← Kembali ke beranda

The Darkest Hour

Lima pendatang menghindari pemburu alien tak kasatmata di Moskwa: Uraian lengkap alur cerita dan ending The Darkest Hour, saat para penyintas menemukan kelemahan musuh, menuju kapal selam, dan mulai melawan.

Judul

The Darkest Hour

Tahun / Durasi

2011 · 89 menit

Genre

Drama / Fiksi ilmiah / Aksi / Thriller

Sutradara

Chris Gorak

Penulis

Jon Spaihts

Rating

Pemeran

Emile Hirsch (sebagai Sean), Olivia Thirlby (sebagai Natalie), Max Minghella (sebagai Ben), Rachael Taylor (sebagai Anne), Joel Kinnaman (sebagai Skyler)

The Darkest Hour
Orang-orang di luar kelab malam memandangi bola cahaya kuning di dekat mereka Pria berambut pendek berjongkok di belakang mobil, dengan bangunan berkubah bawang warna-warni terlihat di kejauhan Tiga wisatawan beransel bersembunyi di samping pagar batu sambil memandang ke depan Pria beransel menembakkan senapan di samping mobil kuning Kawasan kota pada malam hari mengalami keruntuhan besar dan diselimuti asap serta debu Pria berjanggut mengangkat perangkat rakitan yang dililit kumparan, sementara dua pria muda berdiri di dalam ruangan berjaring logam
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Darkest Hour adalah film laga fiksi ilmiah produksi bersama Amerika Serikat dan Rusia yang disutradarai Chris Gorak, ditulis Jon Spaihts, serta dibintangi Emile Hirsch, Olivia Thirlby, Max Minghella, Rachael Taylor, dan Joel Kinnaman. Film berdurasi 89 menit ini tayang di Rusia dan Amerika Serikat pada Desember 2011.

Per 15 Oktober 2026, film ini memperoleh rating 4,9 di IMDb dari 66.644 suara. Dari 60 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes, 12% memberikan penilaian positif, sedangkan skor penontonnya mencapai 25% berdasarkan lebih dari 25.000 penilaian. Secara keseluruhan, penilaian kritikus dan penonton tergolong rendah.

Kerja Sama di Moskwa Kandas dan Cahaya Turun di Kelab Malam

Pengembang perangkat lunak asal Amerika Serikat, Sean dan Ben, datang ke Moskwa untuk memperkenalkan aplikasi yang membantu penggunanya menemukan pesta dan teman di sekitar mereka kepada para investor. Namun, saat memasuki ruang rapat, mereka mendapati bahwa rekan mereka, Skyler, telah menyalin gagasan itu dan lebih dahulu mempresentasikannya. Setelah tersingkir dari proyek tersebut, Sean dan Ben pergi ke sebuah kelab malam untuk mengusir rasa kecewa. Di sana, mereka berkenalan dengan dua turis bernama Natalie dan Anne.

Listrik di kelab malam tiba-tiba padam. Semua orang keluar dan melihat sejumlah besar benda bercahaya turun dari langit. Setelah mencapai tanah, bola-bola cahaya itu menjadi nyaris sepenuhnya tak kasatmata. Seorang polisi yang mendekat langsung terurai dalam sekejap. Orang-orang berpencar menyelamatkan diri, sementara Sean, Ben, Natalie, Anne, dan Skyler bersembunyi di ruang penyimpanan kelab lalu menutup pintu masuk selama serangan berlangsung di luar.

Orang-orang di luar kelab malam memandangi bola cahaya kuning di dekat mereka

Kota Kosong Lima Hari Kemudian dan Pemburu Tak Kasatmata

Lima hari kemudian, persediaan makanan di ruang penyimpanan hampir habis dan keadaan di luar sudah lama sunyi. Kelimanya keluar ke jalan dan menemukan kendaraan terbengkalai serta bangunan rusak, sementara nyaris tak ada manusia yang terlihat di Moskwa. Mereka memutuskan pergi ke Kedutaan Besar Amerika Serikat serta mencari peta dan perbekalan di sekitar Lapangan Merah.

