← Kembali ke beranda

The Legend of Hei

Siluman kucing yang kehilangan hutannya memilih di antara dua jalan: Mengulas alur cerita lengkap dan ending The Legend of Hei, dari pertemuan Luo Xiaohei, Wuxian, dan Fengxi hingga pertempuran penentuan di Longyou.

Judul

The Legend of Hei

Tahun / Durasi

2019 · 101 menit

Genre

Aksi / Animasi / Fantasi

Sutradara

Mtjj

Penulis

Mtjj, Kexin Peng

Rating

Pemeran

Xin Shan (suara Luo Xiaohei), Mingyue Liu (suara Wuxian), Xianghai Hao (suara Fengxi), Yuntu Cao (suara Xuhuai), Ding Dang (suara Luozhu), Tu-Te-Ha-Meng (suara Tianhu)

Karya asli

Serial animasi web The Legend of Luo Xiaohei karya Mtjj

The Legend of Hei
Di tengah lahan hijau, sesosok makhluk kecil berwarna hitam berdiri di antara titik-titik cahaya putih Sejumlah rumah dan panggung kayu tersebar di antara pepohonan hijau muda Api biru mengelilingi sosok bertanduk dan bertelinga runcing Sosok berambut putih dan bertelinga runcing menatap lurus ke depan di tempat yang remang-remang Di samping lubang bundar di antara bebatuan, sosok berambut panjang dan berpakaian putih berjongkok sambil memandang hewan kecil berwarna hitam di dalam lubang Di tepi sungai di bawah langit berbintang, sosok berambut panjang dan seorang anak bertelinga kucing duduk di kedua sisi api unggun
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Legend of Hei adalah film animasi dua dimensi asal Tiongkok yang disutradarai dan turut ditulis oleh Mtjj. Film ini juga menjadi prekuel dari serial animasi web berjudul sama. Xin Shan, Mingyue Liu, Xianghai Hao, Yuntu Cao, Ding Dang, dan Tu-Te-Ha-Meng turut menjadi pengisi suara. Film berdurasi 101 menit ini tayang di Tiongkok daratan pada 7 September 2019.

Per 10 Oktober 2026, film ini mendapat skor 7,4 di IMDb dari 4.802 suara, yang menunjukkan penilaian penonton cenderung positif.

Hutan Hancur dan Fengxi Menampung Xiaohei

Siluman kucing Xiaohei awalnya tinggal di hutan. Pengembangan lahan oleh manusia menghancurkan rumahnya, sehingga Xiaohei terpaksa mengembara ke kota. Ketika mencari makanan di gang-gang kota, ia diusir lalu dikejar beberapa orang yang tampak aneh. Fengxi muncul tepat waktu dan membawa Xiaohei menjauh dari kejaran. Belakangan terungkap bahwa pengejaran itu memang diatur oleh kelompok Fengxi untuk mendekati Xiaohei.

Di tengah lahan hijau, sesosok makhluk kecil berwarna hitam berdiri di antara titik-titik cahaya putih

Sejumlah rumah dan panggung kayu tersebar di antara pepohonan hijau muda

Fengxi membawa Xiaohei ke sebuah pulau terpencil yang dihuni para siluman. Di sana, Xiaohei berkenalan dengan Luozhu, Xuhuai, dan Tianhu. Untuk pertama kalinya sejak kehilangan hutan, ia kembali merasa memiliki tempat tinggal. Fengxi dan kelompoknya juga pernah kehilangan rumah akibat perluasan wilayah manusia, sehingga mereka menentang cara Perhimpunan Siluman hidup berdampingan dengan manusia. Xiaohei memandang Fengxi sebagai sesama siluman yang melindunginya dan mulai percaya bahwa mereka akan memberinya rumah baru.

