← Kembali ke beranda

Joy Ride 3: Road Kill

Pengejaran maut di sebuah jalan raya terbengkalai: uraian lengkap alur cerita Joy Ride 3: Road Kill, saat tim balap tanpa sengaja mengusik sopir truk pembunuh, diculik satu per satu, lalu melawan balik di tempat rongsokan mobil

Judul

Joy Ride 3: Road Kill

Judul lain: Joy Ride 3: Roadkill

Tahun / Durasi

2014 · 95 menit

Genre

Horor / Kriminal / Thriller

Sutradara

Declan O'Brien

Penulis

Declan O'Brien

Rating

Pemeran

Ken Kirzinger (sebagai Rusty Nail), Jesse Hutch (sebagai Jordan), Kirsten Zien (sebagai Jewel), Benjamin Hollingsworth (sebagai Mickey), Leela Savasta (sebagai Alisa), Gianpaolo Venuta (sebagai Austin)

Joy Ride 3: Road Kill
Seorang pria dan seorang wanita menelungkup di kedua sisi moncong truk, dengan rantai yang menghubungkan pergelangan tangan mereka ke bagian depan truk Beberapa anak muda berdiri di samping meja di dalam rumah makan, sementara seorang pelayan wanita berbicara menghadap mereka Sebuah mobil off-road yang menarik mobil balap biru terparkir di luar rumah makan kecil di tepi jalan raya Mobil balap biru melaju bersisian dengan mobil penarik beserta kendaraan yang ditariknya, sementara sebuah truk besar mendekat di belakang mereka di jalan raya Seorang pria bertopi berdiri di ruang logam yang remang-remang sambil menempelkan gagang radio ke telinganya Seorang wanita berambut pirang dengan luka di wajah menangis dengan mata terpejam di tempat yang remang-remang
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Joy Ride 3: Road Kill adalah film horor jalanan asal Amerika Serikat yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Declan O’Brien, dibintangi Ken Kirzinger, Jesse Hutch, Kirsten Zien, Benjamin Hollingsworth, Leela Savasta, dan Gianpaolo Venuta. Film ini merupakan film ketiga dalam seri Joy Ride, dirilis dalam bentuk video rumahan pada Juni 2014, dengan durasi 95 menit.

Hingga 9 September 2026, film ini mendapat rating 4,7 di IMDb dari sekitar 5.700 penilai. Angkanya ada di bawah batas nilai lulus, sehingga tanggapan secara keseluruhan cenderung negatif. Halaman Rotten Tomatoes memuat sedikit ulasan kritikus, tetapi tidak menampilkan skor agregat yang bisa dikutip secara meyakinkan, jadi film ini tidak dimasukkan ke dalam perbandingan rating.

Rusty Nail Menyiapkan Permainannya di Rute 17

Setelah kehabisan narkoba di sebuah motel, Rob dan Candy memakai radio CB untuk memancing seorang sopir truk datang ke kamar mereka, dengan niat merampas uang dan barang milik sopir itu. Yang menjawab panggilan tersebut adalah sopir truk pembunuh berjuluk “Rusty Nail”. Ia mengendus jebakan itu, melumpuhkan keduanya, lalu merantai mereka satu sama lain sekaligus mengikat rantai itu ke as roda truknya.

Seorang pria dan seorang wanita menelungkup di kedua sisi moncong truk, dengan rantai yang menghubungkan pergelangan tangan mereka ke bagian depan truk

Rusty Nail membawa mereka ke Rute 17 yang sudah terbengkalai, memerintahkan keduanya bertahan menelungkup di moncong truk sepanjang satu mil, lalu menempelkan sekantong narkoba di depan kaca depan. Di ujung perjalanan itu, Candy mengulurkan tangan untuk meraih kantong tersebut, rantai yang mengendur terlilit ke as roda, dan keduanya langsung terseret ke kolong truk. Williams, deputi muda, belakangan memeriksa lokasi kejadian dan ingin melanjutkan penyelidikan; sebaliknya Jenkins, rekannya yang lebih senior, lebih memilih menutup kasus itu secepatnya.

Tim Balap Masuk ke “Slaughter Alley”

Sementara itu, tim balap yang terdiri dari Jordan, Austin, Jewel, Mickey, Alisa, dan Bobby sedang dalam perjalanan ke Kanada untuk mengikuti reli jalan raya. Mereka mempelajari rute di sebuah rumah makan pinggir jalan dan menemukan bahwa Rute 17 bisa memangkas perjalanan mereka secara signifikan. Barry, sopir truk tua, memperingatkan bahwa jalan itu tidak dipatroli dan dijuluki “Slaughter Alley” karena kematian yang terjadi beruntun di sana; Jenkins yang kebetulan mampir ke rumah makan itu justru membantah rumor tersebut dan menyatakan jalan itu bisa dilalui.

Beberapa anak muda berdiri di samping meja di dalam rumah makan, sementara seorang pelayan wanita berbicara menghadap mereka

Sebuah mobil off-road yang menarik mobil balap biru terparkir di luar rumah makan kecil di tepi jalan raya

Austin ingin menguji performa mobil balap itu di jalan yang tidak dipatroli, dan yang lain pun setuju mengambil jalan pintas. Setelah rombongan meninggalkan rumah makan, Austin memacu mobil balapnya, lalu sengaja berpindah lajur tepat di depan sebuah truk besar sambil menerbangkan kerikil. Mereka tidak tahu bahwa yang menyetir truk itu adalah Rusty Nail.

