← Kembali ke beranda

Blood Red Sky

Pembajakan pesawat lintas samudra yang berubah jadi malapetaka vampir: sinopsis lengkap film Blood Red Sky, kisah Nadja mengungkap rahasianya demi melindungi putranya dan mencegah bencana, termasuk spoiler ending.

Judul

Blood Red Sky

Tahun / Durasi

2021 · 121 menit

Genre

Aksi / Thriller / Horor

Sutradara

Peter Thorwarth

Penulis

Peter Thorwarth, Stefan Holtz

Rating

Pemeran

Peri Baumeister (sebagai Nadja), Carl Anton Koch (sebagai Elias), Alexander Scheer (sebagai Eightball), Kais Setti (sebagai Farid), Dominic Purcell (sebagai Berg), Roland Møller (sebagai Karl)

Blood Red Sky
Nadja dan Elias berdiri di depan konter bandara Elias mengobrol dengan Farid di ruang tunggu Para penumpang duduk di dalam kabin pesawat lintas samudra Berg berdiri di bagian depan kabin sambil menatap penumpang di kursinya Pria berseragam terkulai di kursi kokpit Dua orang berhadapan lewat meja di dapur yang remang-remang
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Blood Red Sky adalah film aksi horor yang disutradarai oleh Peter Thorwarth dan ditulis bersama Stefan Holtz, dibintangi oleh Peri Baumeister, Carl Anton Koch, Alexander Scheer, Kais Setti, dan Dominic Purcell. Film ini tayang di Netflix pada 23 Juli 2021 dengan durasi 121 menit, menggabungkan pembajakan pesawat lintas samudra, upaya bertahan hidup di ruang tertutup, dan malapetaka vampir dalam satu alur cerita.

Entri IMDb yang bisa diverifikasi adalah tt6402468 dengan rating 6,1. Ulasan umumnya memuji film ini karena memadukan elemen genre berkonsep tinggi dengan hubungan ibu-anak, meski ada juga yang menilai bagian awal terlalu bertele-tele dan durasi film keseluruhan agak panjang. Berikut alur cerita lengkap beserta ending-nya, disusun berdasarkan urutan waktu dalam film.

Nadja Membawa Putranya Terbang ke New York

Nadja, seorang janda asal Jerman, selama ini menekan kelainan pada tubuhnya dengan obat-obatan. Dia memberi tahu putranya, Elias, bahwa mereka akan naik penerbangan malam menuju New York agar dokter di sana bisa mengobatinya. Saat menunggu di bandara, Elias dengan sigap mengurus bagasi dan check-in untuk ibunya, lalu berkenalan dengan Farid, penumpang lain di pesawat yang sama.

Nadja dan Elias berdiri di depan konter bandara

Elias, sambil memeluk bantal leher biru miliknya, menghampiri Farid dan mengobrol dengannya di ruang tunggu. Nadja tampak lemah, dan setelah minum obat dia bahkan menunjukkan reaksi yang jelas tidak nyaman, tetapi dia tidak menjelaskan penyebabnya kepada siapa pun. Setelah naik pesawat, ibu dan anak itu duduk terpisah, sementara Farid duduk tak jauh dari mereka.

Elias mengobrol dengan Farid di ruang tunggu

Para Pembajak Mengambil Alih Penerbangan

Setelah pesawat memasuki penerbangan malam, sekelompok orang yang sebelumnya menyusup sebagai penumpang dan awak kabin mulai beraksi. Kopilot Bastian ternyata juga terlibat dalam komplotan ini: para pembajak membunuh air marshal, merusak perekam penerbangan dan alat pelacak komunikasi, lalu pemimpin mereka, Berg, mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pesawat. Mereka berencana meminta tebusan, sekaligus membuat dunia luar percaya bahwa ini adalah serangan teror.

