← Kembali ke beranda

The Deep House

Terjebak dalam rahasia keluarga kelam setelah menyelam ke rumah bawah air: rangkuman lengkap alur cerita The Deep House, mulai dari pencarian desa yang tenggelam hingga oksigen habis dan ending-nya

Judul

The Deep House

Tahun / Durasi

2021 · 85 menit

Genre

Drama / Misteri / Thriller / Horor

Sutradara

Alexandre Bustillo, Julien Maury

Penulis

Alexandre Bustillo, Julien Maury, Julien David, Rachel Parker

Rating

Pemeran

James Jagger (sebagai Ben), Camille Rowe (sebagai Tina), Eric Savin (sebagai Pierre Montégnac), Alexis Servaes (sebagai Tuan Montégnac), Anne Claessens (sebagai Nyonya Montégnac), Carolina Massey (sebagai Sarah Montégnac)

The Deep House
Pemandangan dari atas sebuah bangunan batu terbengkalai yang dikelilingi pohon dengan dinding penuh grafiti Di dalam mobil, seorang pria berambut abu-abu terlihat di bagian depan, sementara sepasang pria dan wanita di kursi belakang menatap ke depan Seorang pria berambut abu-abu duduk di atas batu di tepi danau, sementara dua penyelam mendekati tepian dari dalam air Seorang penyelam melayang di dekat atap dan cerobong asap bangunan bawah air Cahaya lampu bawah air menyinari sebuah jendela tua dengan hiasan logam berukir Cahaya lampu menyinari sejumlah poster pencarian orang dan kliping berita lama di dinding
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Deep House adalah film horor berbahasa Inggris hasil produksi bersama Prancis dan Belgia, disutradarai oleh Alexandre Bustillo dan Julien Maury, dibintangi oleh James Jagger, Camille Rowe, dan Eric Savin. Film ini tayang di Prancis pada 30 Juni 2021 dengan durasi 85 menit, mengangkat kisah rumah hantu yang hampir seluruhnya berlangsung di bawah air.

Per 17 September 2026, film ini memiliki rating IMDb 5,3 dari sekitar 20 ribu suara; skor Rotten Tomatoes dari kritikus berada di 72% dari 18 ulasan, sementara skor penonton hanya 31%. Para kritikus profesional cenderung menilai positif pengambilan gambar bawah air dan suasana tertutupnya, sedangkan respons penonton jauh lebih rendah.

Bangunan Terbengkalai dan Pemandu Asing

Ben dan Tina adalah pasangan tunangan asal New York yang gemar menjelajahi kota (urban exploration) dan mengunggah video eksplorasi mereka ke bangunan terbengkalai serta lokasi berhantu ke internet. Selama perjalanan ke Eropa, mereka lebih dulu masuk ke sebuah bangunan terbengkalai untuk merekam video, lalu mengalihkan target ke reruntuhan yang tenggelam di bawah danau buatan di barat daya Prancis, dengan harapan mendapatkan rekaman yang lebih langka.

Pemandangan dari atas sebuah bangunan batu terbengkalai yang dikelilingi pohon dengan dinding penuh grafiti

Setelah tiba di lokasi yang direncanakan, mereka menyadari tepi danau sudah menjadi area rekreasi yang ramai wisatawan, dan reruntuhan bawah air itu pun tidak seutuh yang mereka bayangkan. Pierre, seorang penduduk setempat, mendekati mereka dan mengaku tahu sebuah teluk lain di dalam hutan yang tidak tercantum di peta, tempat sebuah rumah tersimpan utuh tanpa rusak oleh arus air. Ben menerima ajakannya, dan meski tetap waspada, Tina akhirnya ikut naik mobil bersama mereka.

Di dalam mobil, seorang pria berambut abu-abu terlihat di bagian depan, sementara sepasang pria dan wanita di kursi belakang menatap ke depan

Danau di Tengah Hutan dan Penyelaman

Pierre membawa keduanya ke perairan terpencil di Hutan Chanteloup dan menjelaskan bahwa kawasan ini sengaja digenangi air pada 1984 untuk mencegah banjir yang kerap terjadi. Ia tetap tinggal di tepi danau, sementara Ben dan Tina memeriksa tabung oksigen, kamera, lampu penerangan, dan drone bawah air sebelum menyelam. Oksigen mereka hanya cukup untuk sekitar satu jam, sehingga eksplorasi harus selesai dan mereka harus kembali ke permukaan dalam waktu terbatas.

Seorang pria berambut abu-abu duduk di atas batu di tepi danau, sementara dua penyelam mendekati tepian dari dalam air

Mereka terus turun menyusuri anak tangga bawah air dan kontur tanah yang tenggelam, hingga perlahan tampak sebuah rumah besar beratap runcing dengan cerobong asap di tengah air danau yang gelap. Dinding luar, atap, dan bingkai jendela rumah itu masih utuh, tetapi hampir tidak ada aktivitas ikan di sekitarnya. Keduanya masuk ke dalam melalui sebuah jendela yang bisa dibuka, lalu mulai merekam lantai demi lantai.

Seorang penyelam melayang di dekat atap dan cerobong asap bangunan bawah air

Rumah Bawah Air yang Terawat Sempurna

Perabotan, tirai, foto, dan hiasan di dalam rumah masih berada di tempatnya, dengan tingkat keawetan yang tidak sesuai dengan kondisi terendam air dalam waktu lama. Saat berenang melewati koridor, kamar tidur, dan ruang keluarga, keduanya mendengar suara yang tidak jelas asalnya; sensor gerak pada drone juga bereaksi, tetapi ketika lampu diarahkan ke titik tersebut, tidak ditemukan manusia atau hewan yang bergerak, dan sebagian peralatan elektronik mereka mulai mengalami gangguan.

