← Kembali ke beranda

Nope

Kakak beradik pemilik peternakan berusaha merekam pemangsa udara yang bersembunyi di balik awan: uraian lengkap insiden Gordy, kematian sang ayah, bencana Star Lasso Experience, hujan darah, sampai aksi pemancingan terakhir dalam Nope

Judul

Nope

Tahun / Durasi

2022 · 130 menit

Genre

Fiksi ilmiah / Misteri / Thriller / Horor

Sutradara

Jordan Peele

Penulis

Jordan Peele

Rating

Pemeran

Daniel Kaluuya (sebagai OJ Haywood), Keke Palmer (sebagai Emerald "Em" Haywood), Steven Yeun (sebagai Ricky "Jupe" Park), Brandon Perea (sebagai Angel Torres), Michael Wincott (sebagai Antlers Holst)

Penghargaan

Saturn Awards ke-47: Film Fiksi Ilmiah Terbaik; American Film Institute: 10 Film Terbaik 2022

Nope
Telapak tangan simpanse berlumuran darah dan sebuah kepalan tangan saling terulur di bawah permukaan meja Pria bertopi koboi menunggangi kuda putih dengan latar perbukitan dan pagar Pria dengan wajah berlumuran darah terbaring di ranjang rumah sakit Pria bertopi bisbol berdiri di antara seekor kuda dan layar hijau Seorang pria dan seorang perempuan berada di dekat perangkat komputer di balik meja toko elektronik Di arena bertema Barat, penonton duduk di tribun yang menghadap lapangan kosong di tengah
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Nope adalah film horor fiksi ilmiah Amerika yang ditulis, disutradarai, sekaligus ikut diproduseri oleh Jordan Peele, dengan Daniel Kaluuya, Keke Palmer, Steven Yeun, Brandon Perea, dan Michael Wincott sebagai pemeran utamanya. Film ini tayang perdana di Los Angeles pada 18 Juli 2022 dan mulai tayang di Amerika Serikat pada 22 Juli 2022, dengan durasi 130 menit; belakangan film ini memenangi Film Fiksi Ilmiah Terbaik di Saturn Awards ke-47 dan masuk daftar sepuluh film terbaik 2022 versi American Film Institute.

Hingga 30 Agustus 2026, film ini mendapat nilai 6,8 di IMDb dari 322.300 suara; dari 476 ulasan kritikus profesional yang dihimpun Rotten Tomatoes, 83% di antaranya positif, sementara 3.550 penonton terverifikasi memberikan skor 69%. Tanggapan kritikus jelas lebih positif, sedangkan penilaian di sisi penonton relatif terbelah. Berikut uraian berurutan sesuai waktu kejadian tentang bagaimana kakak beradik Haywood bertemu makhluk udara itu, berusaha meninggalkan bukti berupa gambar, lalu berhadapan langsung dengannya.

Gordy yang Lepas Kendali di Studio

Pada tahun 1998, aktor cilik Ricky “Jupe” Park bermain dalam sitkom keluarga Gordy’s Home. Saat syuting sebuah adegan ulang tahun, balon-balon di set meletus beruntun, lalu simpanse bernama Gordy yang terkejut tiba-tiba menyerang para pemain di lokasi. Jupe bersembunyi di bawah meja, melihat sebuah sepatu berdiri tegak dengan posisi ganjil di lantai, dan juga melihat Gordy mengulurkan kepalan tangannya ke arahnya setelah berhenti menyerang. Sebelum keduanya sempat bersentuhan, Gordy ditembak mati oleh seseorang di luar layar.

Telapak tangan simpanse berlumuran darah dan sebuah kepalan tangan saling terulur di bawah permukaan meja

Setelah dewasa, Jupe menyimpan sepatu itu bersama suvenir acara tersebut di ruang pamer pribadinya dan menceritakan kejadian itu kepada pengunjung berbayar. Ia tidak menjauhi praktik menjadikan hewan berbahaya sebagai tontonan, melainkan mengelola taman hiburan bertema Barat bernama Jupiter’s Claim di Agua Dulce, California.

Serpihan dari Langit yang Merenggut Sang Ayah

Keluarga Haywood mengelola peternakan pelatihan kuda di Agua Dulce dan memasok hewan untuk produksi film dan televisi. Ketika Otis Haywood Sr. dan putranya, OJ, sedang bekerja di peternakan, tiba-tiba benda-benda kecil seperti koin dan kunci berjatuhan dari langit. Sekeping koin lima sen mengenai bagian mata Otis Sr. dan menimbulkan luka yang mematikan.

Pria bertopi koboi menunggangi kuda putih dengan latar perbukitan dan pagar

OJ membawa ayahnya ke rumah sakit, tetapi Otis Sr. tidak tertolong. OJ menyimpan koin yang dikeluarkan dari luka ayahnya, dan ia juga menemukan kunci yang menancap di tubuh seekor kuda di peternakan. Saat itu ia belum tahu bahwa benda-benda tersebut adalah sisa yang dikeluarkan makhluk udara karena tidak bisa dicerna.

