← Kembali ke beranda

Hope

Perburuan terhadap makhluk buas tak dikenal berubah menjadi krisis kelangsungan hidup di Hope Harbor: rangkuman lengkap penyelidikan sapi mati, serangan monster ke desa, kebenaran tentang bayi alien, pesawat antariksa yang jatuh, dan pelarian di jalan raya.

Judul

Hope

호프

Tahun / Durasi

2026 · 156 menit

Genre

Drama / Aksi / Fiksi ilmiah / Thriller

Sutradara

Na Hong-jin

Penulis

Na Hong-jin

Rating

Pemeran

Hwang Jung-min (sebagai Ko Bum-seok), Zo In-sung (sebagai Ko Sung-ki), Hoyeon (sebagai Im Sung-ae), Michael Fassbender (sebagai Ma'veyyo), Alicia Vikander (sebagai Permaisuri J'aur), Taylor Russell (sebagai Ai'dovor), Cameron Britton (sebagai Va'migere)

Penghargaan

Masuk seleksi Kompetisi Utama Festival Film Cannes ke-79

Hope
Dua pria berdiri di tepi ladang sambil memandang desa di kejauhan Seekor sapi yang terluka tergeletak di tanah sementara dua pria memeriksanya Berbagai benda berserakan di jalan desa yang telah dirusak Seorang pria bersenjata berdiri di dalam rumah yang rusak, dengan sosok tinggi berambut panjang di ambang pintu di belakangnya Seorang pria mengangkat senjata, darah memercik dari kepala dan leher orang berpakaian hijau di sebelahnya, dengan serpihan berhamburan di udara Seorang perempuan berbaju gelap menembak di jalan, dengan semburan api keluar dari moncong senjatanya
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Hope ditulis dan disutradarai oleh Na Hong-jin. Hwang Jung-min, Zo In-sung, dan Hoyeon memerankan polisi dan pemburu di Hope Harbor, sedangkan Michael Fassbender, Alicia Vikander, Taylor Russell, dan Cameron Britton memerankan makhluk tak dikenal yang memasuki wilayah tersebut. Film ini tayang perdana di Festival Film Cannes ke-79 pada 17 Mei 2026, lalu tayang di Korea Selatan pada 15 Juli dengan durasi versi bioskop 156 menit.

Per 25 Oktober 2026, film ini mendapat rating 6,6 di IMDb dari 23.396 pengguna. Skor kesegarannya di Rotten Tomatoes mencapai 79% berdasarkan 179 ulasan kritikus, sedangkan skor popcorn dari penonton terverifikasi mencapai 77% berdasarkan lebih dari 500 penilaian. Tanggapan kritikus dan penonton secara umum positif, tetapi nilai di setiap platform menunjukkan perbedaan yang jelas.

Sapi Mati di Hope Harbor dan Regu Pemburu yang Masuk Pegunungan

Cerita berlangsung di Hope Harbor, sebuah desa pesisir terpencil di dekat Zona Demiliterisasi. Kepala kantor polisi Ko Bum-seok menerima kabar dari sepupunya, Ko Sung-ki, lalu pergi memeriksa seekor sapi mati dengan luka menganga di tubuhnya. Sung-ki dan para pemburu yang bersamanya menduga ada harimau di sekitar sana. Setelah itu, Bum-seok menemukan lebih banyak ternak serta pemilik peternakan yang tewas, sehingga jelas bahwa ini bukan serangan hewan buas biasa.

Dua pria berdiri di tepi ladang sambil memandang desa di kejauhan

Seekor sapi yang terluka tergeletak di tanah sementara dua pria memeriksanya

Sung-ki mengumpulkan rekan-rekannya yang mengenal medan pegunungan, lalu masuk jauh ke dalam hutan dengan membawa senapan untuk mencari hewan buas itu. Mereka terus mengikuti jejaknya tanpa mengetahui bahwa serangan yang jauh lebih besar akan segera terjadi di sisi lain Hope Harbor.

