Fantasy Island
Setiap keinginan harus mencapai akhir alaminya: Ulasan lengkap tentang bagaimana fantasi kelima tamu di Fantasy Island saling bertemu, sekaligus mengungkap kebenaran di balik kebakaran yang menewaskan Nick, balas dendam Melanie, dan kekuatan pulau tersebut
Judul
Fantasy Island
Tahun / Durasi
2020 · 109 menit
Genre
Horor / Petualangan / Fantasi
Sutradara
Jeff Wadlow
Penulis
Jeff Wadlow, Chris Roach, Jillian Jacobs
Rating
Pemeran
Michael Peña (sebagai Mr. Roarke), Maggie Q (sebagai Gwen Olsen), Lucy Hale (sebagai Melanie Cole), Austin Stowell (sebagai Patrick Sullivan), Jimmy O. Yang (sebagai Brax Weaver), Portia Doubleday (sebagai Sloane Maddison)
Fantasy Island adalah film horor supranatural Amerika Serikat yang disutradarai dan turut ditulis oleh Jeff Wadlow, serta diadaptasi dari serial televisi berjudul sama ciptaan Gene Levitt. Film ini dibintangi Michael Peña, Maggie Q, Lucy Hale, Austin Stowell, Jimmy O. Yang, Ryan Hansen, Portia Doubleday, dan Michael Rooker. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 14 Februari 2020 dengan durasi 109 menit.
Film ini mendapat rating 4,9 di IMDb; tingkat kesegaran dari kritikus Rotten Tomatoes mencapai 9%, sedangkan skor popcorn dari penonton terverifikasi mencapai 48%. Semua angka tersebut tergolong rendah dan tanggapan secara keseluruhan cenderung negatif. Cerita bermula di sebuah pulau tropis yang dapat mengabulkan keinginan. Kelima tamu memasuki fantasi masing-masing, tetapi perlahan menyadari bahwa semua pengalaman mereka berkaitan dengan kebakaran apartemen yang terjadi bertahun-tahun lalu.
Lima tamu tiba di Fantasy Island
Gwen Olsen, Patrick Sullivan, Melanie Cole, serta dua saudara tiri, J.D. dan Brax, tiba di Fantasy Island dengan pesawat amfibi. Mr. Roarke menyambut mereka di dermaga, sementara seorang perempuan bernama Julia membantunya mengelola para staf di pulau tersebut.


Mr. Roarke memberi tahu para tamu bahwa pulau itu akan mewujudkan fantasi yang telah mereka tulis sebelumnya. Setiap orang hanya mendapat satu kesempatan, dan begitu dimulai, fantasi itu harus mencapai “akhir alaminya”. Meski tidak memahami cara kerja pulau tersebut, mereka tetap mengikuti petunjuk yang diberikan dan memasuki pengalaman masing-masing.

Empat fantasi berlangsung bersamaan
J.D. dan Brax menginginkan kehidupan penuh kesenangan, lalu mereka tiba di sebuah vila dengan kolam renang, banyak tamu, dan persediaan berlimpah. Patrick pernah ingin menjadi tentara, sehingga pulau itu memberinya seragam militer dan membawanya ke dalam hutan. Sekelompok tentara menahannya karena menganggap identitasnya tidak jelas, sedangkan pemimpin mereka, Letnan Sullivan, ternyata adalah ayah Patrick yang telah lama meninggal.


Gwen menyesal telah menolak lamaran kekasihnya, Allen, bertahun-tahun lalu. Ia melewati pintu yang disiapkan Mr. Roarke, kembali ke kencan tersebut, dan menerima lamaran Allen. Keesokan harinya, ia mendapati bahwa fantasi itu telah memajukan waktu lima tahun. Ia dan Allen kini menjadi suami istri serta memiliki seorang putri. Keinginan yang semula dimaksudkan untuk memperbaiki pilihannya dengan cepat berubah menjadi kehidupan keluarga panjang yang tidak pernah ia jalani sendiri.

Target balas dendam Melanie adalah orang sungguhan
Melanie ingin membalas dendam kepada Sloane yang merundungnya semasa sekolah. Ia tiba di sebuah ruang kendali bawah tanah dan melihat Sloane terikat di kursi di balik kaca. Melanie lalu menekan tombol agar Sloane disetrum, disiram air dingin, dan dipermalukan dengan pengungkapan privasinya. Awalnya Melanie mengira semua itu hanyalah simulasi. Namun, ketika seorang pria bertopeng mendekati Sloane sambil membawa peralatan bedah, ia menyadari bahwa Sloane benar-benar diculik dan dibawa ke pulau tersebut.

Melanie berhasil menyetrum pria bertopeng itu, lalu memecahkan kaca dan menyelamatkan Sloane. Keduanya melarikan diri ke hutan, tetapi kembali dikejar sehingga terpaksa mengambil benda-benda di sekitar mereka untuk membela diri. Sloane pun mengetahui bahwa Melanie bukan korban penculikan lain, melainkan tamu yang menyeretnya ke dalam fantasi tersebut.

