The Rezort
Resor perburuan zombie yang berbalik menyerang wisatawan: alur cerita lengkap film The Rezort, dari runtuhnya sistem keamanan, evakuasi seluruh pulau, hingga terbongkarnya rantai pasokan pengungsi dan wabah baru yang muncul.
Judul
The Rezort
Tahun / Durasi
2015 · 93 menit
Genre
Fiksi ilmiah / Horor
Sutradara
Steve Barker
Penulis
Paul Gerstenberger
Rating
Pemeran
Jessica De Gouw (sebagai Melanie Gibbs), Dougray Scott (sebagai Archer), Martin McCann (sebagai Lewis Evans), Elen Rhys (sebagai Sadie), Jassa Ahluwalia (sebagai Jack), Claire Goose (sebagai Valerie Wilton)
The Rezort adalah film fiksi ilmiah horor Britania Raya tahun 2015 garapan sutradara Steve Barker, dengan skenario oleh Paul Gerstenberger. Jessica De Gouw berperan sebagai Melanie Gibbs, penyintas perang yang masih menyimpan trauma; Dougray Scott memerankan Archer, mantan tentara yang berpengalaman; Martin McCann memerankan Lewis Evans, kekasih Melanie. Elen Rhys, Jassa Ahluwalia, dan Claire Goose masing-masing memerankan Sadie, Jack, dan Valerie Wilton, pengelola resor. Film ini tayang perdana di BFI Southbank pada Juni 2015, dengan durasi 93 menit.
Per 2 Agustus 2026, film ini mendapat skor 5,3 di IMDb; Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer 44% dari 9 ulasan, dengan skor penonton (popcornmeter) di angka 22%. Ulasan secara umum mengapresiasi konsep “zombie sebagai target perburuan berbayar”, latar pulau, dan efek aksi yang cukup baik mengingat keterbatasan anggaran, tetapi juga menilai film ini perlahan kembali ke pola kejar-kejaran yang lebih umum setelah zombie lepas kendali, dengan pengembangan karakter dan babak akhir yang belum sepenuhnya menggali potensi konsepnya.
Tiba di resor perburuan zombie
Perang zombie global menewaskan sekitar dua miliar orang. Setelah manusia berhasil mengambil kembali kendali, zombie yang masih muncul sesekali segera dimusnahkan; sisa-sisa terakhirnya dikumpulkan di sebuah pulau terpencil dan diubah menjadi resor perburuan mewah bernama The Rezort. Di bawah pengawasan ketat dan fasilitas isolasi, wisatawan membayar untuk menembak mati zombie, memperlakukan kegiatan ini sebagai pengalaman memacu adrenalin atau bahkan terapi psikologis pascaperang.

Melanie kehilangan orang-orang terdekatnya dalam perang dan hingga kini masih terbayangi trauma. Ia dan kekasihnya, Lewis, berlayar ke pulau itu dengan harapan bisa meredakan rasa takutnya dengan menghadapi zombie secara langsung. Setibanya di sana, mereka bertemu Valerie Wilton, pengelola resor, sekaligus bergabung dengan rombongan wisatawan lain: Archer, veteran perang yang pendiam; Jack dan Alfie, pemain muda yang bersemangat; serta Sadie, yang datang sendirian.


Berburu dari jarak aman
Pemandu bernama Nevins membawa rombongan masuk ke area perburuan. Kelompok zombie pertama diikat di tempat, sehingga wisatawan hanya perlu membidik dari jarak dekat; kelompok kedua dibiarkan bergerak bebas di dalam pagar, dan wisatawan menembaknya dari posisi aman. Lewis mendorong Melanie untuk menarik pelatuk, tetapi ia masih ragu saat berhadapan dengan targetnya.

Jack dan Alfie memperlakukan perburuan ini seperti kompetisi video game, sementara Archer terus-menerus menembak tepat di kepala zombie. Belakangan ia menjelaskan, setelah perang berakhir dirinya kehilangan arah, dan datang ke resor ini karena membunuh zombie adalah satu-satunya hal yang benar-benar dikuasainya.

Rombongan bermalam di perkemahan terbuka. Melanie dan Sadie membicarakan sisi etis menjadikan zombie sebagai hiburan; Sadie berpendapat, terbiasa membunuh demi kesenangan bisa menurunkan hambatan psikologis orang untuk menyakiti manusia hidup. Di saat yang sama, tanpa sepengetahuan yang lain, ia sudah menyusup ke area kendali dan menyambungkan sebuah perangkat penyimpan ke server utama resor, berusaha menyalin data yang bisa membuktikan praktik berbahaya di balik resor ini.

Virus melumpuhkan seluruh pulau
Sadie tidak menyadari bahwa perangkat penyimpan itu juga menuliskan virus ke dalam sistem. Teknisi di ruang kendali menemukan keanehan pada server, tetapi karena khawatir dipecat akibat kelalaian keamanan, mereka memilih memperbaikinya sendiri tanpa segera mengevakuasi wisatawan. Kerusakan terus meluas hingga pagar, gerbang, dan sistem pengawasan satu per satu gagal berfungsi.


