Trap
Konser musik yang sebenarnya adalah jebakan untuk menangkap pembunuh berantai: alur lengkap saat Cooper mencari jalan keluar di dalam arena, limo sang penyanyi, hingga rumahnya sendiri, sampai istrinya membongkar sumber petunjuk yang membekuknya.
Judul
Trap
Tahun / Durasi
2024 · 105 menit
Genre
Kriminal / Misteri / Thriller / Horor
Sutradara
M. Night Shyamalan
Penulis
M. Night Shyamalan
Rating
Pemeran
Josh Hartnett (sebagai Cooper Abbott), Ariel Donoghue (sebagai Riley Abbott), Saleka Shyamalan (sebagai Lady Raven), Alison Pill (sebagai Rachel Abbott), Hayley Mills (sebagai Dr. Josephine Grant), Jonathan Langdon (sebagai Jamie), Mark Bacolcol (sebagai Spencer)
Trap adalah film thriller Amerika tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai sendiri oleh M. Night Shyamalan, dibintangi Josh Hartnett, Ariel Donoghue, Saleka Shyamalan, Alison Pill, dan Hayley Mills. Film ini tayang di bioskop Amerika Serikat pada 2 Agustus 2024 dengan durasi 105 menit.
Ceritanya berputar di seputar operasi penangkapan seorang pembunuh berantai yang digelar di tengah sebuah konser musik. Cooper harus menyembunyikan identitasnya di tengah pengepungan polisi, sekaligus tetap tampil sebagai sosok ayah yang baik di depan putrinya. IMDb mencatat rating film ini di angka 5,8.
Konser sebagai hadiah
Cooper Abbott, seorang petugas pemadam kebakaran di Philadelphia, mengajak putrinya Riley menonton konser penyanyi pop Lady Raven sebagai hadiah atas nilai bagusnya di sekolah. Begitu masuk ke arena, Cooper langsung menyadari kehadiran polisi dalam jumlah yang tidak wajar. Jamie, seorang pedagang di dalam arena, memberitahunya bahwa FBI telah memastikan pembunuh berantai berjuluk “The Butcher” ada di antara penonton, dan seluruh konser ini sebenarnya adalah operasi penangkapan.

Cooper sendirilah “The Butcher” itu. Ia menghindari tatapan Riley sambil diam-diam memeriksa ponselnya, melihat rekaman langsung korban terbarunya, Spencer, yang disekap di sebuah ruang bawah tanah. Untuk memantau situasi pengepungan, ia mencuri kartu identitas Jamie, menghafal kode pengenal karyawan, lalu menyusup ke area logistik dan mendapatkan sebuah radio komunikasi milik polisi.
Kucing-kucingan lewat radio
Dari radio itu, Cooper mendengar seorang profiler, Dr. Josephine Grant, terus-menerus memprediksi langkah berikutnya “The Butcher”. Ia memicu ledakan di dapur salah satu kios makanan, lalu memanfaatkan kekacauan untuk naik ke atap gedung, tapi tetap tidak menemukan jalan keluar yang bebas dari pengawasan.

Riley menyadari ayahnya berkali-kali meninggalkan tempat duduk dan meminta Cooper tinggal untuk menemaninya menonton. Ia juga bercerita ingin menjadi “Dream Girl” malam itu — penggemar terpilih yang akan naik panggung menari bersama Lady Raven, lalu diajak masuk ke backstage sesudahnya. Cooper pun melihat jalur backstage sebagai peluang baru untuk kabur.
”Dream Girl” dan backstage yang terkunci
Cooper mendatangi staf yang bertugas memilih penonton beruntung, yang ternyata adalah paman Lady Raven, dan berbohong bahwa Riley baru saja sembuh dari leukemia agar putrinya terpilih sebagai “Dream Girl”. Riley pun berhasil naik panggung, sementara Cooper terus mencari rute yang bisa menghindari pengawasan polisi.

Setelah konser usai, Cooper mendapati pintu keluar backstage juga dijaga polisi. Diam-diam, ia mengaku kepada Lady Raven bahwa dirinyalah “The Butcher”, lalu mengancam akan membunuh Spencer dari jarak jauh untuk memaksa Lady Raven membawanya bersama Riley keluar dari arena menggunakan limosinnya. Lady Raven berpura-pura setuju, tapi mengusulkan mampir dulu ke rumah Riley.
Lady Raven tiba di rumah keluarga Abbott
Setibanya di rumah keluarga Abbott, Lady Raven mengulur waktu sambil menceritakan penyelidikan polisi kepada keluarga itu. Ia menyebut profil “The Butcher” yang dibuat Grant, dan mengungkap bahwa polisi baru yakin sang pembunuh akan datang ke konser setelah menemukan sobekan tiket konser di sebuah rumah kosong.
Memanfaatkan kelengahan Cooper, Lady Raven mengambil ponselnya lalu mengunci diri di kamar mandi. Ia berhasil menggali informasi lokasi penyekapan dari Spencer, kemudian melakukan siaran langsung kepada para penggemarnya untuk meminta bantuan; salah satu penggemar berhasil menemukan Spencer berkat siaran itu. Lady Raven kemudian membongkar identitas Cooper kepada Rachel, dan Cooper langsung mengunci istri serta anaknya di lantai atas.

Lady Raven memberi tahu sopirnya untuk menelepon polisi dan berusaha kabur ke dalam limosin. Setelah polisi tiba, Cooper keluar rumah lewat jalur rahasia, mengenakan seragam SWAT, lalu buru-buru duduk di kursi pengemudi limosin. Begitu menyadarinya, Lady Raven membuka jendela mobil hingga memancing kerumunan penggemar mengelilingi kendaraan itu, memberi waktu bagi polisi untuk mengejarnya; namun Cooper kembali berganti penyamaran dan meloloskan diri lewat kerumunan.
Ending
Cooper kembali ke rumah dan berhadapan dengan Rachel. Rachel mengakui bahwa ia sudah lama menduga suaminya adalah “The Butcher”: dialah yang meninggalkan sobekan tiket di rumah kosong itu, lalu memberi petunjuk kepada polisi secara anonim. Cooper memutuskan untuk membunuh Rachel lebih dulu sebelum bunuh diri, tapi Rachel membujuknya untuk makan sepotong pai yang sudah disisakan untuk Riley terlebih dulu.
Setelah memakan pai itu, Cooper baru sadar bahwa Rachel telah mencampurkan obat dari kotak peralatannya ke dalam pai tersebut. Obat itu membuatnya berhalusinasi melihat ibunya ada di hadapannya; saat ia mendekat, Grant dan tim SWAT langsung meringkusnya.

Sebelum digiring pergi, Cooper berhenti sejenak untuk membetulkan sepeda Riley dan memeluk putrinya. Di saat itulah ia diam-diam melepas satu jari-jari dari roda sepeda. Setelah masuk ke mobil tahanan, ia menggunakan jari-jari roda itu untuk membuka borgolnya, lalu tertawa sendirian di dalam mobil.
Belakangan, Jamie mengetahui dari berita bahwa Cooper adalah “The Butcher”, dan baru menyadari bahwa ia pernah membocorkan detail operasi polisi kepada buronan yang sedang diburu itu sendiri.
Foto lainnya
Foto tambahan









