← Kembali ke beranda

Horizon Line

Hanya tersisa dua penumpang yang tidak bisa menerbangkan pesawat di atas Samudra Hindia: sinopsis lengkap film Horizon Line, dari kematian mendadak pilot, kebocoran bahan bakar, hingga perjuangan bertahan hidup di gugusan pasir setelah pesawat jatuh ke laut

Judul

Horizon Line

Tahun / Durasi

2020 · 92 menit

Genre

Thriller / Bencana

Sutradara

Mikael Marcimain

Penulis

Josh Campbell, Matt Stuecken

Rating

Pemeran

Allison Williams (sebagai Sara Johnson), Alexander Dreymon (sebagai Jackson Davison), Keith David (sebagai Freddy Wyman), Pearl Mackie (sebagai Pascale), Jumayn Hunter (sebagai Samuel)

Horizon Line
Sara dan Jackson berbincang berhadapan saat senja di tepi pantai Pascale menelepon di luar ruangan sambil menyandang tas anyaman Freddy menerbangkan pesawat kecil, Sara duduk di kursi kopilot, Jackson di kursi belakang Freddy mengenakan headset penerbangan di kursi pilot, wajahnya menahan sakit Sara mengenakan headset menatap ke depan, Jackson duduk di sampingnya Di luar pesawat kecil yang sedang terbang, seorang pria berpegangan pada penyangga sayap
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Horizon Line adalah film thriller petualangan berbahasa Inggris produksi Swedia yang tayang pada 2020, disutradarai oleh Mikael Marcimain dan ditulis oleh Josh Campbell bersama Matt Stuecken. Allison Williams dan Alexander Dreymon berperan sebagai sepasang mantan kekasih yang terjebak di sebuah pesawat kecil, sementara Keith David berperan sebagai pilot bernama Freddy. Film ini berdurasi 92 menit; hingga entri ini diperbarui, film ini mendapat skor 4,8 di IMDb, dan dari 6 ulasan yang dikumpulkan Rotten Tomatoes, 33% di antaranya positif, dengan skor Popcornmeter penonton sebesar 20%. Secara keseluruhan responsnya cenderung rendah, dengan ulasan yang umumnya menilai premis bertahan hidup di ketinggian ini cukup langsung, tetapi karakter dan eskalasi krisisnya kurang meyakinkan.

Cerita ini membatasi konflik utamanya di dalam sebuah pesawat kecil di atas Samudra Hindia: setelah sang pilot meninggal mendadak, kedua penumpang tidak hanya harus mencari cara untuk terus menerbangkan pesawat, tetapi juga menghadapi krisis demi krisis secara berurutan, mulai dari hilangnya navigasi, badai, kebocoran bahan bakar, hingga pendaratan darurat.

Kembali ke Mauritius

Sudah setahun sejak Sara meninggalkan Mauritius. Saat itu ia kembali ke London tanpa berpamitan resmi kepada Jackson, pacarnya waktu itu, dan kini ia kembali ke pulau itu untuk menghadiri pernikahan sahabatnya, Pascale. Ia sebenarnya ingin menghindari Jackson, tetapi akhirnya bertemu dengannya juga; setelah mengobrol, mereka menghabiskan satu malam bersama, dan perasaan lama pun kembali muncul.

Sara dan Jackson berbincang berhadapan saat senja di tepi pantai

Pascale menelepon di luar ruangan sambil menyandang tas anyaman

Keesokan harinya, Sara baru sadar ia ketinggalan feri menuju Pulau Rodrigues. Untuk bisa tiba tepat waktu di pernikahan, ia menemui temannya, Freddy, dan memintanya mengantarkannya dengan pesawat kecil. Setelah naik ke pesawat, barulah ia tahu bahwa Jackson juga memesan penerbangan yang sama.

Kecelakaan di Pesawat Kecil

Freddy menerbangkan pesawat meninggalkan Mauritius, dengan Sara duduk di kursi kopilot dan Jackson di kursi belakang. Freddy pernah mengajari Sara beberapa dasar penerbangan, dan kali ini ia membiarkan Sara sejenak memegang kendali.

Freddy menerbangkan pesawat kecil, Sara duduk di kursi kopilot, Jackson di kursi belakang

Di tengah penerbangan, Freddy tiba-tiba mengalami serangan jantung. Pesawat langsung kehilangan kendali dan menukik, Sara dan Jackson berhasil menstabilkan badan pesawat, tetapi tidak sempat menyelamatkan Freddy. Sistem autopilot juga rusak akibat kekacauan itu, sehingga hanya tersisa dua penumpang yang tidak punya pengalaman menerbangkan pesawat sendiri.

