← Kembali ke beranda

Anchor

Lima menit sebelum siaran langsung, telepon minta tolong dari perempuan asing membongkar masa lalu ibu-anak yang terkubur: ulasan lengkap alur cerita film thriller psikologis Korea Anchor, kebenaran kepribadian kedua, dan ending-nya.

Judul

Anchor

앵커

Judul lain: The Anchor

Tahun / Durasi

2022 · 111 menit

Genre

Misteri / Thriller

Sutradara

Ji-Yeon Jung

Penulis

Ji-Yeon Jung

Rating

Pemeran

Chun Woo-hee, Shin Ha-kyun, Lee Hye-yeong, Park Se-hyun, Cha Rae-hyung

Anchor
Jung Se-ra, pembawa berita yang menerima telepon minta tolong dari perempuan asing Yoon Mi-so, perempuan penelepon yang mengaku rumahnya dimasuki pria asing Se-ra yang kejiwaannya mulai tak terkendali di depan cermin ruang rias Se-ra duduk berhadapan dengan psikiater Cho In-ho di ruang praktiknya Lee So-jeong berhadapan sengit dengan Se-ra Se-ra di depan kamera siaran berita langsung
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Anchor (Hangul: 앵커) adalah film thriller psikologis Korea Selatan tahun 2022 yang ditulis dan disutradarai oleh Ji-Yeon Jung, tayang di Korea Selatan pada 20 April 2022 dengan durasi 111 menit. Film ini mengemas kisah tentang tekanan dunia kerja, kecemasan soal kehamilan, dan kontrol ibu terhadap anak dalam balutan misteri, thriller, dan horor.

Pemeran utama Chun Woo-hee, yang sebelumnya tampil di Burning dan Han Gong-ju, berperan sebagai Jung Se-ra, pembawa berita utama sebuah stasiun televisi; Shin Ha-kyun, aktor senior Korea yang diperhitungkan, berperan sebagai psikiater Cho In-ho, sementara aktris senior Lee Hye-yeong berperan sebagai Lee So-jeong, ibu Se-ra. Film ini mendapat skor 5,6 di IMDb, dengan respons yang cukup beragam — penggarapan ketegangan dan penggambaran situasi sulit yang dihadapi perempuan mendapat pujian, sementara plot twist “semua dijelaskan oleh gangguan jiwa” dianggap sebagian penonton agak klise.

Telepon Minta Tolong Lima Menit Sebelum Siaran Langsung

Jung Se-ra adalah pembawa berita utama sebuah stasiun televisi, sangat ambisius dan perfeksionis, selalu waspada agar tidak disalip oleh juniornya dan tersingkir dari sorotan. Lima menit sebelum siaran berita malam dimulai, dia menerima telepon dari seorang perempuan asing. Perempuan itu mengaku bernama Yoon Mi-so dan mengatakan ada pria asing yang masuk paksa ke rumahnya, yang akan membunuhnya dan putrinya. Dia memohon agar Se-ra datang ke rumahnya, apa pun yang terjadi — bahkan hanya untuk meliput kabar kematiannya.

Awalnya Se-ra menutup telepon itu, menganggapnya sekadar prank yang biasa terjadi, tapi hatinya tetap gelisah. Ibunya, Lee So-jeong, yang berada di sampingnya justru mendesaknya untuk memanfaatkan kesempatan ini — siapa tahu bisa jadi berita eksklusif. Setelah siaran malam itu selesai, Se-ra pergi sendirian ke alamat yang disebutkan lewat telepon.

Jung Se-ra, pembawa berita yang menerima telepon minta tolong dari perempuan asing

Ibu dan Anak di Lemari dan Bak Mandi

Di rumah itu, Se-ra menemukan Yoon Mi-so dan putrinya yang masih kecil sudah tewas: sang ibu dicekik lalu dimasukkan ke dalam lemari, sementara putrinya ditemukan di dalam bak mandi. Se-ra segera melapor ke polisi. Setelah memeriksa TKP, polisi menyimpulkan tidak ada jejak orang asing yang masuk paksa, dan karena Yoon Mi-so memang memiliki riwayat gangguan jiwa, kasus ini disimpulkan sebagai pembunuhan anak oleh ibunya yang kemudian bunuh diri.

Sebagai orang pertama yang menemukan jasad korban, Se-ra tidak berhenti sampai di situ. Didorong terus-menerus oleh ibunya, dan demi membuat liputannya lebih menarik perhatian, dia mulai mengarahkan sudut pandang berita ke arah “Yoon Mi-so membunuh putrinya sendiri”, sekaligus menyelidiki kasus ini secara langsung.

Yoon Mi-so, perempuan penelepon yang mengaku rumahnya dimasuki pria asing

Bayangan yang Terus Muncul

Selama penyelidikan, sosok Yoon Mi-so yang sudah tewas mulai muncul berulang kali di hadapan Se-ra, dan halusinasinya makin sering terjadi. Kondisi kejiwaannya memburuk drastis, sampai memengaruhi pernikahan dan pekerjaannya: dalam satu siaran langsung dia melakukan kesalahan fatal, dan stasiun televisi segera menggantikannya dengan pembawa berita yang lebih muda. Di ruang rias maupun di rumah, bayangan perempuan yang dicekik itu terus menghantuinya, dan Se-ra makin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya khayalan.

