← Kembali ke beranda

Something Very Bad Is Going to Happen

Perjalanan darat penuh teror menuju pernikahan: lima hari sebelum hari pernikahannya, Rachel mengikuti tunangannya menuju rumah peristirahatan di tengah hutan bersalju, dan serangkaian kebetulan aneh membuatnya curiga ada kutukan kuno mematikan yang mengintai hubungan mereka

Judul

Something Very Bad Is Going to Happen

Tahun / Durasi

2026 · 8 episode

Genre

Drama / Horor

Sutradara

Weronika Tofilska, Axelle Carolyn, Lisa Brühlmann

Penulis

Haley Z. Boston

Rating

Pemeran

Camila Morrone, Adam DiMarco, Jeff Wilbusch, Karla Crome, Gus Birney

Something Very Bad Is Going to Happen
Pengantin di tengah suasana mencekam Bertemu pria asing di bar Tatapan dingin dalam jamuan keluarga Di antara gaun pengantin pusaka dan foto-foto keluarga Keretakan dalam hubungan yang intim
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Something Very Bad Is Going to Happen adalah serial drama horor Amerika tahun 2026, terdiri dari 8 episode, diciptakan sekaligus ditulis oleh Haley Z. Boston, dengan Duffer Brothers (pencipta Stranger Things) sebagai produser eksekutif, serta disutradarai bersama oleh Weronika Tofilska, Axelle Carolyn, dan Lisa Brühlmann. Alur utamanya berupa perjalanan darat penuh teror menuju hari pernikahan: lima hari sebelum pernikahannya, Rachel mengikuti tunangannya berkendara menuju rumah peristirahatan keluarga di tengah hutan bersalju di utara New York, dan serangkaian kebetulan aneh perlahan membuatnya sadar bahwa di balik hubungan yang tampak sempurna ini, tersembunyi kutukan kuno yang bisa merenggut nyawa.

Dari segi pemeran utama, Camila Morrone berperan sebagai Rachel, calon pengantin yang terus-menerus dihantui kejadian aneh menjelang hari pernikahannya; Adam DiMarco berperan sebagai Nicky, tunangan Rachel; Jeff Wilbusch berperan sebagai Jules, kakak Nicky yang berprofesi dokter; Karla Crome berperan sebagai Nell, istri Jules saat ini yang juga mantan kekasih Nicky; dan Gus Birney berperan sebagai Portia, adik perempuan Nicky.

Di balik balutan genre horor, serial ini perlahan mengungkap rahasia yang diwariskan turun-temurun oleh dua keluarga lewat sebuah pernikahan yang tampak biasa saja. Serial ini mendapat skor 6,8 di IMDb.

Awal yang Penuh Firasat Buruk

Cerita dibuka dengan kilasan lima hari ke depan: lokasi pernikahan yang seharusnya hangat dan penuh cinta kini berubah menjadi lautan darah. Setelah sekilas firasat buruk itu, narasi kembali ke masa kini, dimulai dari saat pasangan pengantin ini berangkat menuju hari pernikahan mereka — dalam cerita ini, begitu seseorang memutuskan untuk menikah, sepertinya tidak ada lagi jalan untuk kembali, dan menikahi orang yang salah harganya adalah nyawa.

Pengantin di tengah suasana mencekam

Lima Hari Sebelum Pernikahan: Perjalanan yang Aneh

Alur utama berfokus pada pasangan lainnya: Rachel (diperankan oleh Camila Morrone), mahasiswa pascasarjana psikologi, dan tunangannya Nicky (diperankan oleh Adam DiMarco). Lima hari sebelum pernikahan, keduanya berkendara menuju rumah peristirahatan terpencil milik orang tua Nicky yang berada jauh di tengah hutan bersalju, tempat mereka berencana melangsungkan pernikahan.

Perjalanan ini sudah terasa aneh sejak awal.

