← Kembali ke beranda

Casa Amor: Exclusive for Ladies

Dari andalan perusahaan mainan menjadi rekan bisnis toko produk dewasa: Uraian lengkap tentang bagaimana Bo-hee menata ulang pekerjaan dan keluarganya di antara pemecatan, krisis pernikahan, dan kesuksesan bisnis barunya.

Judul

Casa Amor: Exclusive for Ladies

워킹걸

Tahun / Durasi

2015 · 112 menit

Genre

Komedi / Erotis

Sutradara

Jung Bum-shik

Penulis

Jung Bum-shik

Rating

Pemeran

Cho Yeo-jeong (sebagai Baek Bo-hee), Clara Lee (sebagai Oh Nan-hee), Kim Tae-woo (sebagai Goo Kang-seong), Kim Bo-yeon (sebagai Yoon Gwan-soon), Ra Mi-ran (sebagai Eum Soon-ok)

Karya asli

De Pernas pro Ar (remake dari film Brasil tahun 2010, di dunia internasional dikenal sebagai Upside Down)

Penghargaan

Women in Film Korea Festival ke-16: Penghargaan Teknis untuk sinematografer Lee Seon-yeong

Casa Amor: Exclusive for Ladies
Seorang perempuan berkacamata dengan setelan gelap duduk di dalam mobil Seorang perempuan bersetelan hitam membelalakkan mata sambil menutup mulut dengan kedua tangan Seorang perempuan bersetelan jas, seorang anak perempuan bertas sekolah, dan seorang perempuan berbaju atasan pendek berdiri di dalam lift Seorang perempuan berbaju atasan warna terang dan rok panjang berdiri di ambang pintu ruangan Seorang perempuan berbaju putih duduk di depan bantal-bantal warna-warni sambil berbicara dengan orang di hadapannya Dua perempuan mengamati sebuah benda merah di dalam ruangan yang penuh barang dagangan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Casa Amor: Exclusive for Ladies adalah film komedi Korea Selatan yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Jung Bum-shik, hasil remake dari film Brasil tahun 2010, De Pernas pro Ar. Cho Yeo-jeong berperan sebagai Baek Bo-hee, manajer pemasaran di sebuah perusahaan mainan, Clara Lee sebagai Oh Nan-hee, tetangga yang mengelola toko produk dewasa, dan Kim Tae-woo sebagai Goo Kang-seong, suami Bo-hee. Film ini tayang di Korea Selatan pada Januari 2015 dengan durasi 112 menit.

Sampai saat ini film tersebut mendapat nilai 6,1 di IMDb dari 775 suara. Nilainya berada di sekitar angka enam, sehingga tanggapan secara keseluruhan tergolong biasa saja.

Film ini berangkat dari Bo-hee yang kehilangan pekerjaan dan kehidupan keluarganya secara beruntun, lalu menceritakan bagaimana ia dan Nan-hee bersama-sama menyelamatkan sebuah toko yang nyaris gulung tikar, serta bagaimana kariernya yang kembali menanjak sekali lagi memicu konflik di rumah. Tulisan berikut memuat alur cerita lengkap beserta endingnya.

Insiden Presentasi Sang Andalan Perusahaan Mainan

Baek Bo-hee adalah tulang punggung tim pemasaran di sebuah perusahaan mainan besar. Kemampuan kerjanya diakui rekan-rekan maupun jajaran manajemen, dan ia sedang menunggu promosi. Sebagian besar waktunya ia berikan untuk kantor; sepulang ke rumah pun pikirannya masih tertuju pada proposal kerja, sehingga ia tidak menanggapi kedekatan yang dicari suaminya, Kang-seong, dan sering melewatkan kesempatan menemani putrinya. Kang-seong makin tidak puas dengan hidup seperti itu, sementara Bo-hee yakin bahwa asal proyek yang ada di depan mata selesai, urusan keluarga masih bisa diurus nanti.

Seorang perempuan berkacamata dengan setelan gelap duduk di dalam mobil

Menjelang sebuah presentasi produk yang penting, Bo-hee salah mengambil paket milik tetangga di lantai bawah. Di ruang rapat ia membuka barang peraga yang sudah ia siapkan, tetapi yang muncul di hadapan jajaran manajemen justru produk dewasa. Presentasi itu langsung kacau, perusahaan tidak memberinya kesempatan memperbaiki keadaan, dan Bo-hee yang tadinya sudah dekat dengan promosi pun langsung dipecat.

