Spring
Pemuda Amerika yang kehilangan keluarga jatuh cinta pada makhluk abadi yang bermetamorfosis di Italia: napak tilas lengkap alur cerita Spring, dari pertemuan di tepi pantai, transformasi tubuh, hingga keputusan di reruntuhan Pompeii.
Judul
Spring
Tahun / Durasi
2014 · 109 menit
Genre
Drama / Romantis / Fiksi ilmiah / Horor
Sutradara
Justin Benson, Aaron Moorhead
Penulis
Justin Benson
Rating
Pemeran
Lou Taylor Pucci (sebagai Evan Russell), Nadia Hilker (sebagai Louise), Francesco Carnelutti (sebagai Angelo), Nick Nevern (sebagai Thomas), Chris Palko (sebagai Bancroft Dawson)
Penghargaan
Fantastic Fest (Austin) - Next Wave: Aktor Terbaik; Palm Springs International Film Festival: Directors to Watch
Spring adalah film Amerika Serikat tahun 2014 yang ditulis oleh Justin Benson dan disutradarai bersama Aaron Moorhead. Lou Taylor Pucci berperan sebagai Evan Russell, pemuda Amerika yang baru kehilangan ibunya; Nadia Hilker berperan sebagai Louise, perempuan yang ditemuinya di Italia; dan Francesco Carnelutti berperan sebagai Angelo, pemilik pertanian tempat Evan bekerja. Film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival 2014 dan berdurasi 109 menit.
Per 2 Agustus 2026, film ini meraih skor 6,7 di IMDb; dari 60 ulasan yang dihimpun Rotten Tomatoes, Tomatometer-nya 85% dan skor penonton (Popcornmeter) 71%. Kritikus umumnya memuji cara film ini memadukan kisah cinta di tepi pantai, horor tubuh, dan elemen fiksi ilmiah, meski sebagian menilai misteri yang dibangun di paruh awal jadi berkurang setelah rahasia Louise terungkap sepenuhnya.
Melarikan diri ke Italia setelah ibunya meninggal
Evan meninggalkan kuliahnya untuk merawat ibunya yang mengidap kanker; ayahnya sudah lebih dulu meninggal karena serangan jantung, sehingga kematian ibunya membuatnya kehilangan satu-satunya keluarga inti yang tersisa. Setelah pemakaman, Evan kembali ke restoran tempatnya bekerja sebagai koki dan minum bersama temannya, Tommy. Seorang pria mabuk bertengkar dengan perempuan yang bersamanya, lalu memancing keributan dan menyerang Evan di dapur; Evan menjatuhkannya, tapi akibatnya dia dipecat. Teman pria itu kemudian membuntuti dan mengancam Evan, bahkan polisi mendatangi tempat tinggalnya.
Evan tidak membukakan pintu, dan malah membeli tiket mendadak ke Italia. Di hostel, dia berkenalan dengan dua turis Inggris, Thomas dan Sam, lalu ikut mereka menyusuri jalan pantai ke arah selatan. Mereka minum-minum dan bersenang-senang di sepanjang perjalanan, membuat Evan untuk sementara meninggalkan duka, pengangguran, dan konflik yang dia alami di Los Angeles.

Bertemu Louise di kota tepi pantai
Dalam perjalanannya, Evan tiba di sebuah kota kecil di tepi pantai di Italia selatan. Dia memperhatikan Louise di jalan, lalu bertemu lagi dengannya di sebuah bar. Louise sendiri yang mendekatinya, tapi belum mau langsung menerima hubungan yang resmi; Evan tetap memutuskan untuk tinggal di kota itu, berpisah dari Thomas dan Sam yang melanjutkan perjalanan mereka.

Evan mendapat pekerjaan di sebuah pertanian setempat, dan pemiliknya, Angelo, mengizinkannya tinggal di sana. Setelah Louise muncul kembali, mereka berjalan-jalan bersama di kota itu, mengunjungi museum, dan makan bersama. Louise mengaku belajar genetika, sudah pergi ke banyak tempat, dan bisa berbicara dalam beberapa bahasa; sementara itu, Evan menghindari membicarakan apa yang baru saja terjadi di keluarganya.

Menetap di pertanian dan mulai berkencan
Pada siang hari, Evan memangkas pohon buah untuk Angelo, dan pada malam hari dia terus berkencan dengan Louise. Angelo, seorang duda, melihat bahwa Evan makin serius dengan hubungan ini, dan untuk sementara memberi kehidupan yang stabil bagi pemuda yang tidak lagi punya keluarga maupun tujuan itu. Evan akhirnya menceritakan kepada Louise tentang kematian kedua orang tuanya secara berurutan, dan mengakui bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika ibunya sakit parah.
Louise juga memperlihatkan kepada Evan matanya yang berwarna berbeda-beda setelah dia melepas lensa kontaknya. Evan kemudian melihat perempuan dengan mata yang sama di lukisan-lukisan museum dan sampul buku, tapi belum tahu hubungan sosok-sosok itu dengan Louise. Kedekatan mereka berdua perlahan berubah dari saling menjajaki menjadi lebih intim.

Hubungan intim tanpa pengaman dan transformasi pertama
Saat Evan dan Louise pertama kali berhubungan intim, Evan bersiap memakai kondom, tapi Louise menolaknya. Keesokan paginya, sebelum Evan bangun, tubuh Louise berubah menjadi wujud seperti monster; dia bergegas pergi dari tempat tinggalnya dan membunuh seekor kucing di jalan. Setelah itu, dia menyuntikkan obat ke tubuhnya sendiri agar kembali ke wujud manusia.


