Nowhere
Melahirkan dan bertahan hidup di dalam kontainer yang jatuh ke laut: alur cerita lengkap Nowhere, dari pelarian Mia dari rezim totaliter, melahirkan sendirian di tengah laut, hingga diselamatkan bersama putrinya.
Judul
Nowhere
Tahun / Durasi
2023 · 109 menit
Genre
Drama / Thriller
Sutradara
Albert Pintó
Penulis
Ernest Riera, Miguel Ruz, Indiana Lista, Seanne Winslow, Teresa de Rosendo
Rating
Pemeran
Anna Castillo (sebagai Mia), Tamar Novas (sebagai Nico), Tony Corvillo, Mariam Torres
Nowhere adalah film thriller bertahan hidup asal Spanyol, disutradarai oleh Albert Pintó, dengan pemeran utama Anna Castillo dan Tamar Novas. Film ini tayang pada 29 September 2023 dengan durasi 109 menit.
Hingga 16 September 2026, film ini mendapat rating IMDb 6,3 dari sekitar 51 ribu suara, yang menempatkannya pada level penerimaan menengah.
Pelarian dari Kebijakan Pembersihan Kuota
Kelangkaan sumber daya membuat Spanyol jatuh ke tangan pemerintah totaliter. Dengan dalih mengurangi konsumsi populasi, rezim ini mula-mula menyingkirkan lansia, lalu menjadikan anak-anak dan ibu hamil sebagai target penangkapan. Mia yang sedang hamil dan suaminya, Nico, hanya bisa bersembunyi hari demi hari. Sebelumnya mereka sudah punya seorang putri bernama Uma; suatu kali Mia mengizinkan Uma, yang sudah lama terkurung di dalam rumah, keluar sebentar untuk bermain, dan saat itu juga Uma dibawa pergi oleh militer dan tidak pernah kembali. Mia terus menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian itu.

Demi menyelamatkan bayi yang dikandungnya, mereka berdua menjadikan Irlandia sebagai tujuan pelarian. Negara itu masih menjalankan sistem demokrasi dan tidak ikut serta dalam program pembersihan terhadap kelompok rentan. Lewat pengaturan seorang penyelundup, mereka bersembunyi di dalam kontainer truk bersama pengungsi lain, dengan rencana naik kapal kargo menuju Irlandia setelah tiba di pelabuhan.
Di tengah perjalanan, penyelundup memisahkan orang-orang ke kontainer yang berbeda. Nico terpaksa turun dan dipindahkan ke kendaraan lain, sementara Mia tetap berada di kontainer semula. Pasangan ini tidak sempat mengatur ulang rencana dan hanya bisa sepakat untuk bertemu kembali setelah tiba di pelabuhan.

Tembakan di Pos Pemeriksaan dan Kontainer yang Jatuh ke Laut
Truk yang ditumpangi Mia dihentikan di pos pemeriksaan militer. Tentara membuka kontainer, mengumpulkan para pengungsi di satu titik, lalu menembaki mereka. Mia sempat memanjat ke atas tumpukan barang dan menyelinap ke celah sempit antara peti kayu dan bagian atas kontainer sehingga tidak ketahuan. Setelah suara tembakan berhenti, ia turun kembali dan mendapati penumpang lain sudah tewas, sementara dinding kontainer dipenuhi lubang peluru.

Truk kemudian melanjutkan perjalanan ke pelabuhan, dan kontainer berisi Mia diangkat ke atas kapal kargo. Ia berusaha menghubungi Nico, tetapi teleponnya tidak pernah tersambung. Setelah kapal diterjang badai, sejumlah besar kontainer tergelincir ke laut. Mia ikut jatuh bersama kontainernya; meski badan kontainer sempat mengapung, air laut mulai masuk deras lewat lubang-lubang peluru. Dari salah satu lubang itu, ia melihat kontainer lain yang berisi orang tenggelam di dekatnya, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolong.

Melahirkan di Tengah Kontainer yang Tergenang Air
Mia memeriksa isi kontainer dan menemukan kotak plastik kedap udara, headphone, beberapa alat elektronik, pakaian, dan vodka, selain itu ia juga mendapat lakban, pisau lipat, dan bor listrik. Ia mula-mula menutup lubang-lubang peluru dengan lakban, lalu melemparkan kotak plastik berisi pesan minta tolong ke luar kontainer. Setelah dua hari terjebak, Nico akhirnya menelepon. Ia masih berusaha mencapai pelabuhan dan mengatakan akan terus mencari Mia, meski keduanya sama-sama tidak tahu ke mana kontainer itu sudah hanyut.

