Escape Room: Tournament of Champions
Turnamen para penyintas berubah menjadi rangkaian escape room mematikan: alur lengkap versi bioskop Escape Room: Tournament of Champions, dari kereta bawah tanah, bank, pantai pasir isap, kota yang diguyur hujan asam, hingga jebakan di pesawat
Judul
Escape Room: Tournament of Champions
Tahun / Durasi
2021 · 88 menit (versi bioskop)
Genre
Misteri / Thriller
Sutradara
Adam Robitel
Penulis
Will Honley, Maria Melnik, Daniel Tuch, Oren Uziel
Rating
Pemeran
Taylor Russell (sebagai Zoey Davis), Logan Miller (sebagai Ben Miller), Deborah Ann Woll (sebagai Amanda Harper), Thomas Cocquerel (sebagai Nathan), Holland Roden (sebagai Rachel), Indya Moore (sebagai Brianna), Carlito Olivero (sebagai Theo)
Escape Room: Tournament of Champions adalah film misteri seru Amerika Serikat garapan Adam Robitel sekaligus sekuel film Escape Room yang dirilis pada 2019. Taylor Russell dan Logan Miller kembali memerankan Zoey dan Ben, para penyintas permainan sebelumnya, sedangkan Holland Roden, Indya Moore, Thomas Cocquerel, dan Carlito Olivero memerankan para pemain lain yang terseret ke dalam rangkaian escape room baru. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 16 Juli 2021 dengan durasi versi bioskop 88 menit. Ada pula versi panjang dengan pembuka, sosok di balik permainan, dan ending yang berbeda, tetapi uraian berikut membahas cerita versi bioskop.
Film ini mendapat rating 5,8 di IMDb dari sekitar 70.000 pengguna. Tanggapan penonton secara keseluruhan beragam. Ketegangan yang dihasilkan oleh berbagai mekanisme escape room dan hitung mundur tanpa henti cukup banyak dipuji, sedangkan pengembangan karakter dan aturan permainan yang terus bertambah menuai lebih banyak kritik.
Menelusuri Minos lewat Koordinat
Setelah lolos dari escape room mematikan sebelumnya, Zoey tetap bersikeras menyelidiki perusahaan Minos yang mengelola permainan tersebut. Terapisnya menilai bahwa Zoey menganggap segala sesuatu di sekitarnya sebagai petunjuk, lalu menyarankannya untuk menerima trauma sebagai penyintas dan mengatasi rasa takut naik pesawat. Zoey tidak menyerah. Ia membujuk Ben, sesama penyintas, untuk menemaninya pergi ke New York. Karena enggan naik pesawat, mereka memilih berkendara dan mencari kantor pusat Minos berdasarkan koordinat yang ditemukan Zoey.

Bangunan yang ditunjukkan koordinat itu sudah terbengkalai, tidak sesuai dengan suasana sibuk yang baru saja dilihat Zoey di sana. Seorang tunawisma tiba-tiba merampas kalung berbandul kompas peninggalan ibunya. Zoey dan Ben mengejarnya sampai ke stasiun kereta bawah tanah, tetapi kehilangan jejak saat pintu kereta menutup. Perampasan itu ternyata hanya bagian dari langkah untuk menggiring mereka ke permainan berikutnya.
Gerbong Kereta yang Terpisah
Setelah kereta berjalan, gerbong paling belakang yang ditumpangi Zoey dan Ben terpisah dari rangkaian utama, lalu melaju di jalur lain menuju peron terbengkalai. Di dalam gerbong itu juga ada Rachel, Brianna, Nathan, dan Theo. Keenam orang tersebut segera menyadari bahwa mereka semua adalah satu-satunya penyintas dari escape room dengan tema berbeda. Rachel selamat dari permainan yang pesertanya tidak bisa merasakan sakit, Brianna berasal dari permainan bertema pemengaruh media sosial, sedangkan seluruh peserta dalam permainan Nathan adalah pendeta. Minos mengumpulkan para pemenang ini untuk memulai turnamen baru.

Aliran listrik kemudian menyebar secara bertahap ke seluruh gerbong. Mereka mencari petunjuk pada papan iklan dan pegangan tangan, serta harus mendapatkan cukup banyak token kereta bawah tanah untuk membuka jalan keluar di lantai. Setiap kali pegangan ditarik, tegangan listrik di dalam gerbong ikut meningkat. Sambil memecahkan teka-teki, Zoey merekam lokasi itu dengan ponselnya agar memiliki bukti untuk diserahkan kepada polisi. Setelah menemukan petunjuk terakhir, Theo menyentuh tiang logam beraliran listrik dan tewas tersengat. Lima orang lainnya keluar melalui pintu di bawah gerbong.

Jalur Laser di Dalam Bank
Kelima orang itu memasuki aula sebuah bank melalui sebuah platform pengangkat. Pintu brankas sedang menghitung mundur sebelum tertutup, sementara lantai bermotif kotak hitam-putih terhubung dengan sistem keamanan laser. Jika menginjak tempat yang salah, laser mematikan akan melintas di seluruh aula. Denah di dinding, garis-garis pada lantai, dan teka-teki mengarahkan mereka ke satu jalur yang aman.

Nathan mengambil risiko dengan mencoba jalur tersebut, sementara yang lain terus memperbaiki rute berdasarkan hasil percobaannya. Kelimanya berhasil melewati pintu brankas secara bergantian sebelum tertutup dan tidak ada yang tewas dalam tahap ini. Namun, Zoey menyadari bahwa sosok bernama Sonya dan potongan-potongan kehidupannya terus muncul di latar permainan. Petunjuk tersebut tidak memiliki hubungan yang jelas dengan escape room yang pernah dialami kelima peserta.