Seorang perempuan bersetelan hitam membelalakkan mata sambil menutup mulut dengan kedua tangan

Suami yang Pergi dan Tetangga di Lantai Bawah

Bo-hee menelusuri asal paket itu dan menemukan bahwa pemiliknya adalah Oh Nan-hee, penghuni gedung yang sama. Saat bertemu di lift dan di depan rumah, keduanya saling serang: Bo-hee menyalahkan barang yang salah kirim atas hilangnya pekerjaannya, sedangkan Nan-hee menunjuk bahwa Bo-hee sendirilah yang tidak memeriksa paketnya. Nan-hee mengelola toko produk dewasa bernama Casa Amor. Di permukaan ia tampak menguasai segala macam barang dagangan, padahal utangnya sudah menumpuk dan tokonya nyaris tutup.

Seorang perempuan bersetelan jas, seorang anak perempuan bertas sekolah, dan seorang perempuan berbaju atasan pendek berdiri di dalam lift

Sesampainya di rumah, Bo-hee mendapati pesan dari Kang-seong yang menyatakan ingin berpisah rumah. Suaminya yang sekian lama diabaikan tidak mau lagi menunggu ia berubah, dan lebih dulu meninggalkan rumah. Pekerjaan dan pernikahannya lepas kendali pada saat bersamaan, lalu ketika sedang minum sendirian Bo-hee kembali bertemu Nan-hee. Pertengkaran mereka berubah menjadi obrolan, dan untuk pertama kalinya Bo-hee benar-benar memperhatikan barang-barang yang dijual Nan-hee. Ia pun mulai menyadari bahwa yang kurang dari toko kecil itu bukan produknya, melainkan cara mengelola dan memasarkannya.

Seorang perempuan berbaju atasan warna terang dan rok panjang berdiri di ambang pintu ruangan

Dua Orang yang Sedang Terpuruk Memutuskan Bermitra

Nan-hee pandai menjelaskan produk dan memahami kebutuhan pelanggan, tetapi tidak sanggup menangani utang, stok barang, dan promosi; Bo-hee kehilangan posisinya yang lama, tetapi seluruh pengalaman pemasarannya masih utuh. Bo-hee mengusulkan agar mereka mengelola Casa Amor bersama-sama: Nan-hee memegang pengetahuan produk dan komunikasi dengan pelanggan, sementara ia sendiri mengurus merek, penataan barang, dan rencana penjualan. Dari tetangga yang saling menyalahkan, keduanya berubah menjadi rekan bisnis.

Seorang perempuan berbaju putih duduk di depan bantal-bantal warna-warni sambil berbicara dengan orang di hadapannya

Mereka lebih dulu memeriksa barang dagangan di toko satu per satu, lalu mendengarkan pengalaman para pelanggan perempuan yang memakainya. Bo-hee memindahkan cara uji produk dan konsep kemasan yang dulu ia pakai di perusahaan mainan anak ke bisnis barunya, sementara Nan-hee terus meluruskan salah pahamnya tentang kebutuhan yang sebenarnya. Pembagian tugas keduanya lama-lama mantap, dan toko yang semula berantakan serta serba tersembunyi itu punya peluang untuk dibuka kembali.

Dua perempuan mengamati sebuah benda merah di dalam ruangan yang penuh barang dagangan

Casa Amor Buka Kembali

Untuk menjaring pelanggan, Bo-hee dan Nan-hee membawa contoh produk keluar dari toko, memperkenalkannya di tempat-tempat berkumpulnya perempuan, dan menggelar sesi uji coba serta tanya pendapat bersama banyak orang. Proses promosi itu terus-menerus menimbulkan rasa canggung dan salah paham, tetapi Bo-hee mengubah cara berjualan sesuai reaksi di lapangan, tidak lagi sekadar menyalin cara kerja perusahaannya yang lama.

Seorang perempuan berkacamata hitam memegang majalah dan sebuah benda hitam di luar ruangan

Keduanya menata ulang Casa Amor, merekrut pegawai toko, dan mengubah ruang yang tadinya sulit didekati itu menjadi gerai ritel yang terang. Setelah toko kembali beroperasi, jumlah pelanggan mulai bertambah. Nan-hee tidak lagi menanggung utangnya sendirian, dan Bo-hee kembali menemukan kepuasan merancang produk serta mendorong penjualan.

Seorang perempuan berambut pirang menatap ke luar bingkai gambar dari dalam ruangan

Kekacauan Promosi di Lomba Olahraga Sekolah

Bo-hee kemudian datang ke lomba olahraga sekolah putrinya. Para orang tua di tribun mengayunkan tongkat tiup berwarna biru untuk menyemangati anak-anak, dan Bo-hee pun ikut berdiri di tengah kerumunan sambil berteriak memberi semangat. Produk yang ia bawa-bawa kembali menimbulkan kecanggungan di acara itu, sehingga lomba olahraga tersebut berubah menjadi satu lagi kekacauan yang berpusat pada barang-barang dewasa.

