Venom
Jurnalis yang terpuruk dan simbiot alien terpaksa berbagi tubuh: rangkuman lengkap alur cerita film Venom, saat Eddie mengungkap eksperimen manusia, berubah menjadi Venom, dan menghentikan invasi simbiot ke Bumi
Judul
Venom
Tahun / Durasi
2018 · 112 menit
Genre
Aksi / Fiksi ilmiah / Thriller
Sutradara
Ruben Fleischer
Penulis
Jeff Pinkner, Scott Rosenberg, Kelly Marcel
Rating
Pemeran
Tom Hardy (sebagai Eddie Brock / Venom), Michelle Williams (sebagai Anne Weying), Riz Ahmed (sebagai Carlton Drake / Riot), Scott Haze (sebagai Roland Treece), Reid Scott (sebagai Dr. Dan Lewis), Jenny Slate (sebagai Dr. Dora Skirth)
Karya asli
Karakter Marvel Comics "Venom"
Venom disutradarai oleh Ruben Fleischer, dibintangi oleh Tom Hardy dan Michelle Williams, diadaptasi dari karakter Marvel Comics dengan nama yang sama. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 5 Oktober 2018 dengan durasi 112 menit; Tom Hardy berperan ganda sebagai jurnalis investigasi Eddie Brock sekaligus mengisi suara Venom, simbiot alien yang menumpang di dalam tubuhnya.
Berdasarkan data publik yang diverifikasi sebelum publikasi ini, rating IMDb film ini adalah 6,6; skor kesegaran Rotten Tomatoes 31%, dengan indeks penonton (popcornmeter) 80%. Konsensus kritikus Rotten Tomatoes mengkritik film ini sebagai berantakan dan berisik, serta menilai kisah mandiri ini masih membutuhkan keterkaitan yang lebih kuat dengan Spider-Man; sementara konsensus penonton lebih mengapresiasi chemistry antara Eddie dan Venom, serta perpaduan aksi dan komedi.
Pesawat Luar Angkasa yang Jatuh
Pesawat penjelajah luar angkasa milik Life Foundation menemukan empat sampel simbiot alien di sebuah komet. Saat pesawat membawa sampel-sampel itu kembali ke Bumi, salah satu simbiot lolos dari wadah penampungnya, membuat pesawat kehilangan kendali dan jatuh di hutan Malaysia. Tim penyelamat menemukan seorang astronot yang selamat, tanpa menyadari bahwa simbiot yang lolos itu sudah masuk ke dalam tubuhnya.

Simbiot ini kelak dikenal sebagai Riot. Ia berpindah dari sang astronot ke petugas medis, terus berganti inang sambil bergerak menuju markas Life Foundation di San Francisco. Tiga sampel lainnya dibawa kembali ke laboratorium yayasan tersebut. Tim peneliti Drake menemukan bahwa simbiot harus menempel pada inang yang bisa menghirup oksigen agar bisa bertahan hidup, tetapi kecocokan yang buruk akan membunuh inangnya dengan cepat.

Wawancara yang Menghancurkan Pekerjaan dan Pertunangan
Jurnalis investigasi Eddie Brock melihat berkas rahasia tentang eksperimen manusia Life Foundation di komputer Anne. Anne adalah pengacara pembela dalam kasus gugatan terhadap yayasan itu, sekaligus tunangan Eddie. Tanpa memberi tahu Anne bahwa ia sudah membaca berkas itu, Eddie langsung mendesak Drake dalam wawancara yang seharusnya membahas program luar angkasa, menanyakan apakah yayasan itu memanfaatkan orang-orang rentan untuk uji coba berbahaya.

Drake menghentikan wawancara dan menggunakan pengaruh yayasannya untuk membuat Eddie kehilangan pekerjaan. Firma hukum tempat Anne bekerja juga memecatnya karena berkas rahasia itu bocor lewat komputernya. Setelah tahu Eddie menyembunyikan kebenaran, Anne mengembalikan cincin pertunangan dan mengakhiri hubungan mereka. Enam bulan kemudian, Eddie masih belum mendapat pekerjaan tetap dan hanya bisa bertahan hidup seadanya.