Para penumpang duduk di dalam kabin pesawat lintas samudra

Berg berdiri di bagian depan kabin sambil menatap penumpang di kursinya

Elias tidak tinggal di kursinya, dan Nadja bangkit untuk mengejarnya. Eightball, yang berwatak brutal, menemukan ibu dan anak itu lalu menembak Nadja hingga para pembajak mengira dia sudah tewas. Setelah itu mereka memaksa Farid merekam pernyataan yang membuat aksi pembajakan ini seolah-olah serangan bunuh diri yang melibatkan dirinya, agar pada akhirnya militer mau menembak jatuh pesawat tersebut.

Pria berseragam terkulai di kursi kokpit

Kisah Infeksi yang Disembunyikan Nadja

Setelah tertembak, Nadja siuman dan ingatannya kembali ke masa lalu. Bertahun-tahun lalu, dia bepergian dengan mobil bersama suaminya, Nikolai, dan Elias yang masih kecil, hingga mobil mereka mogok di daerah terpencil. Nikolai pergi ke sebuah rumah pertanian terdekat untuk mencari bantuan, tetapi tak kunjung kembali. Nadja pun mengikuti jejaknya ke rumah itu dan mendapati suaminya sudah diserang.

Dua orang berhadapan lewat meja di dapur yang remang-remang

Penyerang itu ternyata seorang vampir. Dia membunuh Nikolai dan menggigit Nadja, sebelum akhirnya terbakar karena terkena sinar matahari terbit. Nadja pun mulai mengalami perubahan. Dia kembali ke rumah pertanian itu untuk mencari jawaban, dan malah diserang oleh ayah tua si vampir. Pria tua itu berusaha mencegah infeksi menyebar lebih jauh, tetapi Nadja membunuhnya dalam perkelahian itu dan membawa pergi obat yang bisa menekan perubahan untuk sementara. Sejak itu dia mencukur habis rambutnya, memakai wig dan lensa kontak, serta bergantung pada obat untuk mempertahankan penampilan sebagai manusia biasa, semata-mata agar bisa terus merawat putranya.

Api menerangi kaca depan mobil

Luka Tembak Memaksa Nadja Menunjukkan Wujud Aslinya

Kembali ke masa kini di pesawat, Nadja masuk ke ruang bagasi dan melepas penyamaran yang selama ini menutupi mata dan giginya yang tidak normal. Dia lebih dulu menghisap darah anjing yang ada di ruang bagasi untuk memulihkan tenaganya, lalu membunuh dan menghisap darah salah satu pembajak yang menemukannya, sehingga tubuhnya sepenuhnya menampakkan ciri-ciri vampir.

Nadja menyerang Berg di dalam kabin

Nadja menemukan Farid, lalu bekerja sama dengannya dan Mohammed, muridnya, untuk melawan balik. Ketiganya sempat berhasil merebut kembali kokpit, dan Mohammed mengarahkan pesawat kembali ke rute semula. Ketika Berg berusaha merebut kembali kendali, Nadja menggigitnya, lalu membunuhnya dengan pisau sebelum dia sepenuhnya berubah menjadi vampir. Farid melihat wujud asli Nadja, tetapi dia juga menyadari bahwa Nadja selama ini melindungi Elias dan penumpang lainnya.

Farid duduk di dekat kursinya sambil mendongak mengamati keadaan

Eightball Sengaja Mengubah Dirinya Menjadi Vampir

Para pembajak lain menugaskan Eightball untuk menghadapi Nadja. Dia menekan Nadja dengan lampu ultraviolet dan mengambil darah dari tubuhnya, bersiap untuk membunuhnya lebih jauh. Elias mengambil senjata peninggalan Berg untuk menyelamatkan ibunya, tetapi tanpa sengaja menembus badan pesawat sehingga kabin kehilangan tekanan udara dengan cepat. Mohammed meninggal karena kekurangan oksigen, dan tekanan kabin baru pulih setelah para pembajak menurunkan ketinggian pesawat.

