Downrange
Ban pecah yang menjebak enam anak muda di garis tembak seorang penembak jitu jarak jauh: alur lengkap film Downrange dari penyergapan di pinggir jalan, mobil yang lewat dan ikut diserang, sampai serangan balik terakhir dan tembakan tak sengaja
Judul
Downrange
Tahun / Durasi
2017 · 90 menit
Genre
Aksi / Thriller / Horor
Sutradara
Ryūhei Kitamura
Penulis
Ryūhei Kitamura, Joey O'Bryan
Rating
Pemeran
Kelly Connaire (sebagai Jodi), Stephanie Pearson (sebagai Keren), Rod Hernandez (sebagai Todd), Anthony Kirlew (sebagai Eric), Alexa Yeames (sebagai Sara), Jason Tobias (sebagai Jeff)
Downrange adalah film horor bertahan hidup produksi bersama Jepang dan Amerika Serikat yang ditulis oleh Ryūhei Kitamura bersama Joey O’Bryan dan disutradarai oleh Ryūhei Kitamura, dengan Kelly Connaire, Stephanie Pearson, Rod Hernandez, Anthony Kirlew, Alexa Yeames, dan Jason Tobias sebagai pemeran utama. Film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival pada 10 September 2017, lalu dirilis Shudder di Amerika Serikat pada 26 April 2018, dengan durasi 90 menit.
Per 31 Agustus 2026, film ini memperoleh skor IMDb 5,5 dari sekitar 7.800 suara; tingkat kesegaran ulasan kritikus yang dikumpulkan Rotten Tomatoes mencapai 72% dari 29 ulasan, sementara indeks popcorn penonton berada di 43% dari 100+ penilaian. Penilaian kritikus jelas lebih tinggi daripada tanggapan penonton umum, sehingga reputasi film ini terbilang terbelah.
Tembakan Pertama Setelah Ban Pecah
Todd bersama pacarnya, Sara, dan rekan satu tumpangan yang baru dikenalnya — Jodi, Keren, Jeff, dan Eric — berkendara melintasi pedesaan terpencil. Ban SUV itu tiba-tiba pecah, lalu keenamnya menepikan mobil di tepi jalan raya yang tidak punya sinyal ponsel. Jeff mulai mengganti ban cadangan, sementara yang lain beristirahat di dekat mobil; semula ini hanya kerusakan biasa dalam sebuah perjalanan.

Jeff tidak kunjung menjawab, dan barulah semua sadar bahwa dia sudah terkena peluru yang datang dari kejauhan. Tak lama setelah itu, Sara juga tertembak dan jatuh. Eric berlari ke arah tunggul pohon di pinggir jalan, sedangkan Jodi, Keren, dan Todd yang lengannya terluka meringkuk di sisi SUV yang membelakangi si penembak. Penembak jitu yang tidak terlihat itu sudah mengubah seluruh ruas jalan menjadi garis tembak, dan mobil menjadi satu-satunya perlindungan mereka.

Berlindung di Balik Mobil dan Upaya Meminta Bantuan
Ketiganya mencoba mengangkat ponsel tinggi-tinggi untuk mencari sinyal, tetapi satu tembakan menghancurkan ponsel di ujung tongkat swafoto. Keren menjulurkan hoodie-nya ke luar mobil untuk membuat sasaran palsu, sementara Todd berusaha memindahkan persneling SUV ke posisi netral agar badan mobil bergerak dan membentuk perlindungan, tetapi percobaan pertamanya gagal. Di sisi lain, Eric menyalakan kamera ponselnya dan mengarahkan lensa melewati penghalang untuk mengamati lereng bukit, hingga akhirnya dia bisa memperkirakan bahwa peluru datang dari bagian atas hutan.

Mendorong Mobil dan Eric yang Tertembak
Todd mengambil kotak perkakas dari bagian belakang mobil, lalu merekatkan tutup kotak logam itu ke lengannya dengan lakban sebagai perisai darurat. Dia kembali nekat masuk ke dalam pandangan si penembak dan, meski tertembak lagi, berhasil membuat SUV mulai meluncur. Namun mobil itu justru bergerak ke arah berlawanan mengikuti kemiringan jalan, lalu penembak jitu langsung meletuskan ban satunya sehingga mobil berhenti sepenuhnya.
Eric memanfaatkan perhatian si penembak yang teralih untuk berlari ke hutan yang lebih jauh, tetapi pergelangan kaki dan kakinya tertembak berturut-turut. Dia tumbang di tanah lapang antara mobil dan semak pohon, tidak lagi bisa bergerak sendiri, dan hanya bisa saling menatap dengan ketiga temannya di balik mobil melintasi jarak yang sepenuhnya terbuka.

