← Kembali ke beranda

Knock Knock

Dua perempuan asing menerobos kehidupan seorang arsitek pada malam hujan deras: alur cerita lengkap, proses penyusupan, dan ending film Knock Knock

Judul

Knock Knock

Tahun / Durasi

2015 · 99 menit

Genre

Thriller / Horor

Sutradara

Eli Roth

Penulis

Eli Roth, Nicolás López, Guillermo Amoedo

Rating

Pemeran

Keanu Reeves (sebagai Evan Webber), Lorenza Izzo (sebagai Genesis), Ana de Armas (sebagai Bel), Aaron Burns (sebagai Louis), Ignacia Allamand (sebagai Karen)

Knock Knock
Seorang pria menggendong anjing kecil berwarna hitam di samping mobil sambil berbicara dengan perempuan di kursi pengemudi Seorang pria memegang buku merah, sementara perempuan berambut pirang di sampingnya menunduk menatap halaman buku Dua perempuan dengan rambut basah kuyup berdiri berdampingan di luar pintu pada malam hari Seorang perempuan berambut pirang yang mengenakan jubah mandi putih berdiri di samping pemutar piringan hitam dan berbicara dengan seorang pria Dua perempuan berjubah mandi putih berbalik dan memandang tangan yang terulur dari depan Seorang perempuan berambut pirang mengenakan gaun gelap dan duduk di kursi berlengan merah
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Knock Knock adalah film thriller produksi bersama Cile dan Amerika Serikat tahun 2015 yang disutradarai serta turut ditulis oleh Eli Roth. Film ini dibintangi Keanu Reeves, Lorenza Izzo, Ana de Armas, Aaron Burns, dan Ignacia Allamand. Film berdurasi 99 menit ini tayang perdana di Sundance Film Festival pada 23 Januari 2015, lalu dirilis secara terbatas di Amerika Serikat pada 9 Oktober tahun yang sama.

Per 31 Oktober 2026, film ini mendapat rating 4,9 dari 117.669 pengguna di IMDb. Di Rotten Tomatoes, skor dari kritikusnya mencapai 37% berdasarkan 76 ulasan, sementara Popcornmeter-nya sebesar 19% dari lebih dari 5.000 penilaian. Penerimaan dari kritikus maupun penonton sama-sama rendah dan tanggapan secara keseluruhan cenderung negatif.

Sendirian di Rumah Saat Akhir Pekan Hari Ayah

Bahu arsitek Evan Webber cedera sehingga ia harus tinggal di rumah untuk menyelesaikan proyek desain sambil menunggu sesi terapi fisik. Istrinya, Karen, membawa kedua anak mereka ke pantai sesuai rencana untuk menghabiskan akhir pekan Hari Ayah dan hanya meninggalkan anjing keluarga bersama Evan. Karen adalah seorang seniman. Sebelum pergi, ia meminta asistennya, Louis, datang nanti untuk mengangkut sebuah patung yang akan dikirim ke galeri.

Seorang pria menggendong anjing kecil berwarna hitam di samping mobil sambil berbicara dengan perempuan di kursi pengemudi

Seorang pria memegang buku merah, sementara perempuan berambut pirang di sampingnya menunduk menatap halaman buku

Malam itu, Evan bekerja sendirian di ruang tamu sambil mendengarkan piringan hitam. Hujan deras turun di luar, lalu tiba-tiba ia mendengar ketukan di pintu.

Dua Tamu di Tengah Hujan Deras

Dua perempuan muda yang basah kuyup berdiri di depan pintu. Mereka memperkenalkan diri sebagai Genesis dan Bel, lalu mengatakan bahwa mereka hendak pergi ke sebuah pesta tetapi tidak dapat menemukan alamatnya dan ponsel mereka juga tidak bisa digunakan. Evan mempersilakan mereka masuk untuk mengeringkan badan dan memakai internet, lalu memesankan kendaraan bagi mereka. Karena pengemudi masih membutuhkan waktu untuk tiba, Evan meminjamkan jubah mandi kepada mereka dan membantu mengeringkan pakaian mereka.

Dua perempuan dengan rambut basah kuyup berdiri berdampingan di luar pintu pada malam hari

Selama berada di rumah, keduanya terus menanyai Evan tentang pernikahan dan kehidupan pribadinya sambil membahas kesetiaan serta hubungan seksual. Evan beberapa kali menghindari godaan mereka. Saat kendaraan tiba, keduanya justru bersembunyi di kamar mandi. Ketika Evan masuk membawa pakaian yang sudah kering, ia mendapati mereka menunggu dalam keadaan telanjang. Awalnya Evan menyuruh mereka pergi, tetapi pada akhirnya ia tidak teguh menolak dan berhubungan seksual dengan mereka.

Seorang perempuan berambut pirang yang mengenakan jubah mandi putih berdiri di samping pemutar piringan hitam dan berbicara dengan seorang pria

Gangguan dan Ancaman pada Pagi Hari

Keesokan paginya, Genesis dan Bel tidak berniat pergi. Mereka membuat kekacauan di dalam rumah, mengenakan barang-barang milik Karen, dan merusak patung yang akan dikirim untuk dipamerkan. Evan berusaha mengusir mereka dan mengancam akan menelepon polisi. Keduanya lantas mengaku masih di bawah umur dan mengancam akan menuduh Evan atas dasar itu.