Di sebuah tempat istirahat yang sepi, mereka menemukan seorang bayi terkunci sendirian di dalam mobil, tetapi orang tuanya tidak ditemukan di mana pun. Rachel meminta Nicky untuk tetap menjaga bayi itu, sementara dirinya pergi mencari bantuan ke tempat lain. Di sana ada sebuah bar kecil yang nyaris kosong, dan di dalamnya Rachel dibuntuti serta diganggu oleh seorang pria asing. Dalam keadaan terdesak, dia menusukkan kunci mobilnya dalam-dalam ke telapak tangan pria itu, tetapi pria itu sama sekali tidak merasa sakit, hanya balik bertanya dingin, “Kamu yakin dia jodoh sejatimu?”

Bertemu pria asing di bar

Rachel yang masih terguncang bergegas kembali ke sisi Nicky, dan mendapati tubuhnya penuh luka — ternyata orang tua bayi itu kembali dari jalan-jalan, mendapati Nicky sedang menjaga anak mereka, dan langsung menyerangnya tanpa banyak bicara. Meski hanya alarm palsu, kejadian ini membayangi seluruh perjalanan mereka dengan perasaan tidak enak yang sulit hilang.

Rumah Peristirahatan: Seisi Keluarga Menyembunyikan Sesuatu

Setelah tiba di rumah peristirahatan, kejadian aneh datang bertubi-tubi.

Rachel bertemu dengan keluarga Nicky: adiknya Portia, kakaknya yang berprofesi dokter, Jules, serta Nell, istri Jules saat ini yang juga mantan kekasih Nicky. Portia menceritakan sebuah legenda setempat — saat masih muda, Jules pernah berpapasan dengan monster yang disebut “Pria Minta Maaf”, yang konon merangkak naik dari neraka ke dunia manusia, khusus membelah tubuh perempuan demi mencari kembali istrinya, dan sangat peka terhadap bau darah. Malam itu, Victoria, calon ibu mertua Rachel yang bersikap aneh, berkata dengan nada penuh makna bahwa mereka berdua mungkin tidak akan sering bertemu lagi setelah ini.

Yang membuat Rachel semakin gelisah adalah sebuah undangan pernikahan yang dikembalikan — seseorang menuliskan “Jangan menikah dengannya” di baliknya.

Tatapan dingin dalam jamuan keluarga

Tidak lama setelah itu, gaun pengantin Rachel menghilang begitu saja. Nicky memutuskan untuk pulang sendiri ke Chicago, memeriksa apakah gaun itu tertinggal di rumah, dan meninggalkan Rachel sendirian di rumah asing itu. Selagi Nicky pergi, Portia, Nell, dan Victoria mengubah besar-besaran gaun pengantin lama milik Victoria dan memintanya dikenakan oleh Rachel; namun ayah Nicky, dokter bernama Boris, bersikap keras dan begitu melihatnya langsung menyuruh Rachel segera melepas gaun itu. Pada saat yang sama, Rachel mengetahui bahwa pernikahan yang semula disepakati hanya dihadiri kalangan dekat, ternyata daftar tamunya diam-diam telah membengkak hingga ratusan orang. Dia semakin merasa bahwa keluarga ini sebenarnya tidak menginginkan dirinya sebagai pribadi, melainkan sekadar sebuah pernikahan dan seorang pengantin perempuan — siapa pun pengantinnya sepertinya tidak penting.

Lubang Kubur di Hutan

Beberapa hari kemudian, Rachel berjalan masuk ke hutan bersalju di luar rumah dan menyaksikan dua pemandangan mengerikan: gaun pengantinnya yang hilang ternyata sudah dirobek-robek dan dikenakan pada sebuah boneka yang digantung di antara dahan pohon; sementara Boris, yang menghilang sepanjang malam, sedang menggali lubang dalam tak jauh dari situ.

