← Kembali ke beranda

The Body

Perselingkuhan, racun tanpa jejak, dan tabrak lari sepuluh tahun silam terungkap setelah sesosok jenazah menghilang: Ulasan lengkap penyelidikan di kamar jenazah dan ending penuh balas dendam dalam film The Body

Judul

The Body

El cuerpo

Tahun / Durasi

2012 · 111 menit

Genre

Misteri / Thriller / Kriminal

Sutradara

Oriol Paulo

Penulis

Oriol Paulo, Lara Sendim

Rating

Pemeran

Jose Coronado (sebagai Jaime Peña), Hugo Silva (sebagai Álex Ulloa), Belén Rueda (sebagai Mayka Villaverde), Aura Garrido (sebagai Carla Miller/Eva Peña)

The Body
Dua pria berkacamata melihat ke dalam melalui bukaan logam berbentuk lingkaran Sejumlah brankar yang ditutupi kantong jenazah hitam berada di kamar jenazah dengan cahaya hijau Sepasang tangan memegang botol kecil berlabel TH-16 di samping segelas anggur merah Seorang perempuan berambut pirang mengangkat segelas anggur merah di kamar mandi yang terang Seorang pria berjanggut duduk sendirian di kantor yang dipenuhi dokumen dan peralatan Seorang pria tua mengarahkan senter kepada pria berjanggut yang berdiri di sebelahnya
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Body (El cuerpo) adalah film misteri thriller Spanyol yang disutradarai oleh Oriol Paulo dan ditulis olehnya bersama Lara Sendim. Film ini dibintangi Jose Coronado, Hugo Silva, Belén Rueda, dan Aura Garrido. Film ini ditayangkan sebagai film pembuka Festival Film Sitges pada Oktober 2012, kemudian tayang di bioskop Spanyol pada 21 Desember tahun yang sama, dengan durasi 111 menit.

Per 24 September 2026, film ini mendapat skor 7,6 di IMDb dari sekitar 81.000 penilaian. Skor dari seluruh penonton di Rotten Tomatoes mencapai 79%, yang menunjukkan tanggapan penonton secara umum cukup positif. Saat itu, Rotten Tomatoes hanya memuat satu ulasan kritikus sehingga persentase ulasan kritikus tidak digunakan untuk merangkum penerimaan film ini.

Penjaga Melarikan Diri dan Jenazah Menghilang

Pada suatu malam saat hujan lebat, penjaga kamar jenazah Ángel Torres tiba-tiba berlari keluar dari hutan. Ia ditabrak mobil di jalan raya, mengalami luka parah, lalu koma. Setelah tiba di lokasi, Inspektur Jaime Peña memeriksa rekaman pengawas dan mendapati sebagian besar kamera sudah tidak berfungsi. Satu-satunya rekaman yang tersisa hanya memperlihatkan Ángel naik ke lantai atas sambil membawa senter, kemudian melarikan diri dengan panik.

Dua pria berkacamata melihat ke dalam melalui bukaan logam berbentuk lingkaran

Polisi segera memastikan bahwa jenazah pengusaha Mayka Villaverde telah menghilang dari kamar jenazah. Mayka baru pulang dari perjalanan bisnis ke Los Angeles dan ditemukan ambruk di rumah pada sore itu. Penyebab awal kematiannya diduga serangan jantung. Dokter forensik belum selesai melakukan autopsi dan tidak ada tanda-tanda jelas bahwa seseorang masuk secara paksa ke gedung tersebut. Karena itu, Jaime mulai memusatkan perhatian pada orang-orang terdekat mendiang.

Sejumlah brankar yang ditutupi kantong jenazah hitam berada di kamar jenazah dengan cahaya hijau

Saat menerima telepon, suami Mayka, Álex Ulloa, sedang bersama seorang perempuan muda bernama Carla Miller. Ia meyakinkan Carla bahwa istrinya sudah meninggal, lalu pergi seorang diri ke kamar jenazah. Jaime menyadari bahwa Álex sudah menggunakan bentuk lampau saat membicarakan istrinya, sedangkan ia sendiri masih sulit menganggap istrinya, Ruth, sebagai bagian dari masa lalu meski perempuan itu sudah meninggal sepuluh tahun lalu. Perbedaan ini membuatnya mulai mencurigai Álex.

Racun Tanpa Jejak dalam Anggur Merah

Berbagai petunjuk yang mengarah kepada Álex terus bermunculan di kamar jenazah. Di dekat loker yang dibongkar paksa, ia menemukan botol kecil berlabel “TH-16”. Racun yang diproduksi perusahaan farmasi milik Mayka ini menimbulkan gejala menyerupai serangan jantung setelah delapan jam dan tidak meninggalkan jejak dalam darah. Jaime menemukan botol itu saat menggeledah Álex, tetapi Álex hanya mengakui bahwa botol tersebut berasal dari laboratorium tempatnya bekerja.

