The Invisible Guest
Alibi yang disusun dalam tiga jam runtuh lapis demi lapis: uraian lengkap alur cerita film The Invisible Guest, mulai dari penutupan jejak kecelakaan, pembunuhan di ruangan terkunci, sampai plot twist terakhirnya
Judul
The Invisible Guest
Contratiempo
Tahun / Durasi
2016 · 106 menit
Genre
Drama / Kriminal / Misteri / Thriller
Sutradara
Oriol Paulo
Penulis
Oriol Paulo, Lara Sendim
Rating
Pemeran
Mario Casas (sebagai Adrián Doria), Ana Wagener (sebagai Elvira Garrido / menyamar sebagai Virginia Goodman), José Coronado (sebagai Tomás Garrido), Bárbara Lennie (sebagai Laura Vidal), Francesc Orella (sebagai Félix Leiva)
The Invisible Guest adalah film misteri sekaligus thriller asal Spanyol yang disutradarai Oriol Paulo dan ditulis bersama Lara Sendim, dibintangi Mario Casas, Ana Wagener, José Coronado, dan Bárbara Lennie. Produksi film ini rampung pada 2016, dan versi yang tayang di bioskop Spanyol berdurasi 106 menit.
Hingga artikel ini ditayangkan, film ini mendapat nilai 8,0 di IMDb. Dari 9 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes, 67% di antaranya positif, sedangkan nilai dari penonton 87%; para kritikus berbeda pendapat soal rentetan plot twist dan akting di film ini, sebagian memuji ritme serta ketegangannya, sebagian lain menilai alur ceritanya kurang meyakinkan.
Batas Waktu Tiga Jam dari Sang Pengacara
Adrián Doria, pengusaha ternama, mendapat izin bebas dengan jaminan setelah kekasih gelapnya, Laura Vidal, ditemukan tewas. Félix, pengacaranya, menyewa Virginia Goodman, ahli senior dalam mempersiapkan saksi, untuk membantu pembelaannya. Virginia datang ke apartemen Adrián dan mengatakan bahwa pihak kejaksaan baru saja menemukan seorang saksi kunci, sehingga mereka hanya punya waktu tiga jam untuk menyusun satu versi cerita yang sanggup bertahan di bawah cecaran pertanyaan di persidangan.
Adrián mula-mula mengaku bahwa ia diperas setelah mengakhiri hubungan gelapnya dengan Laura. Mengikuti instruksi yang diterimanya, mereka berdua membawa seratus ribu euro ke sebuah hotel terpencil; di dalam kamar yang terkunci ia dipukul sampai pingsan, dan ketika siuman ia mendapati Laura sudah tewas di kamar mandi, sementara pintu dan jendela tertutup rapat dari dalam. Virginia menegaskan bahwa versi itu tidak bisa menjelaskan bagaimana si pembunuh keluar dan masuk, lalu memintanya bercerita dari kejadian yang jauh lebih awal.


Kecelakaan di Jalan Pegunungan
Beberapa bulan sebelumnya, Adrián berdalih pergi ke Paris untuk urusan bisnis, padahal ia menemui Laura yang juga sudah menikah di sebuah pondok di pegunungan. Dalam perjalanan pulang, keduanya menghindari seekor rusa yang tiba-tiba muncul lalu bertabrakan dengan mobil dari arah berlawanan. Daniel Garrido, sopir muda di mobil satunya, tidak sadarkan diri, sedangkan Adrián dan Laura tidak terluka.
Ketika sebuah mobil yang lewat mendekat, Laura menekan tubuh Daniel ke jok, lalu bersama Adrián berpura-pura sedang bertukar data asuransi. Ponsel Daniel berdering, dan Laura mengangkatnya menggantikan Daniel agar keadaan mereka tidak terbongkar. Setelah pengemudi yang lewat itu pergi, Adrián membawa mobil Daniel untuk membereskan kendaraan itu beserta orang yang ada di dalamnya; Laura tinggal di samping mobil yang tidak bisa dihidupkan sambil menunggu pertolongan.

Mobil yang Tenggelam ke Dasar Danau
Adrián memindahkan Daniel ke bagasi, membawa mobil itu ke tepi danau, lalu mendorongnya ke dalam air. Saat mobil mulai tenggelam, Daniel siuman dan meronta di dalamnya. Adrián tidak menolong, dan hanya menyaksikan mobil itu lenyap ke dalam danau bersama Daniel. Belakangan ia mengakui kepada Virginia bahwa Daniel tidak tewas karena benturan, melainkan tenggelam karena terjebak di dalam mobil.
Pada saat yang sama, Tomás, seorang insinyur otomotif, melintas di jalan pegunungan tempat Laura berada lalu menderek mobil yang mogok itu ke rumahnya untuk diperbaiki. Dari foto-foto di dalam rumah, Laura mengetahui bahwa Tomás dan Elvira yang mengelola sebuah penginapan ternyata orang tua Daniel. Ketika hendak pergi, Laura menggeser posisi jok pengemudi, sehingga Tomás sadar bahwa sebelumnya ada orang lain yang mengemudikan mobil itu, dan ia pun mulai meragukan keterangan Laura.