Pria dengan wajah berlumuran darah terbaring di ranjang rumah sakit

Insiden di Lokasi Syuting dan Peternakan yang Terjepit

Enam bulan kemudian, OJ dan adiknya, Emerald “Em”, bersama-sama mengambil alih peternakan. OJ ingin mempertahankan usaha peninggalan ayahnya, sementara Em sekaligus mencari peluang tampil dan berkarya di tempat lain. Ketika kakak beradik itu membawa kuda mereka, Lucky, ke sebuah syuting iklan, kru di lokasi tidak mematuhi aturan keselamatan seperti menjaga jarak dari kuda dan tidak menatapnya langsung; sebuah bola reflektif untuk efek visual membuat Lucky kaget, lalu keduanya langsung dikeluarkan dari proyek itu.

Pria bertopi bisbol berdiri di antara seekor kuda dan layar hijau

Pemasukan peternakan tidak mencukupi, sehingga OJ satu per satu menjual kudanya kepada Jupe. Jupe menawarkan diri membeli seluruh peternakan dan Em cenderung menerimanya, tetapi OJ tetap ingin mempertahankan usaha keluarga. Malam itu, listrik di peternakan mulai berfluktuasi tidak wajar, kuda-kuda terusik oleh sesuatu yang tidak terlihat, dan salah satu kuda menerobos pagar lalu menghilang. OJ mendongak dan melihat sebuah benda berbentuk piring melintas cepat di atas lembah.

Pemangsa di Langit Malam

OJ dan Em memutuskan untuk merekam benda di langit itu demi membuktikan keberadaannya lewat gambar. Mereka pergi ke toko elektronik untuk membeli perangkat pengawasan, lalu karyawan toko bernama Angel Torres bertugas memasang kamera di peternakan dan terus memantau sinyalnya dari jauh setelah itu.

Seorang pria dan seorang perempuan berada di dekat perangkat komputer di balik meja toko elektronik

Em membawa pulang seekor kuda pajangan dari logam dari Jupiter’s Claim untuk dijadikan umpan. Malam harinya, tiga anak Jupe mengenakan kostum alien dan mengerjai OJ di kandang kuda; makhluk berbentuk piring yang sesungguhnya kemudian muncul, menyedot kuda yang lepas dari pagar, lalu menelan kuda pajangan logam itu. Saat mendekat, makhluk itu membuat perangkat elektronik mati, dan satu-satunya kamera yang masih bekerja justru tertutup seekor belalang sembah, sehingga kakak beradik itu tidak mendapat gambar yang jelas.

Setelah memeriksa ulang rekaman, Angel menemukan bahwa ada segumpal awan di atas lembah yang sama sekali tidak bergerak. Dengan menggabungkan jalur terbangnya, cara berburunya, dan reaksinya terhadap umpan, OJ mulai menduga bahwa yang ada di langit bukan pesawat, melainkan makhluk hidup yang menjadikan wilayah sekitar sebagai teritorinya.

Pertunjukan Star Lasso Experience

Sebelumnya Jupe sudah diam-diam memancing makhluk udara itu dengan kuda-kuda yang ia beli, lalu menjadikannya atraksi yang dianggapnya bisa dipastikan muncul. Ia menggelar “Star Lasso Experience” di Jupiter’s Claim, mengurung Lucky di dalam kotak kaca sebagai umpan, sementara istri, anak-anaknya, dan para pengunjung duduk di tribun menanti keajaiban di langit.

Di arena bertema Barat, penonton duduk di tribun yang menghadap lapangan kosong di tengah

Makhluk itu muncul lebih cepat daripada perkiraan Jupe. Lucky tetap berada di dalam kotak kaca dan tidak keluar, tetapi Jupe beserta seluruh penonton justru tersedot ke langit bersama-sama. Orang-orang itu terperangkap di saluran pencernaan makhluk tersebut yang sempit dan akhirnya semuanya tewas. OJ tiba di taman hiburan yang sudah kosong, menemukan Lucky yang masih hidup, dan makin yakin bahwa benda berbentuk piring itu adalah makhluk yang memangsa hewan dan manusia.

Hujan Darah yang Menyingkap Wujud Aslinya

Makhluk itu lalu terbang ke atas rumah keluarga Haywood dan menumpahkan sisa tubuh orang-orang yang ditelannya, darah, serta benda-benda yang tidak bisa dicerna ke atas rumah tersebut. Em dan Angel terjebak di dalam rumah, sedangkan OJ bersembunyi di dalam mobil yang mesinnya mati; kuda pajangan logam yang sebelumnya ditelan juga dimuntahkan dan memecahkan kaca mobil.