Se-ra yang kejiwaannya mulai tak terkendali di depan cermin ruang rias

Psikiater Cho In-ho

Se-ra melacak psikiater yang pernah menangani Yoon Mi-so semasa hidup, yaitu Cho In-ho, dan beberapa kali menemuinya. Dia mengetahui bahwa pasien Cho In-ho sebelumnya juga pernah bunuh diri secara janggal, sehingga dia mencurigai keterlibatan Cho In-ho dalam kasus pembunuhan itu. Cho In-ho lalu memberi tahu bahwa Yoon Mi-so mengidap gangguan kepribadian, dan pria asing yang disebut masuk paksa itu sebenarnya tidak pernah ada — kemungkinan besar kepribadian kedua Yoon Mi-so sendirilah yang membunuh putrinya lalu mencekik dirinya sendiri.

Se-ra setengah percaya setengah ragu, sementara kondisi kejiwaannya makin kacau. Untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada malam kejadian, dia akhirnya bersedia dihipnotis oleh Cho In-ho untuk kembali mengalami malam itu.

Se-ra duduk berhadapan dengan psikiater Cho In-ho di ruang praktiknya

Masa Lalu Ibu-Anak yang Terungkap Lewat Hipnotis

Di bawah hipnotis, kebenaran perlahan terungkap: sosok “ibu”, Lee So-jeong, yang selama ini menekan dan mendesaknya, ternyata adalah kepribadian kedua yang muncul dari dalam diri Se-ra sendiri.

Dulu So-jeong juga pembawa berita populer, tapi kariernya hancur setelah diketahui hamil di luar nikah dan melahirkan Se-ra, sehingga dia mulai jatuh dalam alkohol dan keputusasaan. Dia menganggap anaknya sebagai beban yang menghancurkan hidupnya, bersikeras agar putrinya menyelesaikan karier yang gagal dia capai, melarang Se-ra punya anak, terus-menerus merusak pernikahan putrinya, dan memaksanya menghalalkan segala cara demi sukses. Bertahun-tahun lalu, So-jeong pernah mencoba mengajak Se-ra kecil mati bersamanya. Sang ibu akhirnya gantung diri, dan itu menjadi pukulan terakhir bagi Se-ra — dari rasa bersalah dan trauma itu, tumbuh kepribadian lain dalam dirinya yang persis seperti ibunya, yang terus menekannya tanpa henti. Nasib Yoon Mi-so sebenarnya adalah cerminan dari nasib Se-ra sendiri: sama-sama mengidap gangguan kepribadian, dan sama-sama sempat berniat membunuh putri kandungnya sendiri.

Lee So-jeong berhadapan sengit dengan Se-ra

Ending

Se-ra hamil. Suaminya, Min Ki-tae, yang sangat mencintainya, tidak peduli pada penolakan ibu mertuanya dan ingin mereka mempertahankan anak itu serta menjalani hidup dengan baik — hal ini membuat hati Se-ra tergerak. Namun urusan kehamilan ini justru memicu rentetan tragedi: pertengkaran hebat pecah antara Se-ra dan “ibunya” soal apakah akan mempertahankan anak itu, dan di tengah kata-kata yang keterlaluan, sang ibu gantung diri di depan matanya.

Se-ra yang benar-benar hancur, di bawah kendali kepribadian keduanya, menikam pembawa berita baru yang menggantikan posisinya; dalam kekacauan itu dia sendiri juga mengalami pendarahan hebat. Untungnya pembawa berita baru itu tidak sampai tewas, dan anak dalam kandungan Se-ra pun selamat. Se-ra ditangkap polisi, lalu jatuh koma selama berbulan-bulan.

Se-ra di depan kamera siaran berita langsung

Di akhir film, sebuah kilas balik menghadirkan kembali percakapan antara Cho In-ho dan Yoon Mi-so: sang dokter bertanya apa hal paling menyakitkan baginya, dan Mi-so menjawab bahwa dia paling tersiksa setiap kali menyadari dirinya bisa membenci putrinya sendiri. Adegan kemudian berpindah ke alam khayalan Se-ra — dia terbangun di rumah tua yang dipenuhi genangan air dan berjalan menuju cahaya di pintu. Di dunia nyata, Se-ra yang koma selama berbulan-bulan akhirnya membuka mata, meraba perutnya, memastikan anaknya “masih ada”, lalu meneteskan air mata.

Foto-Foto Lainnya

Jung Se-ra di meja pembawa berita

Se-ra yang panik dan ketakutan

Lee So-jeong duduk sendirian di sofa

Psikiater Cho In-ho di balik mejanya

Cho In-ho menoleh sambil menatap di luar ruangan

Cho In-ho di ruang kerjanya

Close-up wajah Cho In-ho

Se-ra yang emosinya runtuh

Sepasang tangan sedang mengupas apel

Sang ibu muncul di depan pintu