Freddy mengenakan headset penerbangan di kursi pilot, wajahnya menahan sakit

Penerbangan Tanpa Navigasi

Sara mengambil alih kemudi, dibantu Jackson. Mereka menghubungi pengatur lalu lintas udara, Samuel, lewat radio dan mengikuti arahannya untuk mencari arah, tetapi pesawat harus menembus badai di depan. Setelah menembus badai itu, kompas mereka rusak, dan komunikasi dengan Samuel pun terputus-putus, sehingga mereka tidak bisa memastikan apakah masih menuju ke arah yang benar.

Sara mengenakan headset menatap ke depan, Jackson duduk di sampingnya

Masalah yang lebih mendesak daripada tersesat pun muncul: bahan bakar berkurang dengan kecepatan yang tidak wajar. Setelah memeriksa, mereka memastikan pesawat mengalami kebocoran bahan bakar, sementara tidak ada bandara di sekitar laut yang bisa segera didarati.

Kebocoran Bahan Bakar dan Perbaikan di Luar Sayap

Jackson memutuskan untuk merangkak keluar dari kabin menuju sayap untuk mengatasi kebocoran itu. Di tengah terpaan angin kencang, ia berpegangan pada badan pesawat dan berhasil menyumbat saluran bahan bakar, tetapi dalam prosesnya lengannya terluka dan ia nyaris terjatuh dari pesawat. Sara menarik Jackson yang terluka kembali ke dalam kabin; kebocoran memang berhasil dikendalikan, tetapi sisa bahan bakar sudah tidak mencukupi.

Di luar pesawat kecil yang sedang terbang, seorang pria berpegangan pada penyangga sayap

Untuk mengurangi beban dan memperpanjang jarak tempuh, keduanya membuang barang-barang yang bisa dilepas dari kabin, dan akhirnya bahkan terpaksa melepas jasad Freddy dari pesawat. Meski begitu, bahan bakar yang tersisa tetap tidak cukup untuk membawa mereka ke daratan yang diketahui.

Jarak Tambahan dari Rum

Sara menemukan sejumlah rum berkadar alkohol tinggi di pesawat, dan mereka memutuskan menggunakannya sebagai bahan bakar darurat. Karena lengan Jackson sudah tidak bisa digunakan, Sara mengikatkan tubuhnya lalu merangkak keluar pesawat untuk menuangkan rum ke tangki bahan bakar, sebelum kembali ke kursi kemudi untuk terus mengendalikan pesawat. Tambahan bahan bakar ini hanya bisa memperpanjang sedikit jarak tempuh, tanpa menyelesaikan masalah navigasi maupun pendaratan.

Sara memegang kemudi menerbangkan pesawat, Jackson duduk di sampingnya

Saat bahan bakar kembali hampir habis, mereka akhirnya melihat sebidang kecil daratan muncul di tengah laut. Sara mengarahkan pesawat ke sana, bersiap untuk meluncur mendarat darurat begitu tenaga benar-benar habis.

Jatuh ke Laut dan Gundukan Pasir yang Mulai Menghilang

Pesawat gagal mendarat di daratan itu, dan malah jatuh serta terbalik di laut dekat pantai. Jackson terjebak di dekat sayap yang terendam air, Sara menyelam kembali ke reruntuhan pesawat untuk menyelamatkannya, dan barulah keduanya berenang bersama ke tepi.

Mereka segera menyadari bahwa tempat di depan mereka bukanlah pulau sungguhan, melainkan gundukan pasir yang akan tenggelam saat air pasang. Lengan Jackson terluka, mereka tidak punya makanan, air tawar, atau alat komunikasi, dan tidak terlihat ada kapal di sekitar. Air laut terus naik menutupi pasir, dan mereka hanya bisa mengenakan jaket pelampung sambil menunggu.

Pemandangan dari atas gundukan pasir, Sara dan Jackson yang terluka berbaring di pasir

Sebidang kecil gundukan pasir terlihat di tengah laut yang jauh

Ending

Setelah air pasang benar-benar menenggelamkan gundukan pasir, Sara menopang tubuh Jackson yang sudah lemas sambil mengapung di laut. Jackson merasa tidak akan sanggup bertahan dan ingin memberikan jaket pelampungnya kepada Sara; Sara menolak untuk selamat sendirian dan terus menopangnya. Jackson mengungkapkan cintanya kepada Sara, dan keduanya mengira sudah tidak ada lagi harapan untuk diselamatkan. Sebuah kapal nelayan yang sebelumnya menerima sinyal radio mereka kemudian tiba dan mengangkat keduanya dari laut.

Di permukaan laut, Sara menopang Jackson yang mengenakan jaket pelampung