Malam itu ombak kembali mengganas dan Mia mulai merasakan kontraksi. Ia melahirkan sendirian di dalam kontainer yang terus kemasukan air; setelah putrinya lahir, ia menamainya Noa. Proses melahirkan membuat Mia sangat lemah, hingga sesaat ia mengira bayi di hadapannya adalah Uma yang hilang, dan karena kehabisan makanan ia bahkan memakan plasenta. Demi menjaga Noa tetap hidup, ia menata ulang perbekalan dan menghangatkan bayinya dengan pakaian yang ia temukan.


Perjuangan Hidup Setelah Melubangi Atap Kontainer
Permukaan air di dalam kontainer terus naik, dan Mia harus mencari jalan keluar lain. Ia berulang kali melubangi bagian atas dengan bor dan pisau lipat; setelah alat-alat itu rusak, ia memakai tali dan berat tubuhnya untuk menarik lempengan logam hingga akhirnya berhasil merobek celah yang cukup besar untuk dilalui. Ia menaikkan Noa ke atas kontainer, lalu ikut keluar dari ruang yang tergenang air itu dan mulai menampung air hujan di laut lepas tanpa perlindungan apa pun.

Saat sebuah pesawat melintas dari kejauhan, Mia berusaha menarik perhatian, tetapi kakinya tersayat tepi logam saat memanjat. Pesawat itu tidak menyadari keberadaannya. Ia membersihkan lukanya dengan vodka, lalu menjahitnya dengan bahan yang ia ambil dari barang-barang di kontainer. Setelah lukanya stabil, ia mengubah kabel headphone dan komponen lain menjadi jaring ikan sederhana, memakan mentah-mentah ikan yang ia tangkap, dan mendahulukan Noa setiap kali air hujan yang tersedia terbatas.


Perpisahan di Hari Kedua Puluh dan Melanjutkan Terombang-ambing
Setelah terombang-ambing sekitar dua puluh hari, Nico kembali menelepon. Ia sudah naik ke kapal lain, tetapi tertembak dalam perjalanan dan lukanya parah sehingga tidak mungkin lagi mencari Mia. Mia membiarkannya mendengar suara Noa yang baru lahir, dan keduanya mengucapkan perpisahan terakhir lewat telepon. Nico memintanya untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Irlandia, dan setelah panggilan itu berakhir, ia tidak pernah muncul lagi.
Mia kini sendirian menanggung kelangsungan hidup untuk mereka berdua. Ia terus memancing dan menyimpan air, lalu mengikat beberapa kotak plastik kedap udara menjadi rakit sederhana agar Noa bisa mengapung. Saat itu air di dalam kontainer sudah sangat banyak dan bagian yang tersembul di atas laut kian menyusut, sehingga ia hanya bisa menghubungkan dirinya ke rakit dengan tali, bersiap meninggalkan kontainer sebelum benar-benar tenggelam.

Ending
Kontainer itu akhirnya tenggelam ke dasar laut. Noa berbaring di rakit kecil dari kotak-kotak plastik, sementara Mia berpegangan pada tepi rakit dan mengandalkan tali penghubung agar mereka berdua tidak terpisah. Ombak sempat membuatnya kehilangan jejak rakit itu, tetapi cipratan air dari kawanan paus di dekatnya membuat Noa menangis, dan Mia mengikuti suara itu untuk berenang kembali ke sisi anaknya. Ia melemparkan sisa ikan ke arah burung-burung laut yang berputar-putar, dan kawanan burung itu pun berkumpul di atas rakit. Terlalu lama terendam air laut membuatnya kehabisan tenaga, hingga akhirnya ia tenggelam ke bawah permukaan, dengan tubuh yang masih terikat ke rakit lewat tali.


Kawanan burung yang berkumpul itu menarik perhatian sebuah keluarga nelayan yang sedang melaut di dekat sana. Mereka pertama-tama menemukan Noa di atas rakit, lalu menarik Mia yang sudah tak sadarkan diri keluar dari air dengan mengikuti tali penghubung. Orang-orang di kapal terus memberikan CPR kepadanya hingga akhirnya Mia kembali bernapas.


Mia terbangun di atas kapal dan memastikan Noa ada di sampingnya. Para nelayan memberitahunya bahwa mereka sedang kembali menuju pelabuhan di Irlandia. Film berakhir saat ibu dan anak ini diselamatkan dan kapal nelayan melanjutkan perjalanan pulang, tanpa menjelaskan lebih lanjut nasib rezim Spanyol atau para pengungsi lainnya.