Serangan Monster ke Desa dan Pengejaran

Seekor makhluk raksasa tiba-tiba menerobos masuk ke Hope Harbor, menyerang warga di sepanjang jalan, dan menghancurkan rumah-rumah. Pasukan bantuan di sekitar desa sedang menangani kebakaran hutan, sehingga Bum-seok hanya dapat melakukan pencarian bersama pensiunan tentara Ahn Nak-yeon. Ketika keduanya memasuki sebuah bangunan rusak, mereka salah mengira orang di dalamnya sebagai monster dan menembaknya hingga seorang koki setempat terluka parah.

Berbagai benda berserakan di jalan desa yang telah dirusak

Dari sekelompok warga bersenjata, Bum-seok mengetahui bahwa penyerang itu berwujud menyerupai manusia, mampu berpikir, dan sulit dijatuhkan dengan peluru biasa. Monster itu segera memukul mundur kelompok tersebut, dan Bum-seok pun berada dalam bahaya.

Seorang pria bersenjata berdiri di dalam rumah yang rusak, dengan sosok tinggi berambut panjang di ambang pintu di belakangnya

Seorang pria mengangkat senjata, darah memercik dari kepala dan leher orang berpakaian hijau di sebelahnya, dengan serpihan berhamburan di udara

Polisi muda Im Sung-ae kemudian tiba dan menembaknya dengan pelontar granat hingga salah satu kakinya putus, lalu melanjutkan pengejaran bersama Bum-seok dengan mobil.

Seorang perempuan berbaju gelap menembak di jalan, dengan semburan api keluar dari moncong senjatanya

Saat Bum-seok menyusul monster yang terluka itu, ia melihatnya menangis dan sempat berhenti menyerang. Monster tersebut kemudian tertabrak truk tangki yang melaju dan tewas. Pertempuran di desa untuk sementara berakhir, tetapi mereka masih belum mengetahui alasan makhluk itu datang ke sana.

Autopsi dan Bayi di Dalam Lemari Pembeku

Kepala pusat kesehatan memeriksa jasad monster itu dan memastikan bahwa makhluk tersebut berjalan dengan ujung jari kaki. Struktur dalam tubuhnya menyerupai manusia, tetapi juga memiliki organ yang tidak dapat dikenali.

Seseorang mengenakan baju pelindung bernoda darah mendongakkan kepala sambil mengangkat ketel berwarna emas, sementara seseorang di sebelahnya memperhatikan

Bum-seok dan Ahn Nak-yeon kemudian bertemu dengan seorang tukang kayu eksentrik bernama Yang-bae. Ia mengaku telah membunuh satu monster lain dan menyimpan jasadnya di dalam lemari pembeku.

Jasad di dalam lemari pembeku ternyata adalah seekor bayi. Dari situ, Bum-seok menyimpulkan bahwa monster dewasa yang sebelumnya memasuki desa sedang mencari bayi tersebut, dan tindakan Yang-bae menembak bayi itu telah memancingnya datang. Bum-seok dengan marah menyalahkan Yang-bae, tetapi korban yang berjatuhan di desa sudah tidak dapat dikembalikan.

Seekor makhluk kecil yang terluka terbaring di atas kain dalam ruangan gelap

Di pos pertolongan sementara, Sung-ae mengetahui dari para saksi bahwa masih ada beberapa makhluk serupa di hutan. Ia menemukan Bum-seok dan menyampaikan kabar tersebut. Bum-seok, Sung-ae, Ahn Nak-yeon, dan Yang-bae segera berangkat mencari Sung-ki beserta regu pemburu yang belum kembali ke desa.

Pesawat Antariksa yang Jatuh dan Hancurnya Regu Pemburu

Sementara itu, Sung-ki dan kelompoknya menemukan sebuah pesawat antariksa raksasa yang jatuh jauh di dalam hutan. Mereka masuk dan melihat ruangan yang menyerupai tempat perawatan bayi, lalu menyadari bahwa monster-monster itu berasal dari luar Bumi. Permaisuri J’aur, pengawalnya Ma’veyyo, dan dayangnya Ai’dovor menyerang regu pemburu di dalam pesawat. Semua anggota kelompok tewas kecuali Sung-ki.

