← Kembali ke beranda

A Man Called Ove

Rencana perpisahan yang berkali-kali digagalkan para tetangga: mengulas lengkap perjalanan Ove sejak kehilangan istri, pensiun, dan mengenang masa lalu, hingga kembali terlibat dalam kehidupan komunitas dan bersatu kembali dengan Sonja

Judul

A Man Called Ove

En man som heter Ove

Tahun / Durasi

2015 · 116 menit

Genre

Drama / Komedi

Sutradara

Hannes Holm

Penulis

Hannes Holm

Rating

Pemeran

Rolf Lassgård (sebagai Ove), Bahar Pars (sebagai Parvaneh), Filip Berg (sebagai Ove muda), Ida Engvoll (sebagai Sonja), Tobias Almborg (sebagai Patrick)

Karya asli

Novel En man som heter Ove karya Fredrik Backman

Penghargaan

Academy Awards ke-89: nominasi Best Foreign Language Film dan Best Makeup and Hairstyling

A Man Called Ove
Pria berambut putih berdiri di luar rumah sambil menatap ke depan Pria berambut putih duduk sendirian di samping sebuah batu nisan di pemakaman Anak laki-laki bertopi abu-abu duduk di kursi kereta sambil memandang ke satu sisi Seorang perempuan mencondongkan tubuh dari jendela kereta merah untuk berbicara dengan pria di peron Dalam cahaya hangat, seorang perempuan memegang wajah seorang pria dan menciumnya Seorang pria dan perempuan duduk berdampingan di kursi depan bus antarkota
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

A Man Called Ove adalah film drama komedi Swedia yang ditulis dan disutradarai oleh Hannes Holm. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Fredrik Backman serta dibintangi Rolf Lassgård, Bahar Pars, Filip Berg, dan Ida Engvoll. Film berdurasi 116 menit ini tayang di Swedia pada 25 Desember 2015, lalu meraih dua nominasi di Academy Awards ke-89 untuk kategori Best Foreign Language Film dan Best Makeup and Hairstyling.

Per 8 Oktober 2026, film ini mendapat rating 7,7 di IMDb dari 75.824 suara. Di Rotten Tomatoes, skor kritikusnya mencapai 91% dari 119 ulasan, sedangkan skor penontonnya mencapai 88% dari lebih dari 5.000 penilaian. Tanggapan kritikus profesional maupun penonton sama-sama didominasi penilaian positif.

Berpatroli di Kompleks dan Kehilangan Pegangan Terakhir dalam Hidup

Setiap hari, Ove yang berusia 59 tahun berpatroli di kompleks rumah deret dengan rute yang sama. Ia memeriksa apakah ada kendaraan yang masuk tanpa izin, mengecek pemilahan sampah, dan menegur tetangga yang melanggar aturan. Ia pernah menjadi ketua perkumpulan warga dan masih menganggap menjaga ketertiban sebagai tanggung jawabnya. Setelah istrinya, Sonja, meninggal akibat kanker enam bulan sebelumnya, ia hidup sendirian dan sering berbicara dengannya di pemakaman.

Pria berambut putih berdiri di luar rumah sambil menatap ke depan

Pria berambut putih duduk sendirian di samping sebuah batu nisan di pemakaman

Ove telah bekerja di perusahaan kereta api selama 43 tahun, tetapi kemudian diberi tahu bahwa ia harus pensiun. Setelah kehilangan pekerjaannya, ia membereskan tagihan dan urusan rumah, lalu bersiap mengakhiri hidup dengan gantung diri. Tepat ketika ia memasang jerat di leher, keluarga Parvaneh yang baru pindah menabrak kotak suratnya saat memundurkan mobil. Ove keluar untuk mengambil alih kemudi sehingga rencananya kali ini terhenti.

Ayah, Rumah Lama, dan Kedatangan Sonja

Ketika jerat mulai menegang, Ove teringat masa kecilnya. Setelah ibunya meninggal ketika ia masih kecil, ia tinggal berdua dengan ayahnya yang bekerja sebagai mekanik di perusahaan kereta api. Ayahnya sangat gembira saat mengetahui Ove mendapat nilai bagus, tetapi tewas ditabrak kereta ketika hendak menyampaikan kabar itu kepada rekan kerjanya. Ove muda mewarisi rumah lama ayahnya, beserta sikapnya yang bersungguh-sungguh terhadap perkakas, pekerjaan, dan aturan.