Pantai Buatan yang Ditelan Pasir Isap
Di balik pintu berikutnya terdapat pantai buatan seperti gambar pada kartu pos wisata. Mercusuar, kios tepi pantai, dan dekorasi panggung menciptakan suasana siang hari. Nama Sonya kembali muncul dan permainan itu terus menggunakan kenangan dari perjalanannya bersama sang ibu. Mereka segera menyadari bahwa pasir di bawah kaki mereka dapat ambles dan seluruh ruangan sedang berubah menjadi jebakan pasir isap.


Saat Rachel terperosok ke dalam pasir, Nathan menangkap dan mendorongnya kembali ke tempat aman, tetapi dirinya sendiri justru tertelan pasir isap. Ben, Rachel, dan Brianna membuka jalan keluar biasa, sedangkan Zoey menemukan sebuah pipa yang tersembunyi di balik dekorasi. Zoey tidak memercayai pintu yang disiapkan Minos dan bersikeras melewati jalur temuannya sendiri. Rachel dan Ben mengikutinya, sementara Brianna memilih masuk melalui jalan keluar biasa. Ketika menjadi orang terakhir yang meninggalkan tempat itu, Ben jatuh ke pasir isap. Zoey tidak mampu menariknya ke atas dan terpaksa melanjutkan perjalanan bersama Rachel.

Hujan Asam di Jalanan Neon
Zoey dan Rachel keluar melalui lubang got dan melihat sebuah jalan di New York yang dipenuhi lampu neon. Mereka sempat mengira telah kembali ke dunia nyata. Namun, setelah bertemu Brianna yang tiba lebih dahulu, mereka menyadari bahwa seluruh jalan itu masih merupakan dekorasi di dalam ruangan. Perangkat di atas kepala menyemprotkan cairan korosif secara berkala sehingga mereka harus mencari tempat berlindung sebelum setiap gelombang hujan asam turun.


Mereka mengumpulkan cairan asam dan memecahkan mekanisme di toko serta bilik telepon hingga akhirnya berhasil menyalakan sebuah taksi. Zoey masuk lebih dahulu, tetapi pintunya langsung terkunci dan meninggalkan Rachel serta Brianna di luar. Taksi itu kemudian berubah menjadi kabin pengangkat menuju tahap berikutnya. Saat Zoey jatuh ke tingkat bawah, ia hanya dapat menyaksikan dua orang lainnya terkena hujan asam dari balik kaca.

Kamar Masa Kecil Sonya
Zoey jatuh ke sebuah kamar tidur anak. Buku harian, foto, dan petunjuk dari beberapa tahap sebelumnya merangkai perjalanan dalam satu hari yang sama: kereta bawah tanah, bank, pantai, dan kota itu berasal dari perjalanan Sonya bersama ibunya. Ibu Sonya ternyata adalah Amanda, peserta yang jatuh dari tempat tinggi dalam film sebelumnya dan dianggap telah tewas oleh Zoey.

Setelah muncul, Amanda menjelaskan bahwa Minos menyelamatkannya, lalu menyandera putrinya, Sonya, untuk memaksanya merancang escape room bagi perusahaan tersebut. Minos mengincar kemampuan Zoey yang telah memecahkan permainan dua kali berturut-turut dan menyuruh Amanda membujuknya agar menjadi perancang berikutnya. Zoey menolak bekerja sama, sehingga Minos memperlihatkan Ben yang ternyata masih hidup. Ia dikurung di dalam sel sebelah yang terus terisi air.

Ending
Zoey dan Amanda kemudian bekerja sama. Mereka menggunakan alat pemanas di dalam ruangan untuk melelehkan struktur sel dan menyelamatkan Ben sebelum air menenggelamkannya. Setelah itu, ketiganya menerobos pengamanan fasilitas tersebut dan menemui polisi. Rekaman video yang dibuat Zoey sebelumnya menjadi petunjuk dalam penyelidikan. Polisi memasuki setiap escape room dan menemukan jasad Theo, Nathan, Rachel, dan Brianna. Seorang agen FBI mengembalikan kalung yang dirampas kepada Zoey dan mengatakan bahwa penyelidikan terhadap Minos akan dilanjutkan.

Keberhasilan melarikan diri kali ini membuat Zoey percaya bahwa ia akhirnya terbebas dari Minos. Ia pun memutuskan untuk mengatasi ketakutannya dan pulang bersama Ben dengan pesawat. Setelah lepas landas, Zoey melihat seorang penumpang dengan pakaian dan tas tangan yang sangat mirip dengan milik terapisnya. Ia juga teringat bahwa proses mereka bertiga meninggalkan fasilitas itu berjalan terlalu mudah. Zoey pun menyadari bahwa penyelidikan polisi, kalung yang kembali, dan penerbangan ini masih merupakan bagian dari rencana Minos.

Kabin mulai dipenuhi gas yang membuat orang kehilangan kesadaran, sementara pesawat mulai menukik. Suara Minos terdengar melalui pengeras suara dan mengungkapkan bahwa Zoey sekali lagi masuk dengan kemauannya sendiri ke dalam jebakan yang telah dipersiapkan. Film berakhir ketika Zoey dan Ben terperangkap di dalam escape room di udara.