Dora Membongkar Eksperimen Manusia
Drake memandang simbiot sebagai peluang bagi manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan luar angkasa. Tanpa mempedulikan bahwa uji coba belum matang, ia memerintahkan timnya menggunakan tunawisma sebagai inang. Percobaan penggabungan gagal berkali-kali karena ketidakcocokan, menewaskan para subjek uji sekaligus merugikan simbiot itu sendiri. Dr. Dora Skirth, yang ikut dalam penelitian ini, tidak lagi sanggup menerima cara kerja tersebut dan diam-diam menemui Eddie, berharap dialah yang membongkar buktinya ke publik.

Dora mengajak Eddie menyusup ke markas itu. Di ruang isolasi, Eddie mengenali Maria, seorang tunawisma yang dikenalnya, dan mencoba memecahkan kaca untuk menyelamatkannya. Simbiot di dalam tubuh Maria melompat dan berpindah ke Eddie, dan Maria pun langsung tewas. Dengan kekuatan baru yang tiba-tiba muncul, Eddie berhasil kabur dari markas; setelah mengetahui pengkhianatan Dora, Drake memaksanya menerima simbiot lain, dan pada akhirnya baik Dora maupun simbiot itu tidak selamat.

Eddie Berubah Menjadi Venom
Setelah menjadi inang, Eddie mulai merasa sangat lapar, demam, dan mendengar suara asing. Ketika petugas keamanan Drake menyerbu masuk ke tempat tinggalnya, materi hitam menyelimuti tubuh Eddie dan mengambil alih gerakannya untuk mengusir para penyerang. Simbiot itu menyebut dirinya Venom, mampu menjulurkan anggota tubuh, menangkis serangan, dan dengan cepat memulihkan luka yang diderita inangnya.

Tim keamanan terus memburu Eddie dengan kendaraan dan drone. Eddie mengendarai motor melintasi jalanan San Francisco, sementara Venom menjulurkan tentakel dari dalam tubuhnya untuk membantunya berbelok, melompati rintangan, dan menangkis serangan. Setelah menampakkan wujud hitam raksasanya sepenuhnya, Venom melumpuhkan para pengejar, dan untuk pertama kalinya Eddie benar-benar melihat sosok makhluk yang berbagi tubuh dengannya.

Venom memberi tahu Eddie bahwa bangsa simbiot mencari planet-planet yang bisa mereka kuasai dan penduduknya mereka lahap. Awalnya Venom juga menjadikan Eddie sekadar alat untuk mencapai Bumi. Dengan bantuan Venom, Eddie tetap menyusup ke kantor berita tempatnya dulu bekerja untuk menyerahkan bukti dari Dora kepada atasannya; saat hendak pergi, ia dikepung pasukan SWAT dan lolos berkat kekuatan Venom. Setelah menyaksikan sendiri perubahan itu, Anne membawanya ke rumah sakit tempat Dr. Dan Lewis, pacarnya saat ini, bekerja.
Perpisahan di Rumah Sakit
Setelah memeriksa Eddie, Dan menemukan bahwa simbiot itu memengaruhi organ-organ tubuhnya. Venom mengklaim bisa memperbaiki kerusakan tersebut, tetapi Anne dan Dan tidak bisa memastikan keselamatan Eddie. Eddie juga mengungkapkan bahwa simbiot itu takut pada suara berfrekuensi tinggi tertentu dan api. Saat ketiganya berdebat, Eddie masih terus terganggu oleh suara dari dalam tubuhnya.

