Moonlight
Tiga fase kehidupan membentuk satu kisah tumbuh dewasa: Uraian lengkap perjalanan Chiron dalam Moonlight, mulai dari dirundung saat kecil dan mengalami kekerasan di sekolah saat remaja hingga bertemu kembali dengan ibunya dan Kevin saat dewasa
Judul
Moonlight
Tahun / Durasi
2016 · 111 menit
Genre
Drama / LGBTQ+
Sutradara
Barry Jenkins
Penulis
Barry Jenkins / Tarell Alvin McCraney
Rating
Pemeran
Alex R. Hibbert (sebagai Chiron kecil), Ashton Sanders (sebagai Chiron remaja), Trevante Rhodes (sebagai Chiron dewasa), Mahershala Ali (sebagai Juan), Naomie Harris (sebagai Paula), Janelle Monáe (sebagai Teresa), Jharrel Jerome (sebagai Kevin remaja), André Holland (sebagai Kevin dewasa)
Karya asli
Diadaptasi dari drama semiotobiografis karya Tarell Alvin McCraney yang belum pernah diterbitkan, In Moonlight Black Boys Look Blue
Penghargaan
Academy Awards ke-89: Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik
Moonlight adalah film drama Amerika Serikat yang ditulis dan disutradarai Barry Jenkins, serta diadaptasi dari drama semiotobiografis karya Tarell Alvin McCraney yang belum pernah diterbitkan, In Moonlight Black Boys Look Blue. Alex R. Hibbert, Ashton Sanders, dan Trevante Rhodes masing-masing memerankan Chiron semasa kecil, remaja, dan dewasa, sedangkan Mahershala Ali, Naomie Harris, Janelle Monáe, Jharrel Jerome, dan André Holland memerankan sosok-sosok penting dalam hidupnya. Film ini dirilis pada 2016 dengan durasi 111 menit.
Per 28 September 2026, film ini mendapat nilai 7,4 di IMDb dari 356.256 suara. Rotten Tomatoes menghimpun 401 ulasan kritikus dengan skor Tomatometer 98%, sedangkan Popcornmeter dari penonton mencapai 79% berdasarkan lebih dari 25.000 penilaian. Kedua sumber data tersebut menunjukkan bahwa film ini memperoleh tanggapan positif yang konsisten, terutama dari para kritikus. Film ini kemudian meraih penghargaan Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik pada Academy Awards ke-89.
”Little” Dirundung dan Ditolong Juan
Kisah ini berlangsung di Liberty City, Miami. Chiron kecil bertubuh kurus dan pendiam, sehingga anak-anak sebayanya sering memanggilnya “Little”. Saat dikejar, beberapa anak memojokkannya hingga masuk ke sebuah rumah kosong, lalu ia bersembunyi di dalam ruangan dan menolak keluar. Juan, seorang pengedar narkoba, menemukannya. Ia tidak memaksa Chiron berbicara, tetapi lebih dahulu mengajaknya makan, lalu membawanya bermalam di rumah yang ia tinggali bersama kekasihnya, Teresa.
Keesokan harinya, Chiron akhirnya menyebutkan alamat rumahnya. Juan mengantarnya pulang kepada ibunya, Paula. Saat itu Paula masih bekerja, tetapi ia sudah kesulitan merawat putranya secara teratur. Chiron tetap bergaul dengan sahabat masa kecilnya, Kevin, di lapangan, dan juga datang sendiri untuk menemui Juan dan Teresa. Rumah mereka perlahan menjadi tempat baginya untuk makan, beristirahat, dan menghindari perundungan dari orang lain.


Ajaran Juan dan Kebenaran tentang Narkoba
Juan membawa Chiron ke pantai, lalu menopang tubuhnya sambil mengajarinya mengapung dan berenang. Setelah kembali ke darat, Juan bercerita tentang pengalamannya semasa kecil di Kuba: anak laki-laki kulit hitam yang berlari di bawah cahaya bulan terlihat kebiruan, tetapi pada akhirnya setiap orang harus menentukan sendiri ingin menjadi sosok seperti apa. Chiron tidak langsung menjawab.

Belakangan, Juan memergoki Paula membeli narkoba dari salah satu anak buahnya. Juan menegur Paula karena mengabaikan putranya; Paula membalas dengan bertanya mengapa Juan menjual narkoba kepadanya dan apakah ia siap menjelaskan kepada Chiron alasan perundungan yang terus dialaminya. Setelah pulang, Paula melampiaskan amarah kepada Chiron. Keesokan harinya, Chiron datang ke rumah Juan dan Teresa lalu bertanya tentang sebutan yang menghina kaum homoseksual. Juan menjelaskan bahwa sebutan itu hanya dipakai orang untuk menyakiti kaum homoseksual, dan tidak ada yang salah dengan menyukai sesama jenis. Chiron kemudian bertanya apakah Juan mengedarkan narkoba dan apakah Paula memakai narkoba. Juan mengakui bahwa keduanya benar. Setelah mendengarnya, Chiron pergi sendirian; Juan tetap duduk di meja sambil menundukkan kepala, lalu Teresa meletakkan tangan di punggungnya.
Rumah Kedua Setelah Juan Meninggal
Ketika Chiron beranjak remaja, Juan sudah meninggal dan Chiron masih mendatangi rumah Teresa. Teresa mengatakan bahwa ia boleh menginap kapan saja dan juga memberinya sejumlah uang.

