Better Days
Perundungan di sekolah dan perlindungan seorang remaja menjelang Gaokao: kisah lengkap pertemuan Chen Nian dan Xiao Bei, keputusan mereka menanggung kesalahan bersama, serta ending Better Days
Judul
Better Days
Tahun / Durasi
2019 · 135 menit
Genre
Drama / Romantis / Kriminal
Sutradara
Derek Tsang
Penulis
Wing-Sum Lam, Yuan Li, Yimeng Xu
Rating
Pemeran
Dongyu Zhou (sebagai Chen Nian), Jackson Yee (sebagai Xiao Bei/Liu Beishan), Fang Yin (sebagai Zheng Yi), Ye Zhou (sebagai Wei Lai), Yue Wu (sebagai ibu Chen Nian), Jue Huang (sebagai Lao Yang)
Karya asli
novel In His Youth, In Her Beauty (Shaonian de ni, ruci meili) karya Jiuyue Xi
Penghargaan
Hong Kong Film Awards ke-39: delapan penghargaan, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Aktris Terbaik; Academy Awards ke-93: nominasi Film Internasional Terbaik
Better Days adalah film drama kriminal yang disutradarai Derek Tsang dan ditulis oleh Wing-Sum Lam, Yuan Li, serta Yimeng Xu. Diadaptasi dari novel In His Youth, In Her Beauty karya Jiuyue Xi, film ini dibintangi Dongyu Zhou, Jackson Yee, Fang Yin, Ye Zhou, Yue Wu, dan Jue Huang. Film berdurasi 135 menit ini tayang di Tiongkok daratan pada 25 Oktober 2019, dengan kisah yang berpusat pada Chen Nian, seorang siswi yang mengalami perundungan menjelang Gaokao, dan Xiao Bei, seorang remaja jalanan.
Per 5 November 2026, film ini memperoleh nilai 7,6 di IMDb dari 17.761 suara. Rotten Tomatoes mencatat 30 ulasan kritikus dengan skor 97%. Kedua data tersebut menunjukkan bahwa film ini mendapat tanggapan yang cukup positif dari penonton dan kritikus.
Setelah Hu Xiaodie Jatuh dari Gedung, Chen Nian Menjadi Sasaran Baru
Menjelang Gaokao, Hu Xiaodie yang sudah lama dirundung oleh teman-teman sekolahnya akhirnya jatuh dari gedung sekolah. Ketika orang-orang berkerumun untuk menonton, Chen Nian melepas jaket seragamnya dan menutupi tubuh Hu Xiaodie. Petugas Zheng Yi dan Lao Yang datang ke sekolah untuk menyelidiki. Chen Nian mengakui bahwa Hu Xiaodie pernah dirundung dan menyebut nama Wei Lai, Luo Ting, serta Xu Miao kepada polisi. Sekolah menskors ketiganya, tetapi hukuman itu tidak membebaskan Chen Nian dari aksi balas dendam.

Di depan orang lain, Wei Lai tampak sebagai siswi berprestasi, tetapi diam-diam ia terus menghadang Chen Nian bersama teman-temannya. Mereka mendorong Chen Nian hingga jatuh dari tangga, menyebarkan gosip tentang keluarganya, lalu mengejarnya sepulang sekolah dengan pisau kater dan kandang berisi tikus. Ibu Chen Nian menjual masker wajah bermasalah untuk membayar utang dan sering bersembunyi dari para penagih. Chen Nian hanya bisa belajar sendirian di rumah dan berharap dapat meninggalkan kehidupannya sekarang lewat Gaokao.

Pertemuan di Jalanan dan Xiao Bei
Pada suatu malam, Chen Nian melihat sekelompok orang memukuli seorang remaja laki-laki. Ketika ia mencoba menelepon polisi, mereka memergokinya. Mereka menyeret Chen Nian ke tempat kejadian, terus memukuli keduanya, dan memaksanya mencium remaja yang terluka itu. Nama asli remaja tersebut adalah Liu Beishan, sedangkan orang-orang di sekitarnya memanggilnya Xiao Bei. Ia sudah lama hidup di jalanan dan tinggal di rumah sederhana. Sebelumnya, ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Chen Nian.

Xiao Bei mengingat Chen Nian setelah peristiwa itu. Saat kembali ke sekolah, Chen Nian masih harus menghadapi kelompok Wei Lai. Penyelidikan polisi dan skorsing dari sekolah tidak menghentikan aksi balas dendam mereka. Ketika kembali dikejar dan tidak punya tempat tujuan, Chen Nian hanya bisa mendatangi rumah Xiao Bei dan meminta bantuannya agar ia dapat melewati hari-hari menjelang Gaokao dengan aman.

Janji Perlindungan dan Persiapan Gaokao Bersama
Xiao Bei setuju melindungi Chen Nian. Sejak saat itu, ia mengikuti atau mengantar Chen Nian setiap hari dalam perjalanan pergi dan pulang sekolah. Wei Lai masih mengawasi dan mendekati Chen Nian di dalam maupun di luar sekolah, tetapi Chen Nian menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar. Xiao Bei mengawasi sudut jalan dan keadaan di belakang mereka, sementara Chen Nian terus mengerjakan soal latihan dengan harapan dapat masuk universitas di Beijing.

