The Truth Beneath
Lima belas hari menjelang pemilu, hilangnya sang putri membuka pengkhianatan terdalam dalam sebuah keluarga: uraian lengkap perjalanan seorang ibu dalam The Truth Beneath menelusuri pemerasan di sekolah, pembunuhan bayaran, dan kesalahan suaminya
Judul
The Truth Beneath
비밀은 없다 / The Truth Beneath
Tahun / Durasi
2016 · 102 menit
Genre
Drama / Misteri / Thriller / Kriminal
Sutradara
Lee Kyoung-mi
Penulis
Lee Kyoung-mi, Park Chan-wook, Chung Seo-kyung, Jung So-young, Kim Da-young
Rating
Pemeran
Son Ye-jin (sebagai Yeon-hong), Kim Joo-hyuk (sebagai Jong-chan), Kim So-hee (sebagai Choi Mi-ok), Shin Ji-hoon (sebagai Kim Min-jin), Choi Yu-hwa (sebagai Son So-ra), Kim Eui-sung (sebagai No Jae-soon)
Penghargaan
Buil Film Awards ke-25: Aktris Terbaik (Son Ye-jin); Korean Association of Film Critics Awards ke-36: Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, dan 10 Film Terbaik Tahun Ini
The Truth Beneath disutradarai oleh Lee Kyoung-mi dan dibintangi Son Ye-jin, Kim Joo-hyuk, Kim So-hee, Shin Ji-hoon, serta Choi Yu-hwa. Film ini tayang di Korea Selatan pada 23 Juni 2016 dengan durasi 102 menit. Ceritanya berpusat pada satu pemilihan anggota Majelis Nasional dan hilangnya seorang siswi, sementara penyelidikannya perlahan meluas dari perundungan di sekolah ke pemerasan, perselingkuhan, dan pembunuhan bayaran.
Hingga 25 Agustus 2026, film ini mendapat nilai 6,8 di IMDb dari sekitar 1.900 penilai. Saat itu Rotten Tomatoes baru memuat 2 ulasan kritikus sehingga persentase kritikus belum ditampilkan; popcornmeter-nya berada di 75% dengan jumlah penilai kurang dari 50. Sampel penilaian yang ada menunjukkan IMDb berada di kisaran enam, sedangkan sampel penonton di Rotten Tomatoes masih sedikit. Bagian berikut merangkai alur cerita lengkap beserta endingnya sesuai urutan film mengungkap kebenaran.
Hari Pertama Kampanye dan Hilangnya Sang Putri
Jong-chan, mantan pembawa berita televisi, bersiap menantang No Jae-soon, anggota parlemen senior, dalam pemilihan anggota Majelis Nasional. Yeon-hong, istrinya, terjun penuh dalam kampanye: ia mendampingi sang suami di acara-acara publik sekaligus bertugas menghubungi para pemilih. Pada hari pertama kampanye, Min-jin, putri mereka, berpamitan kepada ibunya untuk belajar di rumah teman, lalu tidak pulang.

Jong-chan menganggap Min-jin pernah kabur dari rumah sebelumnya dan tidak ingin kabar hilangnya sang putri mengganggu jalannya kampanye. Yeon-hong bersikeras mencari putrinya, tetapi ia justru menemukan bahwa teman dan nomor telepon yang disebut Min-jin semuanya palsu. Setelah polisi turun tangan pun petunjuk yang berguna tetap minim, dan sikap suami istri itu terhadap kelanjutan kampanye semakin berseberangan.

Kehidupan Sekolah di Balik Kebohongan
Yeon-hong menghubungi pihak sekolah, teman-teman sekelas, dan para orang tua, dan baru menyadari bahwa ia nyaris tidak mengenal keseharian putrinya. Min-jin dikucilkan di sekolah, dan orang yang benar-benar dekat dengannya bukan teman rekaan yang tadi ia sebutkan, melainkan Choi Mi-ok yang sama-sama dijauhi teman-temannya. Yeon-hong juga mendapati nilai putrinya belakangan naik drastis, sementara dalam kesehariannya muncul barang-barang dan pengeluaran yang tidak bisa ia jelaskan.

Jong-chan tetap fokus pada kampanye dan meminta keluarganya menahan informasi ke luar. Yeon-hong hanya bisa menelusuri sendiri surel, buku harian, dan jejak Min-jin, lalu berkeliling dengan mobil pada malam hari untuk mencari tempat-tempat yang mungkin pernah didatangi putrinya. Ia perlahan menyadari bahwa yang disembunyikan Min-jin dari orang tuanya bukan sekadar nama teman.

Mi-ok, Musik, dan Soal Ujian dari Wali Kelas
Min-jin dan Mi-ok bersahabat karena sama-sama menyukai musik; dengan nama Jini dan Oki, keduanya menulis lagu, memainkannya, dan merekamnya dalam video. Min-jin semula berencana pergi ke luar negeri, sedangkan Mi-ok berasal dari keluarga yang kesulitan secara ekonomi. Min-jin khawatir Mi-ok akan kembali dirundung setelah ia pergi, sehingga ia ingin membantu temannya itu memperbaiki nilai dan keadaannya.

Hubungan kedua remaja itu jauh lebih dekat daripada yang diketahui Yeon-hong. Mereka menyulap sebuah ruangan terbengkalai menjadi markas rahasia, tempat mereka berlatih musik serta menyimpan foto dan catatan kebersamaan mereka.