Mobil balap biru melaju bersisian dengan mobil penarik beserta kendaraan yang ditariknya, sementara sebuah truk besar mendekat di belakang mereka di jalan raya

Provokasi di Jalan Raya Berubah Menjadi Perburuan

Rusty Nail menyusul rombongan itu dan berulang kali mendesak mereka dengan truknya. Ia menghantam trailer datar yang mengangkut mobil balap sampai trailer tersebut terlepas dari mobil off-road dan terpelanting keluar jalan; setelah itu ia terus mengejar kendaraan yang dikemudikan Jordan. Jordan membanting setir mendadak untuk menghindari kendaraan dari arah berlawanan, truk Rusty Nail sempat terlipat melintang di jalan, dan tim balap mengira mereka sudah berhasil melepaskan diri darinya.

Namun Rusty Nail mencatat pelat nomor mereka lewat kamera di bagian depan truknya, lalu mengumumkan pembalasan lewat radio.

Seorang pria bertopi berdiri di ruang logam yang remang-remang sambil menempelkan gagang radio ke telinganya

Malam itu, Jewel dan Austin berkendara ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut, tetapi di tengah jalan mereka ditabrak Rusty Nail sampai keluar dari jalan raya. Keduanya pingsan, lalu dibawa pergi.

Seorang wanita berambut pirang dengan luka di wajah menangis dengan mata terpejam di tempat yang remang-remang

Rusty Nail membawa mereka ke sebuah tempat terpencil, menekan wajah Austin ke kipas mesin yang sedang berputar, lalu menghubungi Jordan lewat radio komunikasi tim balap. Ia menyatakan akan mengembalikan Jewel asalkan tim itu mengantarkan mobil balap mereka ke sebuah gudang tua dalam waktu satu jam.

Wanita berambut pirang terikat tali di samping sebuah drum logam, dengan sepasang kaki bercelana panjang berdiri di belakangnya

Pertukaran di Gudang dan Penyergapan Beruntun

Jordan, Mickey, Alisa, dan Bobby tiba di gudang itu dengan membawa mobil balap, lalu berpencar mencari sandera. Rusty Nail muncul tiba-tiba, menyeret Bobby pergi, dan melarikan diri dengan truknya. Tiga orang yang tersisa mengejar dengan mobil balap dan berpapasan dengan sebuah mobil patroli di tengah jalan; ketika petugasnya baru hendak menolong mereka, Rusty Nail menghantam mobil patroli itu sampai hancur dan petugas tersebut tewas di tempat.

Dua orang mengangkat kedua tangan di jalan raya pada malam hari, seorang pria lain berdiri di depan mereka, dan sebuah mobil menyalakan lampunya di belakang

Seorang petugas polisi membidik ke depan dengan pistol di kedua tangannya dalam gelapnya malam

Setelah itu, Rusty Nail memperdengarkan kematian Bobby kepada mereka bertiga lewat radio, lalu menuntut Jordan datang menyerahkan diri ke tempat rongsokan mobil. Mickey berpendapat mereka harus berhenti dan mencari polisi, tetapi Jordan tidak mau meninggalkan Jewel. Ketika berjalan kaki sendirian untuk mencari pertolongan, Mickey menemukan truk Rusty Nail dan langsung disergap; Rusty Nail meremukkan kepalanya dengan winch hingga ia tewas. Rusty Nail lalu membakar kontainer truknya dan pergi hanya dengan kepala truk.

Sandera Palsu dan Sandera Asli di Tempat Rongsokan

Jordan menyuruh Alisa pergi mencari bantuan, sementara ia sendiri masuk ke tempat rongsokan mobil. Rusty Nail mengendarai truknya masuk ke area yang diselimuti asap itu dan memberi tahu Jordan bahwa Jewel dikurung di dalam sebuah mobil yang tergantung dan sebentar lagi akan dimasukkan ke mesin pres.

Sebuah truk besar berhenti di area industri pada malam hari yang diselimuti asap

Saat keduanya bergulat, Alisa kembali dengan mobil balap dan menabrak Rusty Nail sampai terjatuh. Ia dan Jordan bergegas menuju mobil yang tergantung itu, tetapi di dalamnya hanya ada sebuah kamera yang memutar rekaman jeritan.

Sebuah mobil tergantung di udara di area industri pada malam hari, dengan dua orang berdiri di bawahnya

Jewel yang sebenarnya ternyata diikat di atap truk Rusty Nail. Rusty Nail menyalakan kembali truknya dan melintas di bawah balok baja yang rendah sehingga Jewel terhantam balok itu dan tewas, sementara Jordan dan Alisa tidak sempat mencegahnya. Keduanya lalu mengejar dengan mobil balap, tetapi Rusty Nail memutar truknya untuk menabrak mereka dan berusaha menghimpit mobil balap itu ke tumpukan rongsokan.

Ending

Jordan berhasil keluar tepat waktu dari mobil balap yang sudah rusak dan terus mengecoh Rusty Nail di dalam tempat rongsokan. Ia memanjat alat kendali di tempat itu, mengoperasikan capitnya untuk menjepit truk Rusty Nail, lalu memasukkan seluruh truk tersebut ke mesin pres. Badan truk logam yang besar itu remuk, dan Jordan bersama Alisa mengira perburuan itu akhirnya berakhir.

Polisi kemudian menutup lokasi kejadian. Williams dan rekannya memeriksa truk yang sudah remuk tersebut, tetapi mereka tidak menemukan jasad Rusty Nail di antara puing-puingnya.

Dua pria berdiri di samping alat logam besar berwarna hijau, dan pria di sebelah kanan mengangkat tangannya sambil mengacungkan jempol

Di bagian lain jalan raya itu, Rusty Nail menyetop sebuah truk yang lewat dan pergi dengan cara menumpang.