Kembali ke dalam rumah, sedikit kebenaran mulai terungkap. Nicky bergegas pulang dari Chicago, dan orang tuanya akhirnya mengaku: Victoria mengidap tumor otak yang parah dan waktunya tidak banyak lagi, sehingga pernikahan besar-besaran ini sebenarnya dimaksudkan untuk memberinya satu momen bahagia terakhir yang bisa dinantikan selagi dia masih ada. Sementara boneka aneh itu ternyata dibuat oleh Jude, anak Jules yang masih kecil — dia sebelumnya melihat Rachel mimisan dan takut “Pria Minta Maaf” akan datang mengikuti bau darah, sehingga dia membuat boneka itu untuk mengalihkan perhatiannya. Alasan di balik berbagai perilaku aneh keluarga ini selama beberapa hari terakhir pun terungkap satu per satu.

Sang Ayah dan Rekaman Video Keluarga

Malam itu, saat Rachel bangun tengah malam untuk mengambil air minum, dia diculik. Penculiknya adalah pria yang sebelumnya terekam kamera Jude bersembunyi di ruang bawah tanah. Pria itu membawa Rachel ke sebuah rumah tua yang sudah reyot, dan mengungkapkan identitasnya — dia adalah Jay, ayah kandung Rachel.

Jay memutarkan sebuah rekaman video keluarga dari tahun 1997. Dalam rekaman itu, Jay muda dan istrinya, Alexandra, kabur ke daerah ini dan menikah di sebuah gereja yang kosong, hanya disaksikan oleh satu orang saksi; dari luar bingkai kamera, saksi itu bertanya kepada Alexandra, “Kamu yakin dia jodoh sejatimu?” Sepulang dari pernikahan ke pondok mereka, Alexandra yang sedang hamil tiba-tiba mengeluarkan darah dari seluruh lubang wajahnya dan meninggal seketika, sehingga Jay terpaksa membelah tubuhnya dan mengeluarkan anak perempuan yang dikandungnya — bayi itu adalah Rachel sendiri. Pernikahan berdarah yang menjadi pembuka cerita ternyata adalah awal mula kehidupan Rachel.

Jay mengakui bahwa tulisan “Jangan menikah dengannya” di balik undangan itu adalah tulisannya, padahal Rachel sama sekali tidak pernah mengundangnya. Di tengah kekacauan, Jules mendobrak masuk dan langsung menuduh ayah Rachel sebagai “Pria Minta Maaf” dalam legenda itu — karena dia pernah menyaksikan sendiri pria ini “membelah tubuh perempuan” di masa lalu. Memanfaatkan kekacauan itu, Rachel diam-diam melarikan diri dan kembali lagi ke bar kecil tadi.

Kebenaran di Balik Kutukan

Di dalam bar, pria misterius yang sebelumnya membuntutinya kali ini menusukkan garpu ke kaki Rachel, lalu menceritakan seluk-beluk kutukan itu kepadanya.

Dahulu kala, buyut perempuan pria ini membuat kesepakatan dengan “Kematian” demi menghidupkan kembali tunangannya yang telah meninggal, dengan bersikeras bahwa pria itu adalah jodoh sejatinya. Harga yang harus dibayar adalah sebuah kutukan yang diwariskan turun-temurun: jika keturunan keluarga itu menikah dengan orang yang bukan jodoh sejatinya, mereka akan mengeluarkan darah dari seluruh lubang wajah dan meninggal saat matahari terbenam pada hari pernikahan mereka. Pria ini sendiri seharusnya menikahi Marian — buyut perempuan Rachel — tetapi pada akhirnya pernikahan itu tidak pernah terjadi; Marian kemudian menikah dengan Thomas Harkin, dan sejak itu kutukan berpindah ke keluarga Harkin, yaitu garis keturunan ibu Rachel. Sebagai hukuman karena membatalkan pernikahan, “Kematian” membuat pria ini hidup abadi dan memerintahkannya untuk menyaksikan setiap pernikahan keluarga Harkin sesudahnya, sehingga dia pun dijuluki “Sang Saksi”.

