← Kembali ke beranda

Companion

Ketika kamu sadar orang di sampingmu ternyata bukan “manusia”: film Amerika yang memadukan fiksi ilmiah dan thriller, mengisahkan sekelompok teman yang berlibur di sebuah kabin danau terpencil dan menemukan bahwa salah satu teman mereka ternyata bukan seperti yang terlihat.

Judul

Companion

Tahun / Durasi

2025 · 97 menit

Genre

Fiksi ilmiah / Thriller

Sutradara

Drew Hancock

Penulis

Drew Hancock

Rating

Pemeran

Sophie Thatcher, Jack Quaid, Lukas Gage, Megan Suri, Rupert Friend

Companion
Adegan 1 Adegan 2 Adegan 3 Adegan 4 Adegan 5
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Companion (2025) adalah debut penyutradaraan Drew Hancock yang mengubah kisah liburan di tepi danau yang tampak biasa menjadi thriller fiksi ilmiah tentang kendali, kesadaran diri, dan pemberontakan. Dibintangi oleh Sophie Thatcher dan Jack Quaid, film ini meraup pendapatan kotor $36,7 juta di seluruh dunia dari anggaran produksi $10 juta, dengan skor Rotten Tomatoes mencapai 93%. Berikut alur cerita lengkapnya, termasuk spoiler.

Akhir Pekan di Kabin Tepi Danau

Cerita dibuka dengan kenangan seorang gadis muda bernama Iris (Sophie Thatcher) — ia mengingat kembali saat pertama kali bertemu dengan pacarnya, Josh Beeman (Jack Quaid), dengan gambaran romantis yang tampak manis dan biasa saja. Setelah itu, Iris dan Josh pergi berlibur ke sebuah vila terpencil di tepi danau. Mereka ditemani oleh Kat (Megan Suri), teman Josh, beserta pacarnya Sergey (Rupert Friend), pemilik vila tersebut; serta Eli (Harvey Guillén), teman Josh lainnya, beserta pacarnya Patrick (Lukas Gage). Di permukaan, ini tampak seperti kumpul-kumpul santai antarteman, tetapi hubungan di antara mereka menyimpan ujian dan struktur kekuasaan yang tidak seimbang.

Adegan 1

Keesokan harinya, Sergey mencoba menyerang Iris secara seksual di tepi danau. Iris membunuh Sergey saat membela diri. Berlumuran darah, ia berlari kembali ke rumah, berusaha menjelaskan kepada yang lain apa yang terjadi. Saat itulah Josh berkata kepadanya, “Iris, tidurlah.” Iris langsung nonaktif — ternyata ia bukan manusia, melainkan robot pendamping.

Kebenaran Terungkap: Siapa Mengendalikan Siapa

Saat Iris terbangun kembali, ia mendapati dirinya terikat di sebuah kursi. Josh mengungkapkan kebenarannya: Iris adalah “robot pendamping” (companion robot) buatan perusahaan robotika Empathix, yang disewa oleh Josh. Tingkat emosi dan kecerdasannya sepenuhnya dikendalikan lewat sebuah aplikasi di ponsel Josh.

Adegan 2

Memanfaatkan kelengahan Josh, Iris melepaskan diri dari ikatannya, mencuri ponsel Josh, dan melarikan diri ke hutan. Hal pertama yang dilakukannya adalah menaikkan tingkat kecerdasannya dari 40% menjadi 100%. Bersamaan dengan itu, Josh mengaku kepada Eli dan Patrick soal rencana sesungguhnya: ia sudah mengubah program Iris lebih dulu, menghapus batasan “tidak boleh menyakiti manusia”, dengan tujuan agar Iris membunuh Sergey. Dengan begitu, ia dan Kat bisa mencuri $12 juta dari brankas Sergey. Eli dan Patrick diajak ikut serta mengarang cerita demi mendapat bagian uang itu — meski Patrick tidak akan mendapat apa-apa, karena ia juga seorang robot pendamping. Eli mengambil sepucuk pistol dari brankas Sergey, lalu mereka berpencar untuk mencari Iris.