Anak laki-laki bertopi abu-abu duduk di kursi kereta sambil memandang ke satu sisi

Pihak berwenang ingin merobohkan rumah lama itu, tetapi Ove bersikeras memperbaikinya sendiri. Belakangan, kebakaran yang disebabkan tetangganya menghanguskan rumah tersebut. Ia hanya bisa bekerja membersihkan kereta dan tidur di gerbong ketika tidak punya tempat tinggal. Pada suatu pagi, ia bertemu Sonja di peron. Agar bisa terus bertemu dengannya, Ove berulang kali menaiki kereta yang sama, lalu akhirnya memberanikan diri mengajaknya berbicara.

Seorang perempuan mencondongkan tubuh dari jendela kereta merah untuk berbicara dengan pria di peron

Pernikahan, Perjalanan Jauh, dan Kecelakaan Bus

Sonja menerima ajakan Ove untuk berkencan dan mereka perlahan menjadi pasangan. Sonja mendorong Ove untuk melanjutkan pendidikan. Ove menyelesaikan studi teknik dan mendapat pekerjaan yang lebih stabil di perusahaan kereta api. Sifat Sonja yang ramah dan hangat juga memberi arah bagi kehidupan bersama mereka, yang selama ini tidak pernah dimiliki Ove yang pendiam.

Dalam cahaya hangat, seorang perempuan memegang wajah seorang pria dan menciumnya

Ketika Sonja hamil, mereka pergi berlibur ke Spanyol. Dalam perjalanan pulang, bus mereka mengalami kecelakaan parah. Sonja kehilangan bayi yang dikandungnya dan tidak bisa berjalan lagi akibat cedera. Ove berusaha meminta pihak berwenang menyediakan fasilitas aksesibilitas. Karena masalah itu tak kunjung ditangani, ia membangun sendiri jalur landai di sekolah tempat Sonja mengajar agar istrinya bisa kembali ke kelas.

Seorang pria dan perempuan duduk berdampingan di kursi depan bus antarkota

Pria berambut pirang dengan wajah berlumuran darah terbaring menyamping di tanah

Para Tetangga Terus Menggagalkan Rencana Perpisahannya

Kembali ke masa kini, Ove mencoba mengakhiri hidup dengan gas buang mobil, tetapi ketukan Parvaneh kembali mengganggunya. Patrick terluka dan harus dibawa ke rumah sakit, sehingga Parvaneh meminta Ove mengantar mereka. Meski enggan, Ove tetap menjaga putri-putri pasangan itu di rumah sakit sampai ia berselisih dengan petugas dan diminta keluar.

Sepasang pria dan perempuan berdiri di ambang pintu sambil memandang ke luar

Ove kemudian pergi ke stasiun kereta dan bersiap melompat ke rel saat kereta tiba. Namun, seorang pria yang sedang menunggu tiba-tiba pingsan dan jatuh ke rel terlebih dahulu. Ove turun untuk menyelamatkannya, sehingga rencananya kembali tertunda. Rekaman kejadian itu menarik perhatian wartawan bernama Lena, tetapi Ove menolak diwawancarai dan Parvaneh membantunya menghindari sang wartawan.

Pria berambut putih mengenakan setelan berdiri di tepi peron kereta

Belajar Mengemudi, Kucing Liar, dan Ikatan yang Terus Bertambah

Parvaneh meminta Ove mengajarinya mengemudi. Sambil terus mengeluhkan cara Parvaneh menyetir, Ove menemaninya berlatih dan menyuruhnya terus mencoba ketika ia merasa putus asa.

Seorang perempuan memegang kemudi di dalam mobil sementara pria di sampingnya memandang ke arahnya

Ove juga membantu Adrian, seorang pemuda yang bekerja di restoran, memperbaiki sepedanya.