Dua pria bersenjata berdiri di dekat pintu masuk pesawat antariksa raksasa di tengah hutan

Makhluk tinggi menyerupai manusia berdiri di antara pepohonan di hutan

Ma’veyyo terus memburu Sung-ki. Kelompok Bum-seok tiba tepat waktu dan membantu Sung-ki melarikan diri dengan menunggangi kuda putih milik warga bersenjata setempat. Monster itu menyusul keluar dari hutan, dan pengejaran berlanjut dari jalan pegunungan ke jalan raya.

Kuda Putih, Mobil Polisi, dan Pengejaran di Jalan Raya

Ketika Ma’veyyo mendekati kuda putih itu, Bum-seok dan Sung-ae menyerang dari samping dengan mobil polisi. Dalam laju berkecepatan tinggi, Sung-ki mendekati mobil polisi dan berhasil berpindah dari punggung kuda ke mobil. Kuda, monster, dan mobil polisi melaju berdampingan di jalan raya yang sempit.

Seekor kuda putih mengangkat kaki depannya, dengan satu orang menunggangi punggungnya, orang lain bergelantungan di sampingnya, dan makhluk merah di atasnya

Sung-ki melukai Ma’veyyo dengan parah menggunakan pelontar granat. Setelah jarak dengan bahaya itu untuk sementara bertambah, ia menjulurkan tubuh keluar dari mobil untuk merayakannya. Namun, saat kendaraan terus melaju, tubuhnya tidak sengaja tersapu penghalang di tepi jalan hingga terjatuh. Bum-seok dan yang lain tidak sempat berhenti untuk mencarinya dan terpaksa terus meninggalkan tempat itu.

Tubuh bagian atas seorang pria tergantung terbalik di luar jendela mobil polisi yang sedang melaju, dengan kepalanya dekat permukaan jalan

Ending

Ma’veyyo yang terluka kembali ke sisi J’aur. Kedua alien itu melihat pesawat lain milik Kaisar Daiads jatuh dari langit menuju pegunungan di dekat sana. Gelombang kejut akibat tabrakan tersebut melempar mobil polisi Bum-seok keluar dari jalan.

Pesawat antariksa raksasa yang terbakar menghantam pegunungan

J’aur masih belum mengetahui bahwa bayi laki-lakinya, Xinertai, telah dibunuh oleh Yang-bae. Ma’veyyo berjanji akan terus mencari sang anak dan menyatakan bersedia mempersembahkan jantungnya untuk menghidupkannya kembali. Keduanya berdiri di hadapan kobaran api yang ditimbulkan pesawat jatuh itu sambil bersiap mengambil tindakan selanjutnya.

Dua alien berdiri di jalan pegunungan dengan api dan asap tebal membubung di kejauhan

Bum-seok, Sung-ae, Ahn Nak-yeon, dan Yang-bae selamat dari kecelakaan tersebut. Mereka meninggalkan mobil polisi yang rusak dan berjalan kaki menyusuri jalan raya menuju Hope Harbor sambil membawa senjata untuk memperingatkan warga. Film ini tidak menjelaskan apakah mereka dapat kembali tepat waktu dan juga tidak memberikan hasil akhir konflik antara manusia dan alien.

Empat orang bersenjata berlari menyusuri jalan raya dengan asap tebal membubung dari pegunungan di kejauhan

Di pertengahan kredit penutup, Sung-ki yang sebelumnya terjatuh dari mobil polisi muncul kembali. Ia berjalan tertatih sendirian di jalan raya, menunjukkan bahwa dirinya selamat dari pengejaran tersebut.

Foto Adegan Lainnya

Poster Lainnya

Poster film berbahasa Korea yang menampilkan hutan dan para pemburu bersenjata