Kepercayaan perlahan tumbuh di antara mereka selama menghabiskan waktu bersama. Xiao Bei mengantar Chen Nian pulang dan menceritakan kehidupannya. Chen Nian terus belajar di depan meja yang dipenuhi buku dan kertas. Meski keadaan hidup mereka berbeda, keduanya menganggap berakhirnya Gaokao sebagai kesempatan bagi Chen Nian untuk meninggalkan lingkungan tempatnya berada sekarang.


Penyerangan Saat Xiao Bei Ditahan
Ketika menyelidiki sebuah kasus, polisi membawa Xiao Bei ke kantor polisi untuk mengikuti proses identifikasi tersangka sehingga ia tidak dapat pergi sepanjang malam. Tanpa perlindungannya, Chen Nian ditangkap oleh Wei Lai dan dua temannya. Mereka merobek tugas sekolah Chen Nian, memotong rambutnya, memukuli dan menanggalkan pakaiannya, lalu merekam kekerasan tersebut dengan ponsel.
Setelah diizinkan pergi, Xiao Bei segera kembali ke rumahnya. Ia melihat pakaian Chen Nian sudah rusak dan tubuhnya penuh luka, sementara gadis itu sedang menambal buku tugasnya dengan selotip. Ia membantu Chen Nian mencukur sisa rambutnya, lalu ikut mencukur pendek rambutnya sendiri. Chen Nian tidak menyerah pada Gaokao dan tetap kembali ke sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian.



Hujan Deras, Gaokao, dan Kematian Wei Lai
Hujan deras terus turun pada hari Gaokao dan menyebabkan longsor di beberapa ruas jalan kota. Para peserta ujian tetap menuju lokasi ujian, sementara polisi menemukan jenazah Wei Lai ketika membersihkan lokasi longsor. Zheng Yi segera menjadikan Chen Nian sebagai sasaran utama penyelidikan. Namun, Chen Nian hanya ingin menyelesaikan ujian selama dua hari dan tidak mau penyelidikan kembali menggagalkan kesempatannya untuk melanjutkan pendidikan.
Sebelumnya, Wei Lai menemui Chen Nian dan memohon agar video kekerasan yang direkam itu tidak diserahkan kepada polisi. Chen Nian mengatakan bahwa ia tidak akan memperpanjang masalah selama Wei Lai tidak pernah muncul lagi. Namun, Wei Lai tetap mengikuti dan terus mengganggunya. Dalam pertengkaran itu, Chen Nian mendorong Wei Lai hingga terjatuh dari tangga, membentur kepalanya ke tanah, dan meninggal.

Dua Versi Kesaksian dan Pengakuan
Setelah ujian selesai, Xiao Bei membawa Chen Nian pergi saat ia sedang dikawal polisi. Menurutnya, Chen Nian hanya dapat meninggalkan lingkungan lamanya dan melanjutkan hidup jika ia masuk universitas. Karena itu, Xiao Bei menawarkan diri untuk menanggung kesalahan atas kematian Wei Lai. Untuk menciptakan bukti bahwa mereka sebelumnya tidak saling mengenal, Xiao Bei menyerang Chen Nian di jalan agar polisi menangkapnya sebagai pelaku kekerasan.
Chen Nian dan Xiao Bei diinterogasi secara terpisah. Keduanya bersikeras bahwa mereka tidak saling mengenal sebelumnya dan mengaku bahwa pertemuan pertama mereka terjadi saat Xiao Bei menyerang Chen Nian. Setelah Chen Nian menerima hasil Gaokao, Zheng Yi memberitahunya bahwa Xiao Bei menyembunyikan usia sebenarnya dan karena itu akan dijatuhi hukuman mati. Chen Nian terpukul mendengar kabar tersebut dan akhirnya mengakui keterlibatannya dalam kematian Wei Lai. Zheng Yi kemudian menjelaskan bahwa Xiao Bei belum dijatuhi hukuman. Ancaman hukuman mati itu hanya digunakan untuk mematahkan kesaksian mereka. Jika keduanya menjelaskan kejadian sebenarnya bersama-sama, hukuman mereka akan lebih ringan daripada jika Xiao Bei menanggung kesalahan seorang diri.


Zheng Yi membawa Chen Nian menemui Xiao Bei. Dari balik kaca, keduanya memastikan bahwa mereka sama-sama telah mengungkapkan kebenaran dan menerima kenyataan bahwa masing-masing akan menjalani hukuman penjara.

Ending
Beberapa tahun kemudian, Chen Nian sudah menjadi guru. Di kelas, ia memakai sebuah kalimat bahasa Inggris untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi pada masa lalu dan kini sudah berakhir. Sepulang sekolah, ia melihat seorang siswi yang tampak gelisah dan menawarkan diri untuk menemaninya pulang. Xiao Bei, yang sudah bebas dari penjara, berjalan di belakang keduanya dengan tetap menjaga jarak.

Di akhir film, teks di layar menjelaskan perkembangan upaya penanganan perundungan di sekolah dan langkah perlindungan anak di bawah umur, sekaligus mengajak orang dewasa memperhatikan anak-anak yang menjadi korban. Ketika gambar berakhir, Chen Nian berjalan di depan bersama siswi tersebut, sementara Xiao Bei tetap mengikuti mereka dari belakang.