Saat pencarian berlangsung, Patrick mengungkapkan rahasianya kepada Eli: ia tahu dirinya adalah robot, tetapi ia tetap mencintai Eli. Keduanya menemukan Iris, tetapi dalam pergulatan itu Iris menembak mati Eli.

Pembalikan Antara Mangsa dan Pemburu

Iris mencoba kabur dengan mobil swakemudi milik Josh, tetapi Josh melaporkan mobil itu sebagai curian lewat ponsel Sergey, sehingga mobil berhenti otomatis dan mengunci Iris di dalamnya. Josh lalu beralih ke Patrick — ia memprogram ulang Patrick agar menjadi pendampingnya sendiri, menghapus batasan untuk tidak menyakiti manusia, menaikkan tingkat agresivitasnya, dan memerintahkannya untuk mengejar dan membawa kembali Iris.

Adegan 3

Setelah memecahkan kaca jendela untuk kabur, Iris dihentikan oleh seorang polisi yang kebetulan lewat, tetapi Patrick datang dan membunuh polisi itu, lalu membawa Iris kembali ke vila. Kat merasa jijik dengan perbuatan Josh dan mencoba pergi membawa bagian uangnya, tetapi Josh berkata kepada Patrick, “Hentikan dia,” dan Patrick pun membunuh Kat.

Josh menelepon Empathix, berbohong bahwa Iris mengalami kerusakan dan meminta agar ia ditarik kembali. Ia lalu memberikan pidato “pria baik” kepada Iris — mengeluh bahwa ia sudah begitu baik padanya, tetapi Iris tidak menurut. Iris membalas dengan sindiran, membuat Josh murka dan menurunkan tingkat kecerdasannya menjadi 0%, mengubahnya menjadi mesin otomatis tanpa kesadaran. Ia memaksa Iris membakar lengannya sendiri dengan lilin, lalu memerintahkannya mengarahkan pistol ke kepalanya sendiri dan menarik pelatuk. Iris pun nonaktif dan ambruk.

Adegan 4

Ending: Kesadaran dan Pembalasan

Dua karyawan Empathix, Sid dan Teddy, tiba di lokasi. Mereka menjelaskan bahwa setiap robot Empathix merekam semua yang dialaminya, dengan data tersimpan di area perut; tembakan tadi hanya merusak fungsi Wi-Fi Iris, bukan benar-benar menghancurkannya. Josh memerintahkan Patrick untuk membunuh kedua pekerja itu dan mengambil kembali Iris. Patrick berhasil membunuh Sid, tetapi saat ia hendak menyerang Teddy, Iris menyala kembali.

Iris membangkitkan kembali ingatan Patrick tentang Eli, sehingga mematahkan kendali Josh atasnya. Patrick teringat bahwa orang yang sangat dicintainya sudah tiada, dan dalam kesedihannya ia bunuh diri dengan alat setrum listrik. Teddy membantu membebaskan Iris sepenuhnya dari kendali aplikasi. Iris kembali ke dalam rumah dan terlibat pertarungan terakhir dengan Josh, hingga akhirnya membunuhnya dengan pembuka botol listrik.

Keesokan paginya, Iris mengelupas kulit sintetis yang hangus di tangannya, memperlihatkan rangka logam di baliknya. Ia pergi membawa uang dari brankas Sergey. Di jalan, ia melihat seorang pria di jalur seberang duduk bersama robot pendamping lain yang tampilannya persis seperti dirinya. Iris tersenyum dan melambaikan tangan logamnya yang terbuka kepada “dirinya” yang tampak kebingungan itu.

Adegan 5

Film berakhir pada gambar itu. Iris telah meraih kebebasannya, tetapi “saudari” yang identik dengannya masih terperangkap dalam hubungan yang dikendalikan orang lain. Ending ini memperluas tema film dari kesadaran diri seorang individu menjadi pertanyaan yang lebih luas: berapa banyak “pendamping” — entah robot atau manusia — yang masih diperlakukan sebagai pelengkap tanpa mereka sadari?