← Kembali ke beranda

The One I Love

Perjalanan memulihkan pernikahan bertemu pasangan lain dengan wajah identik: Uraian lengkap alur cerita, aturan para duplikat, dan ending terbuka film The One I Love

Judul

The One I Love

Tahun / Durasi

2014 · 91 menit

Genre

Romantis / Fiksi ilmiah / Thriller

Sutradara

Charlie McDowell

Penulis

Justin Lader

Rating

Pemeran

Mark Duplass (sebagai Ethan), Elisabeth Moss (sebagai Sophie), Ted Danson (sebagai terapis pernikahan)

The One I Love
Seorang pria berambut hitam dan seorang perempuan berambut pirang duduk di sofa putih Sebuah mobil hitam terparkir di depan rumah yang dinaungi pepohonan Seorang perempuan berambut pirang duduk di samping sofa Seorang pria berambut hitam duduk di tepi tempat tidur Seorang perempuan berambut pirang duduk di samping meja kaca Seorang pria berambut hitam dan seorang perempuan berambut pirang berdiri di depan jendela besar sambil memandang ke arah yang sama
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The One I Love adalah film romansa, fiksi ilmiah, dan thriller Amerika Serikat tahun 2014 yang disutradarai Charlie McDowell dan ditulis Justin Lader, serta dibintangi Mark Duplass, Elisabeth Moss, dan Ted Danson. Film ini tayang perdana di Festival Film Sundance pada Januari 2014, berdurasi 91 menit, lalu dirilis melalui layanan video sesuai permintaan dan secara terbatas di bioskop Amerika Serikat pada Agustus tahun yang sama.

Per 1 November 2026, film ini meraih nilai 7,0 di IMDb dari 48.342 suara. Di Rotten Tomatoes, film ini memperoleh tingkat kesegaran kritikus 83% dari 95 ulasan, sedangkan skor penontonnya mencapai 76% berdasarkan lebih dari 10.000 penilaian. Berbagai penilaian publik tersebut sama-sama berada di tingkat 70% atau lebih, sehingga tanggapan secara keseluruhan tergolong positif.

Liburan akhir pekan yang diatur oleh terapis

Pernikahan Ethan dan Sophie menemui jalan buntu. Ethan pernah berselingkuh, sedangkan Sophie ingin kembali memercayai dan memaafkannya, tetapi tidak tahu bagaimana mereka dapat melanjutkan hubungan. Mereka juga mencoba mengulang pengalaman saat kencan pertama, ketika mereka diam-diam melompat ke kolam renang tetangga. Namun, kali ini tidak ada orang yang muncul dan kegembiraan yang dahulu mereka rasakan pun tidak kembali. Terapis meminta mereka masing-masing memainkan satu nada pada piano, lalu menunjukkan bahwa keduanya sudah kehilangan keselarasan. Setelah itu, ia menyarankan mereka menghabiskan akhir pekan di sebuah properti terpencil. Menurutnya, hubungan pasangan-pasangan yang pernah menginap di sana sebelumnya membaik.

Seorang pria berambut hitam dan seorang perempuan berambut pirang duduk di sofa putih

Mereka berkendara menuju properti tersebut. Rumah utama, kolam renang, dan taman disediakan khusus untuk mereka, sementara di halaman juga terdapat sebuah wisma tamu. Pada awalnya, suasana di antara mereka terasa santai. Mereka sejenak mengesampingkan pertengkaran selama terapi dan mulai menikmati perjalanan singkat itu.

Sebuah mobil hitam terparkir di depan rumah yang dinaungi pepohonan

Dua pertemuan ganjil di wisma tamu

Saat Sophie masuk sendirian ke wisma tamu, ia bertemu seorang pria yang berpenampilan persis seperti Ethan, tetapi lebih jenaka dan penuh perhatian. Sophie mengira pria itu adalah suaminya, lalu mereka bermesraan di dalam wisma. Ketika kembali ke rumah utama, Sophie mendapati Ethan yang asli terus tertidur dan sama sekali tidak ingat kejadian barusan. Ia mengira Ethan sedang menghindari tanggung jawab, lalu beristirahat sendirian dalam keadaan marah.

Seorang perempuan berambut pirang duduk di samping sofa

Malam itu, Ethan tidur di wisma tamu. Seorang perempuan yang berpenampilan persis seperti Sophie datang untuk meminta maaf, lalu tinggal bersamanya. Keesokan paginya, perempuan itu bahkan menyiapkan telur dan bacon untuk Ethan. Ketika Ethan kembali ke rumah utama dan membicarakannya, Sophie yang asli sama sekali tidak ingat kejadian tersebut. Ethan juga tahu bahwa Sophie selalu enggan menggoreng bacon di dalam rumah. Akhirnya, mereka menyadari bahwa masing-masing telah bertemu duplikat pasangannya di wisma tamu.

Seorang pria berambut hitam duduk di tepi tempat tidur

Batas kemunculan dan aturan berinteraksi dengan duplikat

Ethan mulai menguji pola yang berlaku di wisma tamu. Ia memastikan bahwa para duplikat hanya muncul di area wisma. Ketika suami dan istri itu masuk bersamaan, para duplikat justru menghilang. Para duplikat bukan sekadar tiruan diri mereka, melainkan tampil lebih mendekati versi ideal yang santai dan penuh perhatian dalam ingatan pasangan masing-masing.