Dua perempuan berjubah mandi putih berbalik dan memandang tangan yang terulur dari depan

Vivian, terapis fisik yang menangani Evan, tiba di depan pintu. Genesis berpura-pura memiliki hubungan intim dengan Evan sehingga Vivian salah paham dan pergi. Evan kemudian menghubungi polisi dan mulai melaporkan bahwa seseorang telah menerobos masuk. Barulah kedua perempuan itu berhenti mengganggunya dan setuju untuk diantar pergi. Setelah menurunkan mereka, Evan pulang, membereskan ruangan yang berantakan, dan kembali mengejar tenggat pekerjaannya.

Seorang perempuan berambut pirang mengenakan gaun gelap dan duduk di kursi berlengan merah

Serangan Malam Hari dan Rekaman Paksa

Pada malam hari, Evan mendengar suara bingkai foto pecah. Saat menunduk untuk memeriksanya, ia dipukul hingga pingsan oleh Genesis yang telah kembali ke rumah. Ketika sadar, Evan mendapati dirinya terikat di atas tempat tidur. Bel menghampirinya dengan mengenakan seragam sekolah putrinya, sementara Genesis merekam dengan ponsel. Keduanya mengancam akan menerima panggilan video dari Karen dan memaksa Evan menuruti mereka. Bel kemudian melakukan kekerasan seksual terhadap Evan.

Evan berhasil melepaskan ikatannya, menjatuhkan Bel, lalu menerjang Genesis. Genesis menusukkan garpu ke bahunya yang cedera. Kedua perempuan itu kembali melumpuhkannya, mengikatnya di kursi, lalu terus menyiksa dan menginterogasinya tentang perselingkuhan dalam pernikahan.

Seorang perempuan mengangkat ponsel di kamar tidur, sementara kaki seorang pria yang sedang berbaring terlihat di samping tempat tidur

Seorang pria yang tubuhnya dililit tali oranye duduk di kursi, sementara perempuan di sampingnya mengangkat tangan dan memberi isyarat

Louis Tewas Secara Tak Sengaja

Sesuai permintaan Karen, Louis datang ke rumah untuk mengangkut patung. Ia menyadari ada yang tidak beres di dalam rumah dan menemukan Evan dalam keadaan terikat. Saat hendak melepaskan ikatan Evan, ia mendengar kedua perempuan itu kembali menghancurkan patung. Louis bergegas menghentikan mereka, tetapi asmanya kambuh dan ia baru menyadari bahwa inhalernya telah diambil. Dalam perebutan itu, ia menginjak pecahan patung, terjatuh, lalu tewas setelah kepalanya terbentur.

Seorang pria berkacamata mengenakan setelan jas dan berdiri di halaman, dengan sosok buram tampak di latar depan sebelah kanan

Dua perempuan berlutut di lantai dalam ruangan, dengan seorang pria terbaring di hadapan mereka

Genesis dan Bel mengecat jasad Louis dengan warna merah agar tampak seperti sebuah patung. Mereka juga menggunakan ponsel Evan dan Louis untuk membuat pesan palsu, lalu menata tempat kejadian seolah-olah Evan menghancurkan patung karena mencurigai Karen berselingkuh dengan Louis dan membunuh Louis dalam pertikaian.

Dua perempuan berjongkok di lantai dan mengecat merah lapisan berwarna perak pada tubuh seorang pria yang terbaring

Lubang Kubur dan Permainan Petak Umpet

Kedua perempuan itu menggali lubang untuk Evan di halaman, lalu menghancurkan karya Karen, rancangan Evan, dan koleksi piringan hitamnya. Mereka memberi tahu Evan bahwa mereka telah lama menyelidiki keluarganya dan bersiap membunuhnya saat fajar. Setelah memecahkan sebuah vas, mereka menemukan pistol yang disimpan Evan untuk membela diri. Mereka kemudian mengusulkan agar Evan bersembunyi di dalam rumah dan mereka akan mencarinya.

Dua perempuan berdiri di dalam ruangan, salah satunya mengarahkan pistol ke depan dengan kedua tangan

Evan yang terluka sempat menghindari keduanya dan melarikan diri dari rumah, tetapi tidak ada tetangga di sekitar yang menanggapi teriakannya meminta pertolongan. Genesis segera menyusulnya sambil membawa pistol dan kembali menggiringnya ke halaman.

Seorang pria membungkuk di samping dinding batu berwarna terang

Ending

Setelah fajar, Genesis dan Bel mengikat Evan dengan selang, lalu menguburnya di lubang yang telah mereka gali hingga hanya kepalanya yang menyembul di atas tanah. Mereka menyuruh Evan mengakui perselingkuhannya kepada keluarga, lalu mengangkat sebuah batu besar dan mengancam akan menghantamkannya hingga ia tewas. Batu itu akhirnya jatuh di samping kepalanya. Barulah keduanya menjelaskan bahwa ancaman pembunuhan juga merupakan bagian dari “permainan” mereka. Mereka bukan anak di bawah umur dan tidak berniat membunuh Evan. Mereka sengaja mencari pria beristri yang memiliki anak, menggoda pria itu hingga melewati batas, lalu menghancurkan hidupnya.

Seorang pria dengan mulut terikat hanya terlihat bagian kepalanya karena terkubur dalam tanah di samping halaman berumput

Sebelum pergi, Genesis mengunggah rekaman kekerasan seksual yang dibuat dengan ponsel ke akun media sosial Evan dan membukanya untuk publik. Keduanya membawa anjing keluarga dan pergi mencari sasaran berikutnya. Saat Karen dan anak-anak pulang, mereka mendapati rumah, karya seni, dan perabotan telah dihancurkan. Evan masih terjebak di dalam lubang di halaman dan tidak dapat mencegah keluarganya melihat video di internet maupun keadaan di dalam rumah.