Split
Tiga gadis terjebak di antara dua puluh tiga kepribadian: alur lengkap Casey dan teman-temannya melarikan diri dari fasilitas bawah tanah, kemunculan kepribadian ke-24, hingga epilog yang diam-diam menyambung ke sekuelnya.
Judul
Split
Tahun / Durasi
2016 · 117 menit
Genre
Kriminal / Misteri / Thriller
Sutradara
M. Night Shyamalan
Penulis
M. Night Shyamalan
Rating
Pemeran
James McAvoy (sebagai Kevin Wendell Crumb dan berbagai kepribadiannya), Anya Taylor-Joy (sebagai Casey Cooke), Betty Buckley (sebagai Dr. Karen Fletcher), Haley Lu Richardson (sebagai Claire Benoit), Jessica Sula (sebagai Marcia), Brad William Henke (sebagai Paman John)
Split adalah film thriller psikologis Amerika Serikat yang ditulis, disutradarai, dan turut diproduksi oleh M. Night Shyamalan, dibintangi oleh James McAvoy, Anya Taylor-Joy, dan Betty Buckley. Film ini tayang perdana di Fantastic Fest pada 2016, lalu dirilis di bioskop Amerika Serikat pada Januari 2017, dengan durasi 117 menit.
Per 9 Agustus 2026, film ini meraih skor 7,3 di IMDb; dari 313 ulasan yang dihimpun Rotten Tomatoes, 79% di antaranya positif, dengan skor penonton yang sama, 79%. Pujian kritik terutama mengarah pada penampilan McAvoy yang berpindah-pindah di antara banyak kepribadian serta kendali Shyamalan atas ketegangan cerita, sementara cara film ini mengaitkan gangguan identitas disosiatif dengan bahaya kekerasan dikritik oleh para pendukung kesehatan mental. Alur cerita lengkap berikut disusun sesuai urutan kejadian dan mengandung spoiler ending.
Tiga Gadis Terbangun di Ruang Bawah Tanah
Setelah pesta ulang tahun Claire selesai, ia dan sahabatnya Marcia bersiap pulang naik mobil ayah Claire, dan Casey, teman sekelas mereka, ikut ditawari tumpangan. Ayah Claire meninggalkan mobil sebentar, lalu seorang pria asing duduk di kursi kemudi, langsung melumpuhkan dan membawa pergi ketiganya. Saat sadar kembali, mereka sudah terkurung di sebuah ruangan bawah tanah tanpa jendela.

Orang itu awalnya muncul sebagai sosok pria yang tegas dan sangat menyukai keteraturan, lalu berganti pakaian perempuan dan berbicara dengan para gadis sebagai kepribadian bernama Patricia. Ketiganya juga bertemu Hedwig, yang mengaku berusia sembilan tahun. Dari aksen, sikap, dan cara berpakaian yang jelas berbeda-beda itu, Casey menyimpulkan bahwa orang yang mengurung mereka bukan penculik biasa, melainkan beberapa kepribadian dalam satu tubuh; yang bertanggung jawab atas penculikan adalah Dennis, sementara Dennis dan Patricia sedang menunggu kemunculan kepribadian ke-24 yang belum pernah terlihat, yaitu “The Beast”.
Upaya Kabur Langsung Membuat Mereka Dipisah
Claire ingin segera melawan. Ia lebih dulu membongkar langit-langit dan merangkak masuk ke saluran ventilasi, sempat keluar dari sel awal mereka, tetapi dikejar oleh Dennis dan dikurung sendirian. Setelah itu, saat Patricia mengantar makanan, Marcia mengangkat perabot kayu di dalam ruangan untuk menyerangnya lalu kabur, tetapi Patricia segera menyusul dan mengunci Marcia di sel lain. Casey tertinggal sendirian, sehingga ketiganya tidak bisa lagi bergerak bersama.