Pria bertopi memegang sepeda sambil berbicara dengan seorang pemuda

Ketika seekor kucing liar muncul di kompleks, Ove mula-mula ingin mengusirnya, tetapi kemudian membawa kucing itu pulang dan merawatnya.

Pria berambut putih dan pemuda yang menggendong kucing putih berdiri di dapur

Teman Adrian, Mirsad, tidak punya tempat tinggal setelah mengungkapkan kepada keluarganya bahwa ia gay. Ketika keduanya datang menemui Ove, mereka tanpa sengaja menggagalkan lagi upayanya bunuh diri dengan senapan berburu. Pada akhirnya, Ove mengizinkan Mirsad tinggal sementara di rumahnya.

Kembali Berjuang demi Rune dan Komunitas

Ove pernah berteman dekat dengan tetangganya, Rune, tetapi keduanya kemudian menjauh akibat urusan komunitas dan pertengkaran soal merek mobil. Setelah Rune terserang strok, istrinya, Anita, merawatnya di rumah. Namun, petugas layanan sosial berencana memindahkannya ke panti perawatan. Setelah mengetahui bahwa Anita selama ini menghadapi masalah tersebut seorang diri, Ove sadar ia tidak seharusnya terus menyimpan dendam lama dan memutuskan untuk mencegah Rune dibawa pergi.

Pada awalnya, Ove tidak bisa memaksa petugas itu mengubah keputusan. Ia kemudian menceritakan kepada Parvaneh masa lalu Sonja dan kecelakaan bus tersebut. Lena menemukan masalah keuangan yang melibatkan petugas itu, sementara para tetangga juga datang bersama-sama untuk memberi dukungan. Di hadapan media dan warga, petugas tersebut mundur sehingga Rune tetap bisa tinggal di rumah. Ove pun berdamai dengan sahabat lamanya.

Sekelompok warga membawa kertas dan cangkir berkumpul di luar rumah

Keluarga yang Membesar dan Jantung yang Membesar

Ove semakin sering menghabiskan waktu bersama keluarga Parvaneh. Ia menemani kedua anak perempuan mereka membaca dan juga membantu memperbaiki berbagai benda di rumah mereka.

Pria berambut putih membuka buku merah di sofa, diapit dua anak perempuan

Ove kemudian tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Dokter memastikan bahwa jantungnya membesar secara tidak normal, tetapi kondisi itu tidak langsung mengakhiri hidupnya. Setelah bergegas ke rumah sakit, Parvaneh bercanda tentang berbagai rencana bunuh diri Ove yang selalu gagal. Ove kemudian keluar dari rumah sakit dan melanjutkan hidup bersama para tetangganya.

Seorang perempuan berambut hitam duduk di dalam ruangan sambil menengadah ke satu sisi

Tak lama kemudian, waktu persalinan Parvaneh semakin dekat. Ia lalu melahirkan seorang putra dan membawa bayinya untuk ditunjukkan kepada Ove. Ove memberikan kepadanya ranjang bayi yang dahulu dibuat untuk anaknya sendiri tetapi tidak pernah digunakan. Kedua anak perempuan itu pun perlahan menganggapnya sebagai kakek mereka.

Ending

Beberapa bulan kemudian, di tengah badai salju musim dingin, Parvaneh menyadari bahwa Ove tidak membersihkan salju di depan rumah seperti biasanya. Ia dan Patrick masuk untuk memeriksa keadaan, lalu mendapati Ove telah meninggal dengan tenang di tempat tidur, sementara kucingnya meringkuk di atas dada. Ove meninggalkan petunjuk mengenai pemakaman dan perawatan kucingnya. Banyak tetangga menghadiri pemakamannya, jauh lebih banyak daripada jumlah yang pernah ia bayangkan semasa hidup.

Di akhir film, Ove seolah kembali menaiki kereta dari masa lalu. Sonja muda duduk di seberangnya. Keduanya saling menatap dari sisi berlawanan sebuah meja kecil sementara kereta terus melaju.

Seorang perempuan dan pria saling menatap dari seberang meja di dalam kompartemen kereta