Seorang perempuan berdiri di tengah kerumunan yang mengayunkan tongkat tiup biru sambil mengangkat tangan dan berteriak

Bisnis Casa Amor terus bertumbuh. Bo-hee dan Nan-hee memperluas jangkauan promosi, makin banyak pelanggan yang masuk ke toko, dan produk mereka mendapat kesempatan ikut pameran wirausaha berskala besar. Bo-hee kembali masuk ke ritme kerja berintensitas tinggi yang sudah ia kenal, hanya saja kali ini ia bukan cuma penanggung jawab pemasaran, melainkan juga pemilik bersama bisnis tersebut.

Ketidakseimbangan Baru setelah Suaminya Kembali

Setelah bertemu kembali, Bo-hee dan Kang-seong memulihkan hubungan intim mereka. Keduanya tidak lagi menyerahkan seluruh kehidupan suami istri kepada pekerjaan, tetapi Bo-hee dengan cepat berayun dari sikap menghindar yang bertahun-tahun ke ekstrem yang lain. Setelah satu kencan, Kang-seong jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit; sepulangnya dari rumah sakit, Bo-hee tetap sibuk mengurus persoalan toko.

Seorang laki-laki dan seorang perempuan berbaju putih duduk berciuman di ruangan yang remang

Seorang perempuan berbaju putih bersandar di punggung kursi sambil memejamkan mata dan tersenyum

Nan-hee juga mulai menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, sehingga tokonya maupun kehidupan pribadinya sama-sama berubah. Pada saat yang sama, Bo-hee tidak pernah menjelaskan bisnis barunya secara utuh kepada Kang-seong. Keluarga dan pekerjaan tetap ia pisahkan, sampai Kang-seong melihat sendiri promosi terbuka toko itu di arena pameran.

Pameran, Putrinya yang Sakit, dan Perpisahan Kedua

Setelah Casa Amor masuk ke pameran wirausaha, Bo-hee dan Nan-hee menyiapkan pertunjukan panggung, sesi mencoba produk, dan penjualan langsung, sehingga toko itu mendapat sorotan terbesar sejak dibuka. Kang-seong datang ke pameran dan akhirnya melihat dengan mata kepala sendiri pekerjaan yang selama ini disembunyikan Bo-hee. Tepat ketika acara sedang berlangsung, putri mereka demam di taman kanak-kanak lalu dilarikan ke rumah sakit, dan Kang-seong lebih dulu tiba di sisi ranjangnya untuk menjaganya.

Sejumlah perempuan berbaju atasan biru dan rok pendek putih tampil di atas panggung pameran

Ketika Bo-hee bergegas dari pameran ke rumah sakit, Kang-seong sudah tidak bisa lagi menerima kenyataan bahwa istrinya kembali melewatkan krisis keluarga. Ia membawa pergi putri mereka, dan saat ibu dan anak itu kemudian bertemu, si anak tetap ikut ayahnya. Kariernya baru saja mencapai puncak, tetapi Bo-hee sekali lagi kehilangan kesempatan untuk hidup bersama suami dan putrinya.

Ending

Bo-hee kemudian terpilih sebagai wirausahawan terbaik tahun itu dan hadir di jamuan penganugerahan. Di lokasi acara, pencapaian bisnisnya ditampilkan, dan ia juga melihat foto-foto kebersamaannya dengan keluarga. Di tengah acara penyerahan penghargaan, ia meninggalkan ruangan dan menyetir menuju dermaga.

Seorang perempuan dengan rambut disanggul berdiri menghadap mikrofon di panggung berlampu ungu

Kang-seong sedang bersiap membawa putrinya pergi dengan kapal. Bo-hee mengejar sampai ke dermaga, lalu dalam kepanikan ketiganya tercebur ke air, naik kembali ke tepian, dan mulai berbicara lagi. Bo-hee mengakui bahwa ia sekali lagi membiarkan pekerjaan menguasai seluruh hidupnya, dan pada akhirnya Kang-seong serta putrinya menerima ia tinggal dan ikut bersama mereka. Setelah makan di dermaga, mereka bertiga naik ke kapal, dan hubungan mereka kembali mencair.

Seorang laki-laki dan seorang perempuan tersenyum bersama seorang anak perempuan di atas kapal di tepi air

Setelah keluarganya berkumpul kembali, Bo-hee tidak melepaskan Casa Amor. Di depan keluarganya ia menolak satu tawaran investasi dari Amerika Serikat, tetapi di akhir film ia dan Nan-hee sepakat untuk berangkat sendiri ke Amerika Serikat guna melanjutkan pembicaraan bisnis itu. Keluarga itu meneruskan perjalanan dengan kapal, dan bisnis Bo-hee bersama Nan-hee pun tidak berhenti.