Di antara gaun pengantin pusaka dan foto-foto keluarga

Rachel sedikit demi sedikit menyusun gambaran utuh kutukan itu: satu-satunya cara untuk lolos adalah dengan sama sekali tidak menyelesaikan pernikahan — dengan begitu dirinya sendiri bisa selamat, tetapi kutukan itu akan berpindah ke seluruh garis keturunan pasangannya. Dengan kata lain, jika dia mundur di detik-detik terakhir, seluruh keluarga Nicky akan mati karenanya. Ironisnya, sebenarnya Rachel-lah yang tidak terburu-buru untuk menikah, sementara Nicky yang justru selama ini sibuk mengatur dan mendesak agar pernikahan segera dilangsungkan.

Keraguan dan Ramuan Cinta

Menjelang hari pernikahan, kecurigaan di hati Rachel justru semakin menumpuk.

Pada makan malam gladi resik pernikahan, Rachel diminta menceritakan ulang bagaimana keduanya bertemu: dulu dia takut naik pesawat karena khawatir pesawat yang akan ditumpanginya jatuh, dan Nicky mengaku dia juga sempat ragu untuk naik pesawat yang sama, sehingga akhirnya memilih mengantarnya dengan mobil, bahkan mengatakan Rachel telah “menyelamatkan nyawanya”. Namun Jules, yang bertekad menyelamatkan Rachel, terus mendesaknya dengan pertanyaan hingga akhirnya membongkar kebohongan Nicky — ternyata dia sama sekali tidak berada di penerbangan itu. Hal ini membuat Rachel semakin ragu apakah Nicky benar-benar orang yang tepat baginya. Malam itu juga, dia mengungkapkan seluruh kebenaran tentang kutukan itu, termasuk hal yang bahkan tidak diketahui Jules: jika dia tidak menikah, seluruh keluarga Nicky akan mati.

Rachel dan Nell bersama-sama menelusuri arsip lama keluarga, mencoba mencari tahu apakah ada leluhur yang berhasil lolos dari kutukan. Hasilnya hanya ada satu pengecualian — seorang perempuan yang menjalani pernikahan selama lima puluh tujuh tahun dan meninggal secara wajar; dan di semua surat nikah itu, tertera tanda tangan saksi yang sama. Dalam keadaan mendesak, mereka mencoba menghubungi arwah lewat sebuah ritual pemanggilan roh, dan mendapatkan beberapa petunjuk yang samar. Pada saat yang sama, Nicky mengonfrontasi ibunya secara langsung soal perselingkuhannya di masa lalu, serta fakta bahwa Boris bukan ayah kandungnya, tetapi Victoria pingsan sebelum sempat menjelaskan semuanya.

Keretakan dalam hubungan yang intim

Kalimat dalam ritual itu — “sesuatu yang hidup, sesuatu yang mati, sesuatu yang dicuri, sesuatu yang berwarna merah darah” — akhirnya ditemukan jawabannya oleh Rachel dalam sebuah buku sihir milik Portia — ternyata itu adalah resep “ramuan cinta”, yang jika diminum bisa mengubah dirinya menjadi jodoh sejati Nicky yang ditakdirkan. Dengan waktu tersisa satu jam sebelum pernikahan, dia buru-buru mengumpulkan empat bahan itu: “sesuatu yang berwarna merah darah” adalah darah Sang Saksi, “sesuatu yang dicuri” adalah seuntai rambut Victoria, “sesuatu yang mati” adalah jari kelingking kaki kanannya sendiri yang dipotongnya dengan menahan sakit, dan “sesuatu yang hidup” adalah air mani Nicky — untuk itu keduanya berbaikan dan tidur bersama sebelum pernikahan. Ritual pun akan segera dimulai, dan Rachel telah meracik ramuan itu.

Pernikahan yang Menjadi Pemakaman

Namun ketika saat pengucapan janji suci tiba, Rachel justru memilih untuk tidak meminum ramuan itu — dia memutuskan untuk percaya bahwa tanpa bantuan sihir apa pun, Nicky memang benar-benar jodoh sejatinya.