Son So-ra, wali kelas di sekolah itu, mengakui pernah memberikan soal ujian kepada kedua siswi tersebut, tetapi mula-mula ia menjelaskan alasannya sebagai upaya membantu anak korban perundungan menaikkan nilai. Yeon-hong tidak menerima penjelasan itu dan terus menelusuri kaitan antara So-ra, soal ujian, dan hilangnya Min-jin.

Jenazah Min-jin dan Penguburnya yang Belum Terungkap
Polisi akhirnya menemukan jenazah Min-jin di kawasan hutan. Kematian Min-jin justru membuat Jong-chan menerima lebih banyak suara simpati, dan partainya pun memintanya tetap maju dalam pemilihan. Yeon-hong tidak bisa menerima reaksi suaminya yang tenang; ia sempat mencurigai kematian putrinya berkaitan dengan lawan politik mereka, lalu mendesak Jong-chan dan sopirnya soal ke mana mereka pergi pada malam Min-jin hilang.

Penyelidikan dengan cepat beralih ke Mi-ok. Ia memakai jam tangan mahal milik Min-jin dan merupakan orang terakhir yang masih berhubungan dekat dengan Min-jin. Hasil tes kebohongan menunjukkan Mi-ok menyembunyikan fakta bahwa ia menguburkan jenazah itu, tetapi ia tidak membunuh Min-jin. Mi-ok ternyata juga putri sopir Jong-chan, sehingga hubungan kedua keluarga itu semakin terjalin dengan perkara ini.

Markas Rahasia dan Pengakuan Mi-ok
Yeon-hong menemukan markas rahasia kedua remaja itu dan, di dalam ruangan yang berantakan, ia mendapati alat musik, foto, video, serta sekantong uang. Ketika Mi-ok muncul, Yeon-hong melumpuhkannya dan memaksanya menceritakan apa yang terjadi pada malam Min-jin tewas.

Mi-ok menjelaskan bahwa dua tahun sebelumnya ia dan Min-jin memasang kamera tersembunyi di dalam pengharum mobil, dan alat itu kemudian merekam gambar So-ra berhubungan seks dengan seorang pria di dalam mobil. Kedua remaja itu memakai rekaman tersebut untuk menekan So-ra agar menyerahkan soal ujian, lalu belakangan meminta uang seratus ribu dolar AS; Min-jin berencana meninggalkan uang itu untuk Mi-ok yang keluarganya miskin.

Pada malam hujan yang disepakati untuk penyerahan uang, seorang pria bayaran menabrak Min-jin dengan mobilnya. Mi-ok bersembunyi di dekat situ dan menyaksikan seluruh kejadian; saat pria itu turun untuk memotret jenazah, ia menyelinap masuk ke mobil lalu berkali-kali menabrakkan mobil itu ke arahnya. Ia menguburkan Min-jin dan mengambil ponsel si pria, karena ponsel itu menyimpan kontak sang pemberi perintah. Waktu itu ia yakin pemberi perintah tersebut adalah So-ra, orang yang mereka peras.

Perselingkuhan dan Sang Pemberi Perintah Pembunuhan
Bahan-bahan yang ditinggalkan Mi-ok menunjukkan So-ra memang menyembunyikan satu fakta kunci: pria yang terekam kamera tersembunyi itu adalah Jong-chan. Setelah diperas, So-ra memberi tahu Jong-chan tentang situasinya, tetapi tidak menyebutkan identitas kedua pemerasnya. Untuk melenyapkan ancaman itu, Jong-chan menghubungi seorang pembunuh bayaran agar mengurus kedua siswi tersebut, tanpa tahu bahwa salah satunya adalah putrinya sendiri. Belakangan So-ra mengakui kepada Yeon-hong bahwa ia sengaja tidak menyebutkan identitas Min-jin, karena ingin remaja yang memerasnya sekaligus Jong-chan yang mengkhianatinya sama-sama membayar harga.

Setelah mendapatkan ponsel si pembunuh bayaran, Yeon-hong memanfaatkan catatan kontak di dalamnya untuk memasang jebakan. Pada hari pemungutan suara, ia lebih dahulu memberi tahu Jong-chan bahwa No Jae-soon bukan pembunuh Min-jin, tetapi tetap meminta suaminya terus memakai kecurigaan terhadap lawan dan tragedi keluarga mereka untuk meraih suara simpati. Jong-chan akhirnya memenangkan pemilihan, sementara Yeon-hong memaksa So-ra memanggil pemberi perintah yang sesungguhnya ke tempat Min-jin dibunuh.
Ending
Jong-chan bergegas datang dan baru menyadari bahwa orang yang memasang jebakan itu adalah Yeon-hong. Yeon-hong membuat suaminya melihat jelas akibat dari perintah yang ia berikan, lalu mengikat dan memukulinya. Jong-chan yang sudah memenangkan pemilihan masih mencoba membalas istrinya dengan kemenangan itu; pada akhirnya Yeon-hong tidak membunuhnya, melainkan memutuskan membiarkannya hidup untuk menanggung akibat perintahnya sendiri yang menewaskan putri mereka.

Sebelum pergi, Yeon-hong mengunggah video rekaman tersembunyi Jong-chan dan So-ra ke situs web No Jae-soon, sehingga perselingkuhan dan skandal anggota parlemen yang baru terpilih itu terbuka ke publik. Ia lalu kembali ke kawasan hutan, memeluk Mi-ok, berkali-kali memanggil nama Min-jin, dan bertanya apakah putrinya menyukai dirinya. Mi-ok menjawab bahwa Min-jin pernah berkata ibunya sangat bodoh sehingga perlu ia lindungi sendiri. Yeon-hong menangis setelah mendengar kalimat itu, dan film pun berakhir.
