Numb
Empat orang menembus belantara beku demi emas hasil perampokan: alur lengkap film Numb tentang pekerjaan yang batal, petunjuk koordinat, konflik di tengah salju, dan kebohongan terakhir
Judul
Numb
Tahun / Durasi
2015 · 90 menit
Genre
Misteri / Thriller
Sutradara
Jason R. Goode
Penulis
Andre Harden
Rating
Pemeran
Jamie Bamber (sebagai Will Evans), Stefanie von Pfetten (sebagai Dawn), Marie Avgeropoulos (sebagai Cheryl), Aleks Paunovic (sebagai Lee), Colin Cunningham (sebagai si pemburu jerat)
Penghargaan
Leo Awards 2016: Efek Visual Terbaik, serta masuk 12 nominasi termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Sinematografi Terbaik
Numb adalah film misteri thriller asal Kanada yang disutradarai oleh Jason R. Goode dan ditulis oleh Andre Harden, dibintangi oleh Jamie Bamber, Stefanie von Pfetten, Marie Avgeropoulos, dan Aleks Paunovic. Film ini tayang pada 3 Oktober 2015 di Festival Film Internasional Busan, berdurasi 90 menit, dan berkisah tentang empat orang yang kebetulan melakukan perjalanan bersama lalu masuk ke belantara beku British Columbia untuk mencari emas hasil curian.
Per 11 September 2026, film ini memperoleh skor IMDb 5,6 dari sekitar 3.500 pengguna. Angka itu berada di kisaran menengah, sehingga tanggapan terhadap film ini secara keseluruhan tergolong biasa saja.
Pekerjaan yang Batal dan Penumpang di Pinggir Jalan
Will dan istrinya, Dawn, berkendara dari Vancouver menuju sebuah kota kecil di utara dengan harapan Will bisa mendapatkan pekerjaan di bidang kehutanan. Keduanya sudah lama menanggung tekanan ekonomi, rumah mereka terancam disita, dan mereka masih berutang kepada ayah Dawn. Setibanya di sana, Will baru tahu bahwa posisi yang dijanjikan sudah dibatalkan, tetapi untuk sementara dia tidak memberitahukan kabar buruk itu kepada istrinya.

Dalam perjalanan pulang, pasangan itu bertemu sepasang kakak beradik yang menumpang di tengah udara yang sangat dingin. Lee bersikap ramah, sedangkan Cheryl bersikap bermusuhan terhadap orang asing sejak pertama kali naik ke mobil. Pakaian keduanya tidak memadai untuk cuaca bersalju, dan mereka juga mengakui pernah terlibat pelanggaran hukum. Dawn tidak memercayai mereka, tetapi Will tetap membiarkan kakak beradik itu ikut di dalam mobil.
Koordinat dari Lelaki Tua yang Membeku
Pada malam hari hanya Will yang tetap terjaga. Seorang lelaki tua tiba-tiba muncul terhuyung-huyung di depan mobil, dan Will mengerem mendadak untuk menghindarinya. Keempat orang itu memapah lelaki tua yang mengalami hipotermia parah itu ke dalam mobil lalu memanggil ambulans, tetapi dia segera meninggal. Lee mengambil uang tunai dari dompet jenazah itu, sementara Cheryl menemukan secarik kertas bertuliskan koordinat geografis. Kartu identitas korban menunjukkan bahwa namanya Cormac Leith.

Ketika polisi datang dan mengajukan pertanyaan, keempatnya menyembunyikan identitas korban serta barang-barang yang hilang darinya. Karena jalan raya ditutup akibat lapisan es hitam, malam itu mereka hanya bisa menginap di motel terdekat. Lewat internet, Cheryl menemukan bahwa Cormac baru saja selesai menjalani hukuman penjara yang panjang dan merupakan satu-satunya pelaku yang selamat dalam sebuah perampokan bank; koin emas senilai jutaan dolar dari perampokan itu tidak pernah berhasil ditemukan kembali.

Berdasarkan kertas itu, keempatnya menduga koordinat tersebut adalah tempat yang dituju Cormac saat mencari hasil rampokan. Cheryl mencuri sebuah perangkat GPS, dan mereka mendapati lokasi tujuan ternyata tidak jauh. Lee dan Cheryl langsung mendukung rencana mencari emas itu. Will awalnya menolak, tetapi Dawn melihat emas tersebut sebagai kesempatan untuk lepas dari utang, dan akhirnya berhasil membujuk suaminya untuk ikut.

