Pihu
Seorang anak perempuan berusia dua tahun melewati sehari sendirian di rumah yang penuh bahaya: Uraian lengkap alur cerita Pihu, dari pagi setelah pesta ulang tahun, rangkaian insiden berbahaya di rumah, hingga sang ayah kembali ke apartemen
Judul
Pihu
Tahun / Durasi
2016 · 91 menit
Genre
Drama / Thriller
Sutradara
Vinod Kapri
Penulis
Vinod Kapri
Rating
Pemeran
Pihu Myra Vishwakarma (sebagai Pihu), Prerna Vishwakarma (sebagai Puja), Rahul Bagga (sebagai Gaurav, hanya pengisi suara)
Penghargaan
14th Trans-Saharan International Film Festival: Grand Prize for Best Feature Film (Kompetisi Internasional) dan People's Choice Award for Best Film
Pihu adalah film drama thriller India yang ditulis dan disutradarai oleh Vinod Kapri, serta dibintangi oleh Pihu Myra Vishwakarma, Prerna Vishwakarma, dan Rahul Bagga. Film ini pertama kali diputar pada 2016 di Festival Film Internasional Vancouver, kemudian tayang di India pada 16 November 2018, dan berdurasi 91 menit.
Film ini mendapat nilai 6,7 di IMDb dari 3.203 penilaian. Rotten Tomatoes mencatat sembilan ulasan dengan tingkat kesegaran 67% dan skor penonton 71%. Kedua penilaian tersebut berada di atas 60%, sehingga tanggapan secara keseluruhan cenderung positif.
Pagi setelah pesta ulang tahun
Pihu, seorang anak perempuan berusia dua tahun, terbangun pada pagi setelah pesta ulang tahunnya. Balon, mainan, dan berbagai barang yang berserakan masih memenuhi rumah, sementara ibunya, Puja, terbaring di tempat tidur tanpa bereaksi. Pihu berkali-kali memanggil ibunya, menarik kakinya, lalu mengangkat tangannya, tetapi tetap tidak berhasil membangunkannya.


Film kemudian mengungkapkan bahwa wajah dan tangan Puja memiliki bekas luka. Pada malam sebelumnya, Gaurav datang terlambat sehingga melewatkan pesta ulang tahun Pihu. Puja juga mencurigainya berselingkuh dengan temannya, Meera, sehingga mereka bertengkar. Puja bunuh diri dengan menelan obat tidur secara berlebihan dan meninggalkan pesan terakhir di cermin yang menyatakan bahwa ia sempat ingin membawa Pihu mati bersamanya, tetapi tidak sanggup melakukannya. Gaurav sudah pergi ke Kolkata untuk menghadiri sebuah pertemuan, sehingga hanya Pihu dan ibunya yang telah meninggal yang tersisa di rumah.
Ayah di ujung telepon
Gaurav terus menelepon ke rumah dari luar kota. Pihu mengangkat ponsel, tetapi tidak mampu menjelaskan keadaan di rumah dengan jelas. Gaurav hanya mendengarnya berkata bahwa ibunya terus tidur dan tetap menyuruhnya memberikan telepon kepada Puja. Ia sempat meminta maaf kepada Puja melalui Pihu atas pertengkaran mereka pada malam sebelumnya. Ia lalu teringat bahwa setrika belum dimatikan ketika meninggalkan rumah, sehingga buru-buru meminta Pihu menjauhinya dan berusaha membangunkan ibunya.

Sambungan telepon berulang kali terputus, sementara Pihu tetap beraktivitas sendirian di berbagai ruangan. Tidak ada orang dewasa yang menanggapinya, padahal beberapa peralatan listrik di apartemen yang berantakan itu masih terhubung dengan listrik atau sedang menyala.

Mencari makanan sendiri saat lapar
Saat lapar, Pihu mula-mula mencari sisa makanan pesta di dalam rumah, lalu membuka lemari es untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Usianya masih terlalu muda untuk membedakan makanan dari pil, dan ia juga tidak mampu menggunakan peralatan dapur dengan aman.

Ia mencoba menyiapkan roti pipih untuk dirinya sendiri, memasukkan makanan ke dalam microwave, dan juga menghampiri kompor gas. Ia hanya bisa meniru tindakan orang dewasa yang biasa dilihatnya, tetapi setiap langkah justru membawanya semakin dekat dengan bahaya baru.
Peralatan listrik dan genangan air
Aliran listrik di rumah beberapa kali naik turun. Pihu mendekati stopkontak, kabel, dan pemanas air, lalu menyentuh setrika yang belum dimatikan hingga jarinya terbakar. Ia juga membuka keran tanpa menutupnya dengan benar, sehingga air mengalir dari ruangan hingga ke luar pintu.


Seorang tetangga melihat genangan air di luar pintu, tetapi mengira keluarga itu sedang pergi berlibur dan tidak segera masuk untuk memeriksa. Setelah terus menyala, pemanas air meledak. Suara ledakan yang keras menarik perhatian para penghuni gedung, tetapi pintu apartemen tetap terkunci.
Api dan asap tebal di dapur
Pihu menaruh roti pipih di dekat kompor, sementara peralatan masak dan api berada dalam jangkauannya. Roti itu hangus di atas kompor gas, apinya terus menyala, dan dapur perlahan mulai dipenuhi asap.


Ia juga sempat mengurung dirinya sendiri di dalam lemari es sebelum akhirnya berhasil keluar. Peralatan listrik, api terbuka, dan genangan air ada bersamaan di dalam rumah. Botol kaca serta berbagai barang sisa pesta pun berserakan di lantai, sehingga ia terus menghadapi bahaya saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain.
Boneka di luar balkon
Pihu membawa bonekanya ke balkon, lalu boneka itu jatuh ke bawah. Untuk meraihnya, ia memanjat tepi balkon dan mencondongkan tubuh melewati pagar, dengan permukaan tanah di luar gedung apartemen bertingkat tepat di bawah kakinya.


Seorang perempuan di bawah melihatnya berada dalam posisi berbahaya. Dari kejauhan, ia membujuk Pihu untuk mundur dan mengatakan akan membantu mengambilkan bonekanya. Pihu mengikuti seruannya dan menjauh dari pagar, sehingga untuk sementara terhindar dari bahaya terjatuh.
Ending
Setelah berkali-kali menelepon, Gaurav akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Pihu memberitahunya bahwa ibunya tidur sepanjang hari, sehingga ia segera meninggalkan Kolkata dan bergegas pulang. Sementara itu, Pihu memakan sisa makanan pesta dan tanpa sengaja menelan obat tidur yang berserakan di dekat ibunya, lalu tertidur di samping tempat tidur.

Pada malam hari, para tetangga melihat asap keluar dari apartemen dan mulai berusaha mendobrak pintu. Setelah tiba, Gaurav masuk ke rumah yang telah rusak akibat api, asap, dan genangan air. Ia memastikan Puja telah meninggal, lalu menemukan Pihu yang masih hidup di bawah tempat tidur. Pihu duduk di sana sambil bermain balok, sementara Gaurav menangis tersedu-sedu menghadapi kematian istrinya dan bahaya yang telah dialami putrinya. Film pun berakhir di sini.