Sepasang tangan memegang botol kecil berlabel TH-16 di samping segelas anggur merah

Pada pagi harinya, Álex meneteskan TH-16 ke dalam anggur merah dan membawanya kepada Mayka yang sedang berada di kamar mandi. Setelah melihat Mayka meminum anggur itu, ia meninggalkan rumah karena mengira racun tersebut akan bekerja pada waktu yang telah diperkirakan. Mayka mengendalikan kekayaan keluarga dan pekerjaan Álex, serta mulai mencurigai suaminya tidak setia. Álex ingin terbebas dari pernikahan mereka, tetapi juga tidak mau kehilangan harta akibat perceraian. Karena itu, ia memilih untuk membunuh Mayka.

Seorang perempuan berambut pirang mengangkat segelas anggur merah di kamar mandi yang terang

Namun, serangkaian kejadian setelah jenazah itu menghilang membuat keyakinan Álex goyah. Ia khawatir Mayka tidak meminum anggur beracun itu, melainkan memakai obat untuk membuat dirinya seolah-olah meninggal, lalu keluar dari kamar jenazah. Tanggal di dinding, undangan pesta yang tiba-tiba muncul, tulisan tangan Mayka, dan sebuah ponsel yang menerima panggilan aneh seakan memperingatkan Álex bahwa Mayka mengetahui rencana pembunuhan tersebut dan perlahan sedang mendekati dirinya serta Carla.

Petunjuk Memaksa Pengakuan Pembunuhan

Jaime menahan Álex di kamar jenazah untuk dimintai keterangan. Penyelidikan menunjukkan bahwa Mayka pernah menyewa detektif swasta Javier Alonso untuk menyelidiki perselingkuhan suaminya. Ia juga mungkin pernah mendengar Álex membicarakan rencana pembunuhan. Polisi turut menemukan denah kamar jenazah, sekop, penutup kepala, dan sepucuk pistol yang pernah ditembakkan di rumah serta mobil Álex. Semua barang ini membuat hilangnya jenazah mengarah kepadanya.

Seorang pria berjanggut duduk sendirian di kantor yang dipenuhi dokumen dan peralatan

Carla terus menelepon dan mendesak Álex untuk pergi. Ia juga mengaku bahwa seseorang menyelipkan foto dan rekaman mereka di bawah pintunya. Khawatir Carla diserang, Álex akhirnya mengakui perselingkuhan dan peracunannya kepada Jaime. Ia menjelaskan bahwa menurutnya, Mayka menukar gelas mereka, berpura-pura meninggal, lalu mengatur sendiri teror di kamar jenazah. Namun, Jaime menilai semua pernyataan itu hanyalah jalan keluar yang dicari seorang pembunuh untuk membela diri.

Seorang pria tua mengarahkan senter kepada pria berjanggut yang berdiri di sebelahnya

Ángel kemudian sadar di rumah sakit. Ia mengingat bahwa setelah mendengar suara aneh, ia melihat jenazah Mayka terbaring di dalam lift. Ketika pintu lift kembali terbuka, jenazah itu sudah menghilang dan seseorang bertopeng menembaknya sehingga ia melarikan diri dari kamar jenazah. Kesaksian ini membuktikan bahwa seseorang memang memindahkan jenazah pada malam itu, tetapi tidak membebaskan Álex dari kecurigaan meracuni Mayka.

Dua Hubungan dan Carla yang Tidak Pernah Ada

Selama penyelidikan polisi, Álex terus mengenang pernikahannya dengan Mayka. Mayka lebih tua darinya, memiliki perusahaan farmasi, dan menyuruh Álex meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen untuk bergabung dengan perusahaan. Terkadang Mayka menunjukkan kemesraan, tetapi di lain waktu ia mengendalikan suaminya dengan mengujinya melalui jabatan, harta, dan kesetiaan. Sementara itu, Álex mempertahankan pernikahan mereka sembari menyembunyikan hubungannya dengan Carla.

Seorang perempuan berambut pirang memeluk pria berkemeja terang dari belakang

Álex mengenal Carla di universitas. Setelah mulai menjalin hubungan, mereka berjanji untuk tidak menyembunyikan masa lalu masing-masing. Álex juga menceritakan kepadanya bahwa bertahun-tahun sebelumnya, ia dan Mayka pernah melarikan diri setelah menabrak seseorang dengan mobil. Dengan menyamar sebagai kekasih mudanya, Carla mendapatkan kepercayaan Álex sekaligus pengakuan yang cukup untuk memastikan tanggung jawabnya dalam kasus lama tersebut.