Damon mengungkap air hitam di dalam gua
Damon, seorang detektif swasta yang telah lama bersembunyi di pulau itu, menyelamatkan Melanie dan Sloane. Ia pernah ditugaskan untuk menyelidiki Fantasy Island, dan Mr. Roarke juga membuatnya dapat melihat putrinya yang telah meninggal. Namun, pertemuan itu segera berubah menjadi mimpi buruk yang tak dapat ia hindari. Damon membawa kedua perempuan tersebut ke sebuah gua bawah tanah. Di sana terdapat batu bercahaya yang melayang di atas mata air hitam. Air itu dapat memantulkan hasrat manusia dan menjadi sumber fantasi yang diciptakan pulau tersebut.

Damon menampung air dari mata air itu di dalam wadah untuk dibawa sebagai bukti. Setelah hidup kembali, pria bertopeng tersebut kembali mengejar mereka bertiga. Damon memeluknya dan menjatuhkan diri bersama pria itu dari tebing agar Melanie dan Sloane dapat melanjutkan perjalanan ke dermaga.
Gwen kembali ke kebakaran yang menewaskan Nick
Gwen tidak dapat menerima pernikahan dan putri yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya, sehingga ia meminta fantasinya diganti. Ia menjelaskan kepada Julia bahwa enam tahun lalu dirinya tidak sengaja memicu kebakaran di apartemen yang menewaskan tetangganya, Nick Taylor. Mr. Roarke akhirnya mengizinkannya kembali ke malam kebakaran itu. Gwen menerobos asap tebal untuk mencari Nick, tetapi tetap gagal menyelamatkannya. Julia kemudian menyeret Gwen yang tidak sadarkan diri kembali ke dunia nyata.

Di lokasi kebakaran, Gwen melihat para tamu lain. Saat itu J.D. dan Brax tinggal bersama Nick, tetapi mereka tidak membangunkannya ketika alarm berbunyi. Patrick, yang berprofesi sebagai polisi, juga tidak berlari masuk ke gedung tersebut. Gwen mulai menduga bahwa keinginannya gagal karena mereka semua sedang terjebak dalam fantasi lain yang memiliki prioritas lebih tinggi.

Fantasi yang terpisah menyatu menjadi perburuan maut
Vila tempat J.D. dan Brax berada direbut oleh orang-orang bersenjata. Pada saat yang sama, Letnan Sullivan memimpin para tentara dalam misi penyelamatan sandera dan tiba di lokasi yang sama. Patrick membantu mereka mengendalikan keadaan untuk sementara, tetapi orang bersenjata yang tertembak kembali berdiri dan melepaskan tembakan setelah air hitam mengalir dari tubuhnya. J.D. tertembak dan tewas. Letnan Sullivan juga tertembak dan terluka; ia tetap tinggal dan mengorbankan nyawanya untuk menghadang para pengejar, lalu menyuruh Patrick membawa Brax melarikan diri.

Setelah Melanie, Sloane, Gwen, Patrick, dan Brax bertemu, mereka mengakui bahwa masing-masing berkaitan dengan kematian Nick. Melanie semula berjanji untuk bertemu dengan Nick, tetapi membatalkannya pada saat terakhir karena merasa gelisah. Ia mengaku bahwa hal itu membuat Nick tetap berada di apartemen. Setelah pesawat yang hendak membawa mereka meninggalkan pulau ditembak jatuh, kelimanya memutuskan untuk kembali ke gua dan menghancurkan batu yang menciptakan fantasi tersebut dengan bahan peledak.

Ending
Di dalam gua, mereka terpisah oleh ilusi masing-masing. Melanie menikam Patrick dan merebut granat, lalu mengakui bahwa seluruh perburuan maut itu sebenarnya merupakan fantasinya. Nick pernah membuatnya merasa diterima. Melanie tidak dapat menerima bahwa orang lain tetap melanjutkan hidup setelah Nick meninggal, sehingga ia memancing semua orang yang terkait dengan kebakaran tersebut ke pulau itu untuk membalas dendam. Mr. Roarke tunduk kepada pulau tersebut karena pulau itu terus mengembalikan istrinya, Julia, yang meninggal akibat penyakit. Julia membujuknya untuk merelakan dirinya dan meminta agar ia menyelamatkan para tamu lain.

Sloane meminum air yang ditinggalkan Damon, lalu menggunakan fantasinya yang belum terwujud untuk meminta agar Melanie dan Nick bersama selamanya. Nick yang tampak terbakar muncul dari mata air dan menyeret Melanie ke dalamnya. Sebelum tenggelam, Melanie melemparkan granat yang telah diaktifkan. Patrick yang terluka datang dan menjatuhkan diri di atas granat tersebut, mengorbankan nyawanya demi melindungi Gwen, Sloane, dan Brax.

Setelah fantasi berakhir, Gwen, Sloane, dan Brax terbangun di vila peristirahatan. Mr. Roarke mengizinkan mereka pergi, lalu Gwen dan Sloane naik ke pesawat. Brax mengetahui bahwa dirinya hanya pendamping dalam fantasi J.D. dan masih memiliki satu keinginan yang belum digunakan. Ia meminta agar J.D. dihidupkan kembali dan dipulangkan, tetapi sebagai gantinya Brax harus menetap di pulau itu selamanya untuk mempertahankan keinginan tersebut. J.D. pergi dengan pesawat, sementara Brax menjadi asisten baru Mr. Roarke dan menggunakan tulisan pada tato di dadanya semasa kuliah sebagai julukan barunya, “Tattoo”.