Zombie yang selama ini terkurung menerobos keluar dari pagar, dan wisatawan serta staf di gedung utama resor segera diserang. Wilton melarikan diri ke kantornya sendiri dan mengunci pintu masuk, meninggalkan para teknisi yang masih berada di luar dalam bahaya. Rombongan yang jauh di area perburuan awalnya tidak tahu bahwa gedung utama sudah jatuh, sampai gerombolan besar zombie mendekat dari lembah dan mereka sadar seluruh sistem keamanan telah runtuh.

Hitung mundur pengeboman dan evakuasi berjalan kaki
Saat zombie menyerang rombongan pemburu, Alfie tewas di tengah kekacauan. Nevins memberitahu yang lain bahwa langkah pengamanan terakhir resor sudah diaktifkan: dalam beberapa jam, seluruh pulau akan dihantam bom pembakar, dan mereka harus sampai di dermaga sebelum hitungan mundur berakhir. Kendaraan tidak bisa dinyalakan, sehingga Archer memimpin rombongan berjalan kaki.
Ketika rombongan melewati sebuah pos pemeriksaan, Nevins digigit zombie. Lewis langsung menembak kepalanya, dan Melanie terguncang melihat betapa cepat kekasihnya mengambil keputusan itu, tetapi mereka tidak punya waktu untuk berhenti.

Archer menyadari Sadie ada kaitannya dengan kerusakan sistem dan mendesaknya untuk mengaku. Sadie mengakui dirinya anggota kelompok hak asasi zombie, dan rencana awalnya hanya menyalin dokumen untuk membongkar praktik ilegal resor ini. Setelah memeriksa perangkat itu, Jack menyimpulkan bahwa Sadie dimanfaatkan orang lain: perangkat yang disambungkannya ke server justru menjadi pembawa virus yang menghancurkan sistem keamanan. Meski marah, Melanie tetap menegaskan tidak akan meninggalkan Sadie untuk dimangsa zombie.

Terpisah di terowongan dan terbongkarnya rantai pasokan resor
Ketika zombie kembali mendekat, para penyintas terpaksa masuk ke sebuah terowongan. Archer, Melanie, dan Lewis mengambil satu sisi, sementara Jack dan Sadie terpisah ke sisi lain. Sadie yang sudah digigit memilih bertahan untuk menghalangi zombie yang mengejar, agar Jack bisa lolos membawa bukti yang telah disalinnya. Jack kemudian bergabung kembali dengan tiga orang lainnya, dan mereka bersama-sama masuk ke bagian dalam resor yang sudah jatuh.
Di area keamanan, mereka menemukan bahwa resor ini ternyata tidak hanya memanfaatkan sisa zombie dari masa perang. Wilton menggunakan kedok organisasi amal untuk membawa para pengungsi yang tak diperhatikan siapa pun ke pulau ini, lalu mengubah mereka menjadi zombie sebagai pasokan “sumber daya” yang terus-menerus untuk diburu wisatawan. Bukti rantai pasokan inilah yang dipertaruhkan Sadie untuk disalin.


Kematian Jack dan Wilton yang terkepung
Jack kemudian juga digigit, dan Archer menembaknya sebelum ia berubah menjadi zombie. Demi memberi waktu bagi Melanie, Archer bertahan untuk menahan zombie yang mengejar, sementara Lewis melarikan diri sendirian. Melanie terus menuju dermaga, dan di dekat area kendali ia kembali bertemu Lewis, hanya untuk mendapati bahwa Lewis juga sudah digigit. Ia tidak sanggup menembak kekasihnya sendiri, dan hanya menyerahkan pistolnya kepada Lewis sebelum pergi.
Wilton menyelamatkan Melanie dari serangan zombie lainnya. Melanie langsung menuduhnya memanfaatkan pengungsi untuk membuat zombie, dan Wilton berusaha mencegahnya pergi. Pertikaian keduanya memancing zombie di sekitar; gerombolan zombie menyerbu masuk ke ruangan dan mengepung Wilton, sementara Melanie memanfaatkan momen itu untuk kabur dari gedung utama dan berlari menuju pantai.

Ending
Saat bom pembakar mulai menghantam pulau, Melanie melompat ke laut dari tepi pantai, menghindari ledakan di gedung utama dan area perburuan. Ia diselamatkan di laut, lalu mempublikasikan data yang dibawa Sadie, membongkar seluruh rantai The Rezort dalam menjebak pengungsi, mengubah mereka menjadi zombie, dan menyediakannya untuk diburu wisatawan.

Archer ternyata juga berhasil lolos dari gerombolan zombie maupun pengeboman. Ia menyaksikan lewat televisi saat Melanie menceritakan kejahatan resor tersebut. Melanie memperingatkan bahwa manusia telah kehilangan sebagian kemanusiaannya saat memenangkan perang sebelumnya, dan perang zombie yang baru mungkin sedang dimulai. Siaran berita kemudian berpindah ke pantai lain, memperlihatkan zombie menyerang orang-orang di sana, pertanda bahwa yang terinfeksi sudah meninggalkan pulau itu dan krisis ini belum berakhir meski pengeboman telah dilakukan.