Hell or High Water
Dua bersaudara merampok bank untuk melunasi utang peternakan keluarga: Uraian lengkap rangkaian perampokan, pengejaran Texas Ranger, baku tembak di perbukitan, dan konfrontasi di peternakan dalam Hell or High Water
Judul
Hell or High Water
Tahun / Durasi
2016 · 102 menit
Genre
Drama / Kriminal
Sutradara
David Mackenzie
Penulis
Taylor Sheridan
Rating
Pemeran
Chris Pine (sebagai Toby Howard), Ben Foster (sebagai Tanner Howard), Jeff Bridges (sebagai Marcus Hamilton), Gil Birmingham (sebagai Alberto Parker)
Penghargaan
Empat nominasi Academy Awards ke-89: Film Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Penyuntingan Film Terbaik
Hell or High Water adalah film kriminal koboi Amerika Serikat yang disutradarai David Mackenzie dan ditulis Taylor Sheridan, dengan pemeran utama Chris Pine, Ben Foster, Jeff Bridges, dan Gil Birmingham. Film ini tayang perdana di Festival Film Cannes pada Mei 2016, lalu dirilis di Amerika Serikat pada Agustus tahun yang sama. Film berdurasi 102 menit ini kemudian memperoleh empat nominasi pada Academy Awards ke-89.
Per 3 Oktober 2026, film ini mendapat rating 7,6 di IMDb dari 282.352 penilaian; 97% dari 287 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes bernada positif, sedangkan skor penontonnya mencapai 89%. Penilaian kritikus maupun penonton sama-sama tergolong tinggi.
Perampokan Pagi Hari dan Aturan Hanya Mengambil Uang Pecahan Kecil
Pada pagi hari di Texas Barat, Toby Howard dan kakaknya, Tanner, mengenakan topeng lalu menerobos masuk ke salah satu cabang Texas Midlands Bank. Bank belum resmi buka. Kakak beradik itu menguasai para pegawai dan menunggu manajer membuka area brankas, lalu hanya mengambil uang pecahan kecil yang terserak di meja teller serta menghindari uang tunai yang masih terikat dan pecahan besar yang mudah dilacak.

Mereka segera merampok cabang lain. Toby menetapkan aturan dan berusaha membatasi setiap aksi pada waktu ketika hanya sedikit orang berada di lokasi. Tanner, yang belum lama keluar dari penjara, lebih impulsif dan kerap menambah risiko yang tidak perlu di tempat kejadian. Setelah aksi hari itu berakhir, mereka mengubur mobil yang digunakan untuk merampok di lubang yang telah digali sebelumnya di peternakan mereka, lalu berganti mobil dan melanjutkan perjalanan.

Hipotek Terbalik, Minyak, dan Peternakan untuk Anak-Anak
Ibu Toby dan Tanner baru saja meninggal setelah sakit. Semasa hidup, ia mengambil pinjaman hipotek terbalik dengan jaminan peternakan, dan piutangnya dipegang Texas Midlands Bank. Jika utang itu tidak dilunasi sebelum tenggat, bank akan menyita tanah tersebut. Saat itu minyak telah ditemukan di peternakan, sehingga pendapatan tanah itu kelak jauh melebihi jumlah utangnya. Karena itu, Toby mengembalikan uang tunai hasil rampokan kepada bank yang sama sebagai cara untuk menyelamatkan peternakan.

Toby telah bercerai dan jarang bertemu dengan kedua putranya. Ia tidak berniat mengubah hidupnya dengan pendapatan minyak. Setelah pinjaman lunas, ia justru ingin memasukkan peternakan itu ke dalam perwalian keluarga agar tanah dan penghasilannya menjadi milik anak-anaknya. Tanner pernah lama dipenjara dan juga tidak memiliki keluarga sendiri. Ia memahami tujuan adiknya dan bersedia mengambil bagian paling berbahaya dalam rencana perampokan tersebut.

Perampokan di Luar Rencana dan Pencucian Uang di Kasino
Dalam suatu perjalanan, Toby sedang makan di restoran, tetapi Tanner tidak menunggu seperti yang direncanakan. Ia merampok bank lain di dekat situ seorang diri dan membawa pulang uang serta risiko tambahan yang melebihi kesepakatan mereka. Toby sangat marah setelah mengetahuinya, tetapi waktu tidak dapat diputar kembali. Mereka hanya bisa kembali membereskan kendaraan dan terus mengumpulkan sisa uang yang dibutuhkan.

Kakak beradik itu kemudian pergi ke sebuah kasino milik penduduk asli Amerika di Oklahoma. Mereka menukar uang tunai hasil rampokan dengan cip, hanya berjudi secukupnya, lalu menukarkan kembali cip itu dengan cek yang ditujukan kepada Texas Midlands Bank agar uang tersebut tampak sebagai hasil dari kasino. Toby berencana menggunakan cek itu untuk melunasi pinjaman sehingga hubungan langsung antara uang tunai dan perampokan terputus.

