Kill for Me
Sebuah pembunuhan untuk membela diri berubah menjadi kesepakatan berbahaya untuk saling menyingkirkan sasaran: uraian lengkap tentang cara Amanda dan teman serumah barunya, Hayley, mengubur mayat, saling mengancam, dan mengungkap kebenaran kasus orang hilang di sebuah peternakan.
Judul
Kill for Me
Tahun / Durasi
2013 · 95 menit
Genre
Drama / Thriller
Sutradara
Michael Greenspan
Penulis
Christopher Dodd, Michael Greenspan, Christian Forte
Rating
Pemeran
Katie Cassidy (sebagai Amanda Rowe), Tracy Spiridakos (sebagai Hayley Jones), Donal Logue (sebagai Garret Jones), Adam DiMarco (sebagai Mark), Torrance Coombs (sebagai Cameron)
Kill for Me adalah film drama thriller yang disutradarai dan turut ditulis oleh Michael Greenspan, serta dibintangi Katie Cassidy, Tracy Spiridakos, dan Donal Logue. Film berdurasi 95 menit ini dirilis pada 12 Februari 2013. Ceritanya berpusat pada seorang mahasiswi, teman serumah barunya, dan dua pria yang menurut pengakuan masing-masing pernah menyakiti mereka.
Per 29 Oktober 2026, film ini memperoleh skor 5,5 di IMDb dari 3.944 penilaian. Skor tersebut berada di kisaran menengah ke bawah, dan tanggapan terhadap film ini secara keseluruhan cukup terbatas.
Teman Serumah Baru Setelah Natalie Menghilang
Mahasiswi bernama Amanda tinggal serumah dengan Zoe. Teman serumah mereka sebelumnya, Natalie, menghilang sepulang bekerja dari sebuah bar. Polisi sempat meminta keterangan dari Amanda, tetapi Natalie tidak kunjung ditemukan. Amanda mencurigai mantan pacarnya, Cameron, terlibat dalam kasus tersebut karena Cameron datang ke bar tempat Natalie bekerja pada malam itu, sementara Natalie juga sempat meninggalkan pesan bahwa Cameron kehilangan kendali atas emosinya.

Beberapa bulan setelah Natalie menghilang, Zoe tidak sanggup lagi ikut menanggung biaya sewa kamar kosong itu dan memutuskan mencari teman serumah baru. Hayley, perempuan yang berasal dari sebuah peternakan dan berniat mempelajari kedokteran hewan, menempati kamar lama Natalie. Awalnya Amanda masih terbelenggu oleh peristiwa hilangnya Natalie, tetapi Hayley bersedia mendengarkan ceritanya tentang Natalie. Keduanya pun cepat akrab.

Gangguan Cameron dan Kedekatan Mereka
Cameron terus mendekati Amanda, menyangkal keterlibatannya dalam hilangnya Natalie, dan berusaha memulihkan hubungan mereka. Dalam sebuah pertengkaran, Cameron mencengkeram Amanda dan tidak mau melepaskannya. Hayley datang lalu memukul mundur Cameron. Amanda memberi tahu Hayley bahwa polisi tidak memiliki cukup bukti untuk menyelidiki Cameron, sementara ia yakin Cameron tidak akan berhenti mengganggunya dengan kemauan sendiri.


Setelah bersama-sama menghadapi Cameron, hubungan Amanda dan Hayley menjadi intim. Sementara itu, Hayley kembali ke peternakan milik ayahnya, Garret, untuk mengambil perhiasan peninggalan ibunya. Ketegangan di antara keduanya tampak jelas. Beberapa luka juga muncul di tubuh Hayley, tetapi ia tidak langsung menjelaskan asal luka tersebut kepada Amanda.

Kematian di Ruang Bawah Tanah dan Penguburan Mayat di Hutan
Setelah itu, Cameron menerobos masuk ke rumah mereka sambil membawa pistol dan menyerang Amanda di ruang bawah tanah. Hayley tiba lalu bergulat dengannya dan menghantam bagian belakang kepala Cameron dengan kapak hingga ia tewas seketika. Amanda ingin menelepon polisi, tetapi Hayley bersikeras bahwa polisi tidak akan percaya mereka bertindak untuk membela diri. Ia memanfaatkan kecurigaan Amanda terhadap Cameron untuk meyakinkannya agar mereka menangani mayat itu bersama-sama.


