Gone in the Night
Kath dan pacar mudanya bertemu sepasang orang asing di sebuah pondok di hutan; setelah pacarnya menghilang keesokan harinya, dia menelusuri hubungan antara pemilik pondok dan pemuda itu, hingga mengungkap eksperimen penculikan yang memakai darah muda untuk memperlambat penuaan.
Judul
Gone in the Night
Tahun / Durasi
2022 · 90 menit
Genre
Misteri / Thriller
Sutradara
Eli Horowitz
Penulis
Eli Horowitz, Matthew Derby
Rating
Pemeran
Winona Ryder (sebagai Kath), Dermot Mulroney (sebagai Nicholas Barlow), John Gallagher Jr. (sebagai Max), Owen Teague (sebagai Al), Brianne Tju (sebagai Greta)
Gone in the Night adalah film thriller misteri asal Amerika Serikat yang disutradarai Eli Horowitz dan ditulis bersama Matthew Derby, dibintangi Winona Ryder, Dermot Mulroney, John Gallagher Jr., Owen Teague, dan Brianne Tju. Film ini tayang perdana di South by Southwest pada 13 Maret 2022, lalu dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 15 Juli tahun yang sama, dengan durasi 90 menit.
Saat artikel ini disusun, skor IMDb film ini adalah 4,9. Halaman Rotten Tomatoes sedang dalam perbaikan saat pengecekan langsung dilakukan, sehingga data yang tidak bisa dipastikan saat itu tidak dicantumkan di sini. Ulasan yang berhasil diverifikasi umumnya menilai premis kehilangan orang di hutan dan penampilan Winona Ryder cukup menarik, tetapi twist di babak akhir, pilihan karakter, dan cara ketegangan dibayar mendapat cukup banyak kritik.
Retakan hubungan akibat perbedaan usia
Kath menjalankan toko tanaman dan juga mengajar kelas pendidikan orang dewasa. Max dulunya muridnya, lalu belakangan dia yang mengajak Kath berkencan, dan hubungan mereka pun dimulai dari situ. Max jauh lebih muda daripada Kath dan suka petualangan dadakan; Kath lebih hati-hati dan juga risau dengan perubahan yang dibawa penuaan pada dirinya. Perbedaan usia ini tidak langsung meretakkan hubungan mereka, tetapi lama-lama memperbesar jarak ritme hidup dan rasa aman di antara keduanya.
Dalam sebuah acara kumpul di rumah, Max merasa diremehkan oleh Kath dan teman-temannya, lalu berdalih keluar untuk membeli minuman. Di toko, dia bertemu sepasang kekasih muda, Al dan Greta, yang sedang bertengkar, dan kemudian ikut mereka ke sebuah pesta. Greta terus-menerus menggoda Max dan mengajaknya pergi ke pondok di hutan keesokan harinya, lalu menonton pertunjukan bersama. Sepulangnya, Max bertengkar dengan Kath, lalu akhirnya mengemas ajakan yang tadinya untuk dirinya sendiri itu menjadi akhir pekan romantis, dan mengajak Kath pergi bersamanya.

Malam berempat di dalam pondok
Kath dan Max tiba di pondok terpencil itu larut malam, tetapi mendapati Al dan Greta sudah ada di dalam. Al bersikeras pondok itu milik mereka, sementara Max mengaku sudah memesannya. Yang sebenarnya terjadi bukan pondok yang disewakan dua kali: Al dan Greta sejak awal hanya menunggu kedatangan Max, dan kehadiran Kath mengacaukan rencana mereka. Greta cepat mengubah sikap dan mengusulkan agar keempatnya menginap semalam bersama, supaya Kath tidak perlu menyetir lagi di malam hari.
Berempat mereka minum-minum dan bermain board game bertema keintiman. Kath bercerita tentang awal perkenalannya dengan Max sebagai guru dan murid, sementara Greta memanfaatkan gerakan dalam permainan untuk menggoda Max secara terang-terangan. Kath merasa tidak nyaman dan lebih dulu kembali ke kamar untuk beristirahat; Max, Al, dan Greta tetap tinggal di ruang tamu.


Cerita menghilang di pagi hari
Keesokan paginya Kath terbangun dan mendapati Max tidak ada di ranjang, ruang tamu, maupun di luar rumah. Dia masuk ke hutan untuk mencarinya dan bertemu Al di pinggir jalan dalam keadaan murung. Al mengatakan bahwa dia memergoki Max dan Greta berhubungan, dan keduanya sudah pergi bersama. Kath tidak bisa menemukan Max maupun memastikan kebenaran cerita itu karena tidak ada sinyal di kawasan hutan tersebut, sehingga dia terpaksa menyetir sendirian kembali ke kota.
Teman-temannya menyarankan agar dia menganggap kepergian ini sebagai akhir hubungan mereka, tetapi Kath tidak bisa menerima Max pergi begitu saja tanpa penjelasan. Dia mencoba mencari Greta secara daring, lalu menemukan kontak Nicholas Barlow, pemilik pondok, dari data kepemilikan properti tersebut. Agar Nicholas mau bertemu dengannya, Kath awalnya berbohong hendak mengembalikan buku yang tertinggal milik Greta, dan baru mengaku sedang mencari pacarnya setelah mereka bertemu.

