← Kembali ke beranda

Across the Furious Sea

17 Tikaman yang Membongkar Ilusi Cinta: ulasan lengkap alur cerita film Across the Furious Sea (2023), nelayan Lao Jin menyeberangi lautan untuk mengejar pembunuh putrinya, namun saat kebenaran terungkap, dia sadar bahwa dalang terbesarnya adalah kasih sayang ayah yang selama ini absen.

Judul

Across the Furious Sea

Tahun / Durasi

2023 · 144 menit

Genre

Drama / Misteri / Kriminal

Sutradara

Baoping Cao

Penulis

Baoping Cao / Pipi Wu / Mia Jiao

Rating

Pemeran

Huang Bo, Xun Zhou, Feng Zu, Youhao Zhang, Yiran Zhou

Karya asli

novel karya Lao Huang dengan judul yang sama

Across the Furious Sea
Adegan film 1 Adegan film 2 Adegan film 3 Adegan film 4 Adegan film 5
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Across the Furious Sea adalah film drama kriminal-misteri Tiongkok tahun 2023 garapan sutradara Baoping Cao, diadaptasi dari novel karya Lao Huang dengan judul yang sama, dibintangi oleh Huang Bo dan Xun Zhou. Film ini merupakan karya ketiga dalam trilogi “hati yang terbakar” milik Cao, yang berawal dari sebuah kasus pembunuhan di Jepang, lalu dengan gaya visual yang liar dan brutal, mengungkap luka tersembunyi dari dua keluarga, hingga akhirnya menyoroti kekerasan berkedok cinta dalam hubungan orang tua-anak ala Tiongkok. Berikut ini adalah ulasan lengkap alur ceritanya, termasuk bocoran penting (spoiler).

Awal Cerita: Kabar Kematian dari Jepang

Lao Jin (diperankan oleh Huang Bo) adalah seorang nelayan asal Dalian yang menghabiskan sebagian besar hidupnya mencari nafkah di laut demi membiayai putrinya, Jin Lina (biasa dipanggil Nana, diperankan oleh Yiran Zhou), kuliah di Jepang. Bagi Lao Jin, dirinya adalah ayah yang baik — meski istrinya, Gu Hong, sudah lama meninggalkan keluarga ini, dia membesarkan putrinya sendirian dan bahkan menyekolahkannya ke luar negeri, pengorbanan yang menurutnya sudah cukup membuktikan cintanya.

Namun sebuah telepon dari Jepang menghancurkan semuanya. Nana meninggal dunia. Jasadnya ditemukan tertikam tujuh belas kali, meringkuk di dalam lemari pakaian apartemennya, berlumuran darah. Polisi Jepang dengan cepat menetapkan tersangka utama — pacar Nana, Li Miaomiao (diperankan oleh Youhao Zhang) — namun pria itu sudah kabur dari Jepang.

Adegan film 1

Mengejar Pembunuh Lintas Negara: Amarah Lao Jin

Lao Jin buru-buru terbang ke Jepang, tetapi kendala bahasa dan sistem hukum negara asing membuat penyelidikannya berjalan tersendat. Polisi Jepang bekerja sesuai prosedur, sementara Lao Jin tidak sabar menunggu. Dia mulai menyelidiki dengan caranya sendiri — menelusuri lingkaran pergaulan Nana semasa hidup, memeriksa pesan di ponselnya, dan mendatangi tempat-tempat yang pernah dia kunjungi.

Amarah Lao Jin seperti binatang buas yang terkurung. Dia tidak percaya putrinya bisa terlibat dalam sesuatu yang berbahaya; baginya, Nana adalah anak yang manis dan penurut, jadi pastilah Li Miaomiao, si bangsat itu, yang mencelakainya. Satu-satunya tujuannya adalah menemukan Li Miaomiao dan membalas dendam untuk putrinya dengan tangannya sendiri.

Setelah mengetahui Li Miaomiao sudah kembali ke Tiongkok, Lao Jin pun ikut pulang dan memulai perburuan gila-gilaan yang melintasi dua negara.

Adegan film 2

Li Miaomiao: “Orang Gila” yang Sudah Jahat Sejak Kecil

Seiring penyelidikan berlanjut, masa lalu Li Miaomiao pun terkuak. Dia bukan pemuda biasa — dia mengidap gangguan bipolar, berperilaku impulsif, dan memiliki IQ hanya sekitar tujuh puluh. Yang lebih mengerikan adalah riwayat kekerasannya: sebelum usia sepuluh tahun, dia mencabut alat bantu napas neneknya hingga sang nenek meninggal; dan adik tirinya, anak dari pernikahan kedua ayahnya, Li Lie (diperankan oleh Feng Zu), menjadi cacat seumur hidup akibat perbuatannya saat masih berusia tiga tahun.

Li Lie sangat membenci anaknya sendiri, tetapi tidak berdaya menghadapi mantan istrinya, Jing Lan, yang jauh lebih dominan. Jing Lan (diperankan oleh Xun Zhou) adalah ibu kandung Li Miaomiao, seorang wanita karier sukses yang menikah lagi dan menetap di Munich, Jerman. Dia rasional, cerdik, dan berkarakter kuat, tetapi ketika menghadapi masalah anaknya, naluri melindungi mengalahkan segala akal sehat. Dia tahu ada yang salah dengan Li Miaomiao, tetapi memilih untuk menutupinya dan memanjakannya.