Casey tidak lagi melawan secara langsung, melainkan mengamati hubungan kekuasaan di antara kepribadian-kepribadian itu. Ia menyadari bahwa meski Hedwig berbicara dan bersikap seperti anak-anak, dialah yang menentukan siapa yang mendapat kendali atas tubuh; Dennis dan Patricia memanfaatkan Hedwig untuk menyingkirkan Barry, yang sebelumnya bertugas mengatur giliran kepribadian, beserta kepribadian lainnya.
Casey Memanfaatkan Hedwig untuk Mencari Jalan Keluar
Casey mulai mendekati Hedwig, membuatnya percaya bahwa mereka berdua bisa berteman. Hedwig mengundangnya masuk ke kamarnya sendiri dan menyebut ada sebuah jendela di sana. Setelah tiba, Casey baru sadar bahwa yang disebut jendela itu hanyalah lukisan di dinding, dan tidak menuju ke dunia luar.

Meski begitu, ia menemukan sebuah walkie-talkie di ruangan itu dan segera mencoba menjelaskan kepada orang di ujung sana bahwa dirinya disekap. Orang yang menerima panggilan itu menganggapnya sebagai lelucon dan tidak segera melapor ke polisi; Patricia kemudian merebut kembali kendali atas tubuh dan menghentikan Casey menghubungi dunia luar.

Fletcher Menyadari Penyamaran Dennis
Kevin sudah lama menjalani terapi dengan Dr. Karen Fletcher. Fletcher telah mencatat dua puluh tiga kepribadian di dalam dirinya, dan meyakini bahwa kondisi tubuh ikut berubah setiap kali kepribadian yang berbeda mengambil kendali. Selama ini Barry yang mengatur siapa yang boleh masuk ke “cahaya”, sementara Dennis dan Patricia dibatasi karena kecenderungan mereka yang berbahaya; setelah penculikan terjadi, Fletcher berkali-kali menerima email permintaan tolong, tetapi selalu disangkal setiap kali mereka bertemu.

Dari nada bicara, kebiasaan, dan jawaban tentang masa lalu, Fletcher lambat laun yakin bahwa orang yang duduk di hadapannya bukan Barry, melainkan Dennis yang menirunya. Ia mengaitkan hilangnya tiga gadis belakangan ini dengan perilaku Dennis, lalu mendatangi sendiri fasilitas bawah tanah tempat Kevin bekerja. Dennis mengakui bahwa ia sudah bertemu “The Beast”; Fletcher berdalih meninggalkan percakapan, menemukan Claire yang dikurung sendirian di bagian dalam gedung, tetapi segera dilumpuhkan dan dikunci oleh Dennis.
Film Menyisipkan Kilas Balik Masa Kecil Casey
Sambil para gadis mencari jalan keluar, film ini berulang kali menyisipkan masa kecil Casey. Ia pernah pergi berburu ke hutan bersama ayahnya dan Paman John; ayahnya mengajarinya mengamati, menunggu, dan menggunakan senapan. Dalam salah satu kegiatan berkemah, John mulai melecehkan Casey yang saat itu masih kecil.


Ayahnya kemudian meninggal karena sakit jantung, dan John menjadi wali sah Casey; pelecehan itu tidak berhenti. Film ini menyandingkan kenangan-kenangan tersebut dengan tindakan Casey di ruang bawah tanah saat mengamati kepribadian-kepribadian yang berbeda dan menunggu peluang untuk lolos, tanpa memberi satu penjelasan psikologis tunggal untuk setiap pilihannya.
Kepribadian ke-24 Muncul di Atas Kereta
Setelah melumpuhkan Fletcher, Dennis pergi ke stasiun kereta dan masuk ke sebuah gerbong kosong. Ayah Kevin dulu juga naik kereta dan tidak pernah kembali, sehingga kereta terhubung dengan trauma masa kecilnya; di sinilah Dennis menyerahkan tubuh kepada kepribadian ke-24 yang selama ini dianggap sebagai ramalan.