Perjalanan di Salju Tanpa Jalan Kembali
Keesokan harinya, keempatnya mengemudikan mobil ke tepi jalan yang paling dekat dengan koordinat, lalu berjalan kaki masuk ke dalam hutan. Pakaian hangat dan perlengkapan yang mereka bawa sama-sama tidak memadai; tumpukan salju, medan yang sulit, dan suhu yang terus menurun dengan cepat menguras tenaga mereka. Rasa saling tidak percaya yang sejak awal sudah ada pun semakin dalam seiring perjalanan.


Di tengah jalan mereka bertemu seorang pemburu jerat yang membawa senapan. Orang itu tidak menyambut para penyusup tersebut, dan pertemuan mereka dengan cepat berubah menjadi ancaman dan konflik. Keempatnya akhirnya pergi, tetapi perjumpaan ini menambah satu lapis ancaman dari manusia pada rute perburuan harta yang sejak awal memang sudah berbahaya.


Hipotermia, Perpecahan, dan Emas yang Ditemukan
Keempatnya melewati satu malam di tempat berlindung dari angin yang mereka dirikan seadanya. Will sudah menunjukkan tanda-tanda radang beku dan hipotermia, dan setelah berselisih dengan Dawn dia memutuskan untuk kembali sendirian, sementara Dawn tetap melanjutkan perjalanan ke titik koordinat bersama Lee dan Cheryl. Pasangan itu pun berpisah, masing-masing terus bergerak dengan kondisi tubuh yang semakin memburuk.

Dawn, Lee, dan Cheryl akhirnya berhasil menggali koin emas yang tersembunyi di belantara itu. Ketiganya menjejalkan koin sebanyak yang bisa mereka bawa ke dalam pakaian, tetapi berat emas itu dengan cepat menjadi beban baru. Cheryl bersikeras menyeret peti berat berisi koin sehingga langkahnya semakin lambat. Setelah dia berkonflik dengan Dawn, Dawn berhenti bergerak bersama mereka dan mencari sendiri arah kembali ke jalan raya.

Pada saat yang sama, Will kembali ke kabin kayu milik si pemburu jerat untuk berlindung dan mendapati pemilik kabin sudah tewas. Jenazah itu membuatnya sadar bahwa Cheryl-lah yang sebelumnya membunuh si pemburu jerat. Karena khawatir istrinya dalam bahaya, Will mengambil senapan di dalam kabin, lalu mengendarai snowmobile kembali ke belantara untuk mencari Dawn.
Ending
Cheryl jatuh karena hipotermia dan sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Dawn tidak kembali untuk menolongnya, sehingga Lee meninggalkan adiknya lalu mengejar Dawn yang sedang menyeberangi permukaan es sambil membawa pisau. Ketika Will tiba di tempat yang lebih tinggi, dia melihat keduanya di bawah sana. Dia menembak Lee dengan senapan milik si pemburu jerat tetapi meleset, lalu mencoba turun menyusuri tebing, terjatuh di tengah jalan, dan pingsan.

Lee berhasil menyusul Dawn dan menyerangnya. Saat melawan, Dawn menjatuhkannya, dan Lee tewas setelah kepalanya membentur permukaan es. Dawn sendiri saat itu sudah berada dalam kondisi hipotermia berat; dia melepas sebagian pakaiannya, lalu jatuh tergeletak di atas salju.
Will terbangun di kaki tebing. Karena tidak bisa melihat posisi pasti istrinya, dia menembakkan senapannya ke udara, dan dari kejauhan Dawn membalas dengan pistol suar. Keduanya jadi tahu bahwa mereka masih berada di dekat satu sama lain, tetapi tak seorang pun punya tenaga untuk berjalan menghampiri yang lain.


Tim penyelamat menemukan Will dengan mengikuti sinyal yang dikirim Dawn. Dia terbangun di rumah sakit dengan radang beku parah di tangan dan kakinya, lalu mengetahui bahwa Dawn sudah meninggal. Seorang petugas polisi menanyakan alasan mereka masuk ke belantara itu, dan Will mengakui bahwa mereka sedang mencari emas, lalu balik bertanya apakah polisi menemukan koin-koin emas tersebut. Di hadapannya, petugas itu menggeleng dan menyangkal. Namun setelah keluar dari kamar rawat, dia justru mengungkap lewat telepon bahwa polisi sudah menemukan sebagian emas di dekat jenazah Dawn, Lee, dan Cheryl, dan bahwa Cormac akan dikremasi sebagai jenazah tanpa identitas. Dia berniat menyembunyikan petunjuk itu dan mencari sendiri sisa koin emas yang masih tertinggal di belantara.