Eightball membungkuk menghadap Elias yang mengangkat tangannya

Eightball membawa lari darah Nadja ke ruang bagasi dan sengaja menyuntikkannya ke tubuhnya sendiri. Dia berhasil menyelesaikan transformasinya sebelum Nadja tiba, sehingga kekuatan dan sifat agresifnya meningkat. Setelah berubah, Eightball menyerang para pembajak lainnya, dan hanya Bastian yang untuk sementara berhasil kabur. Para penumpang mengambil apa pun yang bisa dipakai untuk membela diri, sementara Nadja meyakinkan mereka untuk bersama-sama mengunci ruang bagasi.

Elias mengarahkan senjata dengan kedua tangannya ke depan

Infeksi Menyebar di Dalam Kabin

Bastian menjelaskan bahwa bahan bakar pesawat tidak cukup untuk terus terbang ke New York dan mereka harus segera mendarat. Saat semua orang berusaha mempertahankan penguncian ruang bagasi, seorang penumpang yang terluka parah berharap bisa bertahan hidup jika digigit vampir, lalu diam-diam melepaskan Eightball. Alih-alih menyelamatkannya, Eightball justru membunuhnya, kemudian mulai menyerang dan menulari lebih banyak penumpang di dalam kabin.

Seseorang menerkam dan menggigit penumpang dari belakang di dalam kabin

Semakin banyak orang berubah menjadi vampir, dan para penumpang normal kehilangan kendali atas kabin. Nadja menyimpulkan bahwa jika pesawat yang membawa para vampir ini mendarat secara normal, mereka yang terinfeksi akan menerobos keluar dari kabin. Karena itu, dia bersiap menggunakan bahan peledak yang dibawa para pembajak untuk memusnahkan mereka semua, sekaligus mengorbankan dirinya sendiri.

Seseorang berdiri di antara tumpukan bagasi di ruang kargo yang remang-remang

Ending

Elias tidak rela ibunya berkorban, sehingga dia lebih dulu mengambil alat peledak dan masuk lebih dalam ke kabin, tetapi malah dikepung para vampir. Nadja meminta Farid berjanji akan merawat putranya, lalu membunuh dan menghisap darah Bastian untuk memulihkan tenaganya sebelum pergi menyelamatkan Elias. Dalam perkelahian itu, Eightball berhasil menindih Nadja dan menghisap darahnya, kemudian menerkam Elias. Farid mengarahkan pesawat menuju cahaya matahari pagi, sehingga Eightball terbakar sinar matahari dan terlempar keluar dari pesawat.

Elias menggunakan darahnya sendiri untuk memulihkan Nadja yang hampir mati. Begitu merasakan darah putranya, Nadja segera mendorongnya menjauh dan mengasingkan diri, karena dia sadar dirinya bisa saja melukai Elias. Pesawat akhirnya mendarat di sebuah pangkalan Royal Air Force di Skotlandia.

Personel militer menyambut pesawat yang sedang mendarat di landasan

Farid dan Elias berulang kali memperingatkan pihak militer untuk tidak masuk ke kabin, tetapi keduanya justru ditahan terpisah, dan para tentara tetap naik ke pesawat untuk mencari korban selamat hingga akhirnya diserang oleh para vampir. Elias kabur dari ambulans dan kembali ke dekat pesawat, lalu melihat Nadja sedang menghisap darah seorang tentara. Mendengar teriakan putranya, Nadja tidak kembali sadar, melainkan justru mendekatinya dalam keadaan seperti pemangsa.

Elias menatap ke depan dengan mata berkaca-kaca

Setelah yakin ibunya sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, Elias menekan alat peledak yang tersembunyi di dalam boneka beruangnya. Pesawat beserta para vampir di dalamnya hancur oleh ledakan, dan Nadja pun ikut tewas. Pihak militer kemudian membebaskan Farid; dia menghampiri Elias yang berdiri sendirian dan memeluknya.

Kobaran api muncul dari balik struktur kabin yang remang-remang