Kebohongan yang Mengubah Daniel Jadi Buronan
Setelah meninggalkan rumah Tomás, Laura menjemput Adrián. Keduanya mengirim mobil yang rusak itu ke tempat rongsokan untuk dihancurkan, lalu Adrián membuat laporan palsu bahwa mobilnya dicuri di Paris. Nomor pelat yang dicatat Tomás sempat membuat polisi melacak sampai ke Adrián, tetapi Félix menyiapkan jadwal perjalanan Paris palsu untuknya dan berhasil menarik namanya keluar dari penyelidikan.
Tidak lama kemudian, berita menggambarkan Daniel sebagai pegawai bank yang kabur membawa uang. Laura mengakui bahwa ia mengambil dompet Daniel dan memakai data di dalamnya untuk memindahkan dana bank, sehingga hilangnya Daniel tampak seperti pelarian seorang pelaku kejahatan. Ketika Adrián ingin mundur, Laura mengancam akan membongkar perbuatannya, dan mereka berdua pun terus bersama-sama menutupi kebenaran.


Tomás Menelusuri Jejak Lewat Sebuah Pemantik
Tomás tidak menyerah mencari putranya. Ia masuk ke acara penganugerahan pengusaha yang dihadiri Adrián dengan menyamar sebagai wartawan, lalu melihat Adrián mengeluarkan pemantik yang pernah ia lihat saat memperbaiki mobil itu, dan dari situ ia memastikan siapa pemilik mobil tersebut. Ia menanyai Adrián secara terbuka dan hanya meminta agar lelaki itu memberitahukan di mana jenazah Daniel berada supaya kedua orang tuanya bisa memakamkan putra mereka, tetapi ia keburu digiring keluar oleh petugas di lokasi.
Tidak lama setelah itu, Adrián menerima foto danau beserta instruksi pemerasan yang memintanya membawa Laura dan seratus ribu euro ke sebuah hotel di pegunungan. Mula-mula ia mengira si pemeras adalah pengemudi yang melintas di jalan pegunungan seusai kecelakaan itu; Virginia lalu menuntunnya untuk mempertimbangkan kemungkinan bahwa Elvira, yang mengelola hotel tersebut, bisa saja membukakan jendela untuk Tomás dan menciptakan ilusi kamar terkunci.

Pembunuhan Kedua di Hotel Pegunungan Bersalju
Adrián dan Laura tiba di hotel itu sesuai instruksi. Di bawah desakan pertanyaan Virginia, ia sempat menyatakan bahwa Tomás-lah yang menyerangnya di dalam kamar dan membunuh Laura, dan bahwa selama ini ia menyembunyikan fakta bahwa ia melihat wajah penyerangnya semata-mata untuk menguji kemampuan Virginia. Virginia langsung mengusulkan agar barang-barang milik Laura diletakkan di dalam mobil Daniel, sehingga seluruh tanggung jawab bisa ditimpakan kepada Laura yang sudah meninggal.
Rencana itu justru memaksa Adrián membuka lebih banyak hal. Virginia mengajukan rekonstruksi lain: Laura mungkin sedang bersiap menjelaskan kebenaran kepada orang tua Daniel karena rasa bersalah, dan Adrián-lah orang yang selama ini melimpahkan tanggung jawab kepadanya. Adrián lantas mengakui bahwa versi kejadian di hotel itu pun bohong: ia membunuh Laura, lalu menata kamar dan melukai dirinya sendiri untuk menciptakan tempat kejadian berupa kamar terkunci yang seolah-olah diserbu orang ketiga. Film ini tidak pernah membiarkan Laura sendiri menjelaskan apa rencana akhirnya ketika membawa mereka berdua ke hotel itu.

Ending
Setelah Virginia pergi sebentar, Félix menelepon dan mengabarkan bahwa pengemudi yang melintas seusai kecelakaan itu sudah ditemukan dan dibayar agar tutup mulut. Suara gangguan pada sambungan telepon itu membuat Adrián sadar ada alat perekam di dalam ruangan. Ia menemukan alat tersebut di dalam pulpen yang ditinggalkan Virginia, lalu mendapati pula bahwa kertas catatan perempuan itu selama ini kosong.
Adrián memandang ke apartemen di seberang jalan dan melihat “Virginia” yang baru saja berbicara dengannya sedang melepas penyamaran di wajahnya dan rambut palsu putihnya, memperlihatkan wujud asli Elvira. Tomás ternyata selalu berada di seberang sana membantu istrinya, dan pasangan suami istri itu sudah merekam pengakuan lengkap Adrián atas dua pembunuhan. Tomás langsung menelepon polisi; pada saat bersamaan, Virginia Goodman yang asli tiba di depan pintu Adrián.

