Don't Breathe 2
Putri yang direbut dan jati diri yang terbongkar: alur lengkap film Don't Breathe 2 saat veteran buta melacak para penculik, menyerbu hotel tua, dan menyelamatkan gadis itu
Judul
Don't Breathe 2
Tahun / Durasi
2021 · 98 menit
Genre
Thriller / Horor
Sutradara
Rodo Sayagues
Penulis
Fede Álvarez, Rodo Sayagues
Rating
Pemeran
Stephen Lang (sebagai Norman Nordstrom), Madelyn Grace (sebagai Phoenix/Tara), Brendan Sexton III (sebagai Raylan), Fiona O'Shaughnessy (sebagai ibu Tara), Stephanie Arcila (sebagai Hernandez)
Don’t Breathe 2 adalah film horor thriller Amerika Serikat yang disutradarai oleh Rodo Sayagues dan ditulis bersama Fede Álvarez, sekaligus sekuel dari film Don’t Breathe tahun 2016. Stephen Lang kembali berperan sebagai Norman Nordstrom, veteran perang yang buta, sementara Madelyn Grace dan Brendan Sexton III masing-masing memerankan Phoenix dan Raylan. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 13 Agustus 2021 dengan durasi 98 menit.
Per 9 September 2026, film ini memperoleh skor IMDb 6,0 dari sekitar 83 ribu pengguna. Dari 81 ulasan kritikus yang dikumpulkan Rotten Tomatoes, 43% memberikan penilaian positif, sementara 357 skor penonton terverifikasi menghasilkan tingkat kesukaan 85%. Perbedaan antara penilaian kritikus dan tanggapan penonton terlihat cukup mencolok.
Dunia yang Dibatasi Norman untuk Phoenix
Delapan tahun setelah peristiwa di film pertama, Norman tinggal bersama Phoenix yang berusia sebelas tahun di pinggiran Detroit. Dia memberi tahu gadis itu bahwa ibunya meninggal dalam kebakaran rumah; dia melatih Phoenix melarikan diri dan bertarung, baik di hutan maupun di dalam rumah, mengatur sendiri pelajarannya, dan tidak membiarkannya bergaul dengan dunia luar seorang diri. Phoenix ingin sekali bersekolah dan mengenal teman seusianya, tetapi dia hanya bisa hidup mengikuti aturan yang ditetapkan Norman.

Hernandez, seorang veteran, rutin mengantarkan kebutuhan sehari-hari untuk Norman dan menjadi salah satu dari sedikit penghubung keluarga ini dengan dunia luar. Dia membujuk Norman agar mengizinkan Phoenix ikut dengannya ke kota, supaya gadis itu punya sedikit ruang untuk hidup normal. Norman akhirnya setuju, tetapi meminta mereka berdua pulang tepat waktu.

Perjalanan ke Kota yang Mengundang Penguntit
Hernandez mengajak Phoenix mengurus beberapa keperluan, dan juga memperlihatkan kepadanya anak-anak di sebuah panti asuhan. Phoenix pun mendambakan hari-hari ketika dia bisa hidup dan belajar bersama anak-anak lain. Setelah itu keduanya mendatangi rumah tua yang pernah terbakar, rumah yang dulu disebut Norman, dan di sana Phoenix berduka untuk ibunya yang dia kira sudah meninggal.

Saat berhenti di sebuah pom bensin, Phoenix bertemu Raylan di toilet. Raylan berusaha menguasainya, tetapi Shadow, anjing milik Norman, datang tepat waktu dan memaksanya mundur. Raylan mengenali gadis itu, lalu menyuruh anak buahnya membuntuti mobil Hernandez. Setelah mengantar Phoenix pulang, Hernandez disergap di perjalanan kembali dan dibunuh.

Penyusup Masuk ke Rumah Norman
Kelompok Raylan menutup jalan di sekitar rumah, memarkir kendaraan di luar rumah Norman, dan menyiapkan aksi mereka. Mereka lebih dulu memancing Shadow keluar rumah lalu menembaknya mati. Norman menyadari makanan anjing itu tidak tersentuh, dan ketika keluar mencarinya dia menemukan bangkai Shadow, sehingga sadar ada orang yang sudah mendekati rumahnya. Pada saat bersamaan, para penyusup menyelinap ke dalam rumah dan mulai mencari Phoenix.

Norman bergegas kembali ke dalam rumah dan menghadapi para penyusup satu per satu dengan memanfaatkan ruangan yang dia hafal serta kegelapan.

