Drishyam 2
Sebuah kasus lama dari enam tahun lalu dibuka kembali karena seorang saksi mata dan kerangka yang terkubur: Rangkuman lengkap alur cerita Drishyam 2, dari kesaksian di luar lokasi pembangunan kantor polisi dan pengawasan polisi selama bertahun-tahun hingga pembalikan bukti fisik dan perpisahan terakhir
Judul
Drishyam 2
ദൃശ്യം 2
Tahun / Durasi
2021 · 152 menit
Genre
Drama / Thriller / Kriminal
Sutradara
Jeethu Joseph
Penulis
Jeethu Joseph
Rating
Pemeran
Mohanlal (sebagai Georgekutty), Meena (sebagai Rani), Ansiba Hassan (sebagai Anju), Esther Anil (sebagai Anu), Siddique (sebagai Prabhakar), Asha Sharath (sebagai Geetha)
Drishyam 2 adalah film India berbahasa Malayalam yang ditulis dan disutradarai oleh Jeethu Joseph serta diproduksi oleh Aashirvad Cinemas. Film ini dibintangi oleh Mohanlal, Meena, Ansiba Hassan, Esther Anil, Siddique, dan Asha Sharath. Film berdurasi 152 menit ini dirilis melalui Amazon Prime Video pada 19 Februari 2021.
Kesaksian di Luar Lokasi Pembangunan
Pada dini hari 4 Agustus 2013, Jose George melarikan diri pada malam hari setelah membunuh saudara iparnya. Saat melewati sebuah kantor polisi yang belum selesai dibangun, ia melihat Georgekutty keluar dari lokasi pembangunan di dekatnya. Jose tidak berhenti untuk menanyainya. Ia terus melarikan diri, tetapi kemudian ditangkap polisi dan dipenjara, sehingga saat itu ia tidak memberi tahu penyelidik tentang apa yang dilihatnya.

Jose melihat sosok itu pada malam yang sama ketika kasus hilangnya Varun terjadi. Keluarga Georgekutty telah menghadapi penyelidikan dengan kronologi perjalanan yang konsisten, tetapi kesaksian Jose tetap menghubungkan lokasi pembangunan kantor polisi itu dengan kasus lama tersebut. Hanya saja, petunjuk ini untuk sementara terkubur selama ia menjalani hukuman.
Kehidupan Enam Tahun Kemudian
Enam tahun kemudian, keadaan ekonomi keluarga Georgekutty telah membaik. Ia terus menjalankan usaha televisi kabel, membuka sebuah bioskop, dan bersiap mengangkat kisahnya sendiri menjadi film. Pekerjaan dan pendapatan membawa kehidupan baru, tetapi perbincangan warga desa tentang kasus hilangnya Varun tidak juga reda. Sebagian orang di sekitar mereka juga mulai mencurigai keluarga itu karena perubahan keadaan Georgekutty.


Dampak kasus lama itu terhadap keluarga terasa lebih langsung. Rani terus khawatir polisi akan datang lagi. Anju masih dihantui mimpi buruk dan reaksi trauma, gemetar saat melihat polisi, dan mengalami kejang. Meski tidak terlalu terdampak, Anu juga terus mengkhawatirkan kakaknya. Georgekutty sering pergi untuk mengelola bioskop dan mempersiapkan film, sehingga anggota keluarganya harus menghadapi ketakutan yang terus berlanjut saat ia tidak ada.

Dua Ending dalam Novel
Georgekutty membahas sebuah kisah kriminal dengan penulis skenario ternama, Vinayachandran. Kisah itu berpusat pada seorang ayah yang melindungi keluarganya dan memiliki dua ending berbeda. Georgekutty tidak membiarkan gagasan tersebut hanya menjadi pembicaraan lisan. Ia lebih dahulu menjadikannya novel yang diterbitkan atas nama Vinayachandran agar ada catatan mengenai waktu penulisan teks tersebut.

Di permukaan, pekerjaan ini merupakan bagian dari rencana produksi filmnya. Namun, langkah itu juga lebih dahulu menetapkan narasi lengkap tentang kasus lama tersebut. Pada saat itu, polisi belum mengumumkan bukti baru dan Georgekutty juga belum menjelaskan kepada keluarganya bagaimana novel ini akan memengaruhi penyelidikan berikutnya.
Curahan Hati yang Direkam Diam-diam
Saat suaminya pergi, Rani sering meminta tetangganya, Saritha, untuk menemaninya. Ia memercayai Saritha dan menceritakan tekanan yang dihadapi keluarganya serta kejadian enam tahun lalu. Namun, Rani tidak tahu bahwa Saritha dan suaminya, Sabu, adalah petugas penyamaran yang ditempatkan polisi di sekitar rumah mereka. Keduanya telah diam-diam mengawasi keluarga itu selama bertahun-tahun.

Saritha menyerahkan isi percakapan tersebut kepada tim penyelidik yang dipimpin Thomas Bastin. Polisi juga mendapatkan rekaman rahasia, termasuk perincian kasus lama yang tanpa sengaja dibocorkan Rani. Dengan demikian, tim penyelidik memperoleh informasi baru dari dalam keluarga dan dapat menekan titik lemah mereka dalam pemeriksaan berikutnya.

Petunjuk dari Mantan Narapidana
Prabhakar, ayah Varun, pernah meminta Georgekutty mengembalikan jasad putranya agar keluarga mereka dapat mengadakan upacara perpisahan, tetapi Georgekutty menolak menyerahkan apa pun. Sementara itu, Jose yang pulang ke desa setelah selesai menjalani hukuman mendapati hubungan keluarganya telah hancur. Ia sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki hidupnya.