Seekor anjing terbunuh setelah mendekati musuh yang tak terlihat. Saat bersembunyi di bawah mobil, Sean dan Ben menyadari bahwa alien yang melintas membuat lampu mobil yang padam dan alarm kembali menyala. Dari situ, mereka memastikan bahwa perangkat elektronik dapat memberi peringatan dini. Setelah memasuki pusat perbelanjaan, kelompok itu juga mengetahui bahwa bahan isolator seperti kaca dapat menghalangi indra alien. Mereka pun bisa menghindari pelacakan dengan bersembunyi sejenak di area etalase kaca.

Pria berambut pendek berjongkok di belakang mobil, dengan bangunan berkubah bawang warna-warni terlihat di kejauhan

Tiga wisatawan beransel bersembunyi di samping pagar batu sambil memandang ke depan

Catatan Kedutaan dan Sangkar Faraday

Kedutaan Besar Amerika Serikat sudah kosong, tetapi catatan yang ditinggalkan menunjukkan bahwa invasi alien terjadi serentak di berbagai belahan dunia dan masih ada sejumlah kecil penyintas di fasilitas bawah tanah. Mereka juga menemukan sebuah radio yang terus menangkap siaran berbahasa Rusia. Skyler mengambil senapan di kedutaan lalu pergi seorang diri ke jalan. Sean dan Ben mengejarnya untuk mencoba membawa kembali Skyler yang bisa berbahasa Rusia, tetapi alien lebih dahulu menemukan dan membunuhnya.

Pria beransel menembakkan senapan di samping mobil kuning

Dari tempat tinggi, kelompok itu melihat area penambangan yang terus meluas dan menelan bangunan di kota. Mereka juga melihat sebuah apartemen di dekat sana yang lampunya masih menyala. Setelah tiba di apartemen tersebut, mereka bertemu Vika dan seorang teknisi listrik bernama Sergei. Sergei mengubah tempat tinggalnya menjadi sangkar Faraday dengan jaring logam agar alien tidak dapat mendeteksi orang-orang di dalamnya. Ia juga membuat senjata gelombang mikro dengan harapan dapat merusak medan pelindung musuh.

Kawasan kota pada malam hari mengalami keruntuhan besar dan diselimuti asap serta debu

Pria berjanggut mengangkat perangkat rakitan yang dililit kumparan, sementara dua pria muda berdiri di dalam ruangan berjaring logam

Vika menerjemahkan isi siaran radio. Sebuah kapal selam nuklir sedang menjemput para penyintas di Sungai Moskwa, tetapi akan segera berangkat. Kapal selam itu juga dapat melindungi diri dari deteksi alien seperti sangkar Faraday. Karena itu, kelompok tersebut memutuskan membawa radio dan senjata menuju tepi sungai.

Apartemen Jebol dan Kelompok Perlawanan Lokal

Saat Vika, Natalie, dan Anne mencari perbekalan di kamar sebelah, mereka menarik perhatian alien. Ketiganya kembali melarikan diri ke tempat tinggal itu, tetapi tidak sempat mengunci pintu jaring logam sehingga musuh menerobos masuk ke sangkar Faraday. Sergei menggunakan senjata gelombang mikro untuk melemahkan pelindung alien untuk sementara, tetapi tidak mampu membunuhnya. Ia kemudian tewas.

Dua perempuan merapat satu sama lain sambil memegang benda merah di samping mereka

Sean dan Ben keluar melalui jalur luar, sementara Natalie membakar bahan bakar untuk melindungi pelarian mereka. Anne terlalu takut bergerak dan tetap bersembunyi di balik meja kaca. Ketika akhirnya berlari menuju pintu keluar, ia ditangkap dan dibunuh alien. Empat orang yang tersisa melanjutkan perjalanan lalu bertemu kelompok perlawanan Rusia yang dilengkapi zirah logam, senjata rakitan, dan senjata api biasa.

Sesosok manusia diseret sinar energi keemasan menuju kegelapan

Kelompok perlawanan dapat melukai alien saat makhluk itu menyerang dan pelindungnya melemah, tetapi mereka belum menemukan cara yang konsisten untuk membunuhnya. Sean mengambil pecahan hitam yang terlepas dari alien yang terluka dan membawanya. Setelah bertukar informasi, kelompok perlawanan setuju membawa mereka melewati jalur bawah tanah menuju kapal selam.

