Southbound
Lima mimpi buruk di jalan raya yang saling terhubung: alur lengkap tentang para pelarian, band perempuan, pengemudi penabrak, kakak yang mencari adiknya, dan keluarga yang berlibur, semuanya terjebak dalam lingkaran gurun
Judul
Southbound
Tahun / Durasi
2015 · 89 menit
Genre
Misteri / Thriller / Horor
Sutradara
Roxanne Benjamin, David Bruckner, Patrick Horvath, Radio Silence
Penulis
Matt Bettinelli-Olpin / Roxanne Benjamin / Susan Burke / David Bruckner / Dallas Hallam / Patrick Horvath
Rating
Pemeran
Chad Villella (sebagai Mitch), Matt Bettinelli-Olpin (sebagai Jack), Fabianne Therese (sebagai Sadie), Hannah Marks (sebagai Ava), Nathalie Love (sebagai Kim), Mather Zickel (sebagai Lucas), David Yow (sebagai Danny), Hassie Harrison (sebagai Jem)
Southbound adalah film horor Amerika Serikat yang disutradarai bersama oleh Roxanne Benjamin, David Bruckner, Patrick Horvath, dan Radio Silence. Chad Villella dan Matt Bettinelli-Olpin memerankan Mitch dan Jack yang sedang melarikan diri. Fabianne Therese, Hannah Marks, dan Nathalie Love memerankan para anggota band perempuan yang bepergian bersama, sedangkan Mather Zickel memerankan Lucas, pengemudi yang menabrak seseorang. Film berdurasi 89 menit ini tayang perdana di Toronto International Film Festival pada 16 September 2015.
Per 27 September 2026, film ini mendapat nilai 5,9 di IMDb dari 23.328 pengguna. Di Rotten Tomatoes, 81% dari 52 ulasan kritikus memberikan penilaian positif, sementara skor penontonnya mencapai 51%. Tanggapan kritikus secara umum cenderung positif, sedangkan reaksi penonton lebih beragam.
Jalan Tanpa Ujung yang Berlumuran Darah
Mitch dan Jack berkendara melintasi gurun dengan tubuh berlumuran darah, sementara beberapa makhluk mirip kerangka yang melayang di udara terus mengikuti mereka dari kejauhan. Mitch berulang kali memandangi foto putrinya, Kathryn, tetapi tidak memberi tahu Jack bahwa ia telah melihat para pengejar itu. Mereka berhenti di sebuah pom bensin tua untuk membersihkan darah di tubuh dan mencari jalan keluar.

Setelah kembali melaju, mereka justru tiba lagi di pom bensin yang sama. Jalan mana pun yang dipilih, bangunan dan jalan raya di sekitar selalu membawa mereka kembali ke tempat semula. Jack mencoba melarikan diri sendirian, tetapi dibunuh oleh makhluk yang mendekat. Mitch menganggap kejadian ini sebagai hukuman yang pantas ia terima. Ia tidak lagi berusaha kabur dan malah masuk ke motel di dekat sana.

Mitch memasuki kamar nomor 6255, tetapi di balik pintunya muncul sebuah rumah yang ia kenal. Ia mendengar Kathryn meminta tolong dan mengikuti suara itu menyusuri lorong, tetapi sosok putrinya selalu menjauh setiap kali ia mendekat. Pada akhirnya, Mitch terjebak di dalam rumah yang terus memanjang, tanpa mampu memperbaiki kenyataan bahwa dahulu ia gagal menyelamatkan putrinya.
Band Perempuan Memasuki Rumah yang Aneh
Di motel yang sama, Sadie, Ava, dan Kim mengakhiri persinggahan mereka lalu melanjutkan perjalanan dengan van hijau. Band mereka sebelumnya memiliki anggota keempat bernama Alex, tetapi ia telah meninggal dalam kecelakaan mobil. Setelah ban van pecah di tengah gurun, sepasang suami istri yang kebetulan lewat, Betty dan Dale, menawarkan tumpangan ke rumah mereka.

Betty dan Dale membawa ketiganya ke rumah mereka untuk makan bersama keluarga Kensington yang tinggal di dekat sana. Orang-orang di meja makan terlebih dahulu berdoa kepada sosok yang mereka sebut sebagai Sang Penguasa, lalu menyajikan daging panggang yang hangus. Sadie yang vegetarian menolak makan. Setelah menyantap makanan itu, Ava dan Kim mulai memuntahkan cairan hitam. Tuan rumah menyuruh mereka meminum obat berwarna putih. Setelah itu, keduanya tampak linglung dan menolak pergi bersama Sadie.

Pada malam hari, Sadie menyadari Ava dan Kim sudah meninggalkan kamar. Ia mengikuti cahaya api ke luar rumah dan melihat kedua temannya bersama para penghuni rumah mengelilingi api unggun dalam sebuah ritual. Saat bersembunyi di dekat sana untuk mengamati mereka, kaki Sadie menginjak perangkap binatang. Setelah berhasil melepaskan diri, ia kembali melihat sosok Alex. Sadie berlari ke jalan untuk menghentikan kendaraan, tetapi justru tertabrak mobil yang melaju dari arah depan.

Rumah Sakit Kosong Setelah Tabrakan
Saat itu, pengemudi bernama Lucas sedang menelepon istrinya, Claire, sehingga tidak sempat melihat Sadie di jalan. Begitu menyadari Sadie terluka parah, ia langsung menghubungi layanan darurat, tetapi tidak bisa menjelaskan lokasinya. Operator memintanya membawa korban ke fasilitas medis di kota terdekat. Ketika tiba di sana, Lucas mendapati seluruh bangunan kosong.