Seorang perempuan berambut pirang duduk di samping meja kaca

Sophie tidak ingin segera pergi, sedangkan Ethan juga ingin mengetahui kebenarannya. Mereka sepakat bergantian memasuki wisma dan menganggap pertemuan itu sebagai bentuk terapi khusus, sekaligus menetapkan aturan seperti larangan berhubungan intim. Ethan tetap waspada, tetapi Sophie perlahan semakin menantikan waktu bersama Ethan yang lain. Perbedaan sikap di antara mereka pun kembali membesar.

Seorang pria berambut hitam dan seorang perempuan berambut pirang berdiri di depan jendela besar sambil memandang ke arah yang sama

Ethan yang lain berusaha mendapatkan Sophie

Ethan mendapati versi lain dirinya mengambil pakaiannya. Duplikat itu juga menelepon teman dan keluarga dengan menirukan suara Ethan untuk menanyakan berbagai pengalaman hidupnya. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa sang duplikat sedang mempelajari cara menggantikan Ethan yang asli. Sementara itu, Ethan yang lain bersikap jenaka dan penuh perhatian. Perasaan Sophie kepadanya semakin dalam, dan Sophie mulai mendatangi wisma atas kemauannya sendiri untuk menemuinya.

Seorang perempuan berambut pirang berdiri di luar ruangan dengan cahaya dari belakang

Ethan berpura-pura meninggalkan properti, lalu lebih dahulu masuk ke wisma untuk menyamar sebagai duplikatnya. Sophie tidak mengenalinya dan berhubungan intim dengannya. Kemudian, Ethan melihat Sophie meninggalkan wisma lalu masuk kembali, sehingga ia menyusul ke dalam untuk meminta penjelasan. Mereka bertengkar sambil kembali ke rumah utama, tetapi mendapati kedua duplikat telah menunggu di sana dan mengusulkan agar mereka berempat membicarakan semuanya secara langsung.

Seorang perempuan berambut pirang menoleh ke belakang di dalam dapur

Pertemuan berempat dan rencana pertukaran di properti

Mereka berempat makan dan bermain kartu bersama. Di tengah acara, Ethan yang lain membongkar bahwa Ethan yang asli pernah menyamar sebagai dirinya untuk berhubungan intim dengan Sophie. Setelah mengetahui kebenarannya, Sophie meminta suaminya pergi. Ethan menuju bangunan lain di properti itu dan menemukan sebuah komputer yang menyimpan berkas berbagai pasangan, serta rekaman dua duplikat yang sedang berlatih menirukan suara Ethan dan Sophie. Setelah itu, ia masuk ke wisma, tetapi mendapati dirinya tidak dapat keluar lagi.

Dua perempuan berambut pirang dengan atasan yang sama berdiri berdampingan di luar ruangan

Keesokan harinya, Sophie yang lain membebaskan Ethan. Ia menjelaskan bahwa para duplikat harus membuat pasangan yang datang kehilangan perasaan terhadap satu sama lain. Setelah berhasil, para duplikat dapat meninggalkan properti, sedangkan para tamu akan menjadi penghuni baru yang terperangkap di sana. Ethan yang lain telah jatuh cinta kepada Sophie yang asli dan berencana meninggalkan pasangannya sendiri untuk kabur bersama Sophie. Karena tidak ingin ditinggalkan, Sophie yang lain mengatur agar Ethan yang asli dapat bertemu dengan istrinya. Ethan memberi tahu Sophie tentang rencana pertukaran tersebut, lalu Ethan yang lain segera datang untuk menghentikan mereka.

Ending

Ethan yang lain membujuk Sophie agar pergi bersamanya. Ketika Sophie tidak langsung mengikutinya, ia berlari sendirian menuju jalan di luar properti, tetapi menabrak penghalang tak kasatmata dan jatuh. Kedua Sophie menunjukkan reaksi yang berlawanan. Salah satunya berlari menghampiri pria yang jatuh itu dengan cemas, sedangkan yang lain berbalik dan tersenyum kepada Ethan yang asli. Ethan menggandeng Sophie yang tersenyum kepadanya, lalu mereka berhasil meninggalkan tempat itu dengan mobil.

Seorang pria berambut hitam dan seorang perempuan berambut pirang berdiri di luar ruangan yang dikelilingi pepohonan

Mereka pergi ke kantor terapis, tetapi mendapati tempat tersebut telah dikosongkan, sehingga mereka hanya dapat pulang. Keesokan paginya, interaksi mereka kembali terasa santai. Sophie masuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan menjawab bahwa ia akan membuat telur dan bacon. Ethan teringat bahwa Sophie yang asli tidak suka menggoreng bacon di dalam rumah, sedangkan Sophie di wisma pernah menyiapkan sarapan yang sama. Ia berhenti sejenak, tetapi akhirnya tetap berjalan masuk ke dapur. Film ini tidak pernah menjelaskan lagi Sophie mana yang sebenarnya meninggalkan properti bersama Ethan.