Setelah itu, Louise tetap berkencan dengan Evan, tapi transformasinya makin sering terjadi. Dia tiba-tiba jatuh di rumahnya, kulit dan tubuhnya mulai menunjukkan kejanggalan, dan dia hanya bisa terus mengandalkan suntikan untuk memperlambat perubahan itu. Evan menemukan jarum suntik di kamar mandinya; Louise hanya mengatakan itu obat untuk mengendalikan kondisi tubuhnya, tanpa menjelaskan alasan sebenarnya.
Suntikan tidak lagi mampu menahan perubahan
Tanaman di pertanian tumbuh cepat pada musim semi, dan Angelo berbicara kepada Evan tentang perubahan yang dibawa musim itu. Sementara itu, efek obat Louise makin cepat habis. Setelah satu kali kambuh, dia duduk di lantai kamar mandi, dengan bekas darah di wastafel dan ruangan itu, tapi tetap berusaha mengatasi perubahan tubuhnya sendirian.


Saat Evan dan Louise sedang makan, kulit Louise memburuk lagi hingga dia tiba-tiba harus meninggalkan meja. Seorang turis yang salah mengira Louise sebagai pekerja seks membuntutinya dan mencoba memaksanya; Louise langsung berubah menjadi makhluk dengan ciri-ciri reptil dan membunuh pria itu. Angelo melihat serangan ini dari kejauhan, tapi tidak menceritakan semua yang dia lihat kepada Evan.
Mendobrak pintu dan melihat wujud aslinya
Angelo mengingatkan Evan bahwa dia tidak punya izin kerja resmi untuk mempekerjakan orang asing, polisi imigrasi akan segera datang, dan Evan harus meninggalkan pertanian itu. Tanpa tempat lain untuk pergi, Evan mendatangi tempat tinggal Louise. Louise menyuruhnya pergi melalui pintu yang masih terkunci rantai; Evan awalnya menurut, tapi kemudian kembali dan mendobrak pintu untuk masuk.
Di lantai dalam ruangan itu ada sesosok makhluk berpakaian Louise, dengan tentakel dan ciri-ciri hewan lain, yang sedang berusaha meraih jarum suntik. Evan mengambil jarum suntik itu dan menyuntikkannya ke leher makhluk itu; setelah transformasinya mereda, dia meminta Louise menjelaskan semuanya.

Rahasia dua ribu tahun dan hari terakhir
Louise memberi tahu Evan bahwa dia sudah hidup sekitar dua ribu tahun, dan perempuan bermata beda warna dalam lukisan-lukisan itu adalah dirinya sendiri di berbagai tahap kehidupannya. Setiap dua puluh tahun, dia mencari seorang pria untuk menghamilinya, lalu memakai sel-sel embrio itu untuk membangun ulang tubuhnya; sebelum proses ini selesai, tubuhnya akan menunjukkan ciri-ciri berbagai makhluk dalam garis evolusi manusia secara berurutan. Penolakannya memakai kondom sebelumnya adalah caranya memulai siklus berikutnya.
Louise juga menjelaskan, jika dia benar-benar jatuh cinta pada seseorang, hormon yang dihasilkan tubuhnya akan menghentikan proses pembangunan ulang itu, membuatnya mempertahankan tubuhnya yang sekarang dan menjadi manusia biasa yang bisa menua dan mati. Evan bertanya apakah Louise bersedia melepaskan keabadiannya demi dirinya, dan Louise dengan tegas mengatakan tidak. Evan pergi karena merasa dimanfaatkan, tapi setelah lebih tenang, dia menawarkan diri untuk menemani Louise melewati hari terakhir sebelum proses pembangunan ulang itu terjadi.

Saat polisi imigrasi tiba, Louise membawa Evan pergi dengan mobil. Mereka berdua berkendara sepanjang malam menuju Pompeii, dan Louise bercerita bahwa dia lahir di dekat Gunung Vesuvius, serta tentang keluarganya yang tewas dalam bencana letusan gunung berapi pada zaman kuno. Dia juga menjelaskan bahwa setiap kali tubuhnya dibangun ulang, sebagian ingatannya tetap ada, tapi dia tidak bisa mempertahankan kehidupan yang persis sama seperti pada tubuh sebelumnya.
Ending
Ketika saat pembangunan ulang semakin dekat, Louise mengajak Evan masuk ke sebuah bangunan keagamaan. Di depan altar, dia berubah wujud lagi dan hampir menyerang Evan, sehingga hanya bisa ditenangkan dengan sisa suntikan yang ada. Mereka berdua kemudian tiba di reruntuhan Pompeii. Louise berbaring menunggu tubuhnya digantikan oleh wujud berikutnya, dan memperingatkan Evan bahwa begitu monster itu muncul, dia harus segera melarikan diri.

Evan tidak pergi. Dia membuat Louise mendengarkan ceritanya tentang hal-hal yang masih layak dialami dalam hidup yang terbatas, dan menyatakan bersedia tinggal meski harus menanggung risiko diserang olehnya. Louise menyandarkan kepalanya di pangkuan Evan, menunggu perubahan yang akan terjadi saat matahari terbit. Ketika Evan mendengar suara transformasi dan menunduk untuk melihat, dia justru mendapati Louise masih dalam wujud manusianya yang semula; pada saat yang sama, Gunung Vesuvius di kejauhan meletus. Tubuh Louise tidak dibangun ulang, yang berarti perasaannya kepada Evan telah menghentikan siklus dua ribu tahun itu — mulai sekarang, dia akan menjalani hidup sebagai manusia biasa bersama Evan, menghadapi penuaan dan kematian bersama-sama.