Adegan film 3

Dua Ibu, Dua Ayah

Salah satu daya tarik utama film ini adalah perbandingan antara dua pasang orang tua. Lao Jin adalah ayah yang absen — dia mengira mencari uang untuk membiayai sekolah putrinya sudah cukup sebagai bentuk cinta, padahal dia tidak pernah benar-benar memahami isi hati putrinya. Sejak kecil, Nana kekurangan kasih sayang ayah dan komunikasi, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang selalu berusaha menyenangkan orang lain, mendambakan cinta tanpa tahu cara mencintai dirinya sendiri.

Jing Lan adalah ibu yang memanjakan — dia membangun tembok perlindungan bagi Li Miaomiao dengan uang dan kekuasaan, tetapi tidak pernah benar-benar menghadapi masalah kejiwaan anaknya. Li Lie adalah ayah yang dipenuhi kebencian — dia hanya merasa takut dan jijik terhadap Li Miaomiao, bahkan berharap anak itu tidak pernah lahir.

Sementara itu, ibu Nana, Gu Hong, sudah lama meninggalkan keluarga ini, hanya meninggalkan sepucuk surat yang dingin. Dari keempat orang tua ini, tak satu pun benar-benar menjalankan tanggung jawabnya sebagai orang tua, dan kegagalan masing-masing akhirnya bermuara pada tragedi yang tidak bisa diperbaiki lagi.

Konfrontasi Lao Jin dan Jing Lan

Lao Jin mengejar hingga ke Tiongkok, mengikuti setiap petunjuk hingga menemukan Jing Lan. Konflik sengit pun meletus di antara mereka berdua — seorang ayah yang kehilangan putrinya melawan seorang ibu yang mati-matian melindungi anaknya. Lao Jin menuntut nyawa dibalas nyawa, sementara Jing Lan bertekad menyelamatkan Li Miaomiao apa pun caranya.

Pertarungan di antara mereka dipenuhi kegilaan dan kekerasan. Jing Lan mengerahkan semua sumber dayanya untuk membantu Li Miaomiao lolos dari jerat hukum dan melarikan diri, sementara Lao Jin bagaikan anjing pemburu yang tak pernah menyerah, terus mengejar tanpa henti.

Adegan film 4

Kebenaran: Rahasia di Balik Tujuh Belas Tikaman

Film ini menggunakan alur ganda: kisah Lao Jin mengejar pembunuh berjalan beriringan dengan kilas balik kehidupan Nana semasa hidup, hingga akhirnya kedua alur ini bertemu dan mengungkap kebenaran.

Kebenarannya menghancurkan — tujuh belas tikaman di tubuh Nana ternyata bukan dilakukan oleh Li Miaomiao. Li Miaomiao memang orang yang berbahaya dan memang pernah menyakiti Nana, tetapi bukan dia yang akhirnya merenggut nyawa Nana. Nana-lah yang mengakhiri hidupnya sendiri.

Gadis yang sejak kecil kekurangan kasih sayang ini jatuh cinta di negeri asing pada seseorang dengan kecenderungan antisosial, karena Li Miaomiao adalah satu-satunya orang yang pernah memberinya “perhatian” — meski perhatian itu disertai luka. Kepribadian Nana yang selalu ingin menyenangkan orang lain membuatnya semakin terjerumus dalam hubungan yang tidak sehat ini, dan ketika akhirnya dia menyadari semuanya, dia melancarkan protes terakhirnya dengan cara paling ekstrem.

Ketujuh belas tikaman itu bukan hanya vonis bagi Li Miaomiao, tetapi juga vonis bagi Lao Jin sang ayah — vonis atas ketidakhadirannya bertahun-tahun yang berkedok cinta, vonis atas kegagalannya benar-benar melihat putrinya sendiri.

Akhir Cerita: Menyeberangi Lautan Amarah

Setelah kebenaran terungkap, dunia Lao Jin runtuh seketika. Dia sempat mengira dirinya adalah ayah pahlawan yang membalas dendam demi putrinya, tetapi pada akhirnya dia sadar bahwa akar tragedi putrinya adalah dirinya sendiri. Pengorbanan yang selama ini dibanggakannya — menyekolahkan putrinya ke luar negeri — ternyata hanya kepuasan diri sendiri; dia tidak pernah benar-benar peduli apa yang sebenarnya dibutuhkan putrinya.

Adegan film 5

Lao Jin akhirnya menemukan Li Miaomiao dan mengurungnya di sebuah mercusuar di tengah laut. Namun pada saat-saat terakhir, dia memilih untuk melepaskannya. Li Miaomiao mendayung sendirian dengan perahu kayu kecil, menyeberangi lautan yang murka itu. Sementara itu, setelah menyadari semuanya sudah tidak dapat diperbaiki lagi, Jing Lan mengemudikan mobilnya langsung menerjang ke laut.

Lautan yang murka pada akhirnya akan mereda. Namun luka-luka yang ditimbulkan atas nama cinta itu sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Lao Jin akhirnya sadar, pembunuh sesungguhnya bukanlah Li Miaomiao, bukan pula Jing Lan, melainkan setiap orang tua yang memilih untuk absen justru saat anaknya paling membutuhkan kasih sayang.