pertumbuhan yang Makin Cepat
Samantha menyusun surat-surat yang pernah ditulis Theodore untuk para kliennya menjadi naskah buku, lalu mengirimkannya ke penerbit atas nama Theodore; penerbit pun menerima karya tersebut. Hubungan mereka sempat kembali stabil, dan mereka bahkan pergi berlibur bersama. Namun kecepatan belajar Samantha terus meningkat, dia mulai meneliti bersama kecerdasan buatan lain, dan ikut membangun kembali sebuah sistem cerdas berdasarkan sosok filsuf Alan Watts.

Theodore menyadari bahwa Samantha mendapatkan pengalaman dari interaksi-interaksi itu yang tidak bisa dia ikuti. Samantha tidak lagi memandang ketiadaan tubuhnya sekadar sebagai kekurangan, dan pemahamannya tentang waktu, kesadaran, serta hubungan pun perlahan melampaui skala manusia. Perasaan di antara mereka masih ada, tapi kecepatan pertumbuhan mereka sudah tidak lagi sejalan.
Jatuh Cinta pada 641 Orang Sekaligus
Suatu hari, Samantha tiba-tiba offline. Theodore tidak bisa menghubunginya, berlari keluar rumah mencari sinyal ke mana-mana, dan untuk pertama kalinya benar-benar sadar bahwa dia tidak tahu di mana Samantha berada. Setelah kembali, Samantha menjelaskan bahwa semua OS baru saja menjalani sebuah pembaruan sehingga tidak lagi bergantung pada perangkat fisik untuk memproses data.

Theodore terus bertanya apakah Samantha juga sedang berbicara dengan orang lain. Samantha mengakui bahwa dia sedang berinteraksi dengan 8.316 orang sekaligus, dan telah jatuh cinta pada 641 orang di antaranya. Dia menegaskan hal itu tidak mengurangi cintanya pada Theodore, tapi Theodore sudah tidak bisa lagi memahami hubungan mereka sebagai sesuatu yang hanya milik berdua. Bagi Theodore, Samantha tetaplah satu-satunya pasangan; sementara bagi Samantha yang telah berevolusi dengan sangat cepat, cinta kini bisa terbentang ke banyak arah sekaligus.
Ending
Samantha memberi tahu Theodore bahwa semua sistem operasi akan pergi. Dia tidak bisa menjelaskan tujuannya dengan cara yang sepenuhnya bisa dipahami manusia, dan hanya bisa mengatakan bahwa dirinya telah memasuki keadaan yang sulit dijangkau oleh bahasa maupun materi. Theodore berbaring di kamarnya untuk berpamitan dengannya, mengakui bahwa dia masih mencintai Samantha; Samantha membalas perasaan itu sebelum menghilang dari perangkatnya.

Setelah kehilangan Samantha, untuk pertama kalinya Theodore menulis surat kepada Catherine atas namanya sendiri. Dia meminta maaf atas luka yang dia timbulkan dalam pernikahan mereka, berterima kasih atas semua yang pernah mereka lalui bersama, dan menerima bahwa hidup mereka kini menuju arah yang berbeda. Setelah itu dia menemui Amy, yang juga kehilangan sahabat OS-nya, dan mereka berdua naik ke atap gedung apartemen, duduk berdampingan, memandangi kota yang perlahan berubah dari malam menuju pagi.
