Open 24 Hours
Giliran malam dalam hujan deras berubah menjadi arena perburuan pembunuh berantai: Mengulas alur cerita lengkap dan ending Open 24 Hours, saat Mary membedakan halusinasi dari ancaman nyata di pom bensin terpencil serta berusaha lolos dari kejaran mantan pacarnya.
Judul
Open 24 Hours
Tahun / Durasi
2018 · 102 menit
Genre
Horor / Thriller
Sutradara
Padraig Reynolds
Penulis
Padraig Reynolds
Rating
Pemeran
Vanessa Grasse (sebagai Mary), Brendan Fletcher (sebagai Bobby), Emily Tennant (sebagai Debbie), Cole Vigue (sebagai James), Daniel O'Meara (sebagai Tom)
Open 24 Hours adalah film horor thriller yang ditulis dan disutradarai oleh Padraig Reynolds, serta dibintangi Vanessa Grasse, Brendan Fletcher, Emily Tennant, Cole Vigue, dan Daniel O’Meara. Film ini tayang perdana pada 2018, berdurasi 102 menit, dan sebagian besar ceritanya berlangsung di sebuah pom bensin terpencil di tengah hujan deras.
Hingga 10 Oktober 2026, film ini mendapat rating 5,5 di IMDb dari 6.300 suara. Di Rotten Tomatoes, 45% dari 11 ulasan kritikus memberikan penilaian positif, sedangkan skor Popcornmeter penonton berada di angka 34%. Tanggapan kritikus maupun penonton sama-sama cenderung biasa saja.
Awal Baru Setelah Membakar Pembunuh Berantai
Mary baru saja dibebaskan dan sedang menjalani pengobatan untuk mengendalikan paranoia, delusi, serta halusinasinya. Ia melamar pekerjaan di Deer Gas Market di tepi jalan dan mengaku kepada pemiliknya, Ed, bahwa ia pernah dipenjara karena membakar pacarnya. Petugas pembebasan bersyaratnya, Tom, merekomendasikan pekerjaan itu, dan Ed akhirnya mengizinkan Mary memulai giliran malam pukul sepuluh malam hingga enam pagi pada hari yang sama.


Setelah diterima bekerja, Mary menemui sahabat masa kecilnya, Debbie. Ia memberi tahu Debbie bahwa ia masih melihat mantan pacarnya, James, yang mengalami luka bakar parah. Debbie mengingatkannya agar terus minum obat dan menyarankan agar ia tidak memberi tahu petugas pembebasan bersyarat tentang halusinasi itu. Tom kemudian datang untuk memeriksa Mary, memintanya menyambungkan telepon rumah dan melapor setiap hari, serta memperingatkan bahwa perilaku tidak wajar masih bisa membuatnya kembali dipenjara.
Giliran Malam di Tengah Hujan Deras dan Debbie yang Menghilang
Debbie mengantar Mary ke pom bensin, lalu rekan kerjanya, Bobby, mengajarinya menggunakan mesin kasir, pompa bensin, dan kunci setiap pintu. Setelah Debbie pergi, Bobby terus mengenalkan berbagai fasilitas di toko kepada Mary. Pada saat yang sama, seseorang berkerudung menyerang Debbie di tengah hujan. Mary tidak tahu bahwa sahabatnya sudah berada dalam bahaya dan tetap bekerja sendirian di toko sesuai jadwal.


Seorang sopir truk masuk untuk mengisi bahan bakar, terus mengajak Mary berbicara, dan sengaja meninggalkan kartu kreditnya di meja kasir. Setelah itu, Mary berulang kali menerima telepon dari perempuan yang sama. Perempuan itu terus menanyakan kapan pom bensin tutup dan nada bicaranya perlahan berubah menjadi ancaman. Mary meninggalkan pesan untuk Debbie, tetapi tidak juga mendapat jawaban.
Halusinasi di Toilet dan Masa Lalu Mary
Atas permintaan Ed, Bobby kembali untuk memeriksa keadaan Mary. Mary menjelaskan kepadanya bahwa James Lincoln Fields adalah pembunuh berantai yang telah membunuh 35 perempuan. Ia pernah menemukan jasad para korban di ruang bawah tanah rumah mereka. James mengancam akan membunuh Mary dan keluarganya, lalu memaksanya menyaksikan kejahatan-kejahatan berikutnya. Setelah Christine Rogers yang masih muda dibunuh, barulah Mary menyalakan api ketika James sedang tidur. James selamat, sedangkan media menjuluki Mary “sang penonton” karena ia dipaksa menyaksikan kejahatan-kejahatan tersebut.