Api biru mengelilingi sosok bertanduk dan bertelinga runcing

Sosok berambut putih dan bertelinga runcing menatap lurus ke depan di tempat yang remang-remang

Wuxian Membawa Xiaohei Pergi

Wuxian, seorang pelaksana dari Perhimpunan Siluman, terus memburu Fengxi. Setelah Wuxian menemukan pulau terpencil itu, pertempuran pecah di antara mereka. Fengxi, Xuhuai, Luozhu, dan Tianhu tidak mampu menahan Wuxian, lalu mundur melalui jalur teleportasi. Xiaohei gagal mengikuti mereka sehingga ditangkap dan dibawa pergi oleh Wuxian. Xiaohei yakin bahwa Wuxian telah menghancurkan tempat tinggal yang baru ditemukannya dan terus mencari kesempatan untuk melarikan diri.

Di samping lubang bundar di antara bebatuan, sosok berambut panjang dan berpakaian putih berjongkok sambil memandang hewan kecil berwarna hitam di dalam lubang

Wuxian membawa Xiaohei menyeberangi perairan, bermalam di alam terbuka, lalu melanjutkan perjalanan menuju Perhimpunan Siluman di Longyou. Xiaohei jatuh ke air dalam perjalanan dan perlahan belajar berenang. Ia juga menyadari bahwa dirinya dapat memindahkan benda secara seketika melalui ruang. Wuxian tidak menyakitinya. Selama perjalanan, ia justru merawat Xiaohei, memberinya makanan, dan mencegahnya menggunakan kekuatan tanpa kendali. Hubungan mereka yang semula bermusuhan mulai melunak.

Di tepi sungai di bawah langit berbintang, sosok berambut panjang dan seorang anak bertelinga kucing duduk di kedua sisi api unggun

Perjalanan Bersama dan Perhimpunan Siluman

Dalam perjalanan melalui jalur air, Wuxian menyusun logam menjadi kendaraan sederhana untuk membawa Xiaohei melanjutkan perjalanan. Xiaohei yang semula hanya ingin melarikan diri mulai mengamati cara Wuxian memperlakukan manusia dan siluman yang mereka temui. Meski seorang manusia, Wuxian bekerja untuk perhimpunan yang didirikan oleh para siluman. Ia tidak meminta Xiaohei membenci Fengxi, tetapi membiarkan Xiaohei memahami sendiri pilihan kedua pihak.

Seorang anak bertelinga kucing menyembulkan kepala dari bagian depan rakit, dengan langit biru dan permukaan air di belakangnya

Setelah tiba di perhimpunan, Xiaohei bertemu lebih banyak siluman yang hidup bersama manusia. Ia mengetahui bahwa kekuatan para siluman terbagi ke dalam sistem yang berbeda. Kemampuan ruang miliknya juga mencakup kekuatan langka bernama “domain”, yang memungkinkan penggunanya menciptakan ruang dalam area terbatas dan menguasainya sepenuhnya. Wuxian dan Xiaohei memiliki kemampuan ruang yang serupa, sehingga Wuxian dapat mengajarinya mengendalikan kekuatan. Ketika keduanya kembali melanjutkan perjalanan, Xiaohei sudah bersedia duduk dan makan di samping Wuxian. Ia pun perlahan menganggap Wuxian sebagai sosok yang dapat dipercaya.

Sosok berambut panjang dan seorang anak bertelinga kucing duduk berdampingan di depan kedai, sementara pemilik kedai memegang buah berwarna merah

Perebutan di Kereta Bawah Tanah dan Rencana Fengxi

Saat Xiaohei dan Wuxian menaiki kereta bawah tanah, anak buah Fengxi, termasuk Ahe dan Yezi, melancarkan serangan. Mereka menimbulkan kekacauan di gerbong yang penuh sesak dan di dalam stasiun untuk mencoba membawa Xiaohei pergi. Wuxian mengejar para penyerang sambil melindungi penumpang dan Xiaohei. Sementara itu, kelompok Fengxi menggunakan berbagai ilmu gaib untuk mengalihkan perhatiannya, hingga akhirnya mereka kembali menguasai Xiaohei.