Penyelidikan Kath dan Nicholas
Nicholas tidak langsung memberikan data penyewanya, tetapi bersedia membantu Kath mencari Max. Keduanya bertemu di toko tanaman dan kafe, dan dari situ Kath tahu bahwa Nicholas dulunya seorang pengusaha bioteknologi. Seorang kenalannya juga mengungkap bahwa perusahaan yang dulu dirintis Nicholas kemudian terjual dengan nilai yang cukup besar. Nicholas mengaku dia meninggalkan perusahaannya setelah ayahnya meninggal akibat penyakit saraf keturunan, lalu mulai meneliti sebuah terapi transfusi darah; dia juga memberi tahu Kath bahwa dirinya mungkin mewarisi penyakit yang sama.
Berbekal alamat yang ditinggalkan Greta, keduanya membuntutinya masuk ke sebuah pesta bawah tanah. Setelah menemukan Greta, Kath mendapat pengakuan bahwa Greta memang membawa pergi Max, dan mengklaim keduanya sudah saling jatuh cinta. Di wallpaper ponsel Greta terpampang foto dirinya berpose dekat dengan Max yang sedang tertidur pulas. Saat itu Kath mengira foto itu sebagai bukti mereka kabur bersama, tanpa menyadari bahwa foto itu sebenarnya diambil saat Max sedang tidak sadarkan diri. Selama penyelidikan ini, Kath dan Nicholas perlahan menjadi dekat karena kehilangan yang sama-sama mereka rasakan.



Rencana menjebak Max
Di alur waktu lain yang tidak diketahui Kath, Al dan Greta sebenarnya sudah mengincar Max sejak di toko. Keduanya membawa Max ke pesta, menanyakan usia dan kondisi kesehatannya, lalu memakai pertunjukan dan pondok sebagai umpan. Setelah Max tanpa sengaja membawa Kath serta, Greta memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana mereka. Begitu Kath tertidur, mereka membius Max, menyembunyikannya di dalam tong plastik, lalu memindahkannya ke sebuah kontainer di dalam hutan.
Al adalah anak Nicholas. Dia percaya ayahnya mengidap penyakit keturunan yang sama dengan kakeknya, dan menculik Max untuk menyediakan donor muda bagi eksperimen ayahnya. Greta juga terlibat dalam eksperimen ini, tetapi di pondok dia menemukan hasil pemeriksaan yang menunjukkan Nicholas sebenarnya tidak mengidap penyakit apa pun. Dokumen ini membuktikan bahwa Nicholas selama ini menyembunyikan tujuan sebenarnya.


Rahasia transfusi di dalam kontainer
Belakangan Kath membawa bibit alpukat untuk mengunjungi Nicholas di pondok. Nicholas berdalih keluar mengambil kayu bakar dan meninggalkan kuncinya di dalam rumah. Saat memeriksa barang-barang di sana, Kath menemukan foto Nicholas menggendong Al saat masih bayi, yang memastikan bahwa pemilik pondok dan “penyewa” itu sebenarnya satu keluarga. Dia mengambil kunci itu, membuka pintu menuju hutan, lalu menemukan sebuah kontainer yang terkunci.
Di dalam kontainer itu tertata alat pemantau dan transfusi darah, dengan Max terbaring di ranjang perawatan, tersambung selang-selang, dan tidak sadarkan diri. Begitu Nicholas, Al, dan Greta tiba, seluruh kebenaran pun terbongkar: Nicholas tidak mengidap penyakit keturunan apa pun; dia mengambil darah anak muda bukan untuk mengobati penyakit, melainkan untuk memperlambat penuaannya sendiri. Dia berdalih takut menjadi lemah seperti ayahnya, dan juga ingin punya lebih banyak waktu bersama anaknya. Setelah kebohongan itu terbongkar, Greta justru mengusulkan untuk membunuh Kath agar rahasia ini tidak bocor.


Ending
Untuk meloloskan diri, Kath memanfaatkan perasaan Nicholas terhadapnya dengan berbohong bahwa dia juga takut menua, dan meminta agar Greta dijadikan donor supaya dirinya sendiri bisa menerima transfusi yang sama. Nicholas menyetujui usulan itu, lalu bersama Al menahan dan membius Greta. Memanfaatkan momen ketika perhatian ketiganya teralih, Kath melepas selang-selang yang terpasang di tubuh Max dan membantunya bergerak menuju pintu keluar kontainer.
Max yang kesadarannya kacau justru mencabut sendiri selang di lehernya, dan lukanya langsung mengeluarkan darah dalam jumlah besar. Dia segera roboh, dan Kath tidak sempat menyelamatkannya. Kath berlari sendirian keluar dari kontainer, mengunci Nicholas, Al, dan Greta di dalamnya. Dia kembali ke mobilnya dengan wajah dan tangan masih berlumuran darah, tetapi tidak langsung pergi mengendarai mobil itu. Di akhir cerita, dia justru masuk ke pondok yang kosong, membuka jendela, dan diam-diam memandang ke arah hutan. Film ini tidak menjelaskan apakah setelah itu dia melapor ke polisi, membebaskan ketiganya, atau justru menerima eksperimen itu, sehingga nasib akhir orang-orang di dalam kontainer sengaja dibiarkan sebagai pertanyaan terbuka.