Setelah Bobby pergi, mobilnya mogok di dekat pom bensin dan sosok berkerudung itu langsung menyerangnya. Seorang pelanggan di toko melaporkan bahwa toilet di luar tidak bisa digunakan. Mary pergi memeriksanya dan menemukan SIM milik Debbie di dalam kloset. Air bercampur darah dan lengan-lengan yang menjulur dari dinding membuatnya tersudut, tetapi semua pemandangan itu segera menghilang, membuktikan bahwa kejadian tersebut masih merupakan halusinasinya.

Serangan Ibu Korban
Tom datang ke pom bensin larut malam untuk memeriksa Mary. Mary sempat melihat James muncul di dalam toko dan mengatakan bahwa seseorang akan mati malam itu. Namun, karena Tom sedang berada di toilet belakang, Mary tetap menganggap sosok James di hadapannya sebagai halusinasi. Perempuan yang sebelumnya menelepon kemudian masuk untuk mengisi bahan bakar. Mary mengenali suaranya, dan keduanya langsung terlibat pertikaian.

Perempuan itu adalah Karen Rogers, ibu Christine Rogers. Ia yakin Mary pernah membantu James dan mengejar Mary dengan pisau. Mary melarikan diri ke ruangan belakang dan melihat Bobby serta Debbie sudah terikat. Tom tiba tepat waktu dan menembak Karen hingga tewas. Ia lalu memberi tahu Mary bahwa hujan deras menyebabkan listrik penjara padam dan sejumlah narapidana melarikan diri, termasuk James. James langsung muncul dari belakang Tom dan memukulnya hingga jatuh.

Pembantaian oleh James yang Kabur
James mengikat Mary di kursi dan memaksanya menyaksikan saat ia membunuh Tom dengan palu bergagang panjang, lalu membuat Debbie mati lemas menggunakan kantong plastik. Berikutnya, ia bersiap membakar Bobby hidup-hidup. Sopir truk yang sebelumnya meninggalkan kartu kredit kembali ke depan toko dan menghubungi polisi setelah melihat ada yang tidak beres. James keluar dari ruangan untuk memeriksa keadaan, sehingga Mary mendapat kesempatan untuk melepaskan diri dari ikatannya.

Mary melepaskan ikatan Bobby dan, mengikuti petunjuknya, mengambil senapan dari loker milik Ed. Saat sopir truk masuk ke toko, Mary yang bersembunyi di tempat gelap keliru mengiranya sebagai James dan menembaknya; sopir itu jatuh tertembak dan tidak bangun lagi. Bobby dan Mary memutuskan untuk melarikan diri, tetapi James memutus aliran listrik dan membunuh Bobby dalam kegelapan.

Ending
Seorang polisi datang sendirian setelah menerima panggilan. Mary berlari masuk ke mobil polisi untuk meminta pertolongan. James mengejarnya keluar dan membunuh polisi itu dengan senapan. Mary memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri ke tempat penampungan mobil rongsok di dekat sana dan bersembunyi di antara tumpukan mobil tua. Ia menemukan sekop dan menghantam James, lalu kembali ke pom bensin dan mengunci diri di dalam kantor.


Sebuah kepala rusa awetan tergantung di dinding kantor. Setelah mendobrak pintu, James terus mendekati Mary. Mary meraih kepala rusa itu dan menusukkan tanduknya yang tajam ke tubuh James. James masih merangkak ke arah Mary setelah terjatuh, lalu akhirnya berhenti bergerak di hadapannya. Mary juga kehilangan kesadaran akibat luka dan kelelahan.

Saat fajar, Mary terbangun dan mendapati kepala rusa itu masih tergeletak di lantai, tetapi tubuh James sudah menghilang. Ia memastikan tidak ada siapa pun di dalam toko yang kosong, lalu pergi. Setelah itu, Mary mendapat pekerjaan baru di sebuah salon rambut. Ketika sedang menyapu rambut di lantai sendirian, ia mendengar suara aneh dan mengangkat kepala untuk melihat sekeliling. Gambar kemudian beralih menjadi hitam tanpa mengungkap asal suara tersebut.
Cuplikan Lain
Cuplikan Tambahan