Cahaya lampu bawah air menyinari sebuah jendela tua dengan hiasan logam berukir

Melanjutkan pencarian, mereka melihat di dinding beberapa foto anak-anak yang hilang, poster pencarian orang, dan kliping berita lama, sementara di bagian lain rumah terdapat simbol-simbol ritual seperti pentagram. Bingkai kayu di dekat pintu keluar dipenuhi bekas cakaran, tanda bahwa pernah ada orang di dalam rumah ini yang berusaha melarikan diri keluar.

Cahaya lampu menyinari sejumlah poster pencarian orang dan kliping berita lama di dinding

Pintu yang Disegel dengan Salib

Mainan, topeng, dan boneka di dalam kamar terlihat mengerikan di bawah air, dan di ujung koridor terdapat sebuah pintu menuju area bawah tanah. Setelah masuk ke dapur, keduanya menemukan pintu kayu ganda lainnya yang dipaku dengan sebuah salib besar. Tina ingin menghentikan eksplorasi, tetapi Ben tetap menyingkirkan penghalang itu dan membuka pintu.

Penyelam menyinari hiasan wajah badut di dinding dengan lampunya

Penyelam menyinari salib besar yang terpasang pada pintu kayu ganda

Di lantai ruangan di balik pintu itu tergambar pentagram, dengan dua mayat bertopeng seperti alat penyiksaan tergantung di atasnya dengan rantai. Di ruangan kecil di sampingnya tersimpan wadah berisi jaringan tubuh manusia. Menyadari bahwa tempat ini pernah menjadi lokasi penyekapan dan pembunuhan dalam waktu lama, keduanya segera memutuskan untuk pergi.

Mayat yang Bangkit dan Jalan Keluar yang Hilang

Ben dan Tina kembali ke jendela tempat mereka pertama kali masuk, tetapi mendapati jendela itu sudah tertutup rapat oleh tembok bata. Mereka pun terpaksa mencari jalan keluar lain di dalam rumah. Saat Tina mencoba membuka sebuah jeruji di ruang bawah tanah, ia diserang, meski gangguan itu cepat berhenti; sementara itu, Ben yang seolah tidak menyadari kejadian tersebut malah melepas topeng dari wajah kedua mayat.

Dua mayat berpakaian terang tergantung di antara beberapa rantai

Di balik topeng itu ternyata adalah Tuan dan Nyonya Montégnac, pemilik rumah ini. Kedua mayat itu tiba-tiba bergerak dan mengejar para penyelam melewati kamar-kamar dan koridor. Ben dan Tina mencoba melarikan diri ke atas melalui cerobong asap, tetapi saluran cerobong itu runtuh di tengah jalan, memisahkan mereka ke lantai yang berbeda.

Sebuah wajah pucat mendekat ke kamera, rambutnya melayang ke belakang di dalam air

Lampu penyelam menyinari sesosok tubuh pucat yang terikat rantai

Rahasia Keluarga Montégnac

Ben masuk sendirian ke kamar tidur di lantai atas dan melihat nama Pierre pada pohon keluarga, memastikan bahwa pria tua yang menjadi pemandu mereka adalah putra keluarga Montégnac. Sarah, putri keluarga itu yang telah meninggal, muncul dan mengambil alih kendali atas Ben. Ketika Tina menemukannya, ia dibawa masuk ke sebuah ruang keluarga tersembunyi di ruang bawah tanah; rekaman film lama di dalamnya, bersama perilaku Ben yang sudah dikendalikan, bersama-sama mengungkap masa lalu rumah ini.

Sebuah boneka anak berpakaian terang melayang di depan lampu penyelam

Tuan Montégnac dan Pierre pernah menculik anak-anak di sekitar rumah dan menggelar ritual pembunuhan di dalamnya. Warga setempat kemudian menyerbu rumah itu untuk membalas dendam, menewaskan Tuan dan Nyonya Montégnac beserta Sarah, sementara Pierre berhasil melarikan diri. Setelah bendungan dibangun dan desa itu tenggelam, rumah tersebut ikut tenggelam ke dasar danau bersama mayat dan jejak kejahatan di dalamnya; bertahun-tahun kemudian, Pierre kembali membawa penyelam dari luar ke tempat ini.

Dua sosok bayangan muncul di layar proyeksi dalam ruangan yang temaram

Ending

Sarah menggunakan Ben yang telah dikendalikannya untuk memaksa Tina tetap tinggal. Oksigen Tina yang sudah hampir habis membuatnya melarikan diri ke sebuah ruang doa ritual tersembunyi, tempat ia menemukan sebuah poros vertikal menuju luar rumah. Ben mengejarnya dan mencoba membunuhnya, tetapi Tina melukainya dengan pisau selam hingga ia sempat lepas dari kendali Sarah; Sarah kemudian menikam Ben hingga tewas, sementara Tuan dan Nyonya Montégnac terus mendekat.

Sebuah tangan bersarung hitam memegang pisau berwarna perak di dalam air

Tina berenang sendirian masuk ke dalam poros itu dan akhirnya berhasil keluar dari rumah, kembali ke perairan danau yang terbuka. Cahaya permukaan air sudah terlihat di atas jalan keluar, tetapi tabung oksigen dan udara di paru-parunya telah habis. Ia kehilangan kesadaran dan tenggelam sebelum mencapai permukaan, dan tidak pernah kembali ke daratan.

Seorang wanita berambut panjang tanpa masker selam melayang di air berwarna biru kehijauan

Dalam adegan singkat setelah kredit, Pierre kembali terlihat menemani dua penyelam baru ke tepi danau, menunjukkan bahwa ia masih terus membawa orang-orang asing ke rumah bawah air itu.