Setelah “The Beast” muncul, tubuh Kevin menunjukkan kekuatan, kecepatan, dan kemampuan memanjat yang luar biasa. Ia turun dari kereta dan kembali ke fasilitas bawah tanah. Selama dikurung, Fletcher menuliskan nama lengkap Kevin di secarik kertas, meninggalkan cara agar kepribadian aslinya bisa sadar sejenak.
Fletcher Meninggalkan Nama Kevin
Setelah “The Beast” kembali ke tempat penyekapan, Fletcher mencoba melawan dengan pisau, tetapi dibunuh olehnya. Sementara itu, Casey lebih dulu mencongkel sebuah pintu dengan paku yang ada di ruangannya, menemukan komputer Kevin di ruang luar yang masih terkunci, dan menonton rekaman video yang ditinggalkan berbagai kepribadian. Dari sebuah rekaman Barry, ia memperhatikan kunci yang tergantung di gantungan mantel; setelah mengambil kunci itu barulah ia meninggalkan area penyekapan.

Casey lebih dulu mendapati Marcia sudah tewas, lalu menyaksikan “The Beast” menyerang Claire. Ia lari ke dekat jasad Fletcher dan menemukan secarik kertas berisi nama lengkap Kevin. Saat “The Beast” mendekat, Casey berulang kali menyebut nama Kevin Wendell Crumb, hingga akhirnya Kevin yang asli berhasil mengambil alih kendali tubuh. Ia baru sadar telah kehilangan ingatan selama dua tahun, dan menyadari bahwa kepribadian-kepribadian lain telah memakai tubuhnya untuk menculik dan membunuh; ia pun memberi tahu Casey bahwa senapan tersimpan di lemari bawah dan amunisi ada di lemari seragam di lorong layanan, sambil memintanya untuk membunuh dirinya sendiri. Namun Kevin segera kehilangan kendali lagi, beberapa kepribadian muncul silih berganti, dan akhirnya Patricia menyerahkan kembali tubuh kepada “The Beast”.
Senapan Tidak Menghentikan “The Beast”
Berkat saputangan yang sebelumnya diselipkan Fletcher di lubang kunci pintu, Casey berhasil keluar dari ruangan. Ia mengambil senapan sesuai lokasi yang diberikan Kevin, lalu mengambil dua butir peluru dari lemari seragam di lorong layanan. “The Beast” mengejar dan melukai kakinya; Casey melarikan diri ke dalam sebuah kandang berjeruji besi, mengunci pintunya, lalu menembak dua kali ke arah “The Beast” yang semakin mendekat dari dalam kandang.


Dua peluru itu hanya melukai “The Beast”, tidak berhasil menghentikannya. Ia mulai membengkokkan jeruji dengan tangan kosong, tetapi sebelum masuk ke dalam kandang, ia melihat bekas luka lama di tubuh Casey. Ia menganggap orang yang belum pernah menderita sebagai “yang kotor” yang harus disingkirkan, sementara orang yang pernah terluka dianggapnya “murni”. Justru penilaian itulah yang membuatnya berhenti menyerang, melepaskan Casey, dan pergi — senapan itu sendiri tidak benar-benar mengalahkannya.
Ending
Keesokan harinya, seorang pekerja kebun binatang menemukan Casey, dan polisi pun datang. Barulah ia tahu bahwa tempat penyekapan itu berada di bawah Kebun Binatang Philadelphia, tempat Kevin selama ini bekerja. Petugas memberitahunya bahwa Paman John sudah datang untuk menjemputnya; Casey tidak langsung bangkit dan pergi, melainkan diam menatap ke depan.

Dennis, Patricia, dan Hedwig sudah berpindah ke tempat persembunyian lain, dan menganggap kemunculan “The Beast” sebagai awal dari perubahan dunia. Di sisi lain, berita televisi di sebuah rumah makan melaporkan kasus penculikan dan pembunuhan berantai itu, dan menjuluki Kevin “Horde” karena banyaknya kepribadian dalam dirinya. Seorang pelayan teringat bahwa lima belas tahun sebelumnya ada juga penjahat berkursi roda yang mendapat julukan serupa; David Dunn, yang duduk di sebelahnya, mengingatkannya bahwa orang itu adalah “Mr. Glass”. Kemunculannya mengungkap bahwa Split dan Unbreakable berada di semesta yang sama, sekaligus membuka jalan bagi Glass yang menyusul kemudian.
