← Kembali ke beranda

Murder Mystery

Liburan pernikahan di Eropa berujung pada rangkaian pembunuhan keluarga kaya: polisi New York, Nick, dan istrinya, Audrey, menyelidiki dua pembunuh yang bekerja sama setelah pemilik kapal pesiar tewas.

Judul

Murder Mystery

Tahun / Durasi

2019 · 97 menit

Genre

Komedi / Aksi / Romantis / Misteri

Sutradara

Kyle Newacheck

Penulis

James Vanderbilt

Rating

Pemeran

Adam Sandler (sebagai Nick Spitz), Jennifer Aniston (sebagai Audrey Spitz), Luke Evans (sebagai Charles Cavendish), Gemma Arterton (sebagai Grace Ballard), Dany Boon (sebagai Inspektur de la Croix), Shioli Kutsuna (sebagai Suzi Nakamura)

Murder Mystery
Sepasang pria dan wanita berbusana formal berdiri di tepi air, masing-masing memegang gelas sampanye Tiga pria dan wanita berdiri berbincang di atas kapal pesiar Seorang pria berambut putih mengenakan setelan jas berdiri di dalam ruangan Seorang pria berseragam militer memegang teropong Seorang pria berjenggot lebat duduk di dalam ruangan Tiga pria dan wanita berdiri di jalan yang dikelilingi tembok batu
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Murder Mystery adalah film komedi misteri Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Kyle Newacheck dan ditulis oleh James Vanderbilt. Adam Sandler dan Jennifer Aniston berperan sebagai Nick dan Audrey Spitz, pasangan yang telah menikah selama lima belas tahun, dengan Luke Evans, Gemma Arterton, Dany Boon, dan Shioli Kutsuna sebagai pemeran pendukung utama. Film berdurasi 97 menit ini meraih skor 6,1 di IMDb.

Liburan Eropa yang Tertunda Lima Belas Tahun

Nick adalah polisi di New York, sementara Audrey bekerja sebagai penata rambut. Selama lima belas tahun menikah, Nick belum juga menepati janjinya untuk mengajak istrinya berlibur ke Eropa. Setelah makan malam peringatan pernikahan, Audrey kembali mengungkitnya, dan Nick buru-buru berbohong bahwa dia sudah memesan perjalanan tersebut. Keduanya pun berangkat ke Eropa.

Di pesawat, Audrey berkenalan dengan Charles Cavendish, seorang pria kaya. Cavendish mengajak pasangan itu meninggalkan rombongan tur yang penuh sesak dan naik ke kapal pesiar keluarganya untuk menghadiri pernikahan pamannya, Malcolm Quince, dengan mantan tunangan Cavendish sendiri, Suzi Nakamura. Setelah melihat kerumunan rombongan tur yang seharusnya mereka ikuti, Nick menerima ajakan itu.

Sepasang pria dan wanita berbusana formal berdiri di tepi air, masing-masing memegang gelas sampanye

Setelah naik ke kapal, pasangan itu bertemu Cavendish dan dibawa masuk ke lingkaran sosial keluarga Quince beserta para tamunya.

Tiga pria dan wanita berdiri berbincang di atas kapal pesiar

Pembunuhan Sebelum Penandatanganan Wasiat

Para tamu di kapal pesiar itu antara lain Tobey, putra Quince; aktris Grace Ballard; Kolonel Ulenga; Sergei, pengawal sang kolonel; Maharajah Vikram; pembalap Juan Carlos; serta Suzi, yang akan menjadi istri Quince. Quince mengumumkan di depan semua orang bahwa Suzi akan menjadi satu-satunya ahli waris dan bersiap menandatangani wasiat baru.

Seorang pria berambut putih mengenakan setelan jas berdiri di dalam ruangan

Tepat sebelum Quince membubuhkan tanda tangannya, lampu di ruangan itu tiba-tiba padam. Ketika lampu menyala kembali, dia sudah tertikam belatinya sendiri tepat di jantung. Nick meminta semua orang tetap berada di tempat, tetapi dia menyembunyikan dari Audrey fakta bahwa dia sudah tiga kali gagal ujian detektif, dan tetap memimpin penanganan awal seolah-olah dia benar-benar detektif. Dari kenyataan bahwa pemadaman lampu dan pembunuhan itu harus dilakukan secara bersamaan, Audrey menyimpulkan bahwa kasus ini kemungkinan besar melibatkan dua orang yang bekerja sama.

Malam itu, Tobey ditemukan tewas di kamarnya, disertai surat pengakuan dosa yang diketik, seolah-olah dia membunuh ayahnya lalu bunuh diri. Setelah kapal pesiar tiba di Monte Carlo, Inspektur de la Croix mengambil alih penyelidikan. Dia mengetahui bahwa Nick bukan detektif sungguhan, dan menganggap pasangan Amerika yang muncul tiba-tiba itu sebagai tersangka utama.

Kesaksian dan Kejaran di Monte Carlo

Nick dan Audrey menanyai para tamu secara terpisah selama berlangsungnya Grand Prix Monaco. Kolonel Ulenga pernah menyelamatkan Quince di Namibia dan akibatnya jatuh koma; sementara itu, Quince malah menikahi tunangan sang kolonel. Wanita itu kemudian meninggal saat melahirkan, dan masa lalu ini memberi sang kolonel motif balas dendam yang jelas.