Di dalam gerbong kereta bawah tanah, beberapa sosok berdiri tersebar di antara kursi dan pintu

Bayangan hitam besar muncul di hadapan para penumpang di dalam gerbong kereta bawah tanah

Fengxi kembali menekankan kepada Xiaohei bahwa manusia telah merebut rumah para siluman. Ia berharap Xiaohei membantunya mengambil kembali Longyou. Namun, Xiaohei kini tidak lagi mau berpihak kepadanya tanpa syarat. Fengxi kemudian memakai kemampuan “Perampasan” untuk merebut paksa kekuatan domain Xiaohei dan bersiap memasukkan seluruh kota ke dalam domain miliknya. Kehilangan domain seharusnya cukup untuk membuat Xiaohei mati, tetapi Fengxi tetap menjalankan rencananya. Luozhu, yang sebelumnya tidak mengetahui hal itu, menentang tindakan tersebut.

Dalam gelapnya malam berwarna biru tua, sosok berambut terang dan mengembang terlilit tentakel sementara sosok berambut panjang di sebelah kanan mengulurkan tangan kepadanya

Domain di Dalam Kota Longyou

Fengxi mengaktifkan domain di Longyou. Tumbuhan dan struktur bangunan berubah dengan cepat, sementara ruang kota berada di bawah kendalinya. Tujuannya adalah mengusir manusia dari tanah yang semula dimiliki para siluman, tetapi domain yang terus meluas juga langsung mengancam para penduduk kota. Perhimpunan Siluman menghubungi pengelola dari pihak manusia untuk mengevakuasi warga dan mengirim para pelaksana guna menghentikan rekan-rekan Fengxi.

Di sebuah jalan kota, sosok berambut panjang dan berpakaian putih bertarung dari jarak dekat dengan sosok berambut ungu

Pemandangan dari atas sebuah gedung tinggi pada malam hari, dengan lampu-lampu jalan membentang ke kejauhan

Wuxian memasuki domain Fengxi untuk mencari Xiaohei. Fengxi menggunakan domain yang direbutnya serta kekuatan lain untuk melawan Wuxian, sehingga Wuxian kesulitan memakai kemampuan ruang seperti biasanya. Meski terluka, Wuxian tetap berusaha mendekati Xiaohei. Xiaohei pun melihat bahwa demi mencapai tujuannya, Fengxi tidak lagi memedulikan dirinya maupun makhluk hidup lain di kota, lalu bekerja sama dengan Wuxian untuk menghentikannya.

Pepohonan lebat tumbuh di antara bangunan kota, dengan langit senja di kejauhan

Dalam gelapnya malam berwarna biru tua, sosok berambut putih dan bertelinga runcing membuka mulut sementara tentakel besar berwarna terang melilit tubuhnya

Ending

Xiaohei memiliki dua ruang spiritual, sehingga ia tidak mati setelah domain miliknya direbut. Ia kembali menguasai kekuatannya di ruang spiritual kedua, bekerja sama dengan Wuxian untuk melawan Fengxi, dan merebut kembali kendali atas domain tersebut. Domain kota yang dibangun Fengxi pun runtuh. Longyou tidak jadi sepenuhnya diubah menjadi ruang yang menolak keberadaan manusia.

Seorang anak berambut hitam dan bertelinga kucing memeluk erat pinggang sosok berambut panjang dan berpakaian putih

Sosok berambut panjang dan berpakaian putih menggendong seorang anak berambut putih dan bertelinga runcing di bawah langit biru

Setelah kalah, Fengxi tidak menerima penanganan dari perhimpunan. Ia membubarkan wujud rohnya dan akhirnya berubah menjadi sebuah pohon besar. Kelak, kawasan itu menjadi taman yang dinamai menurut namanya. Xiaohei masih mengingat kepedulian yang pernah diberikan Fengxi kepadanya, tetapi ia juga menegaskan bahwa rumah tidak boleh direbut kembali dengan menyakiti orang yang tidak bersalah. Ia memilih mengikuti Wuxian dan secara resmi menjadi muridnya.

Awan membentuk pusaran raksasa di langit biru, dengan sebuah menara berdiri jauh di bawahnya