Operator, petugas medis darurat, dan seseorang yang mengaku sebagai dokter bergantian memberi Lucas petunjuk melalui telepon. Sesuai instruksi, Lucas memasang torniket pada Sadie, memasukkan selang pernapasan, lalu membelah rongga dadanya untuk melakukan penekanan. Sadie akhirnya meninggal. Suara-suara di ujung telepon pun tertawa, dan Lucas baru menyadari bahwa semua petunjuk itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyelamatkan Sadie.

Lucas mendapati semua pintu keluar rumah sakit terkunci. Ketika telepon kembali berdering, suara-suara itu menyuruhnya menceritakan kejadian tadi, lalu mengatakan bahwa ia tidak perlu bertanggung jawab atas kematian Sadie. Mereka telah menyiapkan pakaian bersih dan sebuah mobil lain untuknya, kemudian pintu pun terbuka. Lucas pergi sendirian dengan mobil, sementara sesosok makhluk melayang masih mengawasinya dari tepi jalan.
Danny Menerobos Kota untuk Mencari Adiknya
Sandy, operator yang sebelumnya berbicara dengan Lucas, ternyata berada di dekat telepon umum tidak jauh dari sana. Setelah mengakhiri panggilan, ia kembali ke bar bernama The Trap. Sementara itu, Danny menerobos masuk dengan senapan untuk menuntut informasi tentang keberadaan adiknya yang hilang, Jesse. Warren, salah satu pengunjung bar, memperlihatkan cakar yang bukan milik manusia dan melukai Danny. Danny menembak tangannya hingga putus, lalu menyandera bartender bernama Al untuk menunjukkan jalan.

Al membawa Danny ke pintu masuk rahasia di belakang kedai es krim. Melalui tato berbentuk mata di telapak tangannya, Al dapat melihat para iblis yang mendekat. Danny melewati pintu masuk itu dan menemukan Jesse di sebuah studio tato. Jesse dengan tegas mengatakan bahwa ia tinggal di sana atas kemauannya sendiri dan tidak ingin dibawa pergi. Danny tetap membunuh Al dan memaksa adiknya kembali ke mobil.

Para iblis di kota mengejar mereka sehingga Danny terpaksa meninggalkan jalan raya dan masuk ke gurun. Jesse menjelaskan bahwa ia telah membunuh orang tua mereka dan karena itu memilih tinggal di tempat tersebut untuk menanggung akibatnya. Para iblis menyeret Danny keluar dari mobil dan menelanjanginya, sedangkan Jesse mengemudikan mobil kembali ke kota dan meninggalkan kakaknya di sana.

Utang Lama di Rumah Liburan
Ketika Jesse kembali ke pintu masuk rahasia di kedai es krim, Jem yang baru keluar dari toilet melihatnya. Jem kemudian meninggalkan restoran bersama ayahnya, Daryl, dan ibunya, Cait, menuju rumah liburan yang mereka sewa. Ini adalah akhir pekan terakhir yang Jem lewatkan bersama orang tuanya sebelum mulai kuliah.

Malam itu, tiga pria bertopeng menerobos masuk ke rumah dan melumpuhkan Daryl serta Cait. Daryl mengenali para penyerang dan tahu alasan kedatangan mereka. Salah seorang pria bertopeng memberi tahu Cait tentang perbuatan Daryl di masa lalu, lalu membunuhnya di depan Daryl. Jem lolos dari pencarian awal, menusuk salah satu dari mereka dengan gunting, dan merebut tongkat pemukulnya. Dua pria lainnya membiarkan Jem pergi, kemudian melanjutkan tindakan mereka terhadap Daryl.

Ending
Salah seorang pria bertopeng memperlihatkan foto Kathryn kepada Daryl yang sekarat untuk terakhir kalinya. Kemudian, dua penyerang itu melepas topeng mereka sehingga terungkap bahwa mereka adalah Mitch dan Jack. Jem yang sudah berhasil kabur kembali ke rumah untuk melawan dan melukai keduanya dengan parah, tetapi Mitch akhirnya membunuhnya. Mitch dan Jack menyadari bahwa mereka telah mencelakai Jem yang sebenarnya bisa tetap hidup, tetapi semuanya sudah tidak dapat diperbaiki.

Tanah di luar rumah terbelah, lalu makhluk-makhluk melayang muncul dari sekitar mayat. Penyerang ketiga terseret ke bawah tanah. Mitch dan Jack melarikan diri dengan mobil, dan Jack bahkan menabrak makhluk yang menghalangi jalan. Setelah keduanya kembali ke jalan raya, Jack mengatakan bahwa mereka akan pulang. Mitch kembali mengambil foto Kathryn dan kembali melihat para pengejar di gurun, tetapi ia tidak memperingatkan Jack.

Adegan ini tersambung sempurna dengan pembuka film: darah di tubuh Mitch dan Jack berasal dari rumah liburan, sedangkan makhluk-makhluk yang mengejar mereka membawa keduanya kembali ke pom bensin dan ruas jalan yang sama. Kelima kisah terhubung melalui tokoh dan lokasi, lalu titik akhir kembali menjadi titik awal. Siklus hukuman di jalan raya pun segera dimulai lagi.