Seorang pria berseragam militer memegang teropong

Sergei diam-diam menemui pasangan itu dan menambahkan cerita tentang masa lalu antara Quince, sang kolonel, dan wanita tersebut. Setelah terdengar ketukan pintu, Nick dan Audrey bersembunyi terlebih dahulu; saat mereka keluar, Sergei sudah tertembak. Keduanya kabur lewat jendela dan memanjat dinding luar, dan sambil melewati kamar-kamar lain, mereka melihat sang kolonel sendirian sedang merapikan giginya, sementara Maharajah Vikram sedang bersama Grace. Kesaksian ini menyingkirkan kemungkinan bahwa mereka berdua langsung membunuh Sergei.

Seorang pria berjenggot lebat duduk di dalam ruangan

Polisi kemudian mengumumkan pencarian terhadap Nick dan Audrey. Audrey juga mengetahui dari berita bahwa suaminya bukan detektif dan tidak pernah memesan perjalanan itu sebelumnya. Setelah bertengkar, keduanya sempat berpisah, dan Audrey pergi bersama Cavendish.

Tersangka yang Tewas Berturut-turut di Danau Como

Semua orang berpindah ke kawasan Danau Como. Nick menemukan Audrey kembali, dan mereka berdua menyadari bahwa Cavendish dan Suzi masih memiliki perasaan satu sama lain, sehingga mereka menduga keduanya mungkin bersekongkol membunuh Quince dan membagi warisannya. Pasangan itu dikejar oleh seorang penembak tak dikenal, dan saat melarikan diri mereka bertemu pembalap Carlos.

Tiga pria dan wanita berdiri di jalan yang dikelilingi tembok batu

Suzi kemudian menodongkan senjata untuk menghentikan mereka, tetapi ditembak mati dengan sumpitan oleh seseorang bertopeng. Nick dan Carlos mengejar pembunuh itu namun gagal menangkapnya.

Seorang wanita berbusana hitam berdiri di depan lampu malam

Nick dan Audrey tiba di kediaman Quince untuk menghadapi Cavendish, tetapi mendapati dia juga sudah tewas diracun. Dengan kematian dua orang yang paling dicurigai secara berturut-turut, pasangan itu kembali memeriksa motif, waktu kejadian, dan alibi setiap tamu.

Seorang pria berbusana formal berdiri di samping rangkaian bunga

Grace dan Pembunuhan Pertama

Nick dan Audrey mengumpulkan de la Croix dan para tamu yang tersisa untuk merekonstruksi pembunuhan pertama di kediaman Quince. Ternyata, Grace adalah putri Quince dari mantan tunangan Kolonel Ulenga; Quince pernah mengumumkan bahwa anak itu sudah meninggal karena dia perempuan. Grace merasa dialah yang seharusnya berhak mewarisi harta Quince.

Pasangan itu menyimpulkan bahwa Grace memanfaatkan Tobey untuk melakukan pembunuhan di kapal pesiar, lalu membunuh Tobey dan mengatur tempat kejadian seolah-olah dia bunuh diri karena merasa bersalah. Setelah identitasnya terbongkar, Grace berusaha kabur, tetapi Nick menembak lengannya dan polisi berhasil menangkapnya.

Sepasang pria dan wanita membungkuk menghadap seorang wanita bertopi lebar

Sepasang pria dan wanita berbusana formal berdiri bersama inspektur dan polisi di dalam ruangan kediaman

Ending

Kasus ini belum berakhir dengan tertangkapnya Grace. Vikram menunjukkan bahwa saat Sergei dibunuh, Grace sedang bersamanya, sehingga pembunuh Sergei pastilah orang lain. Dari sini, Nick dan Audrey memastikan dugaan awal Audrey tentang adanya dua pembunuh, dan mengidentifikasi kaki tangan kedua, yaitu Carlos.

Ayah Carlos kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan yang disebabkan oleh Quince, sehingga dia pun ikut membalas dendam. Setelah Grace dan Tobey menyelesaikan pembunuhan pertama terhadap Quince, Carlos bertugas membunuh Sergei, Suzi, dan Cavendish untuk menyingkirkan siapa pun yang mengetahui rahasia itu maupun calon ahli waris lainnya.

Seorang wanita bertopi lebar dan seorang pria berbaju hitam berdiri di dalam ruangan

Carlos menyandera de la Croix lalu kabur dengan mobil, dan Nick serta Audrey mengejarnya. Pasangan itu memaksa mobil Carlos menabrak sesuatu hingga hancur, dan berhasil menyelamatkan sang inspektur. Carlos masih menodongkan senjata untuk menguasai keadaan, tetapi akhirnya tewas tertabrak bus rombongan tur yang tadinya akan dinaiki Nick dan Audrey namun mereka batalkan.

Seorang pria berkacamata duduk di dalam ruangan

De la Croix berterima kasih kepada pasangan itu atas bantuannya memecahkan kasus, dan berjanji akan membantu Nick mendapatkan kesempatan naik pangkat menjadi detektif di New York. Interpol kemudian mengatur agar keduanya melanjutkan perjalanan mereka; Nick dan Audrey naik Orient Express untuk menyelesaikan liburan Eropa yang sempat tertunda.