Anne menyalakan mesin MRI, dan suara berfrekuensi tinggi itu membuat Venom kesakitan hingga terlepas dari tubuh Eddie. Tanpa kekuatan setelah perpisahan itu, Eddie dengan cepat ditangkap kembali oleh Treece, kepala keamanan Drake, dan dibawa ke markas. Di saat yang sama, Riot akhirnya tiba di San Francisco dan bergabung dengan Drake. Riot meminta Drake meluncurkan pesawat penjelajah baru untuk kembali ke luar angkasa dan membawa lebih banyak simbiot.

Rencana Invasi Riot dan Penyelamatan oleh Anne
Drake menyetujui rencana Riot dan memerintahkan timnya melewati sisa pengujian agar pesawat bisa diluncurkan lebih cepat. Dengan Drake sebagai inang, Riot mampu membentuk tubuh yang lebih kuat dan anggota tubuh berbentuk bilah dibanding Venom. Sementara itu, Venom mengubah sikapnya: ia mengakui bahwa di planet asalnya pun ia bukan makhluk yang kuat, dan karena kehidupannya bersama Eddie, ia memutuskan untuk tinggal di Bumi dan mencegah invasi bangsanya sendiri.

Anne menemukan Venom yang sudah terlepas dari Eddie dan untuk sementara menjadi inangnya. Dalam wujud inang perempuan, Venom menyusup ke markas, melumpuhkan penjaga, dan menyelamatkan Eddie; setelah itu simbiot itu kembali bersatu dengan Eddie. Setelah bergabung kembali, keduanya bergegas menuju lokasi peluncuran, dan Anne pun ikut membantu.

Duel Terakhir Simbiot di Lokasi Peluncuran
Saat pesawat memasuki hitungan mundur peluncuran, Venom dan Riot bertarung di hanggar dan landasan peluncuran. Dengan keunggulan ukuran dan kekuatan tubuh, Riot sempat merobek lapisan luar Venom hingga Eddie terlihat; ia bahkan mengubah lengannya menjadi bilah panjang dan terus mendesak Venom yang berusaha membungkus kembali tubuh Eddie.


Anne tiba di fasilitas peluncuran dan berlari menuju area kendali saat staf lain sedang mengungsi. Ia memanfaatkan kelemahan simbiot terhadap suara berfrekuensi tinggi untuk menciptakan suara keras, membuat kedua simbiot yang sedang bertarung sejenak terlepas dari inang masing-masing. Riot kembali bersatu dengan Drake dan naik ke pesawat penjelajah, sementara proses peluncuran tetap berlanjut.

Ending
Eddie dan Venom kembali bersatu, lalu mengejar pesawat yang sudah lepas landas. Venom merusak pesawat itu hingga meledak sebelum sempat meninggalkan area peluncuran; Drake dan Riot pun tewas terbakar, dan rencana invasi yang semula bertujuan membawa pulang banyak simbiot ikut gagal. Di tengah ledakan itu, Venom melindungi Eddie hingga selamat mendarat kembali ke tanah, tetapi Anne yang datang kemudian hanya melihat Eddie selamat sendirian, sehingga ia mengira Venom telah berkorban.
Setelah kejadian itu, Eddie kembali bekerja di dunia jurnalistik dan memberi tahu Anne bahwa dirinya dan Venom sudah berpisah. Padahal, Venom masih tetap berada di dalam tubuhnya, dan keduanya sepakat hanya akan menyerang orang jahat yang menyakiti orang lain. Saat mereka masuk ke minimarket milik Mrs. Chen, seorang perampok muncul; Venom menampakkan wujudnya, menangkap perampok itu, dan melahapnya, sehingga Mrs. Chen selamat.

Eddie dan Venom terus hidup bersama, dan hubungan mereka berubah dari saling memanfaatkan menjadi rekan yang punya batasan yang jelas. Dalam adegan post-credit, Eddie mendatangi penjara untuk mewawancarai pembunuh berantai Cletus Kasady; Kasady memperingatkan bahwa begitu ia bebas, ia akan membuat pembantaian, memberi petunjuk untuk kisah selanjutnya.