Sebuah rumah di tengah malam tersiram cairan yang tumpah dari atas

Permukaan kaca dipenuhi cairan merah gelap dan serpihan

OJ memanfaatkan pengalamannya melatih kuda untuk mengamati perilaku makhluk itu dan menyimpulkan bahwa ia menganggap tatapan langsung sebagai tantangan, sehingga lebih dulu menyerang orang yang mendongak menatapnya. Ia berhenti memperlakukan sasarannya sebagai wahana terbang mekanis dan mulai menyusun cara menghadapinya sebagai hewan pemangsa yang teritorial. Kakak beradik itu menamainya “Jean Jacket”, diambil dari nama seekor kuda yang dulu tidak sempat dilatih Em sewaktu kecil.

Rencana dengan Kamera Engkol Tangan

Sebelumnya Em sempat mengajak sinematografer ternama Antlers Holst untuk merekam temuan ini, tetapi ditolak. Setelah orang-orang hilang secara massal di Jupiter’s Claim, Holst berubah pikiran dan menyusun rencana pengambilan gambar bersama OJ, Em, dan Angel.

Seorang pria berdiri di ruang tamu yang remang-remang, sementara tiga orang lain duduk di sekelilingnya

Untuk menyiasati pemadaman listrik yang ditimbulkan Jean Jacket, Holst membawa sebuah kamera film engkol tangan. Mereka memasang banyak boneka tiup bertenaga baterai di lembah: bagian mana yang boneka-bonekanya tiba-tiba ambruk akan membantu mereka menentukan posisi makhluk itu. OJ menunggangi Lucky sebagai umpan bergerak, Em bertugas mengawasi perangkat, Angel membantu komunikasi, sedangkan Holst mengoperasikan kamera di dekat tempat berlindung.

Pria beruban tersenyum sambil duduk di samping kamera

Wartawan yang Menerobos dan Pilihan Holst

Setelah pengambilan gambar dimulai, seorang reporter TMZ menerobos masuk ke peternakan dengan sepeda motor listrik. Ketika Jean Jacket mendekat, sepeda motor itu mati dan reporter tersebut terjatuh ke tanah; meski terluka, ia tetap meminta OJ merekam dirinya. OJ tidak berhasil membawanya menjauh, lalu Jean Jacket langsung menelan reporter itu.

Orang berhelm cermin tergeletak di jalan tanah, sementara di kejauhan ada penunggang kuda

OJ terus menunggang kuda untuk memancing Jean Jacket masuk ke area pengambilan gambar, dan Holst pun berhasil mendapatkan rekamannya. Namun setelah itu Holst membawa kameranya keluar dari posisi aman dan naik sendirian ke tempat yang lebih tinggi demi gambar yang lebih dekat, sehingga ia ikut tertelan bersama alatnya.

Pria beruban membuka mulutnya lebar-lebar di tengah debu pasir

Mengulur Jean Jacket Setelah Ia Terbentang

Jean Jacket berikutnya mengejar Angel. Angel sendiri mengikatkan terpal ke pinggangnya dengan kawat berduri; setelah makhluk itu menyedotnya ke udara bersama terpal, boneka tiup, dan berbagai benda yang tersambung, semua benda tersebut mengacaukan aliran udara di dalam tubuhnya, sehingga Angel tidak tertelan lebih jauh dan tetap hidup. Jean Jacket kemudian berubah dari tubuh berbentuk piring menjadi wujud yang jauh lebih besar, dengan selaput berlapis-lapis dan bukaan mulut berbentuk persegi.

Makhluk raksasa berlipat-lipat melayang di atas debu

OJ sengaja mendongak untuk menarik perhatian Jean Jacket agar menjauh dari adiknya; Em lalu memacu sepeda motor menerobos masuk ke Jupiter’s Claim. Saat keduanya berpencar, OJ terus menunggangi Lucky untuk mengulur makhluk itu di lembah.

Pria berhoodie oranye menunggangi kuda dengan kabut debu mengepul di belakangnya

Ending

Sesampainya di taman hiburan, Em melepaskan ikatan balon helium raksasa berwujud Jupe. Balon itu memiliki satu mata bergambar yang terbuka, sehingga Jean Jacket beralih mendekat lalu menelannya. Pada saat yang sama, Em berulang kali mengoperasikan kamera film mekanis di wahana sumur harapan untuk memotret langit dari bawah. Balon itu meletus di dalam tubuh Jean Jacket, dan ledakannya langsung merobek sekaligus membunuh makhluk tersebut; sementara foto yang dikeluarkan sumur harapan menyimpan gambar makhluk itu di udara.

Perempuan berbaju hijau duduk di atas sepeda motor dengan pita garis polisi kuning terbentang di depannya

Kendaraan media kemudian tiba di gerbang taman hiburan. Em tidak langsung menghampiri para wartawan, melainkan melihat OJ muncul menunggangi Lucky di tengah kabut debu di luar gerbang. OJ dan kuda itu sama-sama selamat, dan pada akhirnya kakak beradik itu juga berhasil menyimpan foto yang bisa membuktikan keberadaan Jean Jacket.