Kecanduan Paula terus memburuk. Ia memaksa Chiron menyerahkan uang yang diterimanya dari Teresa dan terus melampiaskan kemarahan serta tekanan kepada sang putra.

Pengucilan di Sekolah
Di sekolah, Chiron berusaha menghindari Terrel, pemimpin anak-anak yang merundungnya, tetapi ia terus menerima ejekan dan ancaman. Ia terbiasa mengecilkan suara dan membungkukkan tubuhnya, serta tidak menjelaskan kepada guru apa yang terjadi. Kevin, sahabatnya sejak kecil, masih aktif mengajaknya berbicara dan selalu memanggilnya “Black”.

Kevin di Tepi Pantai
Pada suatu malam, Chiron pergi sendirian ke pantai dan Kevin kemudian menyusul. Mereka duduk di pasir sambil merokok. Kevin menunjukkan bahwa Chiron biasanya tidak merokok; Chiron bertanya mengapa Kevin selalu memanggilnya “Black”, dan Kevin menjawab bahwa itu adalah julukan yang ia berikan. Setelah itu, mereka membicarakan angin laut dan apakah mereka pernah menangis.

Mereka berciuman di tepi pantai dan menjalin keintiman lebih jauh. Setelah itu, Kevin mengantar Chiron pulang. Dalam perjalanan, Kevin bertanya apakah Chiron belum pernah mengalami hal seperti itu dan Chiron mengangguk; mereka berpisah dengan saling menempelkan kepalan tangan di depan tempat tinggal Chiron.

Pemukulan dan Perlawanan di Kelas
Keesokan harinya, Terrel memaksa Kevin mengikuti sebuah “permainan” yang bertujuan menjatuhkan seorang teman sekolah, lalu memilih Chiron sebagai sasaran. Kevin mula-mula menjatuhkan Chiron, kemudian terus memukul atas desakan Terrel. Setiap kali terjatuh, Chiron bangkit kembali. Anak-anak lain lalu beramai-ramai memukulinya. Pihak sekolah meminta Chiron menyebutkan nama para penyerang, tetapi ia menolak menganggapnya sebagai jalan keluar.

Keesokan harinya, Chiron masuk ke kelas dan memukul Terrel dengan kursi. Polisi kemudian membawanya pergi dari sekolah, sementara Kevin melihat mobil polisi itu berlalu dari kejauhan.

“Black” Dewasa dan Ibunya
Bertahun-tahun kemudian, Chiron dewasa tinggal di Atlanta. Tubuhnya kini berotot, ia mengenakan gigi emas, berkeliling kawasan dengan mobil, dan mengedarkan narkoba seperti Juan dahulu. Ia juga meminta orang lain memanggilnya “Black”. Penampilan dan cara hidupnya sudah berubah, tetapi ia masih jarang membicarakan dirinya sendiri dan sudah bertahun-tahun tidak berkomunikasi dengan Kevin.

Sejak tinggal di pusat rehabilitasi, Paula berkali-kali mendesak Chiron untuk mengunjunginya. Saat bertemu, Chiron menyebut pengabaian dan luka yang dahulu ditimbulkan ibunya. Paula mengakui bahwa ia tidak memberikan cukup kasih sayang ketika putranya paling membutuhkannya. Ia juga mengatakan bahwa meski Chiron tidak mencintainya, ia tetap mencintai Chiron. Chiron kemudian berdiri dan memeluk ibunya; keduanya menangis.

Ending
Sebelumnya, Kevin tiba-tiba menelepon Chiron dan mengundangnya mampir ke restoran tempatnya bekerja jika suatu saat ia kembali ke Miami. Setelah menemui ibunya, Chiron berkendara ke Miami. Kevin menyiapkan makanan untuknya dan bercerita bahwa ia pernah dipenjara, kini memiliki seorang putra, serta bekerja di restoran itu. Chiron juga mengakui bahwa ia mengedarkan narkoba. Saat mereka masih duduk di restoran, Chiron bertanya mengapa Kevin meneleponnya; Kevin menjelaskan bahwa lagu yang dipilih seorang pelanggan membuatnya teringat kepada Chiron, lalu memutar Hello Stranger di mesin jukebox.

Setelah restoran tutup, mereka pergi ke rumah Kevin. Chiron mengatakan bahwa sejak kebersamaan mereka di pantai pada masa remaja, tidak ada orang lain yang menyentuhnya. Kevin memeluknya dan Chiron menyandarkan kepala di bahu Kevin. Gambar terakhir kembali menampilkan Chiron kecil: anak itu berdiri sendirian di tepi pantai di bawah cahaya bulan, lalu berbalik menoleh ke belakang.