Pengorbanan di Metro dan Evakuasi Lewat Sungai

Saat bergerak di bawah tanah, kelompok itu meletakkan bola lampu kecil di sepanjang jalan untuk mendeteksi kedatangan musuh lewat perubahan cahaya. Seekor alien menyerang di dekat peron dan membuat Vika terjebak di belakang pilar. Ben kembali untuk mendorongnya ke tempat aman, tetapi ia sendiri tertangkap dan terurai. Sean, Natalie, Vika, dan anggota kelompok perlawanan akhirnya mencapai tepi sungai melalui terowongan.

Empat anak muda menatap ke arah yang sama dengan ketakutan di depan dinding abu-abu

Para penyintas menaiki kapal patroli yang kehilangan tenaga dan membiarkannya hanyut mengikuti arus menuju kapal selam. Setelah kapal tersangkut rintangan, mereka naik ke geladak untuk mencoba membebaskannya. Pada saat yang sama, mereka melihat fasilitas penambangan alien sedang menyedot sumber daya logam dari kota. Bangunan di dekatnya runtuh seiring area penambangan meluas. Hantamannya membalikkan kapal dan membuat semua orang di atasnya jatuh ke air.

Seorang pria dan perempuan di dekat sungai menoleh ke kawasan kota yang diselimuti asap

Bangunan bertingkat di tepi sungai runtuh di tengah kepulan debu

Sean dan sebagian besar anggota kelompok berenang ke kapal selam, tetapi Natalie tidak ditemukan. Tak lama kemudian, suar terlihat melesat di kejauhan dan menandakan bahwa ia masih hidup. Kapal selam itu semula bersiap berangkat, tetapi Sean bersikeras kembali untuk mencarinya. Para anggota kelompok perlawanan memutuskan ikut, sementara awak kapal selam membuat senjata gelombang mikro yang lebih kuat berdasarkan rancangan yang ditinggalkan Sergei.

Pria berjaket hitam mendongak dan berteriak di tengah air sungai yang bergolak

Ending

Tim pencari menggunakan ponsel dan perangkat elektronik lain sebagai peringatan dini. Saat seekor alien mendekat, Sean melemahkan pelindungnya dengan senjata gelombang mikro, lalu anggota tim membunuhnya dengan tembakan senjata api dan roket. Setelah itu, kelompok perlawanan menyiapkan penyergapan di sekitar area parkir bus, sementara Sean meninggalkan kelompok untuk mencari Natalie. Setelah menemukan Natalie yang bersembunyi di dalam bus, seekor alien lain masuk ke kendaraan itu, dan perubahan aliran listrik membuat bus menyala lalu melaju melintasi jalan. Sean kembali melemahkan pelindung musuh dengan senjata gelombang mikro, kemudian melemparkan pecahan alien yang sebelumnya ia ambil dan membunuh makhluk itu.

Seorang pria yang memegang senjata berbentuk kumparan terbaring di antara rel, dengan kobaran api di belakangnya

Perempuan berambut panjang merentangkan kedua tangan untuk menjaga keseimbangan di dalam bus yang melaju

Sementara itu, kelompok perlawanan menggunakan air untuk memperluas jangkauan senjata gelombang mikro. Vika diam-diam kembali ke medan pertempuran dan melemparkan bom Molotov untuk memaksa tiga alien masuk ke area yang telah digenangi air, lalu kelompok perlawanan membunuh ketiganya. Sean dan Natalie kembali bergabung dengan kelompok tersebut, lalu bersama-sama kembali ke kapal selam.

Pria bersenjata menunggangi kuda berzirah, dengan kobaran api besar di belakangnya

Kelompok perlawanan Rusia memilih tetap berada di Moskwa untuk melanjutkan pertempuran, sedangkan Sean, Natalie, dan Vika menaiki kapal selam dan pergi. Seorang teknisi Rusia memperbaiki ponsel Natalie, lalu Natalie menerima pesan dari ibunya yang mengabarkan bahwa sang ibu masih hidup dan berlindung bersama para penyintas lain di Penn Station. Kapal selam itu kemudian menerima pesan radio dari kota-kota lain yang mengabarkan bahwa para penyintas di seluruh dunia telah mulai melawan dan sebagian dari mereka berhasil menghancurkan menara penambangan alien. Ketiganya bersiap menyebarkan kelemahan yang ditemukan di Moskwa kepada lebih banyak pasukan perlawanan. Perang antara manusia dan para penyerbu masih berlanjut.

Perempuan muda mengenakan headphone dan duduk di antara pipa serta peralatan