Luka, Air, dan Penantian Panjang
Keren memanaskan kepala palu dengan pemantik api untuk menangani luka tembak di lengan Todd. Ketiganya mengambil air dari jok belakang, dan setelah meminumnya sendiri, mereka melemparkan botol itu ke arah Eric; saat Eric mengulurkan tangan untuk menangkapnya, penembak jitu kembali menembus tangannya. Di bawah terik matahari tidak ada yang bisa mendekatinya, dan Eric akhirnya meninggal karena kehabisan darah.

Selama penantian itu, Todd memberi tahu Jodi dan Keren bahwa Sara pernah hamil dan kemudian kehilangan bayinya. Dia nekat berjalan ke sisi Sara dan menutupi wajah perempuan itu dengan pakaian; kali ini penembak jitu tidak melepaskan tembakan. Keheningan singkat itu tidak membawa kesempatan untuk lolos, dan ketiganya tetap terkurung di belakang SUV.

Sebuah Keluarga Masuk ke Garis Tembak
Akhirnya sebuah mobil lain muncul dari kejauhan. Todd berdiri dan melambaikan tangan meminta tolong, tetapi penembak jitu langsung menembak dan merobohkannya. Mobil yang datang itu belum sempat memahami apa yang terjadi di pinggir jalan ketika tembakan membuat pengemudinya kehilangan kendali; mobil terguling ke tepi jalan, dan gadis kecil di jok belakang terlempar keluar jendela.

Ketika sang ibu mencoba bergerak menghampiri putrinya, dia tertembak, lalu sang ayah menyeretnya kembali ke balik mobil yang terguling. Jodi dan Keren berseru dari seberang jalan mengingatkan sang ayah untuk menelepon polisi, dan dia berhasil menyambungkan panggilan darurat, tetapi penembak jitu kemudian menembak tangki bahan bakar mobil itu. Ledakannya menewaskan kedua orang dewasa tersebut, dan gadis kecil yang masih tergeletak tidak jauh dari sana pun ditembak mati oleh si penembak. Panggilan bantuan memang sudah tersambung, tetapi tetap tidak berhasil menyelamatkan keluarga itu.

Kedatangan Polisi dalam Gelap Malam
Setelah hari gelap, Jodi dan Keren membakar SUV mereka sendiri dengan harapan api dan asap tebalnya menghalangi pandangan si penembak. Mereka belum sempat menerobos keluar dari tempat berlindung ketika seorang sheriff, seorang deputi, dan dua petugas polisi bersenapan tiba di lokasi. Polisi menyebar untuk menyisir hutan, tetapi penembak jitu berturut-turut menembak salah satu petugas bersenapan itu dan sang sheriff, lalu mobil sheriff pun ikut hilang kendali.

Keren memanfaatkan asap untuk berlari ke luar, tetapi tetap tertembak di bagian kepala. Jodi berpindah ke dekat mobil polisi dan bergabung dengan deputi yang selamat serta satu petugas bersenapan lainnya, tetapi si penembak terus melepaskan tembakan dari atas pohon sehingga kedua polisi itu tumbang satu per satu. Sampai titik ini, Jodi menjadi satu-satunya orang di lokasi yang masih bisa bergerak.

Menabrak Pohon Tempat Penembak Bersembunyi
Jodi masuk ke mobil sheriff dan langsung mengarahkannya ke pohon asal suara tembakan. Mobil itu menghantam batang pohon, dan penembak jitu yang bersembunyi di ketinggian terbelit tali; setelah memotong talinya, dia jatuh ke tanah, dan keunggulan yang semula dia bangun dari ketinggian serta jarak akhirnya lenyap.

Jodi berlari ke bawah pohon, memungut senapan yang jatuh dari tangan si penembak, lalu menembak berkali-kali dengan senjata milik orang itu.
Ending
Jodi menembak penembak jitu itu beberapa kali sampai senapannya macet. Dia lalu memegang laras senapan dan memukulkan popornya berulang kali ke tubuh si penembak yang tergeletak, hingga akhirnya orang itu tewas. Si penembak sudah tidak bergerak lagi. Jodi melihat takik-takik pada bodi senapan yang dipakai untuk mencatat jumlah korban, lalu mengayunkan satu pukulan terakhir.

Benturan terakhir itu membuat senapan yang macet tadi meletus tanpa sengaja, dan pelurunya menembus tenggorokan Jodi. Dia tidak mampu menghentikan pendarahannya dan akhirnya tewas kehabisan napas. Penembak jitu jarak jauh itu sudah mati, dan Jodi pun tumbang di bawah pohon; tidak ada satu pun korban di jalan raya itu yang selamat, dan film berakhir setelah tembakan tak sengaja dalam serangan balik tersebut.