Seorang pria berjaket kulit merangkul perempuan berambut merah yang memegang rokok

Seorang perempuan berambut merah berdiri di belakang meja dapur yang dipenuhi botol dan gelas

Ketika Álex meminta polisi melindungi Carla, Jaime mengirim seseorang untuk memeriksa alamatnya. Namun, mereka mendapati apartemen itu sudah bertahun-tahun kosong dan tidak ada bukti bahwa seseorang bernama Carla Miller pernah tinggal di sana. Identitas Carla tiba-tiba tidak dapat dibuktikan. Akibatnya, Álex semakin terlihat seolah-olah mengarang sosok seorang kekasih demi menciptakan penjelasan atas pembunuhan yang dilakukannya.

Jenazah Muncul Kembali dan Pelarian ke Hutan

Saat polisi hendak membawa Álex pergi, sesosok jenazah ditemukan di hutan dekat kamar jenazah. Perempuan yang meninggal itu bukan Carla, melainkan Mayka yang sempat menghilang. Kemunculan kembali jenazah tersebut membantah dugaan bahwa Mayka masih hidup. Hal ini juga menunjukkan bahwa seseorang sengaja memasang berbagai jebakan dan petunjuk di kamar jenazah khusus untuk Álex.

Seorang perempuan berambut pirang dengan mata terpejam terbaring dalam pembungkus hitam, sementara beberapa tangan terulur dari kedua sisinya

Setelah melihat Mayka, Álex mendorong Jaime lalu berlari ke hutan dengan tangan masih diborgol. Namun, tubuhnya segera kehilangan tenaga. Jaime menyusulnya dan menceritakan kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya, Ruth, sepuluh tahun lalu. Sebuah mobil besar menabrak keluarganya tanpa berhenti atau meminta pertolongan. Ruth sebenarnya mungkin dapat diselamatkan, tetapi orang yang menabraknya pergi sehingga ia terlambat mendapatkan perawatan.

Dengan latar hutan, seorang pria tua berkacamata membungkuk sambil mengulurkan kedua tangannya

Eva yang masih kecil saat itu duduk di kursi belakang dan juga selamat. Jaime tidak pernah berhasil mengingat nomor pelat kendaraan tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Eva mengingat petunjuk yang berkaitan dengan sebuah hotel di Avalon, Pulau Santa Catalina. Jaime mengikuti petunjuk itu hingga menemukan sebuah kendaraan dan menyimpulkan bahwa Álex serta Mayka adalah orang-orang yang melarikan diri malam itu. Eva masih khawatir ingatan masa kecilnya dapat menuduh orang yang tidak bersalah, sehingga setelah dewasa ia sengaja mendekati Álex. Baru ketika Álex sendiri menceritakan bagaimana ia meninggalkan lokasi kecelakaan, ayah dan anak itu akhirnya memastikan tanggung jawab mereka berdua.

Ending

Jaime memperlihatkan foto putrinya kepada Álex yang terkapar di hutan. Eva dalam foto itu adalah perempuan yang selama ini Álex panggil Carla. Carla Miller hanyalah identitas yang digunakannya untuk membalas dendam. Eva bertugas mendekati Álex dan mendapatkan pengakuannya tentang kasus lama tersebut. Sementara itu, Jaime memindahkan jenazah Mayka dari kamar jenazah, mengubah pengaturan keamanan, lalu bersama putrinya menciptakan berbagai petunjuk yang membuat Mayka seolah-olah masih hidup.

Sebuah dompet terbuka berisi foto perempuan berambut gelap dan kartu identitas polisi

Sekop, penutup kepala, pistol, dan benda-benda lain yang mengarah kepada Álex juga sengaja ditempatkan oleh ayah dan anak itu. Mayka memang meninggal akibat TH-16 yang diberikan Álex. Jaime dan Eva tidak mengubah jalannya pembunuhan itu, tetapi memanfaatkan hilangnya jenazah untuk menjebak Álex di kamar jenazah dan membuatnya mengakui pembunuhan istrinya serta tabrak lari sepuluh tahun lalu dalam ketakutan.

Álex semakin sulit bernapas. Jaime memberitahunya bahwa minuman yang disiapkan Eva untuk Álex di apartemen delapan jam sebelumnya juga mengandung TH-16. Racun itu akan segera memicu serangan jantung, sementara tekanan berat di lokasi kejadian akan tampak sebagai penyebab kematiannya. Eva membuang ponsel yang dipakainya untuk menghubungi Álex. Jaime tetap berada di sisi Álex yang sudah tidak berdaya sambil menunggu racun tersebut menuntaskan pembalasan dendam ayah dan anak itu.

Di tengah hutan, seorang pria berjanggut memandang ke arah dekat sementara pria tua berkacamata berdiri di belakangnya