Pernikahan pun dimulai sesuai rencana. Namun Nicky, yang jiwanya terguncang oleh kebenaran tentang pernikahan orang tuanya, tiba-tiba mengucapkan kata “tidak” di depan altar. Keduanya menyingkir dan bertengkar hebat, dan pada akhirnya terpaksa mengakui kenyataan pahit: mereka bukanlah jodoh sejati satu sama lain.

Matahari pun terbenam, dan pernikahan itu akhirnya tidak bisa diselesaikan — kutukan pun berpindah ke keluarga kandung Nicky. Sesosok “Kematian” yang menjerit nyaring dan tak kasat mata mulai mencabut nyawa, dan satu per satu keluarga kandung Nicky mengeluarkan darah dari seluruh lubang wajah mereka. Jules mengunci anaknya yang masih kecil, Jude, di sebuah ruangan dengan televisi yang dinyalakan keras-keras, untuk melindunginya dari pesta darah ini. Victoria, calon ibu mertua Rachel, meninggal lebih dulu, disusul Portia yang juga mulai berdarah tanpa henti — sebelumnya dia diam-diam pernah menikah di Las Vegas dengan seseorang yang juga bukan jodoh sejatinya.

Keluarga Nicky yang tidak menyerah memaksa Rachel untuk menyelesaikan upacara pernikahan, dan Sang Saksi pun ikut membubuhkan tanda tangannya, berusaha menghentikan kutukan itu — tetapi semuanya sia-sia. Rachel dan Nicky memang bukan jodoh sejati, sehingga tak seorang pun bisa lolos. Rachel mulai mengeluarkan darah dari seluruh lubang wajahnya, terhuyung-huyung berjalan ke salju di luar rumah, dan akhirnya jatuh dan meninggal di tengah salju; Portia pun mengembuskan napas terakhir dalam pelukan keluarganya setelah kehabisan darah.

Sementara itu, Jules dan Nell sama sekali tidak terluka dari awal hingga akhir — serial ini secara kuat menyiratkan bahwa keduanyalah yang sebenarnya merupakan jodoh sejati satu sama lain; sedangkan Nicky, yang pernikahannya tidak pernah selesai sehingga tidak bisa dikatakan “menikahi orang yang salah”, juga selamat dari malapetaka ini. Mereka pun bertahan hidup bersama Jude. Dengan begitu, tugas Sang Saksi akhirnya selesai, dan “Kematian” pun membawa pergi pria yang dihukum hidup abadi ini.

Ending

Keesokan paginya, Rachel hidup kembali. Karena dia telah memindahkan kutukan itu ke garis keturunan Nicky, hukuman yang diberikan “Kematian” kepadanya adalah menjadikannya “Sang Saksi” abadi yang baru.

Rachel yang telah hidup kembali kini terlihat dingin dan lelah. Dia hanya bertanya pelan kepada Nicky apakah dia melihat pematik apinya, dan Nicky yang masih terguncang tidak bisa menjawab, sehingga Rachel pun pergi dari kehidupannya tanpa menoleh ke belakang. Di lorong, dia menenangkan Jude yang ketakutan, meminta maaf kepadanya atas semua yang terjadi, berpesan agar kelak dia benar-benar berhati-hati dalam memilih pasangan menikah, dan berjanji akan selalu hadir untuk “menyaksikan” pada saatnya nanti, sebelum akhirnya memeluknya untuk berpamitan.

Di ruangan yang penuh dengan mayat, dia menemukan jasad Sang Saksi yang lama, dengan sebuah catatan di sampingnya bertuliskan “Giliranmu (YOUR TURN!)”, beserta sebuah amplop berisi uang, satu set pakaian ganti, dan sebuah kunci truk. Rachel mengendarai truk itu pergi, menemukan sebuah pematik api di dalamnya, dan dengan begitu meninggalkan kehidupan lamanya — menjadi Sang Saksi berikutnya yang akan selalu hadir, tetapi tidak akan pernah lagi bisa memiliki pernikahannya sendiri.