Dua Texas Ranger Memperkirakan Tujuan Berikutnya
Texas Ranger Marcus Hamilton, yang akan segera pensiun, dan rekannya, Alberto Parker, menangani penyelidikan rangkaian perampokan tersebut. Dari fakta bahwa para perampok hanya mengambil pecahan kecil, hanya menyerang cabang-cabang bank yang sama, serta pola waktu aksinya, Marcus menyimpulkan bahwa mereka tidak merampok uang secara acak, melainkan sedang mengumpulkan jumlah yang telah ditentukan sebelumnya. Ia juga menduga bahwa salah satu pelaku berhati-hati, sedangkan yang lain impulsif.

Kedua Texas Ranger itu mula-mula menunggu di sebuah cabang yang menurut mereka mungkin akan diserang, tetapi kakak beradik itu tidak muncul. Marcus kembali menelaah letak cabang dan rute perampokan, lalu memperkirakan bahwa mereka akan memilih bank di kota kecil lain. Keduanya segera menuju ke sana dengan harapan dapat mencegat para perampok saat aksi berikutnya terjadi.

Perampokan Terakhir di Bank yang Penuh Sesak
Tenggat pelunasan semakin dekat, sehingga Toby dan Tanner harus menuntaskan aksi terakhir. Ketika mereka tiba di cabang sasaran, bank sudah penuh sesak oleh nasabah, tetapi mereka tetap memutuskan untuk masuk. Seorang petugas keamanan dan seorang nasabah bersenjata di lokasi melawan dengan tembakan. Tanner menewaskan keduanya.

Ketika kakak beradik itu keluar dari bank membawa uang tunai, sejumlah warga setempat yang bersenjata menembaki lalu mengejar mereka dengan mobil. Toby tertembak dan terluka saat melarikan diri, sementara polisi mendekat dari arah lain. Rencana perampokan yang semula berusaha menghindari korban jiwa kini sepenuhnya lepas kendali. Luka Toby dan para pengejar di belakang mereka membuat keduanya tidak mungkin terus beraksi bersama.
Pengejaran di Jalan Raya dan Perpisahan Kakak Beradik
Tanner menghentikan kendaraan di jalan raya lalu menembaki para pengejar dengan senapan otomatis, memaksa rombongan mobil warga mundur. Ia kemudian menyuruh Toby membawa uang itu dan berpindah ke kendaraan lain, sementara dirinya tetap tinggal untuk mengalihkan perhatian aparat. Toby harus melewati blokade dan menuntaskan pelunasan seorang diri, sedangkan Tanner memancing para pengejar menuju pegunungan yang sepi.

Penyergapan di Pegunungan
Setelah Marcus, Alberto, dan para pengejar lain tiba di kaki gunung, Tanner menembak dari tempat tinggi dengan senapan berteropong. Alberto tertembak dan tewas dalam baku tembak. Dengan bantuan seorang warga setempat yang mengenal medan, Marcus memutar ke sisi lain dan menemukan posisi yang menghadap punggung bukit.

Saat Tanner masih mencari sasaran di antara bebatuan, Marcus menembaknya dari arah samping belakang hingga tewas. Pengejaran memang berakhir, tetapi kematian Alberto membuat Marcus tidak dapat menganggap kasus ini sekadar tugas terakhir sebelum pensiun.

Toby Lolos Membawa Uang
Toby berkendara pergi dalam keadaan terluka. Saat melewati pos pemeriksaan polisi, ia menyembunyikan lukanya dan tidak dikenali. Ia kembali pergi ke kasino, mengubah uang tunai terakhir menjadi cek, dan mengetahui kematian Tanner dari berita televisi. Setelah itu, ia melunasi pinjaman beserta biaya terkait sebelum bank menyita peternakan, lalu memasukkan peternakan tersebut ke dalam perwalian keluarga bagi kedua putranya.

Ending
Setelah pensiun, Marcus kembali ke kantor lamanya untuk mengetahui hasil penyelidikan. Toby tidak memiliki catatan kriminal, dan pendapatan minyak membuatnya terlihat tidak memiliki motif untuk merampok. Texas Midlands Bank, yang mengelola dana perwalian keluarga itu, tidak ingin kehilangan bisnis tersebut dan juga tidak aktif bekerja sama dalam penyelidikan. Tidak ada cukup bukti yang mengarah kepada Toby, tetapi Marcus tetap yakin bahwa dialah perencana seluruh aksi itu.

Marcus datang sendirian ke peternakan untuk menanyai Toby. Toby menjelaskan bahwa ia tidak ingin kemiskinan terus menimpa putra-putranya, sedangkan Marcus menyalahkan perampokan itu atas kematian Alberto. Percakapan mereka semakin tegang. Mantan istri dan anak-anak Toby tiba pada saat itu, sekaligus menunjukkan bahwa peternakan dan pendapatan minyak memang menjadi milik perwalian anak-anak, bukan milik Toby sendiri.

Sebelum Marcus pergi, Toby mengusulkan agar mereka melanjutkan percakapan itu di lain waktu, dan Marcus setuju. Keduanya tidak saling menyerang di peternakan. Toby berhasil mempertahankan tanah untuk anak-anaknya, tetapi kehilangan kakaknya. Marcus berhasil mengakhiri pengejaran, tetapi kehilangan rekannya dan tidak memiliki cukup bukti untuk menghukum Toby. Kasus itu pun berakhir dengan konfrontasi di antara mereka yang belum terselesaikan.