Dari balik pintu dia melumpuhkan seorang pria bersenjata, menekan kepala orang itu ke dekat kusen pintu agar tidak bisa terus menembak.
Para penyusup masih menyisir dari satu ruangan ke ruangan lain. Dua orang pria masuk bersama ke dalam rumah untuk memperkirakan posisi Norman, sementara Raylan terus mencari Phoenix.

Norman melumpuhkan seorang penyerang lain dalam pertarungan jarak dekat. Kedua pihak terus berpindah melewati lubang dinding, lorong bawah tanah, dan ruangan-ruangan; Phoenix bersembunyi dan bergerak sesuai latihan yang pernah dia terima, tetapi pada akhirnya dia tetap ditemukan kelompok Raylan.


Tanda Rambut Putih dan Kebakaran Delapan Tahun Lalu
Raylan memberi tahu Phoenix bahwa dialah ayah kandungnya, lalu menunjukkan jumbai rambut putih serupa yang ada pada mereka berdua. Dia menjelaskan bahwa di bawah rumah yang terbakar delapan tahun lalu tersembunyi laboratorium sabu, dan setelah ledakan itu dia masuk penjara; Norman menemukan gadis kecil yang pingsan di dekat reruntuhan, membawanya pulang, dan memanggilnya dengan nama putrinya yang sudah meninggal. Setelah bebas, Raylan melihat Phoenix meletakkan bunga di rumah tua itu, dan dari situ dia yakin gadis itu masih hidup.

Phoenix akhirnya tahu Norman selama ini menyembunyikan asal-usulnya dan mencoba pergi, tetapi anak buah Raylan membuatnya pingsan. Raylan melepas anjingnya sendiri untuk mengejar Norman; Norman tidak membunuh anjing itu, melainkan mengurungnya di loteng. Setelah itu para penyusup membakar rumah tersebut dan pergi membawa Phoenix. Norman berhasil keluar dari kobaran api dan kembali melepaskan anjing tadi; hewan itu mengikuti jejak bau dan menuntun Norman ke hotel terbengkalai tempat kelompok Raylan bersembunyi.
Orang Tua Kandung di Hotel Terbengkalai
Di hotel itu Raylan memberi tahu gadis tersebut bahwa nama aslinya adalah Tara, lalu membawanya bertemu ibu kandungnya yang ternyata masih hidup. Perempuan itu mengalami kerusakan organ dalam yang parah akibat ledakan saat membuat sabu dahulu, dan hidupnya sudah mendekati akhir. Raylan dan perempuan itu mencari Tara bukan untuk menyatukan kembali keluarga mereka, melainkan karena putri mereka adalah sumber organ yang paling mungkin cocok.

Ahli bedah yang mereka datangkan bersiap mengambil jantung Tara untuk dicangkokkan ke tubuh ibunya. Karena di tempat itu tidak tersedia obat dan peralatan yang layak, operasi tersebut akan membuat jantung Tara diangkat saat dia masih sadar. Setelah tiba di hotel, Norman memutus aliran listrik sehingga operasi terpaksa dihentikan sebelum sempat dimulai.

Ending
Raylan menyuruh anak buahnya memeriksa penyebab listrik padam. Norman memanfaatkan kegelapan untuk menyergap mereka; salah satu anak buah bernama Raul berhenti terlibat setelah tahu Raylan berniat membunuh gadis itu, lalu memberi tahu Norman letak ruang operasi. Norman menerobos ruang operasi, membunuh ahli bedah itu lebih dulu, kemudian bertarung dengan Raylan. Dalam kekacauan itu Raylan menembak ibu Tara, sementara Norman mencungkil kedua mata Raylan dan meninggalkannya tergeletak di lantai.
Norman yang terluka parah mengakui kepada Tara bahwa asal-usul yang diceritakan Raylan memang benar, dan mengakui pula bahwa dia pernah melakukan kejahatan seperti pembunuhan dan pemerkosaan. Dia menyuruh gadis itu menjauh darinya. Raylan yang ternyata belum mati tiba-tiba menikam Norman dari belakang, dan Tara langsung menikam Raylan sampai tewas. Dia ingin menyelamatkan Norman, tetapi Norman berhenti bergerak setelah menjawabnya.

Tara meninggalkan hotel itu seorang diri dan berjalan menuju panti asuhan yang pernah dia lihat sebelumnya. Di hadapan anak-anak yang sedang bermain, dia tidak memakai nama pemberian orang tua kandungnya, melainkan memperkenalkan diri sebagai Phoenix.

Pada adegan saat kredit penutup, anjing yang dulu dibiarkan hidup oleh Norman kembali ke hotel itu, mendekati Norman yang tergeletak, dan menjilat tangannya; kamera tidak memastikan apakah Norman masih hidup atau tidak.