Mereka membersihkan tempat kejadian, lalu membawa mayat Cameron, sepeda motornya, dan senjata pembunuhan ke peternakan Garret. Mereka merusak sidik jari, gigi, dan ciri-ciri wajah mayat itu, kemudian menguburnya di hutan agar polisi tidak dapat mengidentifikasi korban. Setelah pulang, keduanya sepakat menganggap malam itu tidak pernah terjadi.

Laporan Anonim dan Syarat Pertukaran Hayley
Hayley tidak membiarkan rahasia itu berakhir begitu saja. Ia melapor secara anonim kepada polisi bahwa Natalie mungkin dikubur di peternakan tersebut, tetapi polisi justru menemukan mayat Cameron. Meski identitas mayat itu belum dapat dipastikan, jejak ban dan kapak tetap memberi petunjuk bagi penyelidikan. Sementara itu, Garret menyangkal keterlibatannya dalam penguburan mayat tersebut.

Hayley memberi tahu Amanda bahwa Garret telah lama memukuli ibunya. Meski kematian sang ibu dinyatakan sebagai bunuh diri, Hayley yakin ayahnyalah pembunuhnya. Setelah ibunya meninggal, Garret juga mulai menyakitinya. Hayley mengusulkan agar mereka membunuh Garret, lalu menjebaknya sebagai pelaku pembunuhan Cameron. Ia menyebut tindakannya membunuh Cameron sebagai penyelesaian atas masalah Amanda dan menuntut Amanda membalasnya dengan cara yang sama.
Setelah menolak, Amanda meminta bantuan temannya, Mark, tetapi tidak menceritakan seluruh kebenaran. Hayley kemudian menculik Mark dan menyimpan kapak yang terkena sidik jari Amanda. Dengan mengancam nyawa Mark dan menggunakan kapak itu sebagai alat pemerasan, ia memaksa Amanda memilih salah satu sasaran: Mark atau Garret.

Pendekatan di Bar dan Perubahan Rencana
Rencana Hayley adalah meminta Amanda mendekati Garret di sebuah bar, meracuninya dengan obat yang diperoleh dari rumah sakit hewan, lalu memalsukan surat pengakuan bunuh diri di peternakan agar polisi percaya Garret bunuh diri setelah membunuh Cameron. Sesuai rencana, Amanda mengajak Garret berbicara di bar lalu ikut dengannya kembali ke peternakan.

Dalam percakapan mereka, Garret mengatakan bahwa Hayley sudah lama menyakiti diri sendiri dan bahkan pernah sengaja menjatuhkan diri dari tangga. Ia juga mengakui adanya kejanggalan dalam kematian istrinya karena surat bunuh diri yang menuduhnya dicetak menggunakan komputer yang tidak pernah dipakai sang istri. Amanda tidak membiarkan Garret meminum minuman beracun itu dan justru memberitahunya tentang rencana Hayley. Mereka memutuskan agar Amanda terus berpura-pura menjalankan pembunuhan tersebut untuk memancing Hayley datang ke peternakan.

Ending
Amanda kembali dan menceritakan kepada Hayley bagaimana ia menyerang Garret, lalu menggunakan foto untuk membuktikan bahwa rencana itu telah selesai dijalankan. Hayley masih belum sepenuhnya percaya. Ia lebih dahulu meminta seorang tetangga memeriksa peternakan, lalu setelah memastikan ayahnya tidak menjawab pintu, ia menodong Amanda dengan pistol dan memaksanya ikut pergi ke sana. Ketika keduanya memasuki bangunan peternakan, Garret sudah menunggu dengan membawa senapan berburu.

Garret menembak perut Hayley, lalu mengejar Amanda hingga memojokkannya di tepi sebuah lubang tersembunyi di dalam lumbung dan memerintahkannya masuk. Hayley yang terluka parah muncul kembali dan menembak ayahnya. Amanda mengambil senapan berburu itu dan menembak mati Garret yang masih mampu bergerak.

Amanda menghampiri Hayley, tetapi lukanya terlalu parah. Setelah berterima kasih kepada Amanda, Hayley meninggal dalam pelukannya. Amanda kemudian mendengar suara dari dalam lubang dan menemukan Natalie yang hilang masih hidup di sana. Natalie telah disekap dan mengalami kekerasan seksual oleh Garret, serta sudah hamil. Garret pernah membohonginya dengan mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya telah meninggal dan bahwa ia ingin membangun sebuah keluarga baru.

Amanda segera menelepon layanan darurat untuk melaporkan bahwa ia telah menemukan Natalie. Ia juga mengakui bahwa ia mengenal Cameron yang dikubur di hutan dan pernah membantu mengubur mayatnya. Amanda tetap berada di tempat kejadian untuk menunggu polisi datang.