Jose mengetahui bahwa polisi masih menawarkan imbalan untuk petunjuk terkait hilangnya Varun. Ia pun melaporkan apa yang dilihatnya enam tahun lalu: pada malam kejadian, ia melihat Georgekutty meninggalkan lokasi pembangunan kantor polisi. Setelah memeriksa petunjuk ini, tim penyelidik memusatkan pencarian pada kantor polisi yang kini telah selesai dibangun dan digunakan.

Kerangka di Bawah Kantor Polisi
Polisi menutup area terkait di dalam kantor polisi dan menggali tanah di bawahnya hingga akhirnya menemukan sebuah kerangka. Georgekutty mengetahui tindakan polisi melalui kamera pengawas yang dipasang di sekitar tempat itu, tetapi ia tidak menghentikan penggalian ataupun segera mengubah keterangan yang selama ini dipertahankan keluarganya.
Jasad, kesaksian Jose, dan rekaman yang diperoleh para tetangga menjadi bukti baru bagi tim penyelidik. Polisi kemudian menangkap Georgekutty, Rani, Anju, dan Anu serta membawa keempat anggota keluarga itu untuk menjalani proses penyelidikan. Kasus lama tersebut berubah dari penyelidikan orang hilang menjadi penyelidikan pidana yang berpusat pada jasad di bawah tanah.

Interogasi Terpisah dan Pengakuan Tanggung Jawab
Dalam interogasi, keluarga itu tetap mempertahankan kronologi perjalanan mereka dari enam tahun lalu. Polisi memisahkan keempatnya, terus mencecar mereka menggunakan rekaman rahasia, dan menekan Anju melalui reaksi traumanya. Kondisi Anju memburuk, sementara Rani dan Anu juga menghadapi pertanyaan tanpa henti. Namun, mereka tidak memberikan cerita baru yang cukup untuk menggantikan keterangan semula.
Agar istri dan putrinya dapat lolos, Georgekutty menyatakan bersedia memikul tanggung jawab seorang diri. Pernyataan ini tidak berubah menjadi pengakuan bersalah resmi di pengadilan. Setelah kasus memasuki proses peradilan, ia tetap menyangkal dakwaan, sementara pihak pembela mempertanyakan narasi dan bukti fisik polisi.

Novel dan Laporan DNA
Pihak pembela mengajukan novel kriminal yang telah diterbitkan atas nama Vinayachandran sebagai bagian dari perkara. Proses kejahatan yang digambarkan polisi sangat mirip dengan alur novel tersebut. Karena novel itu sudah tersedia untuk umum sebelum penyelidikan kali ini, pihak pembela berpendapat bahwa tim penyelidik mungkin telah menyusun narasi perkara terhadap Georgekutty berdasarkan isi buku itu.

Perubahan yang lebih langsung datang dari pemeriksaan kerangka. Laporan DNA menunjukkan bahwa jasad yang digali dari bawah kantor polisi bukan milik Varun. Rantai bukti yang awalnya dibangun polisi berdasarkan jasad itu pun terputus. Kesaksian Jose dan rekaman juga tidak dapat membuktikan dengan sendirinya bahwa Georgekutty membunuh Varun dan menguburnya di bawah kantor polisi.
Penjelasan tentang Ending Kedua
Vinayachandran kemudian menjelaskan ending lain dari kisah kriminal tersebut. Sang ayah dalam cerita telah menduga bahwa tempat kerangka dikubur pada akhirnya akan ditemukan. Karena itu, ia mencari kerangka orang yang telah meninggal dengan usia dan bentuk tubuh serupa, mempelajari rute pengiriman kerangka dari lokasi penggalian ke tempat pemeriksaan DNA, lalu mendekati seorang petugas keamanan yang dapat memasuki fasilitas terkait selama bertahun-tahun.

Setelah kerangka di bawah kantor polisi dikeluarkan, kotak yang berisi kerangka tersebut ditukar sebelum pemeriksaan. Persiapan yang terus dilakukan Georgekutty selama bertahun-tahun setelah kejadian sesuai dengan setiap langkah dalam ending fiktif ini. Akibatnya, kerangka pengganti masuk ke laboratorium, sedangkan kerangka yang sebenarnya digali dari bawah tanah tidak pernah menjadi bukti DNA yang dapat dikaitkan dengan Varun.
Ending
Pengadilan menyatakan bahwa perkara tersebut tidak memiliki bukti fisik yang dapat memastikan identitas jasad, lalu membebaskan Georgekutty dan meminta polisi menghentikan penuntutan lebih lanjut. Vinayachandran menceritakan bagian terakhir kisah itu kepada Geetha, Prabhakar, dan Thomas: tokoh utamanya akan mengembalikan kerangka yang asli kepada orang tua korban secara anonim agar mereka dapat mengadakan upacara perpisahan yang telah lama tertunda.

Orang tua Varun kemudian menerima sisa jenazah yang dikirim secara anonim dan mengadakan upacara untuk putra mereka. Thomas mengakui bahwa penyelidikan selalu tertinggal dari persiapan Georgekutty dan membujuk keduanya untuk berhenti menyelidiki. Georgekutty mengamati upacara itu hingga selesai dari kejauhan, lalu berbalik pergi. Keluarganya terbebas dari penuntutan kali ini, sedangkan kejadian enam tahun lalu berakhir karena polisi